
Harapan berubah bentuk menjadi keajaiban bagi pengemis asa yang lama dibenamkan dalam lumpur pekat kenangan, yang berubah menjadi mimpi dan keseharian. Barangkali saja suatu hari kelak akan ada jatah keajaiban bagi pokok yang terkapar sekarat menghitung musim demi musim berlalu meninggalkanya sendirian. Atau barangkali semua akan kembali kepada azas berlakunya setiap kejadian, dimana alam sanggup memberi kehidupan imateri pada tiap cabangnya berkat dari akar angan angan yang mengembara juah mencari jawaban.
Ia yang rubuh tanpa daya, terjepit oleh keyakinan salah berbentuk kesimpulan juga menerima segala warna penghakiman, hanya menunggu alam lain dimana dia boleh jadi penghuninya…
Gempol, 060825