Monday, October 10, 2005

Dimana Langitku berada?


:Langit Senja

Ngit,
Aku merindukan gelisahmu yang tanpa malu malu. Aku merindukan birumu yang mengundang hati untuk bernyanyi, aku rindukan lembayungmu yang membawa cinta mengharubiru. Engkau telah sempurna berlari dan bersembunyi dari hidupku, ataukah aku yang terkurung ruang sempit peradaban?

Ngit,
Aku tetap kupu kupu itu, murid atas ajaran absurditas hidup dan engkau selalu jadi guru nuraniku. Aku yang pernah jadi sweet june-mu yang menari dengan ekspresi tertinggi antara batas nyata dan khayal, batas hati dan rasionalitas. Engkau yang mengajarkan aku untuk mencintai dengan kesempurnaan dan mengesampingkan segala bentuk labirin tradisi. Akulah kupu kupu yang pernah jadi ephitapmu, yang tetap mengembara diantara bunga rumput dan ilalang liar di sabana kosmos maya. Masih ingatkah setelah musim demi musim lewat tanpa kata kata?

Ngit,
Aku masih kabut putih yang menjadi bukan apa apa atas kemegahan anggunanmu. Barangkali sekejap lenyap dalam hempasan keperkasaan kuasamu, mati tertebas pedang rasionalitas yang erat engkau genggam ditangan kanan? Tetapi, bathinku teguh meyakini, engku tetaplah langit yang mengetahui segala yang tersembunyi, juga kupu kupu dan kabut putih milikmu dulu.

Ngit,
Aku tinggal punya rindu yang membenalu….padamu….


Kost Simatupang, 10 Oktober 2005