<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007</id><updated>2012-02-04T00:50:16.988+07:00</updated><title type='text'>bunga langit</title><subtitle type='html'>... berisi catatan bathin, jejak fikiran yang jadi kenangan...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>363</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-4218609259082471019</id><published>2012-01-13T00:37:00.000+07:00</published><updated>2012-02-04T00:38:44.131+07:00</updated><title type='text'>Darpin</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ixW4D5ITi80/TywbfM-CdII/AAAAAAAABH0/vK3O8vB_V0Y/s1600/bocah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5704965050842903682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 138px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-ixW4D5ITi80/TywbfM-CdII/AAAAAAAABH0/vK3O8vB_V0Y/s200/bocah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini dongeng mistik masa kecil, yang menelikung keberanian setiap bocah lelaki kecil yang mendengarkannya. Konon Darpin adalah ilmu hitam yang menggunakan mayat orang lain untuk dirubah bentuk menjadi bermacam macam bahan pangan, seperti beras dan lainnya. Konon beras hasil Darpinan ini butiran butirannya lebih besar besar dan mrisih. Terlalu bagus sebagai beras dalam ukuran yang sewajarnya. Selain beras umumnya bahan pangan hasil Darpinan adalah kacang kedelai atau kacang tanah. Kedua komoditi itupun juga memilki cirri ciri yang sama; sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon lagi, orang sakti yang memilki ilmu hitam dan biasa melakukan Darpin menjalankan aksinya dengan cara menarik jasad orang mati dari kubur dengan ilmu gaib. Kabarnya, setiap mayat yang ditarik keluar pasti akan melakukan perlawanan sehingga terjadi perkelahian antara mayat dan tukang Darpin. Tidak jarang tukang Darpin kadang terluka pada perkelahian itu. Ciri ciri kuburan korban Darpin konon ditandai dengan adanya lobang mirip liang gangsir – sejenis jangkrik besar - pada sekitar gundukan makam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangkaan tukang Darpin (yang kalau sekarang lebih dikenal dengan tuduhan dukun santet) yang santer beredar dalam bentuk rumor dari pos ronda ke pos ronda, dari desa ke desa adalah Ki Lurang Gondang. Pak lurah yang kemana mana menyetir sendiri mobil bak terbuka merk Datsun warna merah marun itu memang terkenal dengan kekayaanya. Kekayaanya bukan cuma rumah megah dan sawah berlimpah, tetapi juga usahannya yang bertebaran, dari usaha penggilingan padi sampai penggergajian kayu. Kata rumor, kekayaannya itu didapatkan dari hasil mendarpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu santernya nyatannya rumor itu, hingga beredar melalui bisik bisik bahwa setiap habis ada orang yang meninggal, maka biasanya Ki Lurah Gondang akan tiba tiba menghilang paling tidak selama tiga hari. Konon menghilangnya Ki Lurah berkaitan dengan proses transformasi dari jasad manusia menjadi bentuk bahan pangan yang diinginkan. Itu sudah cukup untuk membuktikan betapa saktinya Ki Lurah, yang sudah mengalahkan mayat dan lalu menganiayannya menjadi bahan pakan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu setiap habis ada orang yang meninggal dan dikubur di pekuburan desa, suasana malam tintrim selalu menindih perasaan. Sebuah atmosphere super horror yang diciptakan oleh pikiran kanak kanak. Malam terasa sangat menyiksa seolah olah monster monster bersama mayat mayat bergentayangan mencari anak anak yang ketakutan. Terutama anak anak laki laki yang menggigil sumpek bersembunyi didalam buntalan sarungnya. Kegelapan malam terasa begitu mengancam, dan rasa kantuk hilang berganti kecemasan luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang meninggal pada malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon, maka kuburan tersebut harus dijaga selama tiga hari tiga malam berturut turut. Para lelaki kerabat si mati, tetangga dan sanak saudaranya akan begadang di pusara yang baru jadi. Konon Darpin tidak akan bisa melancarkan aksinya jika makam sasaran dijaga oleh orang yang masih hidup. Tetapi konon pernah juga kejadian, kuburan yang dijaga sekalipun bisa kecolongan Darpin. Pasalnya, tukang Darpin juga menguasai ilmu sirep, dimana dengan ilmunya dapat membuat orang akan tertidur karena tidak tahan kantuk yang menyerang. Sewaktu para penjaga kubur itu tertidur, maka aksi Darpin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali, Ki Lurah Gondang pernah sakit bernama “Badan Mati Separo”. Penyakit mengerikan yang membuat tubuh seseorang akan separo mati fungsi, separonya lagi tetap hidup normal. Konon pula, sakitnya Ki Lurah juga berkaitan dengan aktifitasnya sebagai tukang Darpin. Hukum karma yang didapat dari cara kotor, mencuri mayat demi harta dan kehidupan dunia pribadinya. Sejak sakit itu, perlahan lahan tapi pasti kekayaan Ki Lurah semakin hari semakin menyusut. Malapetaka juga terjadi beruntun, mulai dari penggilingan padinya yang terbakar hingga kecelakaan yang memakan korban di penggergajian kayunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahunan sejak sakit itu, Ki Lurah Gondang akhirnya meninggal. Sejak itu juga terjadi kelegaan magis pada orang ramai. Tukang Darpin tidak ada lagi, mayat akan lebih aman di liang lahat. Dan konon sejak meninggalnya, tidak ada lagi cerita tentang Darpin terdengar lagi, karena orang meyakini Ki Lurah Gondang adalah tukang Darpin meskipun itu hanya konon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andong 120113&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-4218609259082471019?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/4218609259082471019/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=4218609259082471019&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/4218609259082471019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/4218609259082471019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2012/01/darpin.html' title='Darpin'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ixW4D5ITi80/TywbfM-CdII/AAAAAAAABH0/vK3O8vB_V0Y/s72-c/bocah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-1495717991325156875</id><published>2012-01-01T04:07:00.009+07:00</published><updated>2012-01-01T04:21:19.710+07:00</updated><title type='text'>Tahun Baru</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-HfirDk_6sRA/Tv97ZI7XSEI/AAAAAAAABHE/AmuqSdhzYTs/s1600/Fireworks2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692404125843015746" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 137px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-HfirDk_6sRA/Tv97ZI7XSEI/AAAAAAAABHE/AmuqSdhzYTs/s200/Fireworks2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika asap kembang api sisa perayaan perlahan melesap di udara, maka yang tampak adalah hamparan jalan berbatu dan tenaga yang berkurang satu demi satu. Tahun baru tak ubahnya lanjutan dari perjalanan panjang, titik penanda dimensi waktu yang diagung agungkan dengan kegembiraan yang berlebihan. Angka tahun yang lama seolah olah tamat mejadi benda mati dalam keterkurungan kenangan. Tekad tekad mulia dibangun dalam kuil kuil semangat, pundi pundi harapan ditimbun demi modal perjalanan setahun kedepan. Garis umur menjadi terkotak kotak oleh penyesalan. Lompatan lompatan peristiwa membekas bagai jeda dalam ketukan spasi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tahun yang berat hampir menyentuh ujung. Untaian waktu yang menyisakan catatan, torehan peristiwa demi peristiwa, kesakitan dan juga tawa. Tahun kehilangan yang juga berisi catatan tentang pelangi yang kehilangan warna. Dalam tanjakan usia, indeks prestasi tersusun layaknya cekung cekung kali yang kering dan pucat. Terkadang kenyataan menghantam keras dan bertubi, bahkan khayalan sekalipun tumpas tersapu oleh angkuhnya kekuasaan. Kuasa berpikir, kuasa berbijaksana bermakna juga kuasa nasib atas orang lain dibawah titah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Usia yang mendaki puncak memerlukan pengorbanan disepanjang jejaknya. Terbelanjakan ha hak instimewa maupun kesempatan. Seolah merapuh titian asa, terkadang gelap bahkan tak mampu teraba. Bahkan jejak jejak indahnya menjadi prasasti mati, sesuatu yang layak dibanggai nanti sepuluh tahun lagi. Seiring berkurangnya jatah usia dan menumpuknya kebijaksanaan yang hanyut terbawa olehnya. Semestinya sebentar lagi kan sampai, ke tanjung kesadaran dimana benih benih kebijaksanaan usia akan tertebar disepanjang sisi laut pengalaman. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jalan didepan sungguhlah lapang, namun akan ada kemarau dan hujan yang terjadi, juga barangkali badai dan bencana didepan sana. Selayaknyalah kaki dilangkahkan penuh keyakinan dan kepasrahan, bahwa jalan yang akan kita lalui barangkali akan kita lewati sekali dalam seumur hidup. Besertanya juga mengandung konskwensi dari perbuatan sepanjang jalan itu. Konskwensi yang kita jalani pada labirin waktu yang disebut orang seabagai tahun baru. Dan perlahan pada saat yang sama kita akan menjadi tua secara otodidak. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka sebenarnya tidak ada istimewanya pergantian tahun, kecuali almanak di dinding yang segera bergeser ke tempat sampah untuk ditempati cover yang baru. Segalanya toh akan berjalan sama lagi, menjadi rutinitas lagi dan menyelenggarakan jejak peradaban yang berjalan berulang dalam siklus waktu. Perayaan tidak ubahnya seremoni pamer kegembiraan yang mudharat. Sungguh menjauhkan kita dari nilai luhur kemanusiaan yang beretika tinggi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari dukacita kita temukan pembelajaran tentang bagaimana menyiasati kemungkinan, dan dari ketidak adilan kita belajar mengenai kebesaran hati. Penolakan dan kekecewaan diredam agar tak jadi dendam, senda gurau dicatat sebagai tanda kasih keajaiban Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Songgom – Prupuk 111226&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-1495717991325156875?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/1495717991325156875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=1495717991325156875&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1495717991325156875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1495717991325156875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2012/01/tahun-baru.html' title='Tahun Baru'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-HfirDk_6sRA/Tv97ZI7XSEI/AAAAAAAABHE/AmuqSdhzYTs/s72-c/Fireworks2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-6357687411023841130</id><published>2011-12-09T00:45:00.003+07:00</published><updated>2012-02-04T00:50:16.995+07:00</updated><title type='text'>Pelangi Tak Berwarna</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-C-PKzrIRXuw/Tywdv--9eII/AAAAAAAABIA/TBEgpwjx9u8/s1600/embun.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5704967538169706626" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 148px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-C-PKzrIRXuw/Tywdv--9eII/AAAAAAAABIA/TBEgpwjx9u8/s200/embun.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Pelangi abadi tanpa warna mengimbangi kegetiran dan kecemasan alam fakta. Dunia temaram, tempat bersemayam kegaiban dan keajaiban dimana tak ada batas oleh dimensi ruang dan dimensi waktu Sepanjang dindingnya yang terbuat dari angin adalah lorong lorong petualangan yang tak terpetakan dan selalu menantang. Sebuah pengembaraan disepanjang ruang kubus yang terbungkus dalam rahasia yang pekat. Semua yang terasa hanya tinggal di rasa, tak menyisakan jejak sejarah sebagaimana layaknya sebuah risalah yang majemuk.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika waktu merampasi hak untuk mampu, bersamanya samar tertampak gundukan demi gundukan kuburan masa silam. Didalamnya tertanam jasad jasad gambaran, keindahan tak bertara yang dianggap mati dalam hidup bekunya. Sungguh sebuah hadiah indah untuk bisa sekedar bernostalgia bersama catatan rahasia yang lama dikaburkan dari sejarah kehidupan. Dunia rasa dunia dengan pelangi tak berwarna, menyajikan pentas raksasa kepada jiwa jiwa petualang yang bermutan dari laku durjana.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diujung horizon, dikaki pelangi tak berwarna kabut menggupal laksana peri. Jelmaan dari sesuatu yang menjadi pujaan, dan mengambang tak menginjak bumi. Ia menjadi sumber keindahan rapat dibekap misteri. Sepenuhnya berisi tentang petulangan petulangan sunyi antara dua hati, menjelajahi negeri negeri tempat pelangi memiliki warna. Kabut itu tetap menjadi keindahan nisbiah yang tak direstui oleh peradaban. Disembunyikan kepedihan dari tatapan orang, menembusi awan dan langit tak bertuan dengan tangis yang tertahankan diam diam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Betapa tipis batas antara khayalan dan harapan. Dan pada salah satu keping ingatan yang berlubang, disana ada cerita cinta. Ingatan seperti berjalan dilorong temaram, dengan potongan potongan cermin disepanjang dinding. Dan tangan tangan yang kehilangan genggaman, dingin beku diterlantarkan perpisahan. Sesutu yang mati tiba tiba. Kenapa setiap nama membangkitkan kenangan indah. Kesedihan kesedihan yang membahagiakan itu. Dan pengalaman terus saja melahirkan sangkalan. Biarkan cerita tentang percintaan itu mengalir keluar bersama asap rokok. Cerita yang hanya berputar dan berpendar searah didalam kepala, melangkah ditempat yang sama sementara jejak terjarak di lantai masa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kata orang langit tempat pelangi tak berwarna itu tak berbatas. Membentang sepanjang kemauan hati dan bebas gravitasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Halim 111209&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-6357687411023841130?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/6357687411023841130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=6357687411023841130&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/6357687411023841130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/6357687411023841130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2011/12/pelangi-tak-berwarna.html' title='Pelangi Tak Berwarna'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-C-PKzrIRXuw/Tywdv--9eII/AAAAAAAABIA/TBEgpwjx9u8/s72-c/embun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-6366363094896200112</id><published>2011-11-25T14:26:00.002+07:00</published><updated>2011-11-26T02:42:01.251+07:00</updated><title type='text'>Demo Buruh di Hari Guru</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-sVcaTKQ3vTU/Ts_sPq2CctI/AAAAAAAABFw/ija_wUjWDnQ/s1600/sign.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679017409080619730" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 188px; CURSOR: hand; HEIGHT: 136px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-sVcaTKQ3vTU/Ts_sPq2CctI/AAAAAAAABFw/ija_wUjWDnQ/s200/sign.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ukuran Kebutuhan Hidup Layaklah yang menjadi biang kerok kerusuhan berdarah demo buruh di Batam kemarin, akan menarik untuk dilihat agak bergeser memikir dan menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi. Yang pasti, peristiwa itu dipicu oleh suatu sikap pengabaian pejabat pemerintah terhadap tangung jawab moral terhadap rakyatnya, yaitu mensejahterakan. Sejahtera berarti aman sentausa dan makmur; selamat (terlepas dari segala macam gangguan).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika banyak pejabat publik menjadi penipu dan pencuri uang negara bernilai miliaran, buruh menuntut revisi penghitungan nilai Kebutuhan Hidup Layak. Mereka merasa pemerintah yang diwakili pejabatnya telah salah memperkirakan kebutuhan layak para buruh yang dianggap tidak sebanding dengan tingginya tiap individu mengkonsumsi gaji. Secara teknis, penentuan Kebutuhan Hidup Layak memang dilakukan oleh pejabat mewakili kekuasaan negara, kemudian perwakilan buruh sebagai end user, dan organisasi pengusaha yang nantinya wajib membayar nominal minimal dari Upah Minimal yang ditetapkan. Besaran upah inilah yang dianggap layak oleh pemerintah dan dianggap tidak layak oleh buruh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mari sinis. Masuk akal jika angka yang ditentukan konsorsium tiga kepentingan tersbut kemudian diprotes oleh buruh yang menghitung kebutuhan hidup layak mereka dengan cara yang berbeda. Pejabat pemerintah sebagai regulator yang melegitimasi upah buruh menggunakan rasio matematis dari hasi survey sehingga tidak klop dengan kondisi nyata di masyarakat. Rasanya hampir (?) tidak ada pejabat negara yang tidak hidup makmur. Itulah makanya kepekaan terhadap kebutuhan kebutuhan dasar hidup dalam masyarakat biasa menjadi tumpul. Intinya, orang kaya tidak tahu dan tidak ingin tahu bagaimana rasanya menjadi orang miskin, sedangkan orang miskinpun tidak akan sanggup menyentuh angka angka ongkos yang dihabiskan untuk kebutuhan hidup layak bagi golongan kaya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak sesederhana itu, saudara. Upah Minimum yang ditetapkan oleh pejabat pemerintah tentunya telah melewati tahapan tahapan perbandingan, bahasan bahasan mengenai kelayakan serta pertimbangan yang matang. Kepentingan pengusaha sebagai majikan yang memberi upah kepada buruhpun harus diamankan, karena dari kegiatan usaha itulah pundi pundi pendapatan daerah ikut membiayai ongkos managerial birokrsi pemerintahan dalam mengelola wilayahnya. Efek kegiatan usaha itulah yang menggerakkan roda ekonimi diwilayah yang dipimpinnya. Dilihat dari mekanisme yang dipakai dalam menentukan besaran angka, upah minimum sebenarnya adalah kesepakatan antara perwakilan buruh dan perwakilan majikan. Pengertian seperti itu tidak semua buruh dapat memahami; tetapi mereka tahu bahwa angka itu tidak sepadan dengan ongkos hidup. Bagi buruh, angka angka itu memang vital, lebih dari sekedar periuk nasi. Kebutuhan hidup layak tidak hanya makan, tempat tinggal, dan sandangan layak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada tiga faktor inti yang menjadi pemantik pertikaian buruh di Batam; Pertama, zaman telah banyak merubah barang barang yang dulunya dianggap mewah menjadi biasa. Sementara ongkos kehidupan dan biaya pergaulan turut menanjak naik seiring membengkaknya volume komunitas mereka. Kedua, gaya hidup hedonis pejabat negara yang jauh dari kesederhanaan diam diam menjadi racun moral bagi masyarakat awam menengah, yang kemudian disimpulkan sebagai sebuah sikap tidak adil yang dipertontonkan. Ketiga, teknologi informasi yang sedemikian pesat ikut menyeret hampir sebagian masyarakat kepada dunia konsumtif dan imitatif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kaum buruh, sebagai komponen manual dari alat alat industri banyak direpresentasikan secara statistik dan menomor duakan aspek sosialnya. Sambil terus bekerja mereka menanggungkan beban mental atas rasa ketidak adilan majikan pemberi kerja, dan mencoba mengadu kepada pemerintah sebagai pemomongnya. Ketidak adilan dan ketidak bijaksanaan yang menjadi biang dari kekerasan. Tindakan represeif petugas Polisi beralasan juga karena mengemban kepentingan tugas sekaligus melindungi harga diri mereka sebagai petugas. Sayangnya, demo yang tujuannya mulia itu akhirnya berakhir dengan anarkisme, tidak ada konklusi, dan merugikan semua pihak; bahkan pihak yang tidak ikut ikutan dalam aksi itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Batam masih tegang, sementara nusantara memperingati Hari Guru Nasional, berbarengan lagi dengan pawiwahan agung kepala negara yang ngrabekke anaknya. Segitiga psikoligis; terliakan lapar, krisis tauladan, dan pembororosan seperti berebut perhatian dari rakyat Indonesia dewasa ini. Rakyat Indonesia yang tak berhenti berharap akan terciptannya negeri gemah ripah loh jinawi, aman, toto, titi, tentrem dan kerto raharjo. Barangkali, cita cita itu akan cepat terwujud jika setiap manusia lebih banyak bersyukur atas hidup hingga hari ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selamat berjuang para buruh!&lt;br /&gt;Selamat berulang tahun Bapak dan Ibu Guru!&lt;br /&gt;Selamat ngrabekke pak SBY!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempol 111125 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-6366363094896200112?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/6366363094896200112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=6366363094896200112&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/6366363094896200112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/6366363094896200112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2011/11/demo-buruh-di-hari-guru.html' title='Demo Buruh di Hari Guru'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-sVcaTKQ3vTU/Ts_sPq2CctI/AAAAAAAABFw/ija_wUjWDnQ/s72-c/sign.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-7060716228409569653</id><published>2011-11-14T00:14:00.002+07:00</published><updated>2011-11-16T20:40:14.143+07:00</updated><title type='text'>Bingkai Cinta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-KmjYslM-Dlw/TsKer9jJQCI/AAAAAAAABE0/6zwTyMelUzs/s1600/wedding2.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675272958533779490" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 132px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-KmjYslM-Dlw/TsKer9jJQCI/AAAAAAAABE0/6zwTyMelUzs/s200/wedding2.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Cinta itu bisa membuat orang menjadi bertingkah aneh. Yang hari ini cinta setengah mati, besok bisa dicekik atau mencekik mati gara gara cinta yang setengah mati itu. Ketika orang lelaki perempuan diperkenalkan kemudian seolah merasa ditakdirkan sebagai jodoh, maka perkawinan kemudian dijadikan legitimasi atas hubungan dua orang tersebut. Tujuannya samar samar jelas; demi terciptanya kebahagiaan lahir batin. Kesejahteraan jiwa raga dan kenyamanan akal dan pikiran. Perkawinan adalah bingkai yang meruangi hubungan cinta itu dalam lingkaran penuh rambu dan aturan. Pelanggaran terhadapnya bisa disebut sebagai penyimpangan sosial dan menistakan sakralnya makna perkawinan yang diagung agungkan. Dan bagi pelanggaran akut, maka perkawinan tinggal bermakna sebagai ikatan hukum antara dua orang yang penyelesaiannyapun melalui jalur hukum negara, kembali kepada syarat syahnya hubungan perasaan yang terwakili dalam tulisan diatas kertas. Disini cinta tak lagi dibicarakan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perkawinan menghasilkan rumah tangga, dan rumah tangga memunculkan banyak dinamika. Kuasa waktu kemudian membawa setiap cerita perkawinan dengan kisah kisah luarbiasa, kebahagiaan tertinggi tetapi juga penderitaan bathin terbaik bagi sebagian orang. Dalam perkawinan membujur garis pembatas yang memagari dimana jika semakin dilanggar akan semakin pudar hingga lama lama tak lagi terasa ada pembatas itu. Garis pembatas yang memisahkan antara dunia maya dan dunia nyata. Dunia maya tak terbatas daya jelajahnya, sedangkan dunia nyata hanya berisi simbol simbol peradaban yang ideal yang harus ditaati. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengalaman beberapa orang menunjukkan bahwa faktor lahiriah hanya punya andil kecil dalam mengenali orang lain. Kenal yang sebenar benarnya kenal adalah memahami latar belakang alasan atas setiap langkah pikiran yang dibuat orang yang kita kenal. Perbedaan perbedaan fisik seperti usia, maupun hal lainnya tidak cukup kuat intuk menyokong sebuah kesimpulan pengenal seseorang. Cara pikiran melangkah, cara otak mencerna dan sesudah diolah oleh nurani diubah menjadi energi budaya atau kepribadian adalah hal fundamental yang menentukan apakah seseorang berpotensi untuk membuat sebuah hubungan (apapun jenis bentuk dan sifatnya) menjadi nyaman untuk dijalani. Rasa nyaman yang lahir alami dan menjadi ruh sebuah hubungan sesungguhnya adalah intisari tujuan dari setiap perhubungan antara manusia. Rasa nyaman yang kemudian dikurung dalam bingkai hubungan suami istri, dengan keyakinan bahwa rasa nyaman itu tidak akan melewati garis bingkai yang mengkandangkan harap dan tujuan berdua. Abadi selama lamanya!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi waktu punya kuasa. Garis maya pembatas mengikat sekaligus penuntun hati untuk patuh terhadap aturan main kadang tersamarkan oleh kilau dunia, kilau hal hal baru yang menawarkan petualangan lebih seru. Praktek perilaku tidak adil menciptakan kekacauan, dimana kemudian perkawinan berubah bentuk menjadi tirani kecil dengan sel sel penjara yang mengekang. Ikatan hak dan kewajiban dalam suami istri acap kali memunculkan raja raja kecil bermahkota arogansi di singgasana rumah tangga rintisan berdua yang diklaim sebagai ciptaan salahsatunya sendiri. Slogan slogan mulia dalam janji perkawinan perlahan kehilangan makna dan bingkai maya itu mejadi tandus oleh cinta yang sejak semula menjadi penyebab terjadinya. Dihuni oleh para hati yang gersang cinta, dengan bilur bilur luka disekujur permukaannya. Jiwa jiwa malang yang penuh cinta kepada pasanganya perlahan merana, diperlakukan culas tanpa bisa berdaya. Dan hanya dunia diluar bingkai semata tersedia penawar perihnya derita cinta. Hanya disana tersisa bahagia dari cinta yang terlarang. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tinggallah kenangan cinta masamuda yang tersisa, teronggok menjadi barang mati tak bisa terulang kembali. Waktu bisa merubah orang, dan sebagian yang menundukkan diri pada cinta setengah matipun pada akhirnya terjebak dan terjepit dalam feodalisme suami istri. Ketidak adilan dan kesewenang wenangan akhirnya membuahkan ketidak adilan dan kesewenang wenangan baru yang terjustifikasi. Disinilah kemudian rasa cinta bertransformasi menjadi hitung hitungan matematis semata. &lt;em&gt;Lex talionis, &lt;/em&gt;balas dendam dengan perbuatan yang sama tanpa berniat menyakiti demi menghormati rumah tangga. Ketika hukum balas dendam dianggap sebagai rambu baru dalam lingkaran bingkai cinta, maka rumah tangga sebetulnya telah kehilangan esensinya. Makna yang sesungguhnya tentang itu kemudian menjadi aus terganti ego yang menjulang. Kebahagiaan dicari dari luar bingkai ketika apa yang ada dalam bingkai hanya api dalam sekam, ibarat pasukan rayap yang telah melapukkan semua pilar pilar cinta penyangga perkawinan dari dalam. Tak jarang, pada saat badai datang, sang bingkai akan terhempas ke bumi dan hancur berantakan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hubungan antara manusia memang rumit, dan terlalu banyak hati yang baik menjadi sakit karenanya. Terlalu banyak kisah indah perkawinan yang berubah bentuk menjadi tragedi kehidupan pada akhirnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gempol 111114&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-7060716228409569653?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/7060716228409569653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=7060716228409569653&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/7060716228409569653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/7060716228409569653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2011/11/bingkai-cinta.html' title='Bingkai Cinta'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-KmjYslM-Dlw/TsKer9jJQCI/AAAAAAAABE0/6zwTyMelUzs/s72-c/wedding2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-3503308024639448778</id><published>2011-10-06T02:02:00.007+07:00</published><updated>2011-10-28T10:24:35.337+07:00</updated><title type='text'>Perkabungan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-IkRErqkJU-g/TqhanNdCzXI/AAAAAAAABDQ/yLoHiRaH9HE/s1600/Mbae.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667879760718646642" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 137px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-IkRErqkJU-g/TqhanNdCzXI/AAAAAAAABDQ/yLoHiRaH9HE/s200/Mbae.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;&lt;em&gt;: Bue (13 Agustus 1942 - 06 Oktober 2011)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kepada rindang pohon trengguli tertitip jasad ibunda yang terlelap dalam tidur panjang penuh kedamaian tanpa mimpi. Selimutnya bumi bertabur bunga setaman dan doa doa kami yang kehilangan. Isak tangis disembunyikan dibalik wajah wajah lusuh penuh duka cita. Kuning terang bunga trengguli, bergoyang pelan diatas makam. Kemarau yang membawa angin kering mengembara membawa kabar duka ke kota kota nan jauh. " pagi tadi ibunda telah pergi. . . " &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ibunda induk hidup, separuh akar dunia tercabut oleh karena kepergianya, pergi yang tak akan kembali lagi. Hati berlubang dilimuri puji ujian perkabungan bercampur kesedihan terhebat sepanjang hayat. Segala kenang kenangan atas indahnya masa kecil sepanjang perjalanan menggenang pada udara. Sejuk tanah merah menjadi peristirahatan terakhirnya, tanah yang sama ketika pertama mengenal dunia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ibunda ibu dunia, yang menitiskan ruh pada jiwa jiwa perkasa. cinta terbesar terbentuk oleh kisah kisah sepanjang masa. Kembang turi dan kecambah lamtoro memupuk anak anak panah yang melesat menjelajah angkasa tak bertuan, menejejaki bumi bumi nun jauh yang pernah teceritakan di temaram lampu tempel; atau dihamparan rumput teki ketika rembulan penuh menguasai langit dulu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ibunda cinta abadi, berpeluh kasih sayang mengalir sepanjang dan sepenuh nafasnya. Dari kedalaman batinnya bersumber cinta kasih, cikal bakal kehidupan yang menebar di lembah lembah dan bukit nasib dimana harapan disemaikan. Sejuknya menjadi jimat penyemangat ketika kaki kaki kecil kami belajar melangkah menapaki bumi, memungut setiap keping kenangan untuk dipersembahkan kembali kepadanya sebagai kebanggaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ibunda yang terbaik hatinya. Bersama pergimu, separuh bumipun luruh jadi debu. Tinggal syahdu suara menggema di dinding jiwa, mengantarkan cerita dongeng tentang negeri yang jauh; mengantar kami ke alam mimpi masa kecil. Senyum ibunda menjadi mercusuar pengarah langkah setiap kali mata angin menyesatkan arah. Maka gugusan waktu akan mengaburkan hangat dari pelukan terakhir, lantunan doa yang mengalir melalui hatimu yang bening.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ibunda Ibu surga, kepadamu segala cinta dan kebahagiaan berpalung. Yang menjadikan kita menjadi manusia, kemudian yang mengajarikan tentang tata tertib dunia, mengenalkan kepada hidup dengan caranya, menuntun sikap untuk selalu menuruti cahaya hati. Cintanya sebesar rongga antara bumi dan langit, sedangkan kasih sayangnya seluas ukuran dunia. Suci dan juga sepenuh hati. Tidak akan pernah ada cinta yang menyamai keagungan cinta ibunda yang bercita cita memuliakan anaknya dalam kehidupan dunia. Begitu besar cinta kasihnya sehingga ruhnya selalu tertitis kepada jiwa anak anak yang telah menjadi manusia. Tidak peduli hal apapun yang kita anggap sebagai hal buruk yang diberikan, maka ibunda tetaplah seorang malaikat utusan Tuhan untuk menjadi perantara keberadaan kita di dunia dalam keadaan hidup.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hidup adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan melalui tubuh ibunda. Tidak ada kemuliaan yang melebihi hal itu Untuk itu terhaturkan rasa terimakasih tak terhingga sebagai pengantar perjalanan baru menghadap Sang Pemilik hidup.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sugeng tindak, bue...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andong 111006 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-3503308024639448778?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/3503308024639448778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=3503308024639448778&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/3503308024639448778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/3503308024639448778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2011/10/perkabungan.html' title='Perkabungan'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-IkRErqkJU-g/TqhanNdCzXI/AAAAAAAABDQ/yLoHiRaH9HE/s72-c/Mbae.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-1601382448958605624</id><published>2011-09-28T22:55:00.002+07:00</published><updated>2011-10-17T23:07:24.951+07:00</updated><title type='text'>Sepanjang Jalan Buntu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-XaRjwsi3mNE/TpxR1HUAFQI/AAAAAAAABCg/o2p0aSJFB4s/s1600/ikan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664492404263097602" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 138px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-XaRjwsi3mNE/TpxR1HUAFQI/AAAAAAAABCg/o2p0aSJFB4s/s200/ikan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan penuh petualangan paling seru sedunia itu memang menuju jalan buntu. Pengetahuan tentang bagaimana mensiasati jalan yang akhirnya buntupun tidak diperlukan, serahkan pada hati untuk berimprovisasi jika nanti ujung jalan buntu sudah ketemu. Akhirnyapun journey itu akan membentur jalan buntu bersama sama dengan hati dan pikiran yang tiba tiba beku. Romansa perjalanan sepanjang jalan buntu itulah memang yang menjelma menjadi candu ajaib, mengalahkan kemungkinan buruk yang mungkin akan ditemui di ujung jalan buntu. Semua terhenti, kecuali cerita yang akan terus mengakar dan menjalar, mengandung getah getah pengalaman dan kenangan yang tidak akan bisa dihapus dari catatan di sel otak, dan di palung hati. Sebab, cerita petualangan itu sendiri sangatlah hebatnya. Nomor satu di dunia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memang demikianlah keadaanya. Tak perlu menyalahkan keputusan yang kita buat sewaktu langkah pertama bersama terjadi. Semuanya semata mata pilihan hati yang sama sama dikehendaki, bukan untuk menuju kepada sesuatu atau menjadi sesuatu, tetapi memang semata mata hanya mengarungi pelangi perasaan jiwa. Dan kita terbenam dalam catatan kental kisah kisah khayali yang benar terjadi dimuka bumi. Semua catatan perjalanan mari kita kemas diam diam, untuk kita simpan dalam lemari kenangan abadi masing masing. Ia akan tetap hidup dalam angan angan dan perasaan. Tempat tempat dan kota kota nun jauh akan menyimpan monumen tak kasat mata yang akan selalu membawa kenangan itu hidup kembali dalam bayang bayang, seolah jejak jejak usang itu baru saja kita ciptakan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada akhirnya kita harus menerima bahwa jalan buntu tidak akan membawa kita kemana mana, kecuali menyusuri kembali rute sebelumnya, kali ini dengan langkah terpisah jauh dan jemari tangan yang berdiri sendiri, kita tak lagi saling bertautan. Ya, kita menapak tilas kisah kita sendiri sampai tuntas, sehingga waktu akan mengantar kita ke dunia baru masing masing yang masih tetap rahasia. Tetapi jalan buntu itu akan selalu ada, dengan relief kisah kisah suka duka disepanjang tepinya, mengisahkan tentang perjalanan hati yang tak terekam dalam deretan frame di pita usia. Sungguh seluruh gambar dan suaranya mengisahkan sepotong kisah drama dua manusia pada suatu ketika.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meskipun dirasa lara, tetapi kita tunduk tak berdaya kepada kekuatan lain lagi yang mengharuskan kita melangkah menjauh dari keinginan sederhana; berjalan besama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempol 110928&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-1601382448958605624?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/1601382448958605624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=1601382448958605624&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1601382448958605624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1601382448958605624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2011/09/sepanjang-jalan-buntu.html' title='Sepanjang Jalan Buntu'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-XaRjwsi3mNE/TpxR1HUAFQI/AAAAAAAABCg/o2p0aSJFB4s/s72-c/ikan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-5041912379628144635</id><published>2011-09-23T00:49:00.014+07:00</published><updated>2011-09-29T09:23:27.121+07:00</updated><title type='text'>Salah Rasa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657469604658618450" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 195px; CURSOR: hand; HEIGHT: 143px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-Az9YjNnNoes/ToNeoYE_IFI/AAAAAAAABCQ/ZriR-ErtepY/s200/Salah2.jpg" border="0" /&gt;Perjodohan antara tuduhan dan pengakuan atas sebuah keadaan melahirkan perasaan salah yang wajar dan tulus, yang tidak memberikan hak apapun untuk mencari pembenaran apalagi mencari sesuatu yang lain untuk disalahkan. Perasaan bersalah adalah sesuatu yang benar karena ia jujur seperti apa kata nurani. Sedangkan kesalahan yang kemudian dimodifikasi dengan berbagai alasan supaya tidak terlihat sebagai sebuah kesalahan adalah suatu tindakan yang salah. Tindakan itu tidak lain hanya akan melahirkan bibit bibit kesalahan yang bisa tumbuh subur sehingga menyembunyikan hal yang benar dengan sempurnanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengakuan salah dalam hati dan dalam pikiran bukanlah sesuatu yang mudah untuk dijalani. Sebab rasa pengakuan itu diikuti oleh banyaknya tatanan norma bijaksana sebagai orang yang bersalah; pesakitan. Diam tenang lalu memasrahkan diri pada keadaan. Menempatkan kepentingan kepentingan ego nun jauh dibelakang kepentingan kepentingan lain yang bukan untuk diri sendiri. Atas nama kebaikan sematalah maka kemudian cerita menjadi berubah kelabu sebagai konskwensi dari benturan perbedaan persepsi. Setiap sikap ada akibatnya, dan setiap perbuatan akan memiliki nilai kebenaran dan kesalahan dalam tataran rasa jiwa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jiwa yang berani menanggung pengakuan rasa bersalah itulah yang sebenarnya memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh para pendusta, yaitu mereka yang menyangkal kata hati sendiri. Dan sesungguhnya, perbuatan semacam itu tidak lebih dari membodohi diri sendiri dengan kebenaran palsu yang dikomunikasikan. Sebuah konstruksi keseolah olahan yang dibangun sangat megah, meskipun rapuh bersifat sampah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sikap terima salah terasa seperti mesin kapal yang tiba tiba mati, tak mampu dikendali lagi titik mata angin yang menjadi tujuan pertama ketika kapal menjejak dermaga. Terapung apung, dipermainkan oleh ketidak berdayaan atas keperkasaan angin dan ganasnya amuk ombak. Saat itulah langit mengajarkan kita akan kerendahan hati, betapa sesungguhnya nasib tiap mahluk sudah diatur dan dikendalikan olehNya. Maka sikap terima salah seperti itu akan menjadi penghargaan terbaik kepadaNya. Kesalahan harus diterima sebagai sebuah pelajaran berharga bagi mereka yang punya cita cita menjadi pribadi yang baik. Taat nurani.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketidak berdayaan atas tindakan melahirkan harapan harapan yang lama lama menjadi energi yang menguatkan hati . Bagaimanapun dengan lapang dada harus menerima apapun yang mungkin terjadi jika kapal mati itu bertemu daratan. Kehidupan dunia, kehidupan zonder khayali berisi rangkaian realita peradaban yang dipenuhi dengan dekorasi aturan kepatutan dan tatanan kepantasan sana sini. Sedangkan segala keinginan dan ketidak inginan domainnya ada di dunia khayali itu, bukan di muka planet bumi yang dikendalikan manusia dengan kemunafikan moral.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasa bersalah yang disikapi dengan benar sungguh terasa nyeri jika dihayati. Tetapi akan mematikan semua kesalahan lainnya yang merupakan ruh dari rangkaian keinginan dan ketidak inginan. Menyalahkan diri sendiri dengan bijaksana tanpa mengasihani diri menempatkan kita dalam situasi pengampunan dalam menjalani hukuman demi menebus kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga Tuhan Maha Kuasa senantiasa memelihara kesejahteraan orang orang yang menerima kesalahan tanpa mendendam, dan menolong mereka yang kurang tepat menterjemahkan makna sebuah kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempol 110923&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-5041912379628144635?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/5041912379628144635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=5041912379628144635&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/5041912379628144635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/5041912379628144635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2011/09/salah-rasa.html' title='Salah Rasa'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Az9YjNnNoes/ToNeoYE_IFI/AAAAAAAABCQ/ZriR-ErtepY/s72-c/Salah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-6022349873098443546</id><published>2011-08-16T22:50:00.006+07:00</published><updated>2011-08-18T08:26:11.168+07:00</updated><title type='text'>Perayaan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-XWp4hu7-wGM/TkqSOktoHLI/AAAAAAAABBw/kwPh2rYQD10/s1600/Senja%2BDi%2BBatas%2BKota21.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5641482262305840306" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 132px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-XWp4hu7-wGM/TkqSOktoHLI/AAAAAAAABBw/kwPh2rYQD10/s200/Senja%2BDi%2BBatas%2BKota21.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hidup bisa jadi adalah rangkaian perayaan demi perayaan yang membentuk jalinan sejarah, catatan sambung menyambung yang menghubungkan masalalu dan masa depan. Semuanya masih hidup, berupa sel sel bersyaraf yang mengambil porsi peran masing masing dalam keseharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang menguburkan janin iblis dibawah sekelompok batu pada masa lalu, maka janin janin itu sebagian mati kepanasan, sebagianya lagi tumbuh menjadi musuh laten yang tumbuh kekar di alam bawah sadar. Terkadang mimipi dalam tidur membawa diri kita kepada sekumpulan kisah masalalu. Dan sayangnya, didalam lingkaran kisah masalalu itu sang iblis tinggal beranak pinak. Tak jarang mereka tebawa pulang ke alam faktual, hingga tersisa iblis yang tetap meraja ketika pertama kali mata terbuka di pagi buta. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jelas sekali bahwa dinding pembatas sebagai tembok pertahanan yang dibangun untuk menimbun kenangan buruk tak ubahnya lapisan kasar dipermukaan hati yang lembek. Kekuatan iblis yang tak terhitngkan tak ibarat pecahnya kepundan yang menyemburkan ribuan beling kenangan, beling kenangan yang terbentuk dari potongan potongan perlakuan buruk hasil muslihat dari orang yang dianggapnya hidup ekslusive didalam nafas hari harinya. Mereka tak ubahnya adalah sisi sisi tajam yang menginvasi kepala, langsung dari langit tanpa batas. Tak ada tempat untuk menghindar, tidak ada daya pula untuk mengalahkannya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka diam menjadi pertahanan yang paling mendamaikan. Berdiam diri mendukung penuh upaya sang nurani untuk mengusirnya hingga cukup jauh. Gemuruh pertempuarannya menyerupai badai, kekuatan energinya laksana gunung api keramat yang tiba tiba menggeram memberi peringatan akan datangnya marabahaya. Niscaya pada setiap akhir dan sepanjang pertempuran itulah perayaan hidup digelar siang malam. Perang yang begitu dahsyat dan hanya terjadi dalam dunia ruh. Dan niscaya pada setiap perang selalu melahirkan korban cacat bagi mental manusia normal. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan korban perang bathin bagi manusian normal itulah yang di beri nama psycho atau kegilaan, sebuah perilaku diluar kendali akal waras; penjelmaan iblis yang tak lagi diakui oleh induk induknya, induk induk yang menamkan janin sang iblis di masalalu. Bagi para pembuatnya, aib acap kali terlalu mudah untuk dianggap cerita salah kisah, sudah expired dan tidak ada. Sayangnya, tidak demikian bagi mereka yang pernah mengampuninya dulu. Baginya yang berlaku adalah pertempuran ganas yang maha sunyi, yang hanya terjadi diam diam dalam hati sendiri. Sangat pribadi, hingga tak mungkin dapat terbagi hanya melalui telinga. Perlu hati untuk bisa mendengarkan intonasi yang lahir dari lenguhan nafas mempertahankan api mengamuk di dada dan kepala. Dan sayangnya, sambutan yang tanpa hati sama halnya dengan membuka dinding batu dimana ribuan iblis selama ini terkurung didalamnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diadukanlah lelah kakinya kepada sang induk iblis, dan dijawab sambil lalu tanpa melewati saringan hati. Sang induk terlalu sibuk dengan perayaan lain lagi di dunia gegap gempitanya, perayaan demi perayaan penuh hasutan birahi. Akibatnya, sang iblis bagaikan direstui untuk berbuat sesukanya, mendatangkan lagi catatan catatan hitam yang menghalangi cahaya matahari yang menghidupkan hingga bumi menjadi muram. Nurani terkadang kewalahan, lalu diketahui kemudian bahwa ia tak mungkin mengalahkan iblis. Dan tidak ada yang kalah atau menang jika tidak ada pertempuran. Upaya kompromi dijalankan semstinya dalam dunia diam, di bikini bottom dimana tak ada manusia disana. Sebuah kompromi hanya untuk membujuk, agar iblis mau pergi menjauh dan kembali bersembunyi di kepundan ingatan yang menjelma gunung api ini. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nyatanya memang, kedukaan seseorang bisa jadi hanya cerita harian dalam kehidupan. Apalagi bagi mereka yang mengartikannya tanpa hati. Maka dalam perang yang diam, segala bentuk perlawanan akan menggenang dalam diam, menjadi rahasia pribadi semata. Tapi perang itu memang ada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempol 110816 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-6022349873098443546?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/6022349873098443546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=6022349873098443546&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/6022349873098443546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/6022349873098443546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2011/08/perayaan.html' title='Perayaan'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-XWp4hu7-wGM/TkqSOktoHLI/AAAAAAAABBw/kwPh2rYQD10/s72-c/Senja%2BDi%2BBatas%2BKota21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-8913330252101343295</id><published>2011-04-28T22:39:00.004+07:00</published><updated>2011-04-28T22:51:09.932+07:00</updated><title type='text'>Tentang Sesuatu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-K16khN_lTO0/TbmMCuaAVEI/AAAAAAAAA_8/1MgRQNF-2eU/s1600/IMG_7378%2B%25282%2529.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600661590056653890" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 109px; CURSOR: hand; HEIGHT: 168px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-K16khN_lTO0/TbmMCuaAVEI/AAAAAAAAA_8/1MgRQNF-2eU/s200/IMG_7378%2B%25282%2529.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ia adalah seonggok tanah kering dari gundukan lumpur masa lalu. Tak berjiwa apalagi berhati. Ia benda mati yang bahkan tak tersentuh oleh jari jari. Tapi ia hidup, terbungkus oleh bayangan mendung serta gugusan embun. Dilewati hari harinya tanpa almanak, apalagi arloji menikmati kemutlakan atas kematiannya yang rahasia. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari dadanya yang retak mengalir air mata, membasah hingga ke lutut dan meresap kedalam tulang. Tapi ia tidak sedang berkabung atas kesalahan yang ditimpakan berulang ulang, di nisbikan makna atas nilai seorang pujaan hati dimasa lalu. Pujaan hati, perasaan cinta milik manusia yang mewakili kesejatian yang paling individual. Dan, status pujaan hati pada saatnyapun akan mangkrak menjadi dua gundukan tanah mati. Kehilangan rasa. Kehilangan kewajiban sebagai manusia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ia adalah seonggok tanah kering dari gundukan lumpur masa lalu, tersembunyi di rimbunnya kerinduan akan kedamaian yang pernah terjadi sekilatan petir lamanya. Tanah makam yang menyimpan beragam kisah prematur, putus ditengah jalan oleh kehendak kepatutan yang kemudian menjelma jadi kerangkeng kokoh pengurung harapan. Dalam persembunyiannya yang rapi, justru percintaan hidup dalam dunia angan angan. Bayang bayang yang berjodoh dengan bayang bayang, pikiran yang berpilin dengan pikiran. Semua tersembunyi dan diam, jauh di tengah rimba rindu yang menyesatkan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari dua gumpal bayang bayang, maka akan lahirlah dunia baru, gelembung rapuh yang berdinding pelangi dan mengembara tanpa tujuan pasti. Gelembung kehidupan yang aman dan menentramkan, pun di tabukan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari permukaan pandangan gelembung itu hanyalah seonggok kuburan masa lalu. Tak berjiwa apalagi berhati. Benda mati yang bisa jadi membebani, tapi tak bisa dilenyapkan dari tangkalan mata. Dan, ia tak punya pemilik lagi... &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gempol 110428 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-8913330252101343295?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/8913330252101343295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=8913330252101343295&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/8913330252101343295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/8913330252101343295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2011/04/tentang-sesuatu.html' title='Tentang Sesuatu'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-K16khN_lTO0/TbmMCuaAVEI/AAAAAAAAA_8/1MgRQNF-2eU/s72-c/IMG_7378%2B%25282%2529.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-1233483396556979115</id><published>2011-04-25T15:54:00.001+07:00</published><updated>2011-04-28T22:11:36.661+07:00</updated><title type='text'>Makam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-udiRXE4A3mg/TbktQUKAghI/AAAAAAAAA_0/aFJuy3lrM44/s1600/makam.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600557369923764754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 98px; CURSOR: hand; HEIGHT: 143px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-udiRXE4A3mg/TbktQUKAghI/AAAAAAAAA_0/aFJuy3lrM44/s200/makam.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gelembung udara berisi kehidupan mengambang, terbang mengembara pada hembusan angin masam. Maka telah tiba saatnya, dimana usia mencabuti hak istimewa, habis masa hidup si gelembung sebagai pengisi cerita dunia, lalu menghempas jatuh ke tanah dan menjadi hampa. Tinggal bercak bercak sesal yang menggenang dari pori ke pori bumi, mencari hati tempat mengadu yang tak ada lagi. Usia telah mewajibkan kaki untuk berdiri ketika badai beling menghantam dada, punggung dan telinga, menjadi cangkang bagi kehidupan lain yang lahir dan tumbuh oleh sebab persekutuan maksud. Pada saatnya, badai kambuhan yang rajin menyambangpun harus dihadapi sendiri, tak ada siapa siapa untuk bisa berbagi. Seseorang memandang dari balik gelap yang kekal; hanya dalam lingkaran angan angan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kiranya hidup bersiklus, amarah dendam bahkan kesedihanpun perlahan akan membatu karang, mematikan rasa, bahkan menghambarkan siksa sang iblis. Ada kalanya ketidak berdayaan diterima sebagai sikap kukuh mengangkangi nasib, mengakui kedigjayaan aturan peradaban dan atau tatanan kepantasan sebagai kekuatan yang bisa juga menghancurkan dengan maskud baik yang terkandung didalamnya. Nyala pikiran yang tak berpola dan cenderung membabibuta di udara hampa hanyalah perusak gagasan akan masa depan gilang gemilang, masa depan seperti dicontohkan oleh garis darah keturunan. Meskipun yang terjadi bukanlah kisah rekaan, tetap saja semua tunduk pada aturan kehidupan dimana sang waktu menentukan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti gelembung udara yang tergantung pada senyawa oksigen dan asam, yang memberiknya kebebasan untuk menejelajah cerita demi cerita menyenangkan dan pada akhirnya akan musnah tak berbekas.Pada saatnya semua kisah hanya akan menjadi sejarah, sejarah indah ataupun penuh nanah. Kemegahan dunia yang memunculkan sisi sisi artistik dari setiap tempat dimana kaki dipijakkan hanya akan menjadi tanah makam kenangan, dengan ingatan berbagai rupa terkubur dibalik nisan dalam pandangan mata. Istana yang hampa hanya berisi patung patung bisu, menyaksikan waktu melaju mengabaikan rindu. Percakapan, pertanyaan dan jawaban akan terbungkam oleh sunyi yang meraja hingga semua hanya ada dalam alam pikiran seolah nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing masing kita akan terus berlayar melanjuti kemana angin membawa biduk nasib, atau terus menjelajah kemana semak semak dan pohon raksasa menyeret langkah kita di belantara takdir. Sesekali menaiki gelembung dan lepas mumbul bersama tiupan angin surga, toh akan kembali lagi, terhempas ke perjalanan yang sejati. Masih baik, jika dalam pengembaraan yang gelap itu kita mengingat satu kilatan cahaya ketika kita dipertemukan di gelembung kehidupan, tempat cinta bersemai yang lalu membelantara. Dahulu ketika badai mengamuk ditengah kegelapan, dan kita tersesat tanpa tujuan. Sekilat cahaya dari persabungan petir di angkasa, cukuplah sebagai penanda kita saling mengenali luka di wajah yang menua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpisahan usahlah diupacarakan, sebab selayaknya pertemuan, semuanya hanya lingkaran tanpa labirin, proses hidup yang tak direncana awal dan akhirnya. Bahkan ketika tiba waktunya kematian mengakhiri catatan biografi; laksana roda yang berhenti menggelindingkan cerita kehidupan semata. Kita tidak akan sanggup mengemudikan hidup sekehendak hati sendiri, maka kisah tentang perpisahan hanyalah penggalan episode panjang belaka. Sebentar saja arah akan menghilang, berganti muram mengurung langit pikiran. Nanti, bahak tawa masa muda dan canda ceria penuh birahi akan kembali mengisi hari hari; ketika sudah mahfum bahwa kita ada di dua dunia yang berbeda. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Halim 110425 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-1233483396556979115?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/1233483396556979115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=1233483396556979115&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1233483396556979115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1233483396556979115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2011/04/makam.html' title='Makam'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-udiRXE4A3mg/TbktQUKAghI/AAAAAAAAA_0/aFJuy3lrM44/s72-c/makam.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-4359656176804553446</id><published>2011-02-12T10:58:00.007+07:00</published><updated>2011-02-12T11:07:49.514+07:00</updated><title type='text'>Kekerasan Beragama</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572647955265532466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 136px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-BmOrSRynk9g/TVYFykfosjI/AAAAAAAAA-U/jHDIWFtOGHU/s200/kerokan.jpg" border="0" /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;“kesalahan orang pintar adalah menganggap orang lainnya bodoh, sedangkan kesalahan orang bodoh adalah menganggap semua orang selain dirinya sendiri adalah pintar”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;span style="color:#000099;"&gt;(PAT-Arus Balik)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kisah di suatu negeri, dimana hukum tidak tegak tetapi doyong sana sini, dimana pengadilan menjadi tempat jual beli keadilan, dimana kebebasan bisa ditebus dengan aksi tipu tipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kisah suatu negeri yang kacau, dimana penguasanya memperpintar diri memaling harta Negara, dan rakyatnya terperosok kembali pada budaya jahilliyah, mendewakan anarki; homo homini lupus. Memuja kebencian dengan mengatasnamakan ajaran cinta kasih sesama mahluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dalam satu minggu saja, dua amuk massa besar yang mengatasnamakan agama meletus, di Cikeusik Jawa Barat dan di Temanggung Jawa Tengah. Aksi barbar disertai teriakan takbir yang mengagungkan kebesaran Tuhan, dan pada saat yang sama melecehkan ajaran Tuhan yang diteriakkannya dalam aksi brutal diluar batas pri kemanusiaan. Di Cikeusik itu selain kerugian musnahnya harta benda, tiga orang akhirnya mati ditangan para kriminal yang berjamaah. Mereka mati demi keyakinan yang ada dalam kalbunya, keyakinan akan baktinya kepada Tuhan yang sama, Tuhan yang diteriakkan para pembunuhnya.&lt;br /&gt;Aneh!&lt;br /&gt;Ironis!&lt;br /&gt;Tragis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian di Temanggung berbeda lagi, kali ini masih dengan teriakan yang sama, masih dengan semangat &lt;em&gt;ammar ma’ruf nahi munkar&lt;/em&gt; yang sama, masih dengan pemahaman tentang ajaran agama yang salah kaprah yang sama. Tiga gereja dan sekian banyak fasilitas umum hancur atau hangus oleh amuk para begundal yang merasa punya hak menjadi polisinya Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada dua kejadian tragis itu, polisi kelihatan hanya menonton, masih mencoba melakukan pendekatan persusif pada saat massa sudah beringas dan mengancam keselamatan harta benda maupun nyawa orang. Orang disini adalah warga negara yang punya hak untuk dilindungi, dan petugas polisinya semestinya adalah alat negara yang punya kewajiban untuk melindnginya. Bukankah demikian tujuan dibentuknya negara?! Di video amatir yang kemudian muncul di Youtube, yang lalu juga disiarkan berulang ulang di tivi nasional, orang orang yang “mirip” polisi nampak terjepit kebingungan antara apa yang harus mereka lakukan dan ketakutan akan terluka atau bahkan kehilangan nyawa. Para lelaki berseragam mirip polisi itu membiarkan anarki, bahkan pembantaian terjadi diepan mata mereka. Tepat didepan mata. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sungguh t e r l a l u.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika benar orang mirip polisi itu adalah polisi, sungguh penduduk negeri ini disajikan dengan tontonan kenyataan pahit betapa impoten akutnya para penegak hukum di negeri ini. Secara institusi mereka kehilangan wibawa, sedangkan secara individual, tandatanya tentang integritas tugas menempel di jidat dan di pantat mereka. Mereka yang bertugas di lapangan tak mengerti makna tanggung jawab, tetapi hanya keharusan berada di tempat itu sesuai plotingan. Persis sama dengan orang orang berseragam mirip polisi yang berderet sepanjang MT Haryono di pagi hari, yang penting tampil di trotoar, melambai lambaikan tangan mirip jablay, tak tahu persis apa esensi maupun fungsi keberadaanya disana; menonton kemacetan lalulintas di pagi hari!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Sekedar pencitraan" demikian jika meminjam istilah yang digunakan oleh beberapa petinggi negeri yang gemar mencela presidennya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang menjadi makin berani menggelapkan mata melakukan pelanggaran dan kejahatan terorganisir mengetahui aparat hukumnya tak ubahnya manequin yang tak punya kreasi. Sistem hukum dan bahkan konstitusi tak ubahnya hanya retorika pemantas sebagai syarat adanya sebuah negara. Permainan permainan kotor di elit birokrat diadopsi menjadi konflik SARA di level wong cilik cilik. Dan, ketika nama agama (otomatis nama Tuhan) dipakai sebagai motif melakukan anarkisme, maka sesungguhnya hal itu adalah kontradiksi dari hakekat ajaran agama apapun yang hanya mengajarkan kebaikan; bukan keburukan.Dan kekerasan atas nama agama merajalela. Sebagian orang pelakunya membusung dada dalam kebodohannya, sebagian orang korbanya harus menanggungkan penderitaan seumur hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah semestinya kita mengembalikan makna agama sebagai ajaran nurani untuk panutan tingkah laku akhlakul karimah, dan tidak lagi menempatkan agama sebagai sebuah logika di kepala. Sebab agama dan Tuhan letaknya ada di kalbu tiap manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serang – Sunter 110212 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-4359656176804553446?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/4359656176804553446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=4359656176804553446&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/4359656176804553446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/4359656176804553446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2011/02/kekerasan-beragama.html' title='Kekerasan Beragama'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-BmOrSRynk9g/TVYFykfosjI/AAAAAAAAA-U/jHDIWFtOGHU/s72-c/kerokan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-68802101580488487</id><published>2011-02-06T21:30:00.005+07:00</published><updated>2011-02-06T21:41:22.734+07:00</updated><title type='text'>I am Not Rappaport</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TU6xneXqAaI/AAAAAAAAA9s/4m38U1blEAg/s1600/TWL.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570585080829182370" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 199px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TU6xneXqAaI/AAAAAAAAA9s/4m38U1blEAg/s200/TWL.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;· Nat: Hey, Rappaport! I haven't seen you in ages. How have you been?&lt;br /&gt;· Midge: I'm not Rappaport.&lt;br /&gt;· Nat: Rappaport, what happened to you? You used to be a short fat guy, and now you're a tall skinny guy.&lt;br /&gt;· Midge: I'm not Rappaport.&lt;br /&gt;· Nat: Rappaport, you used to be a young guy with a beard, and now you're an old guy with a mustache.&lt;br /&gt;· Midge: I'm not Rappaport.&lt;br /&gt;· Nat: Rappaport, how has this happened? You used to be a cowardly little white guy, and now you're a big imposing black guy.&lt;br /&gt;· Midge: I'm not Rappaport.&lt;br /&gt;· Nat: And you changed your name, too&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang yang dipanggil Rappaport makin terheran heran karena si pemanggil keukeuh dengan keyakinannya bahwa dia adalah Rappaport, orang yang dikenalnya sejak lama dan sekarang sudah berubah sedemikian rupa. Rasanya tidak ada argumentasi apapun yang dapat dipergunakan untuk mematahkan keyakinan yang salah itu, oleh sebab keyakinannya yang sedemikian kuat hingga mengkooptasi pemikiran hingga ke pemahaman. &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Cuplikan dialog itu sebenarnya inti dari semua hakekat komunikasi. Ketika semua piranti sudah dipergunakan dan semua cara sudah dilakukan dan hanya membentur pada ketidak mengertian, kehilangan korelasi antara maksud pesan dan kenyataan, maka kebingungan akan mematahkan langkah pikiran selanjutnya, bahkan menghentikan gerakan yang seharusnya dilakukan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebagian orang cenderung mengandalkan waktu saja berlalu, supaya semua kejadian terkubur oleh tumpukan waktu, dengan demikian maka anggapan subyektif membenarkan bahwa tidak ada peristiwa yang membentuk kejadian hari ini, alias tidak ada hubungan kejadian sebelumnya dengan kejadian yang sekarang. Padahal, sudah menjadi rumus kehidupan bahwa keberadaan masa kini tidak lain terbentuk dari apa yang pernah terjadi sebelumnya. Tapi bagi sebagian orang memang tidak perlu merasa bersalah jika mengingkari kejadian masa lalu, apalagi jika itu kejadian yang tidak menyenangkan hati.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Langkah pikiran memang tidak berjejak, kecuali dilahirkan dalam kalimat dan disampaikan dengan maksud memberi pemahaman akan sebuah keadaan. Namun ketika keadaan yang disampaikan (yang sebenarnya adalah kenyataan berdasarkan kebijaksanaan nurani sebagai tanggung jawab usia) tidak memenuhi harapan, maka yang terjadi kemudian adalah aborsi niat, pengguguran tekad. Bahasa langit dan kalimat tinggi dipergunakan sebagai sarana untuk mengaburkan esensi, lalu menghilang meninggalkan rasa bersalah, seolah memanen gundukan sampah di muara sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kata cukup terasa tidak cukup ketika pertanyaan demi pertanyaan dibiarkan mengambang di awang awang, bagai segumpal tahi yang hanyut di bantaran kali, menunggu waktu sang lumpur menguburnya pura pura mati. Semua kepentingan diri diabaikan wahai demi laku kearifan yang terbentuk dari ketaatan terhadap rasa bersalah sebab kaki sebelah telah melanggar rambu larangan. Rasa yang nelangsa tak sepadan dengan makna mulia dibalik petuah bijak yang lahir dari mulut yang dihormat. Petuah yang tumbuh dari cermin diri, atas pengalaman bertahun tahun hidup tenteram dalam kemuliaan penuh kehormatan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jarak yang sengaja diciptakan tidak melahirkan darah sebab tidak ada hati yang terkoyak. Ada kalanya pertaruhan kehidupan dimenangkan oleh logika, dan mempecundangkan keinginan hati sendiri. Maka menanglah logika dengan seribu satu teori yang tak satupun membenarkan tali hati yang terlarang. Kenangan menyisakan jutaan kegundahan yang rapi tersembunyi dalam diam, menunggu hari hari baru datang membawa penghiburan sebuah pengharapan akan tempat tempat yang jauh dimana hanya ada langit dan tanah sebagai pijakan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambuapus 110206&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-68802101580488487?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/68802101580488487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=68802101580488487&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/68802101580488487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/68802101580488487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2011/02/i-am-not-rappaport.html' title='I am Not Rappaport'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TU6xneXqAaI/AAAAAAAAA9s/4m38U1blEAg/s72-c/TWL.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-5272155299319356302</id><published>2011-01-18T22:45:00.002+07:00</published><updated>2011-01-18T22:53:13.488+07:00</updated><title type='text'>Dua Dunia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TTW2Mn6CiiI/AAAAAAAAA8A/P2x-SJuWoJE/s1600/dua%2Bdunia.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563553242673220130" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 133px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TTW2Mn6CiiI/AAAAAAAAA8A/P2x-SJuWoJE/s200/dua%2Bdunia.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Inilah monumen sejarah, yang terbentuk dan terjaga kokohnya oleh tautan hati yang sahaja. Laksana istana Kaibon yang ditinggalkan kejayaan, merana, menganga nantikan peziarah taburkan bunga. Diatas pekuburan rasa yang dulu mengokupasi setiap celah udara. Sebuah monumen tak berwujud, tetapi terasa hingga pangkal jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika iblis datang, pikiran hanya diam, menunggu luka membusuk dan berharap waktu akan menyembuhkannya; kiranya belatung memakan segalanya. Pikiran hanya diam, menyaksikan angin hampa mengangkuti bongkahan bongkahan penyesalan yang datang bertubi laksana banjir kemarau di gurun pasir. Menghapus setiap jejak peradaban, menenggelamkan setiap kejadian yang dulu pernah tercipta dengan kesengajaan hati. Pasrah pada grafitasi yang akan menyeret tubuh kita menuju pendamparan tanpa nama, tanpa rasa. Dan siapapun begitu tidak berdaya melawan keniscayaan, tidak sanggup menolak kedamaian yang berasa langka di setiap pertemuan . Tak terjabarkan dengan kata kata rasa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangis dan tawa menjauh, sentuh dan sapa menguap ke udara, bersama keruh dan bising ibu kota. Sedangkan kisah kisah pejalan telah tersusun dalam lemari kenangan, terekam dalam tumpukan gambar gambar perangkap waktu. Konon segala yang hidup bakal mati, meskipun setiap kematian selalu datang terlalu dini. Pada saat itulah kisah kisah kejadian terhempas ke tembok waktu, beku menjadi goresan masa lalu. Sedangkan polah sang hati, sungguh tak akan mati. Ia hanya rebah menjelempah tak berdaya, dipecundangi oleh kekuatan peradaban manusia yang mengabaikan bahasa sunyi; perasaan yang hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi telah membelah bumi, menjadi dua ruanga baru yang sama sama sunyi. Ranting kehidupan yang patah oleh badai tiba tiba telah melahirkan kehidupan baru yang asing lagi canggung. Menunggu waktu akan mengobati luka robeknya, menunggu masa akan memunculkan kembali matahari yang akan memberi kekuatan, bahwa hidup harus terus dipertahankan. Cita cita yang pernah tersemai bersama kini menjadi biji tunggal yang tumbuh di ladang ladang gersang dalam ruang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setumpuk cita cita dan segudang rencana akan berjalan dengan penopang kaki. Semua berhenti di angan angan, berharap akan harapan harapan baru yang tertabur bersama doa doa. Ikuti arah angin yang menjanjikan semua kebaikan. Abaikan saja rindu yang menidih dada, sebab ia hanya rasa biasa yang dari awal kita tahu bahwa waktunya akan tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi rindu akan jatuh merana, terepisah dua ruang dunia yang tak mungkin tertembus tanpa dosa. Keinginan yang membuncah harus bisa dikendalikan dalam skap pura pura, dan cerita cerita lama yang istimewa akan menjadi penghibur bagi batin setiap kali mengenangnya. Jemari tak akan lagi bersentuhan meskipun hati setia bergandengan. Dan percakapan kita hanya tersisa dalam susunan potong demi potong aksara dan angka angka; kembali menjadi teman di sabana kosmos maya tempat muasal segala kisah bermula. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dua ruang baru itu ibarat gerbong waktu, dimana kita terpisah dan terus melaju, dalam gelembung dunia masing masing. Sesekali berbagi cerita, dan kebahagiaan yang mengharukan setiap kali yang muncul adalah kisah bahagia dari gerbong sebelah. Kereta akan semakin tua, melaju terlalu cepat hingga mengejutkan betapa telah banyak persinggahan dan kejadian teralami selama perjalanan kita menuju stasiun pemberhentitan terakhir, yang juga adalah ujung dari nafas dunia batin kita yang menyimpan monumen cinta paling indah di dunia. Kisah cinta yang pasti menjadi juara seandainya didunia ini ada kompetisi keindahan cinta manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dua dunia yang berbeda itu, terdapat kedamaian yang tak pura pura…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya 110118&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-5272155299319356302?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/5272155299319356302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=5272155299319356302&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/5272155299319356302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/5272155299319356302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2011/01/dua-dunia.html' title='Dua Dunia'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TTW2Mn6CiiI/AAAAAAAAA8A/P2x-SJuWoJE/s72-c/dua%2Bdunia.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-22185790955493188</id><published>2010-12-28T20:50:00.014+07:00</published><updated>2011-01-03T14:45:18.682+07:00</updated><title type='text'>Surabaya Suatu Ketika</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TSCH3-kDZHI/AAAAAAAAA54/gje9OLCm8qA/s1600/anggrek.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557591335931962482" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 133px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TSCH3-kDZHI/AAAAAAAAA54/gje9OLCm8qA/s200/anggrek.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dari balkon lantai tiga angin memempermainkan pucuk pucuk angsoka, menghembus menejelajah wajah sepi. Padahal malam masih juga belia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Langkah kaki menyusuri pematang beton berliku, diantara kebun hijau berumput rapi.Kebun ini ditumbuhi warna warni bunga kamboja, batang pohonnya meliuk kekar diterangi lampu2 berwarna merah kekuningan laksana taman istana sang raja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pagar batas yang digaris dengan pohon bambu bambuan, menyususri malam, menyususri sepi, dunia tanpa suara. Pada saat itulah rindu yang sangat membekukan kalbu; rinduku padamu. Akhirnya badan sampai di restoran, satu lantai dibawah lobby. Rindu membagi moment surga denganmu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Duduk di bangku kayu meja kayu berpayung kain terpal warna biru. Menghadap ke kolam renang, dengan bising mesin pompa sebagai iringan. Lalu gerimis kecil kecil, kopi sudah datang, tinggal nunggu kentang goreng disajikan. Di kolam renang dua remaja laki2 berenang. Badanya gendut gendut, mereka berpacu renang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kentang goreng sudah datang, pelayan melayani tamu ibarat seorang juara. Berdiri sambil setengah berteriak dipinggir kolam, bapak bapak sekitar 50an bertingkah seorang pelatih. " Dik...dik..! Gaya dada dik! Begini lho, tangannya kedepan, kebelakang teratur jangan begini begini" katanya sambil memperagakan gerakan berenang yang salah, sambil berjalan mengikuti laju renang dua bocah gendut yang jelas megap megap menggapai tepi kolam yang licin dengan sisa kekuatannya yang menipis. Seolah bertemu malaikat penyelamatlah ketika jari tangannya menyentuh porselen permukaan kolam. Keduanya mangap mangap merampas oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah gaya bernafas ekstrim perlahan tenang, selebihnya adalah suara kecipak air, keduanya tidak lagi beradu balap renang lagi, dengan orang aneh yang tiba tiba menjadi pelatihnya berteriak teriak memerintah dan menyalahkan. No way!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolam semakin sepi, ketika bapak pelatih tadi tampak datang lagi (padahal tidak jelas kapan bapak itu perginya, tapi tahu tahu dia datang lagi), kali ini membawa kamera pocket warna silver, dan bersiap memotret sudah sejak dari kejauhan. " Papa...papa.....foto pa!” Rupanya masih ada kehidupan, dari dalam kolam renang. Salah satu dari 10 pohon palem dari yang mengelilingi kolam memang menghalangi pandangan. Rupanya pelatih itu bapak perenang kita, dan perenang kita adalah anak dari orang aneh ditepi kolam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kali ini si bapak diikuti seorang wanita paruh baya yang nampaknya adalah istri si aneh, ibu dari anak anak gendut di kolam. Sekarang si bapak sibuk menjadi fotografer dengan kaidah yang benar, terutama jika dilihat dari posisi posisi badannya pada saat mengambil gambar. Mulutnya sesekali mangap, memberi instruksi kepada obyek fotografinya yaitu anak2 gendut di kolam. Kedua bocah gendutpun tidak kalah berisiknya, bersahutan meminta perhatian sang tukang foto. Bapak itu semangatnya menggelora. Gaya tubuhnya sekarang lebih menggila, miring kanan, miring kiri, maju mundur penuh ekspresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya menempel ketat sang suami, berusaha turut andil dalam mengintip display dan me-review hasil jepretan suami tercinta. Si bapak berjongkok rendah, istrinya berdiri tepat dibelakangnya, setengah membungkuk turut menikmati sensasi fotografi bersama suami dan anak2nya. Posisinya singguh membahayakan dirinya, sebab jika sang suami tiba2 berdiri tak ayal akan membentur dada istrinya. Naaah! Kejadian juga! Dada busung si istri terbentur kepala si suami yang tiba tiba berdiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Formasi keduanya sekonyong konyong berubah, sama sama sempoyongan dan saling menyalahkan. Kata katanya pendek dan tegas, setengah menyentak dalam bahasa Jawa! Hanya sekejap kejadian itu kemudian si ibu menjauh kembali ke dalam bangunan, lalu proses memotret terus berjalan. Kilatan lampu blitz dari kamera pocket warna silver terus menyentak nyentak mata, seolah beradu dengan kilat di langit penanda cuaca. Gerimis perlahan turun semakin serius, butiran airnya seolah lenyap terbentur payung terpal warna biru. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ya, gerimis turun dan kolam renang kembali sunyi, sesepi hati malam ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Surabaya 101228&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-22185790955493188?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/22185790955493188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=22185790955493188&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/22185790955493188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/22185790955493188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2010/12/dari-balkon-di-lantai-tiga-angin.html' title='Surabaya Suatu Ketika'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TSCH3-kDZHI/AAAAAAAAA54/gje9OLCm8qA/s72-c/anggrek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-1968301111103108320</id><published>2010-12-24T11:56:00.000+07:00</published><updated>2010-12-25T01:00:11.071+07:00</updated><title type='text'>Sendal</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TRTfV4PHRBI/AAAAAAAAA4c/hYeh3qO21EY/s1600/anak%2Bloak.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5554309807420687378" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 134px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TRTfV4PHRBI/AAAAAAAAA4c/hYeh3qO21EY/s200/anak%2Bloak.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jika diantara dua orang, yang satu tunagrahita dan calon yang satunya tunanetra, maka manakah yang akan lebih bijaksana dalam memimpin?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalankan fungsi kekuasaanya, penguasa tunanetra seharusnya lebih bisa bijaksana dibandingkan dengan penguasa tunagrahita. Sebabnya, ketunanetraanya adalah berkah untuk tidak melihat isi dunia yang terkadang menyilaukan mata dan bisa merubah perilaku orang. Ia mendengar dan memahami keadaan disekelilingnya dengan penginderaan bathin, dengan merasakannya sebagai pengalaman empiris yang menempatkan diri pribadinya adalah bagian dari sebuah sistem masyarakat yang memiliki hak dan kewajiban, serta cita cita politik yang sama. Penguasa tunanetra mendasari keputusan keputusan yang dibuatnya dari apa yang ia rasakan dan ideal menurut parameter nuraninya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam fungsi yang sama, pemi mpin yang tunagrahita memiliki kendala besar dalam mendengar dan menangkap suara suara yang timbul disekitarnya. Ia tidak bisa membedakan mana jerit kelaparan dan mana makian kemarahan. Penguasaan dan pemahaman atas alam kawula yang mendambakan kebijaksanaanya sudah melalui saringan saringan, individu individu penterjemah yang terkadang menginterprestasikan aspirasi kepada boss tunagrahita sesuai pesanan sponsor yang memberinya penghasilan sampingan. Keputusan penguasa tunagrahita cenderung tidak tepat sasaran, karena selain mengupayakan berfungsinya alat pendengarannya, kemegahan dunia telah mengurungnya dalam tembok tirani kekuasaan lewat bagaimana dia memandang orang membungkuk terhadapnya, tersenyum dan seolah olah selalu antusias untuk bertemu dengannya. Pandangan matanya dihiasi dengan kembang kembang plastik dan hal hal manis atribut penguasa. Karena ia mampu melihat, maka yang dinomorsatukan tidak lain adalah priviledge-nya sendiri. Karena dia penguasa, bukan karena dia tunagrahita. Sudah menjadi pembawaan alamnya, penguasa tunagrahita selalu pasti tamak sifatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kawula, memang tidak ada pilihan lain kecuali menjadi kawula. Menjadi bagian kecil yang seolah olah diluar sistem kekuasaan yang hingar bingar. Porsi sikap dan kewajiban yang dimiliki adalah civil obedience. Ketaatan terhadap aturan aturan yang dibuat untuk menciptakan ketertiban, yang juga dikelola oleh penguasa atas tegak dan berlakunya peraturan itu berbasis rasa adil. Intinya, kawula tidak mempersoalkan penguasa yang tuli ataupun penguasa yang tunanetra selama penguasa dapat juga memenuhi kewajibanya sebagai pengayom dan pelayan kawula. Itu amanah mulia, bukan semata mata mata pencaharian, yang idealnya dapat memberikan rasa keadilan dan perlindungan bagi semua kaum kawula. Rasa adil harus menjadi jaminan untuk perlakuan yang sama sesuai porsinya. Jika penguasa baik yang tunanetra maupun yang tunagrahita tidak memiliki kepekaan terhadap rasa itu, maka doa kawula yang merasa terzalimi lambat laun akan dikabulkan Tuhan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi penguasa tunagrahita maupun tunanetra tak jarang melahirkan tipe penguasa yang baru, yaitu penguasa tipe sendal. Ia belajar menjadi penguasan berbasiskan filsafat sendal jepit. Gaya kepemimpinan yang memanfaatkan anak buahnya ibarat sendal, alas kaki yang dipakai untuk keperluan2 remeh temeh dan receh, sebab jika keperluan penting tentunya orang menggunakan sepatu. Penguasa model ini membawa dirinya berdasarkan pandangan dan kepentingan pribadinya saja, dimana urusan performa organisasi atau kelompok menjadi bukan prioritas; apalagi bicara soal bakti negara.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada prakteknya, penguasa seperti ini sangat gemar memerintah dan sedikit memberi contoh, maka sulit juga dirinya dijadikan contoh bagi bawahannya. Bahkan hal sepele untuk keperluan pribadinya jika perlu harus menyuruh bawahannya. Lebih besar lagi, ia akan melimpahkan tanggung jawab yang berkenaan dengan citra dirinya kepada orang lain agar dia aman dari pandangan orang akan kekurangannya. Sifat egois yang menjadi pandangan hidupnya mengabaikan akibat akibat negatif yang terjadi pada kelompok yang dipimpinnya. Ia suka memberi perintah tanpa menjelaskan latar belakang perintah itu serta dengan mudah menungarahkan jari telunjuk kepada bawahannya jika sesuatu hal yang tidak dikehendaki terjadi. Penguasa sendal adalah type manusia yang gemar mengoleksi kambing hitam. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Idealnya seorang penguasa harus bisa menjadi contoh, bukan sekedar bisa memberi contoh. Agar maklum, penyandangan tunanetra dan tunagrahita disini yang dimaksud adalah nuraninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Natal,&lt;br /&gt;Tuhan memberkati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jembatan Item 101224&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-1968301111103108320?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/1968301111103108320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=1968301111103108320&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1968301111103108320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1968301111103108320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2010/12/sendal.html' title='Sendal'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TRTfV4PHRBI/AAAAAAAAA4c/hYeh3qO21EY/s72-c/anak%2Bloak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-4305815649933657549</id><published>2010-11-25T08:22:00.003+07:00</published><updated>2010-11-25T08:27:09.220+07:00</updated><title type='text'>Tukang Monyet</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TO26-4zrM7I/AAAAAAAAA4U/q_e9C9SOYYg/s1600/tukang%2Bmonyet.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543292305926730674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 141px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TO26-4zrM7I/AAAAAAAAA4U/q_e9C9SOYYg/s200/tukang%2Bmonyet.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di tepi ruas ruas jalanan Jakarta belakangan ini kita banyak temui monyet monyet lucu yang tidak lucu. Berjam jam berdiri, atau mondar mandir dengan sepeda motor dari kayu, mengenakan topeng dari bekas boneka plastik, dikenakan baju kumal seolah manusia kerdil; dipaksa mengemis oleh tuannya yang duduk bersimpuh dibelakangnya. Berjam jam sang monyet menjalani pekerjaan yang bukan profesinya, tak kuasa melawan perkasanya tali kekang rantai baja yang melingkar di pinggang kurusnya. Nyeri dan linu terasa sampai ke ujung jari kaki kakinya setiap kali tuannya menyentakkan rantai itu jika sang monyet merasa bosan atau dianggap membandel dari kemauan sang majikan. Monyet itu menjadi mahluk yang sangat menderita di dalam hidupnya, terperkosa oleh kamauan duniawi manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sang tuan yang mengendalikan hidup si monyet, duduk ditanah seolah menengadah, mengharap derma. Baginya apa yang dilakukannya adalah sebuah pekerjaan, sebuah profesi yang menghasilkan materi. Hatinya kejam, jiwanya keji sehingga tidak mewakili karakter sebagai manusia yang berakal dan berbudi serta dianugerahi oleh Tuhannya dengan perasaan cinta kasih. Si tuan tidak mewakili hakikat manusia yang pengasih, bahkan mewakili karakter bangsa monyet pun tidak. Sebab seekor monyet tentu akan memperlakukan monyet lainnya sebagai sebagai monyet. Dan abang tukang monyet itu bukan mewakili kodrat bangsa manusia dan bukan pula mewakili kodrat bangsa monyet.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sang monyet hanyalah alat tak berjiwa yang dijadikan sarana untuk seolah olah memberikan penghiburan selayak pengamen mengharapkan imbalan jasa. Monyet tidak butuh rasa iba dari manusia, dan seekor monyet tidak membutuhkan uang untuk kelangsungan hidupnya. Kesengsaraan yang dialaminya tidak ada hubunganya samasekali dengan kebutuhan hidupnya; kecuali kebutuhan hidup tuannya yang pemaksa. Sebagai binatang biasa ia hanya rindu kebebasanya akan berkehidupan di dunia monyet. Tapi sang monyet sungguh tidak berdaya dan tampaknya tidak ada satu manusiapun yang peduli atas nasib malangnya. Ia tetap akan berdiri menari, mengenakan topeng dari cuilan boneka plastik dengan sentakan rantai yang melingkar di pinggangnya yang suka datang menerjang tiap saat. Sang monyet sungguh tak akan pernah mengerti, mengapa manusia bisa berlaku keji. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sang monyet juga tidak mengerti kenapa materi bisa menyebabkan manusia begitu rakus, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan materi lebih banyak dari orang lainnya. Iapun tidak mengerti jika ternyata bagi bangsa manusia, materi dapat dengan mudah mengalahkan nurani dan membunuh akal budi. Ternyata materi pulalah yang menyebabkan dunia menjadi penuh dengan kesewenang wenangan dan kekerasan. Diantara ketidak mengertiannya itu, sang monyet tidak berdaya memberontak dari penganiayaan panjang yang dialaminya. Gas beracun dari knalpot ribuan kendaraan yang melintasi dekat tubuh mungilnya seolah telah membaur dengan lapar haus yang ia tahankan dibawah panggang terik matahari didalam tirani tuannya; si Tukang Monyet. Ia sungguh tidak berdaya, tidak mampu mengakhiri penderitaanya sendiri. Sang monyet memang sial, hidup di negeri yang seolah tanpa kearifan penguasa, dimana tidak ada pejabat yang bersikap layaknya manusia; sebab manusia semestinya melindungi dan menyayangi binatang. Bukankah di negeri inipun sudah ada aparatur negara yang seharusnya melindungi bangsa monyet dan dari keganasan nafsu manusia? Aparatur negara yang digaji oleh rakyat untuk menegakkan undang undang yang miskin implementasi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lantas sebenarnya pertunjukan apa yang disajikan oleh Tukang Monyet kepada pengguna jalan? Pertunjukan topeng monyet tidak seperti itu meskipun sama sama mengeksploitasi binatang demi uang recehan. Topeng monyet yang asli membuat anak anak orang tersenyum bahkan anak anak bisa tertawa terbahak bahak oleh tingkah sang monyet melakukan aksi aksi yang diteriakkan oleh sang tuan. Musik sederhana mengiringi gerakannya, menambah meriah suasana. Orientasi Tukang Topeng Monyet lebih jelas, yaitu memberikan jasa hiburan keliling jalan kaki, dan berhenti jika tiba waktunya beraksi. Tukang Monyet tidak seperti itu; ia hanya duduk menunggu, dan sang monyet hanya bisa tertindas oleh rantai kekang dibawah terik matahari dan himpitan rasa bosan, lapar dan kesakitan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau saja abang Tukang Monyet mau kembali kepada kesejatian tujuan keberadaannya dipinggir jalan, yaitu demi derma dari para pejalan, sebenarnya saran ini layak untuk dicoba; balikkan keadaan. Dandani dan arahkan sang monyet untuk bertingkah seperti manusia, dan biar abang tukang monyet yang berperan menjadi monyetnya, bertingkah dan bergerak layaknya seekor monyet yang menghibur. Bertopeng, menari, dan berdiri dibawah matahari. Sementara buatkan sofa mini dan setelan jas sederhana untuk sang monyet yang berkacamata sambil memegang kekang rantai palsu ditangannya seolah mengendalikan si tukang monyet. Disitulah letak kelucuan sebuah ironi, suatu penampilan hal yang mudah dicerna dan bisa diterima oleh manusia yang katanya berakal budi. Penderma pasti akan menghampiri, memberi penghargaan atas kreatifitas berfikir untuk mendobrak kemiskinan dan mengesampingkan gengsi, tanpa harus menggunakan mahluk lain sebagai pijakan kaki. Niscaya, antara si monyet dan tuannya akan sama sama bisa menerimanya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tukang Monyet di jalanan Jakarta seolah mencerminkan kemerosotan akhlak bangsa. Dan lebih memprihatinkan lagi, tidak banyak yang menyadari degradasi moral akut negeri tercinta ini. Dan kita berhutang banyak kepada anak keturunan kita atas kekacauan nurani bangsa, yang tercipta dari apa yang kita lakukan hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambuapus 101125&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-4305815649933657549?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/4305815649933657549/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=4305815649933657549&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/4305815649933657549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/4305815649933657549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2010/11/tukang-monyet.html' title='Tukang Monyet'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TO26-4zrM7I/AAAAAAAAA4U/q_e9C9SOYYg/s72-c/tukang%2Bmonyet.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-875572970208321293</id><published>2010-11-20T12:13:00.004+07:00</published><updated>2010-11-20T12:19:14.413+07:00</updated><title type='text'>Indonesia Tertib</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TOdZsYy20-I/AAAAAAAAA4M/xnQ3dq9k4Y8/s1600/alun%2Balun.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5541496485607560162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 134px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TOdZsYy20-I/AAAAAAAAA4M/xnQ3dq9k4Y8/s200/alun%2Balun.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kota purwokerto pada sembilanbelas november duaribu sepuluh pukul tujuh lewat empatpuluh dua menit malam menjadi seperti utopia mininy Indonesia. Jalan jalanan mulus melengang, berkendara bagaikan mengambang diatas genangan angan angan malam. Ketika semua orang ber &lt;em&gt;deja vu&lt;/em&gt; dengan sepotong sepotong mozaik terbaik dalam hidup masing masing. Cinta dan orang lainlah yang membuatnya jadi terbaik, dan semua menjadi hak intelektualitas setiap individu. Kota ini menjadi bebas distorsi. Kota kecil yang sejuk dan makmur, dengan keakraban warganya layaknya tinggal di sebuah desa raksasa. Pengamen, pengemis, tukang pakir, pemulung, PKL dan pelanggar lalu lintas tentu ada, menjadi warna dinamika sebuah kota. Dan alun alunnya tetap menjalankan fungsi pokok setiap alun alun di setiap kota; tempat terbuka umum yang bebas diakses oleh siapapun dengan membawa sopan santun sebagai identitas sebagai orang yang berhak atas fasilitas komunal gratis; diatas hamparan rumput hijau sejuk, dibawah taburan sinar lampu berwarna biru muda serta kerdipan bintang yang menebarkan kegenitan. Sepasang sepasang manusia bedalingan diantara sela sela kegelapan, membagi hati membagi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah rumah tua sisa peninggalan kejayaan Belanda berdiri kaku, menjadi saksi bisu atas arus zaman yang perlahan menggerogoti dinding dinding kearifan tanah Jawa. Gedung gedung batu selayak tanah makam tanpa pepohonan, menyembunyikan miliaran kisah hidup yang tertimbun oleh gundukan sang waktu. Dan diantara gang gangnya, nafas alam berliukan menukar siklus sejarah dalam catatan diam. Kehidupan kota ini datang dan pergi mengikuti adat dunia, selayaknya terwakili oleh stasiun tua bagaikan sungai baja yang mengangkuti kecemasan dan kebahagiaan yang datang dan pergi dalam kehidupan. Rasanya tak ada satupun orang yang akan sanggup menafikan eksotisme kota purwokerto di waktu malam. Terlalu sayang jika tak dilewatkan bersama pasangan. Cinta antar manusia telah memelihara kota kecil ini dari ganasnya globalisasi. Laksana oase ditengah carut marut dan semrawutnya ketertiban dan ketenteraman hidup di negeri subur makmur Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini banyak pejabat negri menjadi maling, banyak mayat bayi terbuang di WC umum, banyak selebriti hamil nganggur, banyak kelompok menjadi jahilliyah&lt;em&gt; homo homini lupus&lt;/em&gt; yang haus darah saudaranya sendiri. Mereka yang miskin dan bercita cita, terpaksa menjual diri menjadi babu di negeri orang., banyak sarjana berijazah tanpa menguasai ilmu pengetahuan. Negeri kita ini saudaraku, ibarat seonggok bangkai gajah yang dekerubuti ratusan juta belatung yang rakus akan kekuasaan dan harta benda. Aturan hukum yang menjamin ketertiban umum perlahan lahan menjadi retorika pemanis tujuan negara. Sesungguhnya tidak satupun kita merelakan jika aturan dan undang undang dihinakan dengan perbuatan laknat, dilecehkan dengan mengkomoditikan hukum menjadi barang dagangan yang dijual murah bagi mereka yang berkelimpahan jabatan. Sedangkan segalanya, bahkan Tuhan sekalipun seringnya dikalahkan demi kepentingan tahta dan harta oleh beberapa orang saja. Mereka menciptakan sejarah kelam, sebuah degradasi peradaban yang kelak akan diwariskan kepada anak keturunan. Generasi yang akan datang akan menjadi bentuk improvisasi dari kondisi integritas moral bangsa hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita yang mungkin lupa akan bentuk kepribadian sebagai bangsa timur yang santun dan beradab, pengalah lagi relijius. Kondisi kejiwaan bangsa saat ini sudah semestinya menjadi alarm peringatan akan datangnya bencana politik yang akan dapat meluluh lantakkan citra bangsa yang Bhineka Tunggal Ika. Produk hukum bukan sekedar permainan tebak tafsir, tetapi harus kembali menjadi panglima bijaksana. Taat aturan serta tata tertib dimanapun bisa menjadi sebuah kampanye sikap perilaku dan obat mujarab bagi sakitnya bangsa. Kita sendiri yang harus mengupayakan kesembuhannya serta mengembalikanya menjadi sebuah negeri yang &lt;em&gt;gemah ripah loh jinawi&lt;/em&gt;, disegani negara manapun karena kesatuan dan persatuannya yang solid. Jika kita sudah bisa tertib tunduk terhadap aturan dan rambu larangan, maka pada gilirannya mereka yang gemar melakukan pelanggaran akan kesepian, menjadi pemain tunggal seperti topeng monyet di pasar malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap sikap utama sebagai ksatria yang beretika hanya bisa dihayati oleh mereka yang terpelajar sebagai kaum intelektual. Itulah sebabnya sekolahan diadakan secara massive, supaya setiap warga negara sadar dan paham betapa pentingnya turut menjaga kesatuan dan kesatuan bangsa dengan taat terhadap aturan hukum. Jika itu terjadi, Indonesia akan kembali menjadi surga dari timur. Setidaknya untuk anak cucu kita kelola kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pwt 101120 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-875572970208321293?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/875572970208321293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=875572970208321293&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/875572970208321293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/875572970208321293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2010/11/indonesia-tertib.html' title='Indonesia Tertib'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TOdZsYy20-I/AAAAAAAAA4M/xnQ3dq9k4Y8/s72-c/alun%2Balun.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-8238253802568195385</id><published>2010-10-27T22:58:00.001+07:00</published><updated>2010-10-27T23:00:30.616+07:00</updated><title type='text'>Bermuda</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TMhMg-lYeXI/AAAAAAAAA30/_kglydYhg8A/s1600/bermuda.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532756271663970674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 113px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TMhMg-lYeXI/AAAAAAAAA30/_kglydYhg8A/s200/bermuda.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mereka yang pernah mememberikan luka kepada hati orang lain, maka mereka sebenarnya tidak pernah bisa diusir pergi dari hati orang yang pernah disakitinya. Sakit hati ibarat tanaman parasit yang menyamar menjadi kehidupan manusia normal. Mengintai setiap saat ibarat kata tsunami tiba tiba di segitiga Bermuda. Segala yang dihadapan akan digulung lalu ditenggelamkan ke dasar penyesalan, lalu diseret seret oleh arus bawah gelombang bernama amarah. Bahkan diudara sekalipun berubah menjadi gelombang elektromagnetik dari listrik bumi masa lalu akan mampu menyesatkan jalur kehidupan, menghadirkan badai magnet yang mengacaukan sistem navigasi bernama nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktek praktet kebohongan murahan, lalu tumpang tindih satu dusta dengan muslihat lainnya menyeruak bagaikan lava pijar yang menghambur ke angkasa. Badai masalalu menggilas begitu saja, puing puingnya menusuk kaki dan mata, membutakan keberadaan dan meniadakan keseimbangan. Kepala yang tegak menjadi rebah ke tanah dan semua cadangan kebaikan luluh lantak oleh datangnya dendam. Praktik praktik muslihat yang pernah menjajarkan langkah kaki di masa lalu hidup kembali tiba tiba, merampas kekuatan ikhlas yang ditabung susah payah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendusta pendusta tetap tertawa, menganggap penghianatan tidak pernah ada. Intrik intrik murahan yang pernah ditampilkan kembali hidup dan tumbuh menyembul dari kepala, siksa diri yang tak sanggup untuk dihindari, sulit diterima dan tak mungkin ditolak datangnya. Kekuatan arus dendam telah menenggelamkan keyakinan diri bahwa badai sudah lewat dan tak mungkin akan datang lagi. Nyatanya memang hidup hanyalah peristiwa yang berulang ulang meskipun hanya dalam ingatan. Perihnya masih perih yang sama, amarahnya masih dengan rasa yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika badai menggulung kepasrahan menjadi satu satunya pilihan. Amarah hanya ekspresi atas pembelaan dari luka yang lebih perih. Nyatanya tidak mungkin memungkiri penghianatan sebagai sesuatu yang bukan menyakitkan. Penyesalan datang terlambat, atas hati lembek yang tak sanggup menentukan langkah gagah; tinggalkan saja para penghianat yang hanya pintar menganak pinakkan duka! Telan saja kenyataan yang disembunyikan demi memelihara kesucian nama pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya diri menggigil sendiri melawan semua keadaan dunia meskipun yang nampak hanyalah nilai nilai negatif atas beban rasa. Tidak ada tempat untuk bersambat, tidak ada sesiapa untuk bermanja manja ketika bencana tak kasat mata meluluh lantakkan jiwa. Kesendirian adalah pilihan paling bijaksana ketika segala hal berubah menjadi musuh yang hanya punya dua pilihan; dihancurkan atau menghancurkan. Toh dua dua pilihan tersebut tetap menyisakan satu bentuk pasti; kehancuran diam diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penghianat memang bermuka ganda, terkadang hadir sebagai pribadi yang pantas untuk dicinta. Tetapi dibalik kepalanya, muslihat dan skenario dusta berjubal untuk dilahirkan dalam konsep pengelabuan yang paling kasar. Menjadi korban penghiantanpun tidak kalah sulitnya. Menerima perlakuan sedemikian buruk menjadi sejarah kejadian terkadang terasa bagai menelan beling ketika perut hanya berisi rasa lapar. Tetapi hidup harus terus berjalan, dan kenangan buruk akan tetap hidup sebagai iblis yang terpelihara jauh di dasar kesadaran. Hari hari yang porak poranda suka datang tiba tiba dan menusukkan pedang karatan bernama dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari lumpur kepekatan pikiran terdengar lirih sumpah serapah bercampur doa; semoga semua penghianat di muka bumi ini dilaknat dan membusuk dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serang 101027&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-8238253802568195385?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/8238253802568195385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=8238253802568195385&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/8238253802568195385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/8238253802568195385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2010/10/bermuda.html' title='Bermuda'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TMhMg-lYeXI/AAAAAAAAA30/_kglydYhg8A/s72-c/bermuda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-8946047930169368031</id><published>2010-09-16T23:32:00.000+07:00</published><updated>2010-10-29T21:02:59.971+07:00</updated><title type='text'>Lebaran 2010</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TJJG6WsGEvI/AAAAAAAAA20/w7MYJcqhWig/s1600/mudik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517550461819163378" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 133px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TJJG6WsGEvI/AAAAAAAAA20/w7MYJcqhWig/s200/mudik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hiruk pikuk lebaran berlalu, hilir mudik pembelanja berangsur sepi. Jalanan Jakarta kembali berdenyut oleh klakson dan deru mesin kendaraan, ditimpahi cacian dan makian; ungkapan kemarahan yang meledak oleh sesaknya beban persoalan. Dan hari hari Jakarta akan kembali ‘normal’; macet, pengap, mahal dan angkuh. Jutaan penghuninya kemudian mencatat kenangan tentang lebaran tahun ini di dalam kepala masing masing, menghitung beban biaya yang telah dihabiskan selama perayaan , yang lalu dibawa kemana mana dan dirindukan kapan kapan saja khayalan tentang kegembiraan lebaran sebagai hiburan bagi kegetiran hari hari berat Jakarta. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kampung kampung akan perlahan sepi oleh pendatang, sepi karena ditinggalkan para lelaki kembali ke dunia baru ciptaan mereka dalam bertahun tahun diperintah oleh semangat perantauan. Setahun sekali mereka, anak anak kampung itu pulang dengan bergunung kebanggaan atas ukuran pencapaian materi; bahwa tanah rantau sungguh melahirkan manusia baru yang kini menjadi asing di tanah tempat lahirnya sendiri. Tapak kaki telanjang tak lagi dapat dijumpai, berganti jejak jejak roda kendaraan yang meliuk dan melilit jalanan tanah merah bagaikan ribuan ular yang sedang berbirahi. Itulah jejak jejak kaki baru manusia baru yang datang setahun sekali untuk ritual tilik deso, merayakan hari raya dengan memelihara filsafat pohon yang tidak pernah menceraikan akarnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Para pendatang itu pergi meninggalkan dongeng kehebatan diri maupun kisahnya masing masing yang diteruskan oleh para orang tua dan keluarga sebagai cerita wajib pengisi obrolan setiap ada perjumpaan dengan tetangga maupun kenalan. Kisah kisah tentang keberhasilan, tentang kehebatan di tanah perantauan diceritakan dengan lantang penuh kebanggaan sebagai bukti bahwa buah tak akan jauh dari pohon. Masing masing mengadu hebat atas apa yang sanak keluarga mereka dapat. Kisah kisah kegetiran dan kegagalan diceritakan dengan bisikan, bergulung gulung bagai kentut yang menyebar sesuka arah dan lalu berubah menjadi topik dalam rahasia umum. Setiap tahun para orang tua memiliki kisah tentang anak anak mereka yang dikonfirmasi oleh penampilan dan nilai kebendaan dapat ditunjukkan pada waktu lebaran. Setiap tahun setiap keluarga memiliki kisah hidup sanak famili mereka yang juga berbeda beda dan selalu berubah ubah. Bukankah demikian hakikat kehidupan; berubah. (?!) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Waktu juga yang menciptakan pemahaman pemahaman baru yang membentuk arah lajunya kehidupan. Ibu ibu yang melahirkan para perantau menjadi semakin keriput dijajah usia. Ibu ibu yang menyusui para perantau perkasa yang sanggup menggenggam dunia, mendamaikan jagad raya, atau menjadi bangsat atas sesamanya. Dari air susu yang mengalir dari dada mereka yang kini mengeriputlah keperkasaan dan kehebatan itu lahir oleh sebab dari sanalah hidup seorang manusia bermula. Dan ketika bau kota anak anak mereka pergi meninggalkan bilik rumah, doa doa mengalir sepanjang nafas yang tersisa agar Tuhan menjaga dan membimbing anak anaknya untuk menjadi berguna bagi sesamanya, doa agar kelak tak lama lagi anak anaknya akan kembali menemuinya untuk memetik buah dadanya, untuk mengunduh buah dari doanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di kampung halaman, setahun sekali ritual mudik kolosal mengawali kontes perantauan di kampung halaman. Slogan &lt;em&gt;mangan orang mangan sing penting kumpul&lt;/em&gt; dijadikan justifikasi agar sekali dalam setahun, setidaknya pada hari raya lebaran anak anak kampung pada kembali pulang, membagi kisah dengan teman sepermainan diatas tanah penuh kenangan indah masa kecil. Setahun sekali di kampung halaman, kebahagiaan masa kecil semua orang kembali membuncah sepanjang hari...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selamat lebaran kepada saudara saudara pemudik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambuapus 100911&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-8946047930169368031?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/8946047930169368031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=8946047930169368031&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/8946047930169368031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/8946047930169368031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2010/09/lebaran-2010.html' title='Lebaran 2010'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TJJG6WsGEvI/AAAAAAAAA20/w7MYJcqhWig/s72-c/mudik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-1508031843229929236</id><published>2010-07-21T11:11:00.000+07:00</published><updated>2010-07-22T11:12:39.647+07:00</updated><title type='text'>Keajaiban Barang Baru</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TEfFDvaCZlI/AAAAAAAAAzE/AOz0qExRR50/s1600/Sisa.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496578538284934738" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 207px; CURSOR: hand; HEIGHT: 152px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TEfFDvaCZlI/AAAAAAAAAzE/AOz0qExRR50/s320/Sisa.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Benda itu selalu terbayang di mata dan menggubal di pikirannya hampir di setiap saat. Rasanya benda itu adalah benda paling penting yang ada di dunia ini. Maka dengan setengah merengek dan dengan kekuatan sepenuh hati, suatu hari di tepi sungai dia beranikan kepada emaknya untuk meminta “ Mak, belikan Agus kaos hitam gambar sepatu, mak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus kecil tak mengerti betapa susah emaknya mengumpulkan uang barang duapuluh ribu hanya untuk membeli kaos oblong impiannya itu. Emaknya harus rela menjadi buruh panen bawang ketika bawang usai di jemur dan siap untuk dijual. Bawang bawang itu bukanlah punya emaknya, melainkan punya tetangga yang kebetulan mempekerjakan emaknya dan beberapa orang lagi untuk mengurus hasil panen bawang Brebes yang terkenal itu. Agus kecil tidak pernah tahu dan tidak mau tahu bagaimana emaknya mendapatkan uang untuk membeli kaos idaman itu, yang ia tahu adalah kaos itu adalah kaos terbaik yang ada di planet bumi; berwarna hitam, bergambar sepatu dengan tali menjuntai. Gambar sepatu itu sendiri berwarna putih, kontras dengan warna hitam si kaos oblong. Sungguh indah dan gagahnya dan kerennya jika kaos itu ia kenakan. Hanip sudah punya kaos seperti itu, dan dia tampak ganteng seperti orang kota jika mengenakan kaos itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimintai barang yang tidak penting seperti itu, emaknya jelas menjawab dengan nada tinggi. Dianggapnya Agus anak tak tahu diri dan tidak bisa berpikir soal realita keluarganya. Uang sebanyak itu mendingan dibelikan beras buat makan ketimbang dipakai buat beli kaos yang tidak enak dimakan. Jika mau yang bermanfaat lagi, mendingan dibelikan baju seragam sekolah untuk menggantikan seragamnya yang sejak kelas tiga hingga kelas lima sekarang belum pernah berganti baru itu. Emaknya jelas jelas keberatan membelanjakan uang yang didapatkanya susah payah hanya untuk menuruti kepinginan si bocah gemblung. Agus gigit jari, mimpinya tidak terbeli!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang baru memang memiliki keajaibannya sendiri. Apalagi jika barang baru itu sudah disimpan dalam kepala untuk waktu yang lumayan lama, tersembunyi diantara deru hidup sehari hari. Jika barang baru tiba, maka yang lain akan menjadi loak semata, barang usang yang tidak pantas lagi mendapat penghargaan setinggi barang baru. Hukum kebendaan seperti itu berlaku juga terhadap manusia, rupanya. Ketika orang baru yang disimpan dalam pikiran kemudian menjulang didepan mata dengan tangan terbuka siap memberikan pelukan terhangat, maka ia menjadi barang baru yang memesona. Orang baru yang memesona maksudnya. Sementara nasib si orang lama tentu tidak ubahnya menjadi rombeng, butut dan tidak berharga. Untuk hal demikian, segala cara diupayakan agar orang lama dapat tersingkir dengan halus. Sekedar menjaga perasaan selagi bisa. Cara yang dipakai tidak perlu elegan, toh sekali disingkirkan juga tidak akan berdampak apa apa lagi terhadap kehidupan. Dia sudah tidak punya daya pesona, kehilangan chemistry dan tinggal ampas tak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang baru jauh lebih menjanjikan dan memenuhi segala kriteria ideal, persis sama dengan Agus dan kaos oblong warna hitam dengan gambar sepatu bertali menjuntai yang berwarna putih tepat di tengah dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sepasang ibu anak di tepi jalan, mengantar kaki pikiran untuk menapak di bumi melihat kenyataan diri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara Songgom - Prupuk 100720&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-1508031843229929236?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/1508031843229929236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=1508031843229929236&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1508031843229929236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1508031843229929236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2010/07/keajaiban-barang-baru.html' title='Keajaiban Barang Baru'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TEfFDvaCZlI/AAAAAAAAAzE/AOz0qExRR50/s72-c/Sisa.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-1225652801808221289</id><published>2010-07-20T20:16:00.003+07:00</published><updated>2011-09-29T09:32:53.608+07:00</updated><title type='text'>Uban</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-xyNcEA7fVZ4/ToPYyXu-mUI/AAAAAAAABCY/vHhkmGbJRYI/s1600/Uban.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657603916783589698" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 143px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-xyNcEA7fVZ4/ToPYyXu-mUI/AAAAAAAABCY/vHhkmGbJRYI/s200/Uban.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hendak dilawan bagaimana ketika sang waktu menjalankan tugasnya; mematikan yang hidup dan menghidupkan yang mati, menetapkan yang bergerak dan menggerakkan yang tetap. Merubah, itulah tugas sang waktu yang sebenarnya. Segala hal yang terkandung dalam hidup dan kehidupan dilindasnya tanpa kenal ampun dan benar benar tidak pandang bulu. Sang wktu juga yang menentukan segala sesuatu menjadi tua, demikianlah kita menghitung kerja alam dalam dimensi waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi tua sungguh tidak ada buku panduannya. Setiap orang secara otodidak harus mengalami keadaan menjadi tua, atau sebuah kemerosotan setelah melampaui titik tertinggi fase produktif dalam hidup. Dimulai dari lipatan lipatan di kulit tubuh yang disertai dengan kemunduran daya ingat serta kemunduran ketahanan otot badan, perlahan lahan proses pelapukan terjadi. Uban yang tumbuh di kepala seperti mengingatkan betapa tinggal sedikitnya usia, dan sudah waktunya lebih teliti lagi memandang diri di kaca benggala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia yang menipis membawa juga banyak dampak psikis. Magnet yang dahulu bekerja normal terhadap manusia lain perlahan memudar dan menjadi hambar. Yang lebih nestapa lagi, usia yang menua bisa menyebabkan seseorang didepak keluar dari lingkaran sosial, bahkan lingkaran kehidupan pribadi. Padahal sungguh waktu tidak bisa dilawan; menuakan yang muda dan mematikan yang tua. Tidak etis memang mengemukakan alasan usia sebagai penyebab kemuakan, tetapi secara eksplisit pesan tersebut dapat diterjemahkan dalam sikap yang cenderung mencari cari alasan. Bergaul dan berkehidupan dengan yang muda muda tentunya lebih energik, lebih dinamis dan tentu memiliki banyak fantasi kebebasan yang bisa diekspresikan dalam perbuatan secara bersama sama. Sedangkan semakin menua usia, maka sudah sepantasnya disertai juga dengan sikap bijaksana. Kebijaksanaan sikap merupakan bukti kematangan emosional seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehelai uban yang tercabut dari kepala memberi jawaban atas pertanyaan dan ketidak mengertian akan makna kejadian. Sehelai uban dari kepala memberi kesaksian tanpa bantahan bahwa hidup tidak ubahnya satu eksemplar surat kabar sore, teronggok sunyi ketika hari berganti pagi. Sehelai uban tercabut dari kepala bersama dengan segerombol kesombongan diri. Sehelai uban dari kepala menjadi angka pertama hitungan mundur hingga ajal kan tiba. Sehelai uban yang tercabut dari kepala, membawa hamba bersatu dengan bumi, memasrahkan diri pada grafitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purwokerto 100720 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-1225652801808221289?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/1225652801808221289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=1225652801808221289&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1225652801808221289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1225652801808221289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2010/07/uban.html' title='Uban'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-xyNcEA7fVZ4/ToPYyXu-mUI/AAAAAAAABCY/vHhkmGbJRYI/s72-c/Uban.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-1918966142857741426</id><published>2010-07-18T08:43:00.004+07:00</published><updated>2010-07-19T13:07:27.007+07:00</updated><title type='text'>Legowo</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TEOwEN_HMuI/AAAAAAAAAyU/FVX9rYI0iQk/s1600/pohon.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495429556842476258" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 177px; CURSOR: hand; HEIGHT: 250px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TEOwEN_HMuI/AAAAAAAAAyU/FVX9rYI0iQk/s320/pohon.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; :Crawfy&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lepas artinya menerima, ketika kata lepas berada dalam konteks perhubungan antara manusia, bisa beda jenis atau sama jenis kelaminnya. Namanya berhubungan, tentunya diikuti oleh muatan emosi. Ketika seseorang yang selama ini begitu dekat dan ada dalam kehidupan sehari hari kita secara tiba tiba menunjukkan ekspresi negatif bahwa hubungan itu sudah tidak produktif lagi dan layak untuk dipangkas tuntas seperti mencabut batang talas, maka sama artinya kita kehilangan penghargaan atas hubungan yang diawali dan diniati dengan penuh kebaikan itu. Segala hal yang berhubungan dengan proses kejadian itu patutlah disayangkan, sebab mestinya rusaknya hubungan selalu saja bisa direkonstruksi kembali, dengan cara mawas diri dan sedikit intospeksi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapi namanya hidup, terkadang terjadi juga peristiwa diluar kondisi normal ideal. Misalnya, ketika seseorang mengatakan untuk menjauh dari orang lainnya, kondisi yang terjadi adalah sudah tidak diinginkanya lagi apapun bentuk hubungan itu. Hal seperti itu terkesan subyektif, karena hanya satu pihak yang memutuskan berdasarkan kepentingan emosi pribadinya. Bukankah idealnya sebuah keputusan untuk mengakhiri sebuah hubungan dilakukan oleh dua pihak yang sama sama membangunnya? Jika keputusan sepihak itu terjadi pada sepasang penganut hati, maka alasannya bisa berupa rupa antara lain; salah satu menemukan partner baru, salah satu mengalami kebosanan akut, salah satu berbuat hal tercela yang menciderai kepercayaan (karena kepercayaan adalah modal tunggal dalam segala bentuk hubungan positif) sehingga ia takut dan malu apabila hal tercela yang disembunyikan itu terbongkar, dan ribuan motif lainnya. Mengekspresikan sikap seperti itupun bisa berbagai cara, tapi yang paling mudah dan murah tentunya adalah menempatkan kejadian di masa lalu (bahkan kejadian sebelum masa dimulainya perhubungan) sebagai kapak usang pemutus tali hubungan. Modus seperti itu sudah sangat jamak, sesuatu yang dicari cari supaya bisa ada justifikasi penyebab putusnya tali hubungan. Yang penting putus,  untuk mendapatkan kebebasan dalam pengertian yang sangat pribadi. &lt;em&gt;That’s a cheap talk!&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika seseorang melakukan itu kepada orang lain, maka akan ada pihak yang merasa divonis meskipun vonis itu lebih pantas terdengar sebagai sebuah pamitan untuk mati. Pikiran negatif bisa saja memprovokasi jiwa untuk membela haknya, melakukan hal hal agresif untuk sekedar mengekspresikan emosi dan menunjukkan kepada dunia bahwa seseorang baru saja menjadikannya sebagai korban. Jika itu dipilih untuk dijalani, maka yang akan terjadi kemudian adalah perang panjang secara diam yang akan membawa dampak kerusakan untuk waktu yang mungkin lama. Kondisi seperti itu akan menyuburkan kepentingan kepentingan negatif, imajinasi negatif, dan tanpa sadar seseorang akan terseret pada sikap negatif dan berubah menjadi asosial. Sebuah keadaan berbahaya yang besar kemungkinan akan melahirkan sikap negatif baru bernama dendam. Dan, segala yang berbentuk dan berupa peperangan hanya akan memproduksi kerugian, memproduksi korban. Untuk konteks peperangan dengan hati sendiri, tentu yang akan kita dapatkan hanyalah merana dan sakit hati. Urusan hati sungguh hanya penderita sendiri yang mampu merasakannya itupun tanpa bisa menjabarkan dengan kata kata.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mungkin akan lebih bijakasana jika memandangnya dengan pikiran positif saja. Umpamakan kita berada di pihak tervonis itu, kita gunakan cara pandang manusia madani yang beradab dengan mengangapnya sebagai hal yang memang sudah semestinya terjadi. Bukankah kepastian yang dijanjikan oleh hidup adalah kematian, dan kepastian yang dijanjikan oleh sebuah pertemuan adalah sebuah perpisahan? Aturan baku kehidupan itu bersanding dengan aturan aturan baku lainnya, seperti adanya siang dan malam, hitam dan putih, positif dan negatif. Serta segala hal yang berkontradiksi lainnya sebagai perwakilan dua kutup yang menggerakkan dinamika kehidupan di planet bumi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika kita sudah tidak diinginkan lagi oleh orang lain, sesungguhnya akan sia sia jika kita memprotesnya. Sebuah hubungan terbentuk selain karena azas kepercayaan tentunya juga adalah azas sukarela. Rasa suka dan rasa rela untuk membentuk dunia kecil pribadi diatas lahan subur bernama hati dan perasaan! Proses sebuah hubungan dapat dianalogikan sebagai sebatang pohon yang tertanam di ladang subur itu, dimana atas kuasa maksud kemudian menjadi tumbuh besar dan kekar, akarnya menancap dan kokoh menghidupi, akar yang menjalar sampai jauh ke sumsum jiwa dan mungkin ke setiap sendi pikiran. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Melepaskan sama halnya dengan menerima. Sebuah sikap yang tidak mudah untuk dilakukan di dunia yang kacau ini. Ketika seseorang menjatuhkan kapak usang ke tali hati yang mengikat jiwa dan menyebabkan rantas seketika, kita menerima rasa sakitnya. Melepaskan berarti menerima kejadian itu sebagai hal yang memang sudah saatnya harus terjadi. &lt;em&gt;Sumeleh legowo&lt;/em&gt; kata Bu’e suatu ketika, bahwa sikap merendah dan menerima adalah sikapnya seorang ksatria. Meletakkan semua keinginan dan patron patron ego ideal tanpa beban grafitasi, serta melepaskan diri dari keinginan serta ketidak inginan, dari harapan maupun prasangka buruk. Samasekali tidak ada hubungannya dengan profesi penulis lepas atau fotografer lepas atau profesi profesi lepas lainnya tentunya!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sungguh tidaklah akan mudah untuk dapat mengelola emosi untuk bisa sampai kepada kondisi melepaskan dan menerima itu. Kesabaran, usaha keras, tekad dan kekuatan hati untuk menahankan segala efek buruk dari peristiwa yang menyakitkanlah yang menjadi penentunya. Kekuatan hati untuk dapat menerima rasa sakit, rasa perih dan mentransformasikannya menjadi energi baru dalam memperbaiki diri untuk persiapan penjemputan goncangan yang lebih dahsyat lagi di kemudian hari. Tuhan memberi kita air mata, Tuhan menganugerahi kita dengan perasaan dukacita. Maka, jika hatimu sedang terluka, mengangispun akan lebih baik untuk mengadukan kesengsaraan hati kepada sang pemilik hidup. Luka yang menganga di dalam dada akan sembuh meskipun tidak kembali pulih, getir dan rasa benci akan perlahan terkubur oleh waktu. Tidak ada yang bisa memperkirakan berapa banyak persediaan usia yang harus dipakai untuk menyembuhkan hati yang sakit. Memilih menghayati rasa sakit itu, memilih untuk mengasihani diri hanya akan membawa kita ke sebuah dimensi khayali, sebuah theater megah di atas langit dimana kita menjadi penonton tunggal yang juga sutradara penggerak segala bentuk karakter pertunjukan muram di awang awang. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lepaskan saja dendam biar membias ke udara menjadi awan yang akan menaungi jalan terjal kedepan. Hayati saja sakit hati sebagai bunga bunga bermekaran di kebun harapan. Simpan saja pembelaan untuk pupuk semangat diri. Nikmati saja dukacita laksana merdu &lt;em&gt;gendhing tlutur&lt;/em&gt; sinden keraton. Jalani saja semua dengan diam, biarkan jejak jejak peristiwa menjadi batu mustika masa depan. Percayakan semuanya kepadaNya segala urusan dunia. Legowo, tak menarik juga tak mendorong, tak mengangkat juga tak menahan, serahkan semua kepada grafitasi nasib, ikhlas menerima, seberat dan sesakit apapun efeknya akan menguatkan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padang 100717 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-1918966142857741426?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/1918966142857741426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=1918966142857741426&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1918966142857741426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1918966142857741426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2010/07/legowo.html' title='Legowo'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TEOwEN_HMuI/AAAAAAAAAyU/FVX9rYI0iQk/s72-c/pohon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-6322603572246861170</id><published>2010-06-09T00:19:00.003+07:00</published><updated>2010-06-09T00:33:22.302+07:00</updated><title type='text'>Korupsi Rasa Malu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TA58FClss6I/AAAAAAAAAss/365sYKdXDAs/s1600/Jakarta+dari+lantai+202.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480454222592652194" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 206px; CURSOR: hand; HEIGHT: 144px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TA58FClss6I/AAAAAAAAAss/365sYKdXDAs/s400/Jakarta+dari+lantai+202.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika kemalasan dibawa ke kantor, maka yang akan lahir dari produktifitas yang dibeli oleh majikan dengan alatnya yang bernama perusahaan adalah kourpsi. Produk kontra produksi yang melawan semua prinsip kebaikan bahkan mengabaikan konsep balas budi dan rasa terima kasih kepada majikan pemberi kerja, kepada individu pribadi yang telah mempercayakan lestarinya pohon kehidupan bagi karyawannya. Meskipun pikiran sinis menganggapnya hanya rangkaian mekanis dari sebuah sistem perekonomian liberal (?!). Pikiran sinis seperti itu akan rubuh jadi debu begitu saja jika dihadapkan pada kenyataan logis bahwa keberadaan kita di lingkungan pekerjaan adalah manfestasi kita kepada kehidupan, kepada orang orang yang ada dalam kehidupan pribadi kita. Kita menafkahi, merangkai impian dan rencana membeli kesenangan dari gaji yang kita terima rutin setiap bulannya. Dari sanalah kesejahteraan bersumber. Sebuah kenyataan sederhana dan mudah dicerna logika. Maka sudah semestinya rasa terima kasih itu kita wujudkan dalam upaya memberikan yang terbaik kepada tuan majikan pemberi kita pekerjaan dan rezeki.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan dan profesi yang kita miliki saat ini sebenarnya adalah merupakan anugerah yang wajib kita syukuri. Terlalu banyak orang yang tidak seberuntung kita. Mereka tidak memiliki kesempatan seperti kita saat ini. Dan keberuntungan yang kita miliki saat ini juga hanya bisa berwujud impian siang bolong bagi terlalu banyak saudara kita di Indonesia. Sebagai sumber kehidupan sudah selayaknya kita memperlakukan profesi kita dengan hormat sebagai wujud dari pengabdian kita kepada Tuhan, keluarga dan kehidupan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita sering lupa apa yang kita bawa di kepala dan hati kita juga harapan dan ketakutan kita ketika untuk pertama kali mengetuk pintu hati tuan majikan; wawancara lamaran pekerjaan! Menawarkan diri untuk menjadi bagian dari sebuah koloni besar yang mengelola uang untuk menghasilkan uang. Apabila kita mengingat masa itu maka kita akan teringat betapa hati kecil kita berjanji kepada diri sendiri untuk berbakti, memberikan yang terbaik sebagai bukti balas budi atas perjanjian kerja yang diberikan dengan sejumlah imbalan materi serta berjanji dalam hati untuk mematuhi segala kebijakan perusahaan. Tidak terlintas dalam pikiran kita untuk memanfaatkan kesempatan dan kelonggaran yang diberikan oleh kantor untuk bermain catur pada jam kerja atau sekedar ngobrol &lt;em&gt;ngalor ngidul&lt;/em&gt; menghabiskan waktu sampai saatnya patut meninggalkan tempat pekerjaan. Diluar dari hirarki dan struktur yang ada, maka semua berpangkal kepada kebijakan setiap individu untuk bertanggung jawab penuh terhadap porsi tugas yang diberikan oleh tuan majikan. Oleh karena pentingnya tanggung jawab yang harus diembankan kepada karyawan, perusahaan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan kemudahan, termasuk tersedianya peralatan kerja yang memadai bahkan membanggakan. Tapi karena kita manusia, kita sering lupa apa yang ada didalam hati kita ketika kita menghadapi wawancara kerja dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pekerja yang baik adalah satu satunya hal yang layak kita lakukan kepada perusahaan, sebab kita berada didalam rangkaian organisasi itu, kita akan menjadi organ pendukung bagi produktifitas mesin rezeki itu. Pengabdian optimal niscaya akan menjelma menjadi dedikasi tinggi sebagai wujud dari kebijakan pribadi kita sebagai karyawan. Untuk menjadi seperti apa frase muluk muluk diatas tadi sesungguhnya tidaklah serumit yang terbaca dalam tulisan ini. Kita cukup memulai untuk peduli terhadap hal hal yang selama ini kita abai dan diam diam menjadi kebiasaan buruk di kantor. Berhenti melemparkan tanggung jawab seperti bola panas yang harus segera menyingkir dari telapak tangan kita, dan berubah menjadi memberikan kemudahan sebanyak banyaknya kepada semua rekan kerja dan tunduk patuh pada &lt;em&gt;code&lt;/em&gt; &lt;em&gt;of business conduct&lt;/em&gt; maupun kaidah dan norma sosial orang beradab. Dengan menjunjung tinggi kesopanan maupun tatakrama, kita masih bisa menjalankan sebuah operasi dengan taktis dan profesional. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap tugas baru sama halnya dengan ilmu baru yang kita pelajari sambil digaji. Itu tandanya bahwa masih terlalu banyak yang tidak kita kuasai dalam bidang pekerjaan kita. Jika hal itu terdengar utopis, kita sebenarnya bisa menemukan jawabannya kepada nurani kita, sebuah jawaban yang sangat sederhana yaitu mengembalikan rasa hormat dan mengingat kembali tekad untuk patuh terhadap kebijakan ketika wawancara pekerjaan dulu. Sekecil apapun larangan yang dibuat oleh para pengelola perusahaan adalah aturan baku yang harus kita jaga dan kita hormati dengan mentaatinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Larangan dan aturan dibuat untuk menciptakan keseimbangan dan ketertiban; bukan untuk mempersulit keadaan. Aturan dan larangan di pekerjaan adalah sesuatu yang sangat mudah untuk kita langgar atau kita abaikan. Rambu rambu dipasang untuk ditaati, tidak untuk dilanggar dengan justifikasi pribadi. Kita tidak mewakili individu pribadi kita di kantor itu, tetapi hanyalan sebuah fungsi sistematis persemaian modal. Malulah jika larangan sederhana sekalipun kita langgar, sedangkan kita tahu dan sadar bahwa yang kita lakukan tersebut adalah pelanggaran meskipun tidak ada sanksi administrarisnya atau meskipun tidak diketahui orang lain perbuatan itu. Malulah kita yang tidak disiplin pada waktu, dan dengan sombong menganggap diri sebagai yang paling penting dan menentukan dalam bidang pekerjaan kita. Malulah kita jika tugas terabaikan demi sesuatu hal yang bersifat pribadi. Maka malulah kita yang menerima sejumlah uang setiap akhir bulan dan sebagaiannya adalah pemberian cuma cuma sebagai gaji buta atas waktu yang kita korupsi. Maka malulah hidup kita yang dibiayai dari sikap sikap tidak perwira itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketidak disiplinan dan kebiasaan kebiasaan buruk lainnya sudah selayaknya tidak kita bawa ke pekerjaan. Banyak kebiasaan baik yang bisa kita budayakan; menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan kerja, taat dan patuh terhadap tata tertib, menghormati waktu kerja, meninjau kembali ukuran tata krama terhadap kolega, melakukan sendiri hal hal pribadi yang bisa kita lakukan sendiri, adalah contoh hal hal sederhana yang bisa kita lakukan mulai dari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling penting dari semua itu adalah; tidak perlu menjadi penjilat demi sebuah pangkat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OPP - 100608&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-6322603572246861170?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/6322603572246861170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=6322603572246861170&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/6322603572246861170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/6322603572246861170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2010/06/korupsi.html' title='Korupsi Rasa Malu'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/TA58FClss6I/AAAAAAAAAss/365sYKdXDAs/s72-c/Jakarta+dari+lantai+202.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-4022531538655604844</id><published>2010-04-30T04:03:00.001+07:00</published><updated>2010-05-04T00:44:36.030+07:00</updated><title type='text'>Dusta</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S98Ld_rFj8I/AAAAAAAAAqw/gpMEGlM_504/s1600/IMG_5421a+(2).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467101082587336642" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 225px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S98Ld_rFj8I/AAAAAAAAAqw/gpMEGlM_504/s320/IMG_5421a+(2).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam urusan hati, ketika rasanya tidak ada satu orangpun yang layak untuk dipercayai, maka pertanyaan seharusnya dialamatkan kepada diri sendiri, mempertanyakan kredibilitas diri pribadi sebagai orang yang layak dipercaya untuk menganalisa lalu memilih keputusan untuk mempercayai seseorang. Yang menjadi parimeternya adalah penagalaman empiris pribadi yang melindas batin di masa lalu, dimana pernah dijejali dengan dusta secara berulang ulang dalam interval waktu yang acak. Sedangkan rasa sakit karena dibohongi yang sejatinya adalah karena si korban dianggap tidak cukup punya pengetahuan untuk mengungkap jawaban atas kejadian yang berniat disembunyikan. Si korban cukup diberikan skenario yang meyakinkan, untuk hiburan, seperti layaknya menonton bioskop plaza anu, yang isi ceritanya adalah bukan kenyataan; hanya hiburan sesaat. Mengkamuflasekan kejadian yang sebenarnya hanyalah akal akalan untuk berburuk laku sekaligus melindungi diri si pembohong sendiri dari pandangan negatif dalam mengejar kesenangan hati. Sedangkan kesenangan hati tidaklah berbatas, serakah dan tidak ada ukuran pencapaian yang bisa dijadikan skala penghitungan. Intinya, jika mengejar kesenangan hati maka kita tidak akan pernah menemukan ujungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika nafsu meneguk kesenangan disandingkan dengan miskinnya penghargaan atas pasangan, maka lahirlah apa yang dinamakan sebagai dusta atau kebohongan. Sebuah sikap mendua yang terkuak, menyebabkan luka yang akan perlu waktu sangat lama untuk sembuhnya, sebab yang terluka sebenarnya adalah kepercayaan. Kebohongan akan perlahan menjadi kebenaran apabila tidak terkuak, tetapi ketika kebohongan itu terungkap, judulnya menjadi kebenaran yang menyakitkan. Rasa tidak enak sekali ini sering diartikan sebagai ekspresi seorang pencemburu berat. Pemaknaan itu umumnya hanya dilakukan oleh mereka yang tidak dapat mengenal dengan baik pasangannya yang semestinya dapat dipercaya sepenuhnya, tanpa keraguan atas kepercayaan itu. Maka ketika kepercayaan itu menjadi cacat, maka segala makna yang terkandung dalam hubungan itupun lantas dipertanyakan kembali, dipertimbangkan kembali, dan semua membalik kepada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi dari seorang yang merasa kepercayaannya telah dikhianati karena pasangannya berbuat dusta tidak lain tidak adalah kembali kepada diri sendiri. Semacam serangan balik bertubi tubi yang menghajar telak ke ulu hati, beraroma api yang membakar dada hingga seluruh isi kepala; meledak berkeping keping. Kepingan kepingan itu menjelma menjadi iblis, dengan masing masing dua belati karatan di kedua belah tangannya. Matanya mendelik, merah menyala, suaranya parau seperti badai dan segala tindakanya mencerminkan sikap yang destruktif. Sebenarnya orang yang mengalami hal seperti itu, ia sedang berada di titik didih kekecewaan hati yang menghancurkan. Ia akan merasa sendirian karena ternyata ia dikelilingi oleh orang orang kepercayaannya, yang ternyata berbuat bohong; sedangkan ia sendirilah yang menemukan kebenaran yang disembunyikan dengan berbagai modus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena lelah jiwanya menahan perih, ia menjadi gila. Menjadi mahluk aneh penghuni bumi, selayaknya ia tersesat di planet yang asing dengan segala sesuatu yang memusuhi. Ia memilih menentang dunia diam diam, dengan sikap diam. Perkelahian demi perkelahian batin melahirkan perang besar berkepanjangan yang hanya melahirkan korban demi korban hingga menyisakan kehancuran. Jika sudah demikian, maka penyesalan datang ibarat matahari jam lima pagi yang membawa harapan. Ya, penyesalan yang beranak pinak dan terus berputar pada lekukan dan kelokan yang sama dalam angan angan. Hanya penyesalan yang bisa memadamkan bara pertanyaan anomali bagi hati yang tercabik cabik oleh dusta. Namanya penyesalan, tentu adalah perwujudan dari sikap menyalahkan diri sendiri karena ini itu atau karena tidak ini itu di masa lalu sehingga kejadian yang sama harus ia terima dari orang yang sama pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah yang menjadi landasan dari hubungan manusia antar manusia sebenarnya adalah sukarela (?!). Maka dengan pengertian seperti itu, setiap orang sebenarnya berhak untuk menentukan dengan siapa dan tidak dengan siapa seseorang boleh membangun hubungan; sukur sukur menjadi tempat saling menambatkan hati, menyandarkan kepercayan. Menjadi rumus alam paling hakiki, dimanapun pendusta sebenarnya tidak bisa dipercayai. Dan memilih orang yang tidak dipercayai sebagai tempat untuk mempercayai sungguh perbuatan bodoh. Kadang kadang perbutan bodoh itu datang dari pengambilan sikap yang ambigu, hanya karena cita cita untuk menjadi orang baik, memelihara damai dan membagi kebahagiaan. Menerima perbuatan dusta dari orang yang sama secara berturut turut, ternyata mengandung juga sisi lain, dimana sebenarnya si penerima dusta itu memiliki kekuatan hati yang memadai sehingga mampu memberikan kesempatan berulang ulang kepada si pendusta untuk mengkoreksi diri, agar menjadi orang yang benar benar bisa dipercaya, sebab hanya itu yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Berkali kali ia tanggungkan lara hati karena telah didustai, tetapi berkali kali pula hatinya yang patah tumbuh kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kemudian urusan dusta mendustai itu menjadi kebiasaan dan tidak menunjukkan kemajuan pada perilaku pasangan, maka memang sudah demikianlah sifat si pasangan. Dan sialnya, sifat seseorang tidak bisa dirubah oleh orang lain. Sifat dasar dari setiap orang hanya bisa dikontrol oleh si pemiliknya sendiri. Dan ketika si pemilik sifat itu merasa ’yakin benar’ dengan tindakan tindakan dustanya dan nyaman dengan itu, apa mau dikata? Mengasihani diri sendiri hanya agar dikasihanipun percuma. Sedangkan berharap untuk tidak dijejali dusta lagi di kemudian hari oleh orang yang sekarangpun ragu. Akal pikiran logika seakan mati, tercekik oleh kebingungan atas pertanyaan dan ketakukutan sendiri. Mengambang seperti tai hanyut di tepian kali. Tinggal bagaimana ia menyesuaikan diri dengan benturan dan ayunan dendamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempol 100430 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-4022531538655604844?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/4022531538655604844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=4022531538655604844&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/4022531538655604844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/4022531538655604844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2010/04/dusta.html' title='Dusta'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S98Ld_rFj8I/AAAAAAAAAqw/gpMEGlM_504/s72-c/IMG_5421a+(2).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-6498079774005257343</id><published>2010-03-19T00:25:00.004+07:00</published><updated>2010-03-19T07:06:39.486+07:00</updated><title type='text'>Balada Nawangwulan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S6JitF-SyvI/AAAAAAAAAqE/vSIdf0ZwZEA/s1600-h/Nawangwulan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450027025908812530" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 86px; CURSOR: hand; HEIGHT: 137px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S6JitF-SyvI/AAAAAAAAAqE/vSIdf0ZwZEA/s320/Nawangwulan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alkisah, serombongan bidadari dari khayangan, meniti pelangi turun ke bumi, menuju telaga dimana mereka akan berbasah basah penuh sukacita. Jaka Tarub yang beruntung, mengendap dari balik rerimbunan semak belukar, terbangkitkan gejolak alam, panggilan paling purba akan kesempurnaan lawan jenisnya. Pada waktu itu, hari mulai senja. Jaka Tarub yang nakal mencuri sehelai selendang warna ungu, milik salah satu bidadari diantara tujuh. Entah yang mana, sekenanya saja sebab semua begitu elok rupawan, molek bagai boneka. Ternyata selendang ungu itu milik Nawangwulan, bidadari malang yang tak sanggup terbang tanpa selendang, sementara yang lain telah kembali ke khayangan, tempat dimana tidak ada kesulitan dan kekesalan. Dunia tanpa batas dimana dulu ia bebas untuk menjelma jadi manusia, kemudian memilih lelaki yang disuka untuk dikencani dan dibawa pulang, tidur dalam pelukan sampai matahari membangunkan. Nawangwulan tak punya pilihan, diucapkannya janji kepada diri sendiri untuk mengabdi bagi sesiapa yang menolongnya pergi dari telaga yang menggigilkan dan menjanjikan keamanan. Maka jadilah Jaka Tarub sang pahlawan, mempersunting bidadari seumpama tertimpa rembulan. Dan Nawangwulan menerima nasibnya, dijauhkan dari ingar bingar dunia angkasa, setia menjalani kehidupan artificial yang sebenarnya bukan dunianya. Dipakasakannya hati demi memenuhi janji yang ia ucapkan sendiri ketika rasanya tak akan ada satu orangpun akan mampu menolongnya dulu. Dilupakanya statusnya sebagai selebriti angkasa, yang dikerumuni oleh pemuja pemujanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sudah menjadi aturan kehidupan, bahwa segala yang ada di dunia pasti akan ada akhirnya. Segala yang menyertai kehidupan akan berubah, waktu memberi pengertian pengertian yang berbeda, terkadang memberi makna lewat proses keseharian yang terkadang direncana, namun lebih sering tak terduga. Jaka Tarub menganggap keberuntunganya akan abadi, sedangkan Nawangwulan yakin suatu saat kemalangannya akan berakhir. Mereka berdua menjalani hidup saling terikat oleh tali hati berusaha saling menjaga hati yang rapuh agar tak retak ataupun hancur oleh terlukanya perasaan. Waktu berjalan, melahirkan kebosanan di perasaan. Bagi Nawangwulan, menjadi manusia sudah terasa tidak nyaman lagi. Hidupnya jadi monoton, hanya hitam dan putih warna yang ada, hanya kedepan pandangannya dapat diarahkan. Terkadang ia rindu kemeriahan khayangan, tempat dimana para pemujanya sengaja mengelu elukan, memuja mujanya sebagai yang paling istimewa. Yang paling ia rindui adalah rasa bebasnya dari segala bentuk kewajiban, keharusan dan aturan kepantasan yang harus ditaati. Di khayangan, semua hal adalah pantas. Sedangkan di mayapada, pemuja satu satunya hanyalah Jaka Tarub, lelaki biasa yang oleh keberuntungan nasibnya telah memperistrinya. Rasa beraninya bangkit untuk memberontak, bahwa bukan di mayapadalah tempatnya yang sejati. Tetapi apa daya, ke khayangan hanya bisa ditempuh dengan meniti pelangi, dibantu dengan selendang warna ungu miliknya yang telah hilang tercuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi berkabut, seperti biasanya Nawangwulan berpesan kepada suaminya untuk tidak pernah membukan kekep penutup kukusan menanak nasi sembari pergi ke telaga untuk cuci mencuci. Rasa penasaran lelaki Jaka Tarub mendorongnya untuk melanggar larangan itu, sekedar menjajaki apa yang bakalan terjadi kemudian. Rupanya didalam kukusan yang terpanggang diatas tungku dari batu cadas, Jaka Tarub hanya menemukan satu biji beras. Ia baru sadar, bahwa selama ini lumbungnya selalu penuh oleh pundi pundi padi, seolah tidak berkurang meskipun setiap hari ia tahunya makan nasi berkecukupan. Ia takjub dan terkejut oleh keajaiban yang tidak disadarinya itu. Larangannya begitu sederhana, dan ia melanggarnya dengan cara yang sederhana pula. Sepulangnya Nawangwulan dari mencuci, Jaka Tarub menceritakan pengalaman hebatnya, dan luluh lantaklah tulang belulang Nawangwulan. Pantangan yang dilanggar Jaka Tarub itulah satu satunya kekuatan ajaib yang dimiliki sebagai seorang bidadari, dan sekarang ia harus rela lagi menerima kehidupan sebagai manusia seratus persen, dia akan harus menumbuk padi di lesung, menampinya dan memilah milahnya supaya ia bisa memasak nasi yang cukup bagi keluarganya. Hidupnya tidak lebih baik dari beberapa tahun sebelumnya, yaitu ketika segalanya masih baru. Jaka Tarub menyesal setengah mati telah mengungkap larangan sederhana, ia tahu kini bahwa hal yang terlalu sederhana terkadang menyembunyikan kenyataan yang mengerikan, dan hanya akan membuahkan penyesalan. Keduanya kini bekerja keras untuk dapat menjaga supaya langkah mereka tetap akan sama, menuju ke arah yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu tumpukan padi di lumbung menipis, sewaktu perasaan cinta mulai terkikis, suatu hari Nawangwulan menemukan hari keberuntungannya. Ditemukannya selendang ungu yang ia sudah cari cari sejak terakhir bercengkerama dengan saudari saudarinya dari angkasa. Ya, selendang ungu itu miliknya pribadi, kendaraan satu satunya yang bisa mengantarkannya pulang kembali ke alam angkasa, kembali menjadi selebriti dunia maya. Maka ia tak menemui Jaka Tarub, pada selembar daun pandan ia tulisakan pesan, menumpahkan kesalahan kepada sikap abai Jaka Tarub yang telah berani melanggar laranganya, yang telah menyepelekanya sebagai keturunan bidadari dari khayangan. Jaka Tarub juga dianggap bersalah telah mencuri selendang ungunya, yang menyebabkannya kemudian harus hidup terikat, terkekang dan menderita bersama Jaka Tarub. Ditumpahkannya segala bentuk kesalahan dan kejadian buruk masa lalu kepada Jaka Tarub yang kehilangan hak jawab, diungkitnya lagi sakit hati yang pernah dideritakan dulu sewaktu masih seperjalanan. Selendang itu memberinya kekuatan baru untuk melawan, sebab ia akan menjejak bumi, meninggalkan Jaka Tarub tanpa peduli. Suka cita dan canda tawa yang pernah terjadi kemudian menjadi pucat pasi, layu dan mati bersama kenang kenangan dan sejarah yang rasanya tidak perlu untuk dikenangkan lagi. Nawangwulan tidak peduli meskipun ia tahu segala kata kata yang diucapkan kepada Jaka Tarub adalah mengada ada, toh ia akan pergi, menjejak bumi meninggalkan mayapada yang penuh tipuan dan kebohongan ini. Ia akan kembali kepada kehidupan aslinya di sudut langit bernama khayangan, dimana segala hasrat manusiawi dapat ia tebuskan hanya dengan menjentikkan jari. Ia sudah terlalu lama terpenjara di bumi, terpisah jauh dari para pemujanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hati sudah tidak menghendaki dan jika rasa nyaman sudah tidak ada lagi, maka hal sederhanapun bisa menjadi suatu penyebab berakhirnya sebuah hubungan antar manusia. Kesalahan dijadikan senjata, sedangkan niat baik telah berubah menjadi prasangka, maka waktunya mengukir cerita menjadi prasasti, catatan perjalanan yang mati di dinding candi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempol, 100318 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-6498079774005257343?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/6498079774005257343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=6498079774005257343&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/6498079774005257343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/6498079774005257343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2010/03/balada-nawangwulan.html' title='Balada Nawangwulan'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S6JitF-SyvI/AAAAAAAAAqE/vSIdf0ZwZEA/s72-c/Nawangwulan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-2928514530117499007</id><published>2010-02-19T09:33:00.005+07:00</published><updated>2010-02-19T11:44:04.626+07:00</updated><title type='text'>Lawatan Khayali</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S337JeMWzkI/AAAAAAAAAp8/zAd9gwf59-k/s1600-h/sleep.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439780065075711554" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 133px; CURSOR: hand; HEIGHT: 93px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S337JeMWzkI/AAAAAAAAAp8/zAd9gwf59-k/s320/sleep.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tidur adalah berkah mewah dan istimewa bagi hidup yang terus bergerak mendaki makin terjal kurva cembung kulminasi usia. Ketika raga dan otot sensorik terbius mati, maka sebuah perjalanan lawatan ke dunia mimpi dimulai. Pada detik pertama tertidur, maka detik yang sama juga menjadi langkah perjalanan petualangan ruh ke alam mimpi, angan angan; alam bawah sadar yang memiliki keniscayaan mutlak, yang tidak punya batas, garis, aturan maupun bentuk yang bisa digambarkan. Alam itu begitu sempurnanya, sehingga sanggup mematahkan semua konsep ketidak mungkinan. Setiap petualangan mengandung pesan dan keindahannya sendiri, sesuatu yang hanya akan terjadi satu kali dalam seumur hidup. Baik petualangan di alam nyata maupun di planet mimpi, baik dilakukan bersama ataupun sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita kejadian sepanjang perjalanan petualangan mimpi tidak pernah bisa diramalkan sebelumnya oleh akal sehat di dunia nyata, atau dilahirkan oleh pikiran pikiran taktis dan pragmatis dalam bentuk teori ilmiah. Katanya dunia mimpi berisi kehidupan yang timbul dari kebingungan nalar dalam memahami atau menyimpulkan sesuatu kejadian (siang harinya), tetapi terkadang mimpi berisi kisah berkesan yang tidak ada hubunganya dengan buah pikiran sesiang hari. Mimpi yang buruk tidak bisa dicegah datang dan perginya, serta tidak peduli separah apa akibatnya bagi gangguan kewarasan perilaku bijaksana ketika berpergaulan. Mimpi buruk adalah kehidupan muram versi alam bawah sadar, yang mengartikulasikan setiap detail penderitaan yang diakibatkan oleh kesialan. Bahkan definisi kesialan itu pula lahir dari pikiran yang subyektif serta negatif. Ingatan yang dihindari, pikiran yang diupayakan untuk dipungkiri di siang hari sering menimbulkan balas dendam berupa terjadinya kembali episode paling getir dalam hidup yang pernah terjadi di masa silam. Itupun umum disebut sebagai mimpi buruk. Indahnya, segala kesedihan dan nestapa yang memilukan itu terjadi tanpa memakan energi dari badan kasar, melainkan hanya libatan emosi semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi yang ndah sebaliknya, adalah harapan dan cita cita semua manusia waras. Bahkan saking warasnya, terkadang dibuat sebagai pesan sebelum tidur kepada orang yang kita sayangi agar bermimpi yang indah. Terdengar romantis, hanya saja tidak logis. Mimpi bukan barang bikinan yang bisa dipesan seenak udel, apalagi porsekot pemesanan mimpi itu hanya sebuah basa basi atau malah bahkan rayuan maut si penjahat kelamin. Petualangan yang terjadi didalamnya adalah utopia sejati. Segala hal yang ada dan yang hidup didalam kisah mimpi indah memiliki kemutlakan hakiki. Mimpi yang indah sesungguhnya adalah gugusan jawaban atas hal yang sulit dicerna di siang hari. Bermimpi bertemu dengan kekasih yang dirindui, misalnya, adalah buah dari rasa rindu itu sendiri yang mendarah daging sampai ke syaraf otak bahkan tanpa disadari. Bathin yang merindu mengharapkan pertemuan yang sulit dilakukan karena tatanan peradaban dan aturan kepantasan, dan mimpi tentang pertemuan yang meniadakan dimensi ruang dan waktu adalah jawaban manis melebihi khayalan. Mari berharap saja, dapat tertawa atau tersenyum dalam tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, jangan jangan....mimpi adalah refleksi kebalikan dari keadaan alam fikiran kita di dunia nyata?! Atau mimpi adalah sebuah kanal terusan yang menghubungkan alam pikiran pada detik terakhir terjaga dan detik pertama terlelap? Oleh karena mimpi adalah lawatan pikiran yang misterius; &lt;em&gt;unpredictable&lt;/em&gt;, mungkin ada baiknya mengantisipasinya sebelum tidur dengan hal hal baik sebagai ritual pergi tidur. Badan yang bersih oleh mandi yang baik, satu semprotan kecil &lt;em&gt;Eclat Sport for Man&lt;/em&gt; di dada akan baik, baju tidur yang baik, tempat tidur yang baik, selimut yang baik, persiapan yang baik untuk hal hal pertama ketika terbangun besok, doa yang baik, pikiran yang tenang nyaman dan baik, lalu harapan akan datangnya mimpi yang baik adalah persiapan yang baik untuk menyerahkan badan wadag kepada ketidak berdayaan sebaik baiknya, sebagai bentuk penghargaan terhadap rasa syukur atas karunia hidup yang masih diberikanNya kepada kita dengan cuma cuma. Sebuah ekspresi terimakasih kepada hidup karena keadaan yang baik baik saja sampai hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sleep tight...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambuapus 100219 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-2928514530117499007?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/2928514530117499007/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=2928514530117499007&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/2928514530117499007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/2928514530117499007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2010/02/lawatan-khayali.html' title='Lawatan Khayali'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S337JeMWzkI/AAAAAAAAAp8/zAd9gwf59-k/s72-c/sleep.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-652465486868978467</id><published>2010-02-02T08:23:00.006+07:00</published><updated>2010-02-02T08:59:27.822+07:00</updated><title type='text'>Siapa Punya Siapa Kita</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S2d-vZciwkI/AAAAAAAAApk/bcG2Ao92A6g/s1600-h/belonging.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433450828195349058" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 124px; CURSOR: hand; HEIGHT: 120px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S2d-vZciwkI/AAAAAAAAApk/bcG2Ao92A6g/s320/belonging.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;: PYO&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Dari angka satu sampai ke angka sepuluh, siapakan orang yang paling kita sayangi saat ini?&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka segala ingatan, kesadaran dan kemutlakan subyektifitas penilaian akan memanggil nama nama orang yang saat ini masih hidup dan berpengaruh besar dalam memanusiakan diri kita; yang pengaruhnya paling besar, menimbulkan empati paling kuat, dan paling ingin kita bahagiakan, itulah penyandang predikat orang tersayang. Mengingat ataupun menyebut namanya bisa menggetarkan seluruh jalinan perasaan, sebab dia yang mampu menyumberkan kasih sayang dan memang paling layak untuk menjadi orang yang paling kita sayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua, ibunda adalah sosok yang semestinya paling layak mendapatkan gelar orang tersayang karena beliaulah yang membuat kita menjadi manusia, kemudian yang mengajari kita tentang tata tertib dunia, mengenalkan kepada hidup dengan caranya, menuntun sikap untuk selalu menuruti cahaya hati. Cintanya sebesar rongga antara bumi dan langit, sedangkan kasih sayangnya seluas ukuran dunia. Suci dan juga sepenuh hati. Tidak akan pernah ada cinta yang menyamai keagungan cinta seorang ibu yang bercita cita memuliakan anaknya dalam kehidupan dunia. Begitu besar cinta kasihnya sehingga ruh seorang ibu selalu tertitis kepada anak anaknya. Tidak peduli hal apapun yang kita anggap sebagai hal buruk yang diberikan oleh seorang ibu, maka ibu tetaplah seorang malaikat utusan Tuhan untuk menjadi perantara keberadaan kita di dunia dalam keadaan hidup. Nah, bukankah hidup adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan melalui tubuh ibunda? Tidak ada kemuliaan yang melebihi hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bapak yang baik kepada anaknya sendiri. Menempatkan diri dalam kehormatan seorang bapak yang ikhlas rela menjaga dan &lt;em&gt;ngawat awati &lt;/em&gt;sang anak dari orok hingga meninggal dunia kalau mungkin. Seorang bapak yang mampu memanjakan anaknya, menjadikan kebutuhan lahir batin sang anak sebagai prioritas utama, bertanggung jawab mengumpani sekaligus melindungi anaknya dari segala bentuk kesusahan. Sang bapak yang menyuapi anaknya dengan pengalaman pengalaman hidup yang berharga, sebagai mata pelajaran bagi sang anak dalam mengayunkan langkah kakinya yang hijau. Kelahiran seorang manusia sesungguhnya tidak pernah akan terjadi tanpa campur tangan seorang bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak yang juga manusia biasa, ibu yang juga manusia biasa merekapun terkadang terjebak dalam sifat hewani kemanusiaanya, buta terhadap betapa mulianya menjadi orang tua; memperlakukan anak sebagai komoditas pengumpul materi semata. Tetapi mereka tetaplah orang tua yang membuat kita ada didunia dan menjadi salah satu renik yang membuat kehidupan dunia bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian anak. Titisan ruh, titisan darah dan daging dua manusia, dua individu asing yang beda jenis yang kemudian membentuk menjadi manusia baru. Anak memberikan pelajaran paling berharga bagi setiap manusia dewasa untuk memahami bagaimana dulu dibesarkan oleh orang tua. Kepadanya, orang tua membangun rambu rambu dan menyalakan cahaya, meratakan tanah pijakan untuk dilewati sang anak supaya aman sentausa di masa depannya, supaya mampu menghidupi dirinya sendiri dan menciptakan kehidupan bagi orang lain pada saatnya kelak orang sang orang tua termakan usia. Kehadiran seorang anak adalah penyadaran terbesar akan siklus silsilah panjang sekaligus memberikan harapan bahwa tentakel silsilah dijamin semakin meraksasa dan panjang. Kepada anak, orang tua menitipkan warisan berupa zaman, yang terus bergerak dan berubah mengikuti kehendak kehidupan. Anak selayaknya adalah symbol kebahagiaan hidup, buah cinta dan tumpahan kasih sayang sepanjang hayat dikandung badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru kemudian orang asing, si individu asing yang bersarang di dalam batin, dimana dengan suka rela dan maksud yang sama telah menjadi teman hati, terikat dengan talihati yang tidak terlihat oleh mata. Kita menyayanginya karena kita disayang olehnya. Simbiosis mutualisme batin yang tidak mungkin untuk dijabarkan hanya dengan serentetan kata kata. Sebuah hubungan aneh atas kuasa rasa yang sama, yang memberikan sensasi sensasi hipnotis bagi siapapun yang mengalaminya. Namanya asmara. Oleh sebab faktor waktu dan lain sebagainya, posisi ini sering terjadi pergeseran nama dan zaman ke zaman. Orang asing yang kita sayangi saat ini bisa jadi bukanlah orang yang sama seperti sepuluh tahun, lima tahun, tiga tahun, atau enam bulan yang lalu. Kepadanyalah kita menemukan potongan puzzle yang lalu membentuk keutuhan sketsa impresi sebagai sebuah pribadi, sebagai seorang manusia dalam level mutunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deretan angka selebihnya diwakili oleh nama nama yang sangat kita kenal dan kita fahami keadaanya, atau oleh ikatan darah yang tidak bisa diceraikan dengan apapun. Namanya juga subyektif, jadi masing masing orang bebas menentukan siapa berada pada urutan peringkat berapa dalam posisi orang tersayang dalam hidup kita. Samasekali bukan soal pembandingan kualitas, akan tetapi hanya sekedar skala prioritas. Sesungguhnya setiap orang adalah orang tersayang bagi seseorang. Bagi seseorang yang beruntung, dia bisa menjadi orang tersayang bagi lebih dari satu orang, sedangkan dia si orang beruntung hanya punya satu orang tersayang dalam hidupnya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kita tidak pernah tahu orang tersayang urutan ke berapakah kita bagi orang lain, tetapi kita tahu pasti siapa orang orang yang kita sayangi dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya 100202 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-652465486868978467?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/652465486868978467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=652465486868978467&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/652465486868978467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/652465486868978467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2010/02/siapa-punya-siapa-kita.html' title='Siapa Punya Siapa Kita'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S2d-vZciwkI/AAAAAAAAApk/bcG2Ao92A6g/s72-c/belonging.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-2500761567619185978</id><published>2010-01-26T21:36:00.000+07:00</published><updated>2010-01-29T21:40:11.818+07:00</updated><title type='text'>Suami Istri</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S2LzKsSiTOI/AAAAAAAAApc/Zs8rHFPvqU4/s1600-h/suamisitri.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432171465575386338" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 139px; CURSOR: hand; HEIGHT: 140px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S2LzKsSiTOI/AAAAAAAAApc/Zs8rHFPvqU4/s320/suamisitri.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dua individu asing yang bertemu lalu menyatu menjadi satu individu baru? Atau dua individu asing yang bertemu dan lalu bergandengan tangan melangkah bersama dengan langkah yang sama tetapi tetap dalam perbedaanya? Atau mungkin dua individu asing yang atas dasar perbedaanya kemudian sepakat untuk melebur menjadi individu baru yang dilengkapi dengan dokumen sah yang menyatakan bahwa mereka pasangan yang terikat oleh kewajiban mentaati hukum sipil peradaban dan bersumpah atas nama Tuhan. Sedangkan sumpah atas nama Tuhan adalah sumpah tertinggi yang bisa dijadikan ukuran sumpah apapun. Itu semua tebusan untuk legalisasi perbuatan yang tadinya tidak boleh untuk dilakukan sebelum sumpah dan akta nikah mengikat pasangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi suami istri adalah langkah pertama untuk terikat dalam aturan aturan yang ketat terutama tentang tenggang rasa, hormat dan bagaimana memelihara cinta dengan saling menghargai dan mempercayai. Soal rasa sayang tentu tidak masuk akal lagi untuk diperbincangkan disini, oleh sebab setiap pernikahan pasti diawali dengan rasa kasih sayang atau rasa cinta, atau asmara. Hubungan suami istri - ritual paling purba sepanjang serjarah peradaban manusia, warisan dari sifat mahluk hidup yang dilengkapi dengan akal rangsang dan nurani - menjadi barang legal yang boleh dilakukan kapan saja dan dimana saja sesukanya. Sedangkan persetubuhan adalah ekspresi tertinggi dari nilai kasih sayang yang divisualisasikan dengan segenap perasaan terdalam bernama nafsu. Buah terlarang yang semestinya tidak boleh dimiliki pada orang yang tidak terikat pernikahan, sebab pernikahan memang adalah legalisasi hubungan badan suami istri! Selebihnya adalah pembagian kewajiban dan hak sebagai sebuah lembaga bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat nikah hanyalah kertas, pengikat lembaga itu yang sejatinya adalah itikad nurani untuk setia menjaga komitmen perkawinan dan memberi nilai positif terhadap diri sendiri. Orang yang berbuat baik akan menilai dirinya baik dan itu baik untuk memotivasi diri untuk menjadi orang yang baik. Kaki kiri dan kaki kanan bisa tidak simetris pada saat kita berjalan, tetapi toh keduanya membawa tubuh ke arah dan tujuan yang sama. Dua individu asing tetap menjadi dua individu asing, menjaga kerahasiaanya masing masing demi membela arah dan tujuan yang sama pula. Bentuk hubungan akan berkembang mengikuti kemauan zaman, mengikuti arus takdir kedua individu asing tersebut. Rapuhnya akta nikah dan sumpah dihadapan Tuhan sebagai tali pengikat hubungan dibuktikan dengan banyaknya pasangan yang mendaftarkan diri mereka di pengadilan untuk proses perceraian. Sebuah penyelesaian yang elegan dari ketidak sesuaian yang ditemukan kemudian setelah sebelumnya hakul yakin bahwa pasangannya adalah jodoh yang dikrimkan Tuhan. Bukan soal salah memilih orang sebagai pasangan, tetapi lebih kepada arogansi ego masing masing yang terlalu tinggi sehingga menutupi sumpah maupun komitmen yang ditandatangani hitam diatas putih. Akta nikah tidak bisa menjadi pengikat dua keinginan, sebab tali hatilah yang sebenarnya menjadi satu satunya pengikat dua individu asing untuk menjalani sesuatu bersasma sama dengan rasa yang sama dan semangat yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dulu alasan sepasang manusia menikah adalah karena mereka sama sama terlalu takut untuk kehilangan pasangannya (menjadi bukan pasanganya lagi). Lalu berikrar dengan disaksikan orang lain bahwa mereka sepakat untuk menjalani hidup bersama selamanya. Dalam suka dan duka, susah senang, sehat dan sakit. Amboyy...betapa indahnya kata kata utopia yang membuai. Itulah nilai tertinggi dari hubungan dua individu asing yang kemudian menjadi suami istri; menjalani hidup bersama, merencanakan dan mengalaminya bersama sama. Karena itulah sebabnya disetiap peradaban manusia suku manapun pasti ada ritual pernikahan meskipun cara yang dilakukan berbeda beda. Dan setiap perkawinan menghasilkan cerita peradaban yang berbeda beda. Dan, cerita perkawinan terindah hanya bisa terbentuk oleh hubungan dua individu berbeda jenis kelamin untuk saling menyenanangkan, saling menjaga, serta saling membiarkan pasangan menjadi diri sendiri. Maybe!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasikmalaya – Garut - Jakarta 100124&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-2500761567619185978?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/2500761567619185978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=2500761567619185978&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/2500761567619185978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/2500761567619185978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2010/01/suami-istri.html' title='Suami Istri'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S2LzKsSiTOI/AAAAAAAAApc/Zs8rHFPvqU4/s72-c/suamisitri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-649504579595684665</id><published>2010-01-15T07:34:00.002+07:00</published><updated>2010-01-15T07:38:22.644+07:00</updated><title type='text'>Usai Perang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S0-47MGuv5I/AAAAAAAAAo0/7DfitYL9zRg/s1600-h/after+war.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426759403005984658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 113px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S0-47MGuv5I/AAAAAAAAAo0/7DfitYL9zRg/s320/after+war.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pesta iblis akhirnya usai. Perang telah selesai. Luka luka diteliti dengan seksama. Korban ditaksir berdasarkan bobot penghargaan atas sebuah hubungan; tak ternilai dengan materi. Duapuluh enam hari musuh mengamuk didalam selimut yang melelahkan berlalu, menyisakan serpihan kebahagiaan yang berserakan pecah berantakan. Air mata kering, sumbernya mati karena dikuras setiap hari. Panas dendam telah menghanguskan hampir ke seluruh aspek kehidupan, bahkan yang tidak berhubungan dengan peperangan. Dimana mana, perang hanyalah memproduksi korban. Sedangkan perang, selalu dimulai dari sebuah pengkhianatan sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan yang khianat, laki laki yang khianat. Khianat terhadap janji, khianat terhadap diri sendiri. Manipulasi perasaan atas kuasa nafsu. Dan sudah menjadi ciri wanci, bahwa setiap penghianat pastilah akan di laknat. Laknat dunia akherat sebagai bentuk pemaksaan pertanggung jawaban atas perbuatan yang khianat. Perbuatan khianat yang melahirkan perang, yang menyisakan kerusakan parah untuk waktu yang panjang. Kecacatan permanen terhadap kemapanan emosi yang menganggap sebuah kebahagiaan akan bisa abadi. Sungguh sebuah perang yang mengerikan, ketika ribuan pedang menghambur dari kegelapan; sebuah upaya pengelabuan yang gagal. Itikad yang terkandung didalamnya sudah menunjukkan nilai negatif atas komitmen tali hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu asap gelap tersibak dan terang menjelang, perih perih dihitung dan dirasakan sekali lagi. Badan yang tercacah dengan luka menganga masih bisa ditahankan, tak seberapa sakit dibandingkan dengan nilai harga diri yang dirampok si durjana. Di dalam sepi setelah musuh pergi dengan membawa selimutnya sekalian, sebuah catatan perang ditulis sebagai eksplorasi atas gores demi gores luka yang diderita. Kisah yang akan menceritakan panjang lebar tentang sebuah kepingan peristiwa atas persekutuan yang cidera. Sudah waktunya mengemas impian dan lalu memasang nisan diatas kubur kenangan. Dunia yang beku dan muram menancap di liat dan pekatnya lumpur kekalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka luka harus segera disembuhkan dan sisa perang harus segera dibersihkan, keadaan harus segera bisa dipulihkan. Kekalahan harus diterima, sebab para pengacau telah pergi bersembunyi; saling melindungi dan tidak pernah ada tanggungan yang mereka jawab. Pengecut memang selamanya demikian dan akan terus menjadi pengecut sampai akhir zaman. Memang sebaiknya mereka pergi dan tidak kembali, menjauh dari segala bentuk tanggung jawab untuk hidup yang lebih enak, dan untuk dunia yang lebih tenteram dalam persembunyian. Sayangnya, mereka bersembunyi hanya persis didepan mata!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pesta perang para iblis harus selesai. Saatnya menunggu sang waktu menyembuhkan luka, merestorasi hati kemudian membersihkannya dari serpihan beling yang menancap di didnding langit pikiran. Jalan kedepan akan penuh dengan tantangan yang harus dapat diretas sendirian. Tidak akan mudah dan memerlukan kekuatan melebihi rata rata, bahkan hanya untuk sekedar menerima kekalahan. Butuh hati berukuran raksasa untuk dapat menghayati indahnya dikhianati. Toh semua sudah terjadi dan berlalu, menjadi masalalu yang benda mati. Setidaknya manis dan getir perjalanan yang pernah terlewati memberi pelajaran baru tentang isi hidup. Pengalaman memperkaya pemahaman atas nilai sebuah hubungan serta ukuran ketaatan azas tenggang rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika perang iblis usai, perang barupun dimulai. Satu kelas lebih tinggi dari perang sebelumnya, karena perang baru adalah bentuk perlawanan dari kebangkrutan nurani oleh sebab terkurasnya cadangan kesabaran. Perang yang lebih bermartabat karena misinya adalah mengembalikan nilai kehidupan kedalam norma peradaban berdasarkan kebijaksanaan. Meneruskan cita cita sederhana; menjadi orang baik dan memenjara dendam yang ibarat Da;jjal. Merapikan kembali segala yang porak poranda, mengenangkan peristiwa ini sebagai satu episode yang telah selesai penayangannya. Sampai hari hari akan berjalan seperti sedia kala...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambuapus, 100115 - 0238&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-649504579595684665?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/649504579595684665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=649504579595684665&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/649504579595684665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/649504579595684665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2010/01/usai-perang.html' title='Usai Perang'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S0-47MGuv5I/AAAAAAAAAo0/7DfitYL9zRg/s72-c/after+war.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-7227467023508800023</id><published>2010-01-14T02:13:00.012+07:00</published><updated>2010-01-14T07:33:55.422+07:00</updated><title type='text'>Membaca Luka</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S03__ympMuI/AAAAAAAAAos/kFLDJWD2pwU/s1600-h/luka.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426274597432013538" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 140px; CURSOR: hand; HEIGHT: 114px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S03__ympMuI/AAAAAAAAAos/kFLDJWD2pwU/s320/luka.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;When love goes wrong, nothing goes right.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membacai catatan tentang luka, seperti membangkitkan iblis dari kuburnya. Berhamburan menyerbu muka, dada dan kepala. Kenangan menikam perih seperti jantung tertancap kujang karatan. Memang benar, hanya karena nila yang setitik, susu sebelangapun bisa tercemar. Hanya dengan hujan yang sehari orang lantas bisa begitu saja melupakan kemarau yang setahun penuh. Satu luka bacokan yang tepat ditengah bahagia niscaya akan sanggup melumpuhkan sisa jatah kehidupan. Ia menjadi bibit dari semua jenis malapetaka di alam batin. Luka luka yang menyusul sesudahnya tidak lebih dari siraman air cuka diatas luka lama. Menyebabkan lupa atas rasa segala bentuk kesenangan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membacai lagi catatan catatan lama, seolah olah menemukan lagi pribadi baru yang menipu jiwa. Semuanya menjadi asing, bahkan terhadap wajah sendiri yang terpantul dari genangan air mata. Riwayat yang tercatata di altar langit berjatuhan laksana hujan dari jawaban atas pertanyaan pertanyaan yang tetap menjadi rahasia sendiri. Kaki dan tangan seolah terikat ketika gerombolan iblis bertamu pada malam penuh kegelapan. Mereka telah menyeret mata menuju subuh lalu tertawa pergi menyembunyikan keji ketika matahari tiba menuntut pertanggung jawaban aktualisasi diri. Iblis iblis itu mereka persis seperti orang orang pengecut yang kelak akan mati membusuk dimakan belatung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya hati bisa menjadi kuat setelah melalui beribu malam dalam perkelahian bisu. Semestinya semuanya menjadi lebih terang setelah reda sang hujan. Tidak seharusnya memang luka yang sama terjadi berulang kali. Tidak seharusnya juga orang yang dipercaya menikamkan belati pengelabuan di dipunggung yang tersandar. Seharusnya memang tali pengikat hati dilepaskan, direlakan sang putri menjadi selebritis laris di langit maya tempatnya memuja rasa. Tempat manusia memang di bumi, di dunia nyata dengan manusia nyata; tempat bahagia dan duka yang nyata.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keikhlasan laksana seberkas cahaya yang mampu menuntun diri untuk selalu ingat pada sesama ketika mata hati gelap oleh badai khianat. Seharusnya!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kuta Bali - 100114&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-7227467023508800023?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/7227467023508800023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=7227467023508800023&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/7227467023508800023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/7227467023508800023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2010/01/membaca-luka.html' title='Membaca Luka'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S03__ympMuI/AAAAAAAAAos/kFLDJWD2pwU/s72-c/luka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-284836826868924790</id><published>2010-01-13T01:59:00.001+07:00</published><updated>2010-01-14T06:50:03.661+07:00</updated><title type='text'>Dunia Maya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S0yrSCIoYEI/AAAAAAAAAok/L8Ca-ETzNV4/s1600-h/virtual.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425899977373671490" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 125px; CURSOR: hand; HEIGHT: 96px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S0yrSCIoYEI/AAAAAAAAAok/L8Ca-ETzNV4/s320/virtual.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dunia maya adalah padang kehidupan dengan orang oroang virtual, saling berteman tanpa harus merasakan menjadi teman yang sejatinya. Teman yang sebagai malaikat tidak bersayap itu. Dunia maya juga adalah kehidupan tak nyata yang didasarkan atas angkasa tak bertuan, tak berpagar dan tak berambu. Disana manusia saling tampilkan nafsu. Jalinan sosial yang terbentuk dari interaksi nafsu berupa lorong lorong labirin penuh kejutan menyakitkan. Sebagian pengecut di dunia nyata bersembunyi rapi jali di dunia maya, mempertontonkan kepengecutannya yang sejati di dunia yang bahkan tidak nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai wahana angkasa, orang yang maju akal pikirannya tidaklah bisa menolak daya tariknya. Sebuah lapangan besar berisi permainan hayal rupa rupa dan sangat rahasia. Seperti pasar tradisional dimana setiap sesama boleh memilih dan dipilih untuk dimanterakan supaya menjadi nyata, seorang yang menyentuh dan teraba. Kita tidak bisa memagarinya supaya kita tidak ada didalam pengaruh kesaktiannya ketika kita ada di bagian luarnya, akan tetapi kita juga tidak bisa melindungi diri dari niat itikad untuk masuk dan berselancar didalamnya ketika kita sendiri sudah menjadi bagian darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejaring sosial, ludah laba laba yang menjerat peradaban dengan kebiasaan baru dan seolah olah dunia baru; mempertemukan, menyatukan dan juga mampu menceraikan bahkan menghancurkan hidup nyata. Sebuah kehidupan nyata yang dipunggah ke atas panggung khayali manusia dirangkai dengan tali hati. Kehidupan ’seolah olah’, kisah kisah cinta atas kuasa bohong hingga segala pencitraan nafsu binatang niscaya ada disana, tidak diakui oleh pemiliknya sendiri; si empunya diri. Acap kali gesesekan antara dunia maya dan dunia nyata menimbulkan gempa yang menggemparkan. Bahkan mematikan matahari di dunia nyata!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk bentuk pengingkaran atas kebenaran serta kehilangan logika sederhana tentang tatanan hidup di dunia nyata merupakan akibat dari pengaruh buruk yang ditimbulkan dunia maya. Sikap naif yang palsu, jiwa yang mendua, dunia yang mendua, hati yang mendua, lelaki yang mendua, perempuan yang mendua, tapi tidak dengan perih rasa akibat lukanya. Perih dan luka hanya milik individu yang tidak mendua. Perihnya terasa di dunia nyata, sebagai pantulan keras dari cermin dunia maya yang tak sanggup untuk ditentang untuk selalu memandang. Udara yang mengisi dunia maya bisa meracuni otak orang sedemikian rupa hingga lupa bahwa berbohongpun memerlukan logika. Membohongkan dunia nyata di dunia maya atau sebaliknya sesunggunya adalah perkara bodoh dan berbahaya. Akibatnya bisa membuat orang celaka. Benar benar celaka dalam arti harafiah di dunia nyata. Celaka tigabelas namanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena teknologi memberi kita sayap untuk terbang sesuka hati kedalam dunia maya, ada saatnya mencabuti sayap, turun perlahan dan berpijak pada bumi, pada panas tanah merah sesudah dijerang matahari. Di atas bukit tak bertuan kaki dipijakkan, memandang mengeliling untuk menentukan tujuan sesuka hati. Tak apa jika sesekali kaki kita terantuk, toh sakitnya hanya sementara. Bukankah segala yang ada dalam hidup kita ini sementara?! Tetapi jika batin kita yang tertusuk, amboy..lukanya akan terasa perih abadi. Dunia maya hanya tinggal menjadi hantu yang patut untuk dibelakangi. Menemukan orang yang nyata dalam dunia nyata, apapun itu bentuk dan karakternya, adalah nyata dan sederhana. Memang demikianlah seharusnya kehidupan berjalan. Tenggang rasa maupun segala upaya bersosialisasi adalah yang senyatanya menentukan nilai dari seseorang. Didunia maya semua hanya kata kata di angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya aku rindu matahari ketika pagi dan langit senja di kala sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuta Bali - lewat tengah malam 100113 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-284836826868924790?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/284836826868924790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=284836826868924790&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/284836826868924790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/284836826868924790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2010/01/dunia-maya.html' title='Dunia Maya'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S0yrSCIoYEI/AAAAAAAAAok/L8Ca-ETzNV4/s72-c/virtual.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-5812994749916436299</id><published>2010-01-05T04:43:00.002+07:00</published><updated>2010-01-14T00:32:24.284+07:00</updated><title type='text'>Setetes embun penyejuk api</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S0J9tSqEr1I/AAAAAAAAAoU/BQfeXIZXE2g/s1600-h/embun.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423035118363389778" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 118px; CURSOR: hand; HEIGHT: 87px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S0J9tSqEr1I/AAAAAAAAAoU/BQfeXIZXE2g/s320/embun.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Malam menjadi tua. lampu lampu kota beku ditikam angin Januari, berkedip perlahan dikejauhan. Embun luruh ke bumi, tetesannya memaksa sejuk pada gambut yang tak henti mengobarkan api dendam, api yang terpendam nun jauh dibalik permukaan. Malaikat membisikkan kata bijak, dan bidadari mengirimkan tembang cinta paling indah sepanjang zaman. Sebuah tembang penyesalan yang mengalun melewati layu malam, menelusuri letih seharian mengikuti semburan magma dari timbunan amarah tak terkira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerombolan iblis tertawa, berlari meninggalkan luka yang porak poranda. Mereka akan datang lagi dalam pola sesukanya, menyerbu dari segala penjuru, memuntahkan segala senjata selama tujuannya adalah untuk menyiksa. Mereka telah menduduki segala sisi hidup, mengintai untuk membantai prinsip kebaikan yang perlahan disemikan oleh kesadaran yang timbul tenggelam dipermainkan emosi dan logika. Kebijaksanaan sikap yang terkumpul dari sepotong demi sepotong pengalaman luluh lantak diinjak injak mereka yang riang berjingkrakan. Dan logika menemukan jalannya yang buntu. Langkah kaki menjadi mundur, pandangan matapun menjadi kabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok matahari akan datang lagi, memberi hidup bagi duri duri yang seolah mati. Barangkali juga akan memantikkan bara dibalik permukaan gambut yang telah jadi &lt;em&gt;sanggeman&lt;/em&gt; ketika benih luka ditaburkan oleh angin dusta; berulang dari musim lalu ke musim berikutnya. Panas dan perih akan menghampiri, sumpah serapah akan jadi menu makan pagi, makan siang, makan malam dan doa sebelum tidur yang tak pernah lelap. Iblis telah merampas semua niat makan, tidur dan berkarya, tidak meninggalkan sisa untuk ruang kosong yang terlalu hampa. Tidak ada pembanding bagi bengis siksaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setetes embun layak dirindukan sebagai peredam perih dari luka menganga atas luka diatas codetan lama. Sesungguhnya luka hati tidak akan pernah sembuh secara sempurna. Ia meninggalkan larva sakit jiwa yang dapat bangkit dan tumbuh bagaikan belatung didalam dada, menggerogoti lambung hingga kepala. Ialah bayi bayi dendam yang disembunyikan dibalik terali bernama pengampunan tanpa permaafan, hasil dari peperangan panjang yang terus berulang dan hanya memproduksi kerugian. Mereka diredam dalam dinding rapuh bernama pengampunan sebagai pemenuhan atas tuntutan kewajiban dan aturan kepantasan manusia yang berperadaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat kecil yang hadir dari balik jendela kaca menjelang pagi, mengantarkan ramuan penawar sakit hati lewat bening malam ketika lampu lampu membeku di kejauhan. Memaafkan adalah obat mujarab bagi sakit hati sekronis apapun itu sakit hati. Memaafkan adalah melepaskan, merelakan, mengikhlaskan semua kejadian buruk yang menimpa di masalalu. Memaafkan adalah menerima masalalu sebagai bangkai waktu, yang berisi catatan yang tak mungkin dapat dimodifikasi sesuai selera. Apa yang terjadi sudah terjadi, dan tidak dapat direkontruksi kembali. Menerima kenyataan dengan tabah adalah cara kompromi yang pasti akan membahagiakan sekaligus membanggakan sebagai sebuah pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sungguh tidaklah mudah untuk melepaskan, untuk berkompromi. Untuk dua hal itu diperlukan konsumsi energi positif yang luar biasa besar, serta kekuatan yang melebihi kekuatan manusia normal ketika dibutuhkan sekedar untuk menandingi rasa ketersinggungan sesaat. Menampung amarah yang datang secara acak, amarah ngawur yang membabibuta terkadang menimbulkan pesimisme bahwa hal hal yang semestinya normal akan bisa diterima sebagai kedaan normal. Kecacatan mental memang membuat seseorang menjadi berperilaku aneh, tidak bisa difahami hanya dengan sekali asumsi. Merumuskan konsep penyelesaian yang paling baik bukanlah perkara mudah ketika matahati kabur tertutup oleh debu pergelutan iblis dan nurani, dimana nurani berulang kali kalah tak berdaya dan teraniaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya ’melepaskan’ acap kali juga dirampok oleh pikiran iblis, dipelintir menjadi kerelaan hati untuk melepaskan prinisip nilai nilai kebaikan. Itu artinya ketidak mampuan nurani untuk menahan agar iblis tidak menyusun skenario pembalasan dendam yang paling keji. Ketika perang batin yang hanya menghasilkan luka batin permanen terjadi, orang lain hanya bisa berdiri dibalik dinding kaca, tanpa bisa berbuat apa apa untuk membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompromi dengan hati sendiri memerlukan energi luar biasa banyak, mengumbar emosipun menguras semua energi positif. Sayangnya dua duanya dalah pilihan simalakamayang harus dijalani ketika murka membabibuta. Inti dari kompromi yang sebenarnya adalah penyadaran diri atas status sebagai si kalah atas keadaan yang tidak seusai keinginan. Si kalah yang harus ikhlas dan rela menerima kekalahan berbagai bentuk yang terjadi pada pengalaman hidupnya. Siapapun yang bisa melakukan itu, sungguhlah ia manusia kuat yang punya prestasi hebat; mengakui dengan kepala tegak sebagai pecundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika masih sanggup; tanggungkanlah!&lt;br /&gt;Jika sudah tidak mampu lagi; lepaskanlah!&lt;br /&gt;Kata maaf bisa terucap dari mulut, jutaan kali dalam sehari.&lt;br /&gt;Tetapi cinta dalam hati, tak bisa dipungkiri dengan ucapan miliaran kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, menjelang pagi 100105&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-5812994749916436299?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/5812994749916436299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=5812994749916436299&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/5812994749916436299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/5812994749916436299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2010/01/setetes-embun-penyejuk-api.html' title='Setetes embun penyejuk api'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/S0J9tSqEr1I/AAAAAAAAAoU/BQfeXIZXE2g/s72-c/embun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-161850053458470797</id><published>2009-12-30T02:45:00.002+07:00</published><updated>2010-01-14T00:34:13.905+07:00</updated><title type='text'>Risalah Sakit Hati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Szq_eVEWEYI/AAAAAAAAAn8/dRlbrcxE6Og/s1600-h/loner.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420855629266162050" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 125px; CURSOR: hand; HEIGHT: 94px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Szq_eVEWEYI/AAAAAAAAAn8/dRlbrcxE6Og/s320/loner.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Badai masih mengumbang ambingkan pikiran dan mempermainkan emosi. Didalam dada tipis ada gunung berapi yang siap meledak dan memuntahkan lahar panas yang menghancurkan siapa saja, apa saja yang dilintasinya. Tidak ada yang akan bisa menanggungkan akibatnya, maka akan bijaksanalah untuk menghindari komunikasi dengan, apalagi dengan penyebab bencana. Ibaratnya, setiap detik dan menit amarah itu membuncah, hanya penyebab bencanalah yang layak untuk menerimanya tumpahan kesalaha. Dan itu akan merusak, melukai serta merendahkan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati bekas, berupa bangunan puing yang berdiri diatas puing pula. Akan lebih baik bagi siapapun jika gugatan atas keadaan itu diekspresikan dengan mengasihani diri dengan cara sendiri. Pikiran negative bukan hanya peristiwa muslihat yang diterima saja, tetapi berkembang biak menjadi anak anak prasangka yang begitu jahat menjajah kepala. Terlalu banyak pertanyaan yang harus dijawab sendiri dengan perkiraan, dan semuanya serba menyakitkan bahkan sampai ketidak percayaan akan kebenaran, serta lusinan pikiran yang menimbulkan ribuan pertanyaan dan juga menghasilkan jawaban berupa kesimpulan kesimpulan menyakitkan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kata adalah pedang, yang terkadang tajamnya terasa keterlaluan. Ketika itu terjadi, yang ada dalam pikiran adalah mendorong orang disekitar untuk menjadi musuh yang memusuhi karena sikap kasar dan provokatif. Ekspresi emosi adalah sikap yang dengan sadar dilakukan, seperti halnya ketika kita sadar bahwa kita telah gagal meredam amarah sendiri. Seandainya saja isi kepala dapat dibaca, maka mungkin orang tidak akan punya kata kata untuk menggambarkan betapa jahatnya cara pikiran negatif menyiksa diri. Kata ’keterlaluan’ akan menjadi terlalu sederhana untuk menggambarkan betapa sakit dan parahnya akibat dari siksa cemburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sikap diam akan lebih baik untuk dilakukan, menenggelamkan diri dalam kemuraman sendiri, bebas mendramatisir luka luka disekujur hati. Semuanya terasa menjadi salah dalam hidup seketika, dan itu konskuensi yang harus tertanggungkan dari akibat tindak durjana. Keadaan seperti itu akan berlangsung entah sampai kapan, sebab seperti sebelumnya, hanya Tuhan yang tahu kapan siksa batin seseorang akan sementara menghilang. Hidayah akan datang supaya kita bisa melihat dunia dnegan cara yang lebih tenteram, mengembalikan kebahagiaan yang terkadang timbul tenggelam dipermainkan badai menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit hati dimasa lalu tidak pernah bisa benar benar pulih kembali seperti sedia kala. Hati yang tersakiti akan menimbulkan kecacatan kepirbadian. Dan kecacatan kepribadian tidak bisa dihindari seperti halnya codetan luka yang menggambarkan sebuah kehancuran kecil di masalalu. Bekas luka menjadi catatan sejarah hidup yang harus menjadi hak milik pribadi selama hayat masih dikandung badan. Hanya kematianlah yang bisa memutus rantai peristiwa dan pengalaman sepanjang hidup, sekaligus menghapuskan semua kesakitan dan penderitaan yang terjadi diam diam. Bagi seorang lelaki, terkadang ada yang lebih mengerikan daripada kematian itu sendiri. Hal ini, semua laki laki tentu juga tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pernah bertahun tahun dalam kemuraman dalam kungkungan pikiran buruk dan sakit hati yang berkepanjangan maka cukup dijalani dengan kehidupan yang seolah olah. Mengekspresikan perasaan dengan kata kata dan perbuatan memang bisa menyinggung perasaan orang lain dan melahirkan konflik yang seharusnya tidak perlu. Seorang yang kuat hati akan menelan mentah semua amarahnya demi menjaga permukaan tetap datar dan aman tenteram bagi penghuni dunia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempol 091230&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-161850053458470797?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/161850053458470797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=161850053458470797&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/161850053458470797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/161850053458470797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2009/12/risalah-sakit-hati.html' title='Risalah Sakit Hati'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Szq_eVEWEYI/AAAAAAAAAn8/dRlbrcxE6Og/s72-c/loner.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-2794734698158424097</id><published>2009-12-27T01:39:00.003+07:00</published><updated>2009-12-27T02:03:11.573+07:00</updated><title type='text'>Cermin Benggala</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SzZdn6TsUoI/AAAAAAAAAn0/AulmUe1r-Tc/s1600-h/cermin.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419622141835104898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 82px; CURSOR: hand; HEIGHT: 131px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SzZdn6TsUoI/AAAAAAAAAn0/AulmUe1r-Tc/s320/cermin.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seminggu pasca benturan, ledakan dahsyat yang menggoncangkan ketenangan dan menggelapkan pandangan. Debu mulai mengendap, udara mulai jernih kembali, seperti tirai yang menyingkap gambaran kehancuran yang ditimbukan oleh dampak gempa jiwa. Korban mulai dihitung, penyebab dan musabab diselidiki untuk dijadikan catatan, sebagai tambahan pengetahuan atas alam kepribadian yang penuh rahasia dan selalu menampilkan sisinya yang berbeda dari waktu ke waktu. Analisa atas seluruh kejadian dijadikan patokan untuk merancang bangun kembali sebuah hubungan yang sempat goyah dan terdapat retak disana sini. Sebuah renovasi harus dilakukan dengan ekstrim jika kerusakan yang ditimbulkan oleh guncangan itupun menyebabkan sesuatu yang ekstrim. Demikianlah yang semestinya terjadi, jika sebuah hubungan terguncang oleh pikiran negatif pemercaya prasangka. Sebuah keputusan ekstrim tentu saja berharga sangat mahal. Bahkan nilai materi tidak bisa dipergunakan untuk mengukur nilai tukar dari kehilangkan seorang teman, sedangkan berteman adalah hak azasi manusia yang dilindungi oleh PBB. Memutuskan samasekali tali komunikasi dengan seorang teman dan bukan atas kehendak pikiran dan kemauan sendiri adalah harga yang tidak bisa ditukar dengan apapaun di duni ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Janji itu membuat bumi bergetar, bahwa untuk membangun sesuatu yang kuat dan kokoh memang ada harga yang harus dibayar, meskipun harga itu tidak terhingga nilainya; seorang teman. Bukankah seorang teman adalah malaikat yang tidak bersayap? Betapa rendah hinanya dia yang telah memerintahkan dengan cara otoriter untuk melarang kita berteman dengan orang lain? Jika pemberi perintah itu adalah laki laki, maka dia tidak lebih dari seorang banci. Sebab kekuatan seorang laki laki diukur dari kesanggupannya memikul tanggung jawab; bahwa dibalik kekuatan yang besar mengandung tanggung jawab yang besar pula. Sifat utama seorang ksatria adalah menggunakan kekuatan dan keperkasaannya dengan arif untuk melindungi isi dunia dari segala bentuk kerusakan yang mungkin terjadi. Tugas seorang ksatria adalah untuk menciptakan suasana aman, terang, teratur dan tenang di muka bumi. Seorang ksatria sejati adalah juru selamat bagi semua mahluk seisi bumi. Jadi, sungguh bukanlah sikap ksatria bagi seseorang untuk meminta seseorang lainnya untuk memutuskan tali pertemanan secara permanen dengan seseorang temanya. Perbuatan itu melebihi reputasi buruk Hitler terhadap kejahatan kemanusiaan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Badai seminggu lalu seperti halnya kilatan cahaya yang menampilkan gambaran kondisi kita dari sudut pandang orang didepan kita. Setiap badai yang terjadi adalah pertanda bahwa sudah saatnya bagi kita untuk bercermin, merasakan sekejab berada di pisisi sebagai orang ketiga, atau orang kedua, orang keempat dan seterusnya. Hentakannya menimbulkan halusinasi atas penderitaan orang orang yang disebabkan oleh karena sikap atau perbuatan negatif kita terhadapnya di masa yang sudah lalu. Kitapun bisa menjadi korban seperti pernah menjadikan mereka sebagai korban kita dahulu. Orang yang baik akan tidak membiarkan dirinya menjadi penyebab terputusnya tali silaturahim seseorang dengan orang lain yang tidak ada hubungan apa apa denganya si orang baik. Dan, menjadi orang baik adalah mempergunakan daya kekuatannya untuk menerima dengan ikhlas sebuah pukulan yang mengenai egonya dan membuat emosinya limbung, apalagi jika itu adalah pukulan yang tidak disengaja. Temperamental adalah bukan sifat bijaksana, sifat dan syarat utama dan pertama yang harus dimiliki oleh orang baik. Tinggi hati hanya akan menimbulkan kerusakan dan ketidak damaian, dan prasangka hanya akan menghasilkan bencana bagi orang lain dan diri sendiri. Orang yang baik hati adalah mereka yang menempatkan kepentingan orang lain satu diatas kepentingan diri sendiri; selalu mengutamakan orang lain ketimbang diri sendiri. Dan, untuk memiliki sifat bijaksana, syarat mutlaknya adalah ia harus orang yang cerdas, sebab sifat bijaksana lahir dari kemampuan logika untuk menginterpretasikan maknanya bertenggang rasa, maknanya kata saling hormat menghormati sesama mahluk bumi. Maka mereka yang memiliki sifat bijaksana adalah mereka orang orang yang cerdas pemikirannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seminggu setelah badai berlalu, ketika langit kembali terang, ternyata efek kerusakan yang ditimbulkan tidak seperti yang dikhawatirkan secara berlebihan. Sikap waspada yang berlebihan telah menimbulkan kepanikan justru pada saat ketika kita harus lebih tenang untuk merumuskan tindakan penyelamatan. Dan segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik akibatnya. Sedangkan hanya kebaikanlah satu satunya hal di muka bumi yang tidak pernah bisa dianggap berlebihan yang bisa dilakukan oleh manusia. Kita seharusnya selalu merasa belum cukup berbuat baik, dan terus berupaya untuk berbuat baik supaya menjadi orang yang baik bagi penilaian sendiri yang paling hakiki. Memperlakukan orang lain seperti halnya kita berharap orang lain akan memperlakukan kita seperti kita memperlakukan mereka. Itulah cermin benggala refleksi kematangan sebuah pribadi yang lahir dari badai seminggu yang lalu. Bahwa sikap bermusuhan sesungguhnya adalah degradasi dari kehormatan diri, sebuah sikap yang bertetangan dengan prinsip kebaikan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(... seorang pangeran adalah orang baik hati yang memiliki kewajiban moral untuk menebarkan kebahagiaan kepada sesiapapun mahluk hidup di muka bumi. Sama halnya dengan seorang princess...)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambuapus 091226 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-2794734698158424097?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/2794734698158424097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=2794734698158424097&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/2794734698158424097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/2794734698158424097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2009/12/cermin-benggala.html' title='Cermin Benggala'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SzZdn6TsUoI/AAAAAAAAAn0/AulmUe1r-Tc/s72-c/cermin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-9145380785726160474</id><published>2009-12-20T21:06:00.003+07:00</published><updated>2009-12-21T23:13:19.423+07:00</updated><title type='text'>Ingin Tidak Pernah Bertemu Malam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy4vmfut10I/AAAAAAAAAmE/oQ3LhR31wb0/s1600-h/hurt.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417319740172261186" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 119px; CURSOR: hand; HEIGHT: 78px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy4vmfut10I/AAAAAAAAAmE/oQ3LhR31wb0/s320/hurt.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam sebuah episode hidup, pernah merasa seperti ini; rasanya tidak ingin bertemu malam, sebab didalam malam iblis membabi buta, sedangkan tangan terikat pada kedua kaki. Tidak berdaya disiksa oleh iblis, iblis yang kemarin baru dilahirkan, mengajak serta seluruh kekuatan perusaknya. Beratus ratus hari dulu pernah berperang sendirian, menahan marah hingga tubuh bergetar, menahan sakit hingga tangis kehilangan air mata, menahan sedih yang tak terlukiskan dengan kata kata, menahan nyeri yang menyerang sekujur badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis dari masalalu telah merasuki jiwa, dan itu akan perlu waktu cukup lama mengusir mereka, menundukkan mereka, berkompromi dengan mereka satu persatu. Jumlahnya terlalu banyak saat ini. Iblis iblis ada dimana mana, bahkan disetiap lagu yang biasanya bisa didengarkan sekarang isinya sindiran dan ejekan. Mending tidak didengarkan. Sejatinya mereka telah berkampung dan beranak pinak dalam pikiran, menjadi virus yang menyebar keseluruh sistem kerja badan dan otak. Agresif serta berpikir serba negatif. Mungkin sakit hati bagi orang lain hanya dramatisasi belaka yang membesar besarkan persoalan sepele dengan cara sangat subyektif. Apriori! Padahal kita tidak akan pernah bisa mencicipi seperti apa sakitnya hati orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah hubungan yang ternodai, ibarat batang kayu yang ditancapi paku baja. Ia tidak akan pernah kembali pulih selamanya. Cacat permanen, terbawa sampai tamatnya nanti. Sikap kasar yang membabi buta mau tidak mau pasti menyakiti, karena memang tujuannya hanya itu; menyakiti sebagai protes atas siksa yang ditanggungkan. Tetapi sikap kasar itu tidak pernah bisa cukup untuk menebus kerusakan yang terdampak di dalam alam batin. Semua porak pranda, setiap tempat menyisakan kesan bahwa sebisa mungkin tempat tersebut dihindari karena mengingatkan kepada kenangan. Memang membencikan perasaan seperti itu, tetapi harus dihadapi dan ditelan sendirian. Setiap hal yang mengingatkan kenangan pasti akan menjadi sesuatu yang tajam menusuk, perih memilukan. Hal hal semacam itu akan terjadi sampai nanti akhirnya masa buram itu sudah lewat. Hati begitu bahagia ketika merasa bisa berkompromi dengan iblis iblis itu. Rasanya kembali lahir dan memiliki semangat hidup lebih baik lagi, karena satu ujian sudah selesai terlewati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap pada pengalaman buruk masalalu akan membuat para iblis bosan menyiksa. Namanya iblis, semakin berinteraksi dengan manusia, maka semakin banyak orang akan terluka. Reaksi buruk dan kasar yang diekspresikan kepada penyebab sakit hati tidak akan cukup satu atau dua kali saja, itu bisa saja berulang ribuan kali, dan terjadi lagi dan lagi tanpa interval waktu yang bisa digambar. Semua dikendalikan oleh seberapa kuat iblis menguasai sikap. Ibarat harus melintasi lapangan luas berisi beling dibawah matahari, tanpa alas kaki, rasa takut tentu ada. Rasa takut bahwa kita tidak bisa menjadi orang baik, seperti sering menjadi cita cita dalam angan angan setiap orang; yaitu merasa bahagia ketika bisa menolong, serta menghormati orang melebihi cara mereka menghargai kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang digolongkan sebagai orang dewasa, akan selalu dituntut tanggung jawab atas perbuatannya dan juga usianya. Sungguh sangat disesalkan semua rangkaian cerita kejadian buruk yang berujung pada cacatnya hubungan antar manusia, sebab kita tidak seharusnya melewati hal seperti itu. Setidaknya , itulah yang selalu diyakini oleh setiap orang ketika mengenal seseorang lainnya. Terkadang mungkin juga memang datang waktu yang tepat untuk tahu diri, pergi menjauh saja supaya semua orang terjaga dari terluka, membawa perih dada yang menganga menuju ke sebuah manara mercu suar dipulau kecil, dimana disana hanya sepi dan iblis iblis yang menyiksa yang tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakan tentang bentuk penjelasan. Rasanya itu tidak lagi diperrlukan sebagai bekal perjalanan menuju depan. Cukup membawa luka hati sebagai kenangan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gempol 091220&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-9145380785726160474?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/9145380785726160474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=9145380785726160474&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/9145380785726160474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/9145380785726160474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2009/12/ingin-tidak-pernah-bertemu-malam.html' title='Ingin Tidak Pernah Bertemu Malam'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy4vmfut10I/AAAAAAAAAmE/oQ3LhR31wb0/s72-c/hurt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-9075570489234709506</id><published>2009-12-19T12:29:00.001+07:00</published><updated>2009-12-19T12:31:32.343+07:00</updated><title type='text'>Definisi Cembokur</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SyxlIFD5gxI/AAAAAAAAAl0/6LXb0U-xlB4/s1600-h/cbr.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416815641291752210" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 135px; CURSOR: hand; HEIGHT: 97px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SyxlIFD5gxI/AAAAAAAAAl0/6LXb0U-xlB4/s320/cbr.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada satu syair lagu Kangen Band yang memprovokasi hati untuk berprasangka sekehendaknya, seperti keinginan seorang maha raja yang bisa menentukan apa saja. Prasangka atas pasangan hati yang kemungkinan dengan sadar telah melakukan sesuatu yang menyakiti, atau cenderung menghianati komitmen batin yang tidak pernah diucapkan lewat mulut dengan kata kata. Prasangka itu bernama rasa cemburu. Cemburu timbul karena kekhawatiran berlebihan, dan kekhawatiran terkadang bisa membutakan bahkan membunuh. Rasa cemburu itu ibaratnya berjalan dengan telanjang kaki didalam gelap gulita, melintas di lautan beling. Segala hal yang datang dari pikiran yang bersinggungan dengan rasa cemburu akan menimbulkan kesakitan amat pribadi, yang hanya bisa dirasakan sendiri tanpa harus mengalami gejala. Sakitnyapun luar biasa perih terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman empiris terkadang menjadi batu pengasah bagi insting seseorang, insting yang terbentuk dari kejadian kejadian dimasa sebelumnya. Namanya insting, ia memberi sinyal pertanda, firasat, atau rambu alert apabila sesuatu hal terasa ganjil dan patut didapatkan klarifikasi supaya ada jawaban atas pertanyaan yang hanya berputar putar didalam fikiran, tanpa menemukan jawaban. Pertanyaan pertanyaan yang lahir dari rahim kecemburuan tidak ubahnya darah panas yang bersirkulasi keseluruh jalinan tubuh, mempengaruhi sistem kerja syaraf dan otak. Pandangan, pendengaran, perasaan, semuanya campur aduk saling berkonflik memporak porandakan ketenangan fikiran menjelang akhir minggu yang panjang menyenangkan. Dan semua bersumber dari komunikasi yang kacau balau, meskipun seribu media sudah dipakai sebagai penyampai pesan. Akal sehat tidak sanggup lagi melakukan kompromi terhadap hati yang terlanjur terbakar cemburu. Jawaban jawabanya justru menganak pinakkan pikiran macam macam, yang lalu berfermentasi jadi prasangka subyektif; kebohongan sedang terjadi, dan diri siap untuk menjadi korban!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika api prasangka membara dan membabi buta, maka kerugian immaterial yang ditanggungkan sungguh tidak kira kira. Ia seperti virus yang menggerogoti ketegaran gunung dan mencemari ketenangan samudera. Orang lebih sering menamakannya cemburu buta, rasa buruk yang timbul dari hanya bongkahan bongkahan prasangka yang kemudian menjadi penghalang pandang terhadap nilai nilai kearifan. Kebenaran menjadi sumir karena semakin meragukannya argumentasi yang disampaikan. Segalanya serba menyakitkan, sebab si pencemburu buta tidak melihat cahaya yang bisa mencerahkan seperti apa wujud setan prasangka itu yang sebenarnya. Dan karena ketidak tahuan wujud yang sebenarnya itulah maka amukanya semakin memerihkan tulang belulang dan persendian, terasa sampai ke sumsusm, otak, jantung, sampai ke pencernaan. Pasir beling yang mengalir di dalam pembuluh darah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemadam dan peredup gejolak itu hanyalah pengakuan yang dapat dirangkai dengan sederhana sebagai kebenaran. Rangkaian fakta, kronologi, apalagi bukti yang menuju satusatunya kesimpulan tak terbantahkan bahwa setiap keganjilan yang membutakan hati itu hanya prasangka yang tidak beralasan. Sebuah hubungan antar manusia yang melibatkan hati pasti berisi pula rempah bernama cemburu. Kepercayaan kepada orang lain tidak bisa 100%, sebab kepercayaan yang terlalu banyak terkadang juga menimbulkan impact yang lebih parah apabila kepercayaan itu disalah gunakan untuk menusuk dari belakang. Itu namanya pelecehan terhadap intelegensia, penghinaan terhadap niat baik yang sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal baik dari cemburu adalah dia adalah pengejawantahan dari rasa untuk tidak diperlakukan tidak adil oleh pasangan hati. Cemburu adalah insting paling dasar, sebuah cara hati untuk melindungi diri dari kesakitan yang bisa mengakibatkan pembusukan. Sayangnya, terkadang ekspresi cemburu sering diartikan sebagai sikap kekanak kanakan yang tidak beralasan. Seperti halnya pameo yang mengatakan ’Bertanyalah! Sebab tidak ada pertanyaan yang dianggap sebagai pertanyaan bodoh’. Hanya kadang kadang pameo itu dipatahkan hanya oleh sebuah jawaban yang bodoh atas pertanyaan yang sederhana. Cemburu pada orang dewasa sama saja cemburu pada anak anak. Kedua duanya adalah proses alamiah batin untuk melindungi hati dengan menggunakan logika logika berpikir yang sederhana. Maka tidak ada namanya cemburu itu sikap kekanak kanakan. Penjelasan yang tidak berlebihan dan dapat diterima oleh akal sehat sebagai kejadian diluar rencana, atau sebagai hal yang bukan karangan indah penghibur hati buta yang disampaikan dengan cara komunikasi yang baik dan benar, (artinya adalah bertukar pesan untuk menyampaikan maksud atau dan mengabarkan berita), adalah cara paling baik untuk mecegah terjadinya bahaya cembru itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berdasarkan penyesalan dan pengalaman, jika sebuah kebohongan besar telah dimanipulasi sedemikian rupa menjadi cerita karangan yang tidak masuk akal layaknya sinetron, akan lebih aman dan bijak apabila berhenti sejenak, mendefinisikan ulang semua ke dalam konsep awal sebuah hubungan. Supaya tidak ada yang harus merasa teraskiti apalagi menjadi korban, jika memang sebuah hubungan harus berakhir tiba tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambuapus – OPP 091218&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-9075570489234709506?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/9075570489234709506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=9075570489234709506&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/9075570489234709506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/9075570489234709506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2009/12/definisi-cembokur.html' title='Definisi Cembokur'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SyxlIFD5gxI/AAAAAAAAAl0/6LXb0U-xlB4/s72-c/cbr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-4103996051344956960</id><published>2009-12-08T09:48:00.004+07:00</published><updated>2009-12-08T09:56:51.238+07:00</updated><title type='text'>Sketsa Rumah Kayu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sx2-oB6Qv-I/AAAAAAAAAls/ukWXxwQki-o/s1600-h/rumah+kayu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412691922086051810" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 121px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sx2-oB6Qv-I/AAAAAAAAAls/ukWXxwQki-o/s320/rumah+kayu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rumah itu bertiang kayu jati yang keras bagaikan besi, berwarna kemerahan tanda usia tua yang menjamin kekuatannya; menyangga seluruh konstruksi bangunan agar tetap kukuh ikut berdiri. Tugasnya memang menggendong sang rumah dan seluruh partikel bangunannya. Empat soko guru tiang jati menjadi kerangka dasar yang mengawali keindahan, keanggunan, kegagahan dan kesejukan bangunan yang disebut sebagai rumah, tempat segala urusan bermuara! Dindingnyapun kayu jati, tidak banyak warna dari bahan kimia sebab warna dan corak papan kayu sendiri sudah memiliki lukisan alami seindah pamor di bilah keris. Keindahan yang mengandung begitu banyak makna serta &lt;em&gt;tulada&lt;/em&gt; sifat mulia manusia. Sebuah pelajaran agung bagaimana menempatkan diri sebagai manusia di dalam pergaulan sebagai dunia serta berbakti kepada Gusti. Garis garis usia pada bilah papan kayu, perubahan tekstur warna yang disebabkan oleh ramah atau ganasnya musim yang telah dilewati sang pohon, berisi tentang kisah kisah kebijaksanaan alam yang pemurah. Seluruh lantai terbuat dari parkel berbagai jenis kayu dengan bentuk dan perpaduan warna yang serasi, membuat lantai bukan hanya indah, tetapi selalu bersih dari debu demi menjaga keindahannya tetap pada kondisi utama. Lantai itu ternaungi ternaungi oleh atap genting tanah liat yang sudah berubah warna menjadi hitam dari merah menyala ketika barunya, warna hitam yang didapat dari semacam lumut yang mengering dipanggang kemarau. Rumah kayu, bertiang kayu, berdinding kayu dan berlantai kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembabnya angin gunung telah mematikan debu, menggantikannya dengan hawa dingin yang terkadang seperti menusuk tulang iga dan tulang belakang juga. Amat jarang terdengar suara mesin meskipun akhir akhir ini semakin banyak sepeda motor melewati jalan makadam depan rumah, yang terkadang begitu mengherankan karena suaranya yang terlalu keras dan parau ditelinga tua. Tetapi rumah kayu ini harus hanya berisi kedamaian dan kebahagiaan tenanan. Kebencian tidak boleh tinggal dan tumbuh dirumah kayu. Dan untuk damai dan bahagia seperti dimaksudkan, mutlak harus mematikan segala pikiran negatif dan mengekspresikan ketidak sukaan. Dunia batin yang damai tidak berisi konflik maupun keluhan, melainkan hanya melulu berisi rasa syukur dan menyukai segala kejadian. Rasa syukur karena telah diberikan anugerah kehidupan berupa masa muda yang tertinggal di makam masalalu. Masa muda yang mati meninggalkan begitu banyak pelajaran hidup. Dikelilingi megahnya lereng bukit yang seolah dijaga oleh gunung menjulang berwarna hitam keabu abuan, rumah kayu adalah tempat tetirah dan &lt;em&gt;ngitung mongso&lt;/em&gt;, menyimpulkan banyak kejadian dan pengalaman dalam tulisan yang memuliakan kehidupan serta memberikan &lt;em&gt;wewaler&lt;/em&gt; bagi anak keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belakang rumah kayu seteleh melewati jurang kecil, tepi danau membentang tempat bertemunya dua anak sungai yang selalu mengalirkan air dari lereng gunung. Kehidupan dunia air berjalan dengan tenang tenang, selama manusia meniru cara pohon dalam konsep ekspansi material; makan sesuai kebutuhan. Memandangnya dari beranda kayu, memompakan kisah kisah klasik perjalanan kehidupan. Rumah yang dikelilingi oleh bermacam vegetasi budidaya maupun alami, selalu menghadirkan drama drama percintaan di masa muda. Orang orang datang dalam ingatan, menyajikan cerita mereka masing masing yang begitu mempesona &lt;em&gt;saking&lt;/em&gt; indahnya. Setiap orang yang pernah hadir dan tinggal dalam hati ternyata diliputi oleh cerita kebahagiaan yang demikian indah. Sedangkan kenangan getir terpupuskan oleh damai yang selalu melingkupi hati. Kesedihan masa lalu terkenang tinggal sebagai bangkai ingatan, sudah terjadi dan sanggup untuk dilalui. Dan hidup akan terus memproduksi masalalu, yang ditentukan oleh sikap dan tindakan serta cara berpikir sendiri. Memang ternyata semua orang harus otodidak untuk menjadi tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekarangan yang tidak begitu luas yang mengitari rumah kayu ditanami pepohonan yang menyajikan bermacam macam buah secara begantian di setiap musimnya. Hampir setiap jenis buah yang bisa tumbuh dan berkembang di tanah kaki perbukitan itu ada di pekarangan. Diujung sisi kanan rumah, sebuah pohon sawo tumbuh paling kekar dan dominan diantara pohon pohon lainnya. Diantara batang pohonnya yang membelah bercabang cabang, tiga meter dari permukaan tanah gundul dimana akar kekarnya menancap sampai ke punggung bumi, sebuah rumah pohon dibangun berukuran dua kali tiga meter. Tak perlu tangga untuk mencapai dalamnya, sebab cabang pohon sawo memberikan bentuknya sebagai panjatan mudah. Duduk dibibir rumah pohon, kaki menjuntai memandang kebun sayur dan buah begitu menenangkan hati. Sekarang baru tersadar, kenapa pagi selalu datang dengan segalanya yang terkesan besih. Udaranya bersih sinar mataharinya bersih, dunia begitu segar, seperti lahan yang siap untuk garapan. Ketika pagi yang bersih terjadi di perkotaan, maka manusia penghuninya mengotorinya dengan pikiran sendiri. Semestinya bersihnya pagi bermakan kesempatan baru untuk membuat kebaikan di segala bidang. Dan orang kota yang serba tergesa gesa cenderung menggerutu ketika pagi tiba. Mereka juga cenderung menjadi manusia yang pemarah. Di kaki bukit ini, di rumah kayu ini, datangnya pagi selalu bermaka sebagai anugerah baru, yang menyenangkan. Tidak ada perasaan damai melebihi datangnya pagi, sebab pada hari baru yang datang, akan datang pula bersamanya harapan harapan baru, benih benih baru tumbuh, buah dan sayur yang telah masak untuk dipetik, tinggi bayi pohon yang bertambah satu senti dan banyak hal lagi yang benar benar menunjukkan keajaiban alam raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah kayu, nostalgia dan kenangan petualangan masa mudah mengendap bermuara di palung ingatan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;To be continued&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambuapus - 091208 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-4103996051344956960?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/4103996051344956960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=4103996051344956960&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/4103996051344956960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/4103996051344956960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2009/12/sketssa-rumah-kayu.html' title='Sketsa Rumah Kayu'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sx2-oB6Qv-I/AAAAAAAAAls/ukWXxwQki-o/s72-c/rumah+kayu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-3875188538213728972</id><published>2009-12-03T22:38:00.009+07:00</published><updated>2009-12-04T13:23:55.453+07:00</updated><title type='text'>Wetboek van Strafrecht</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SxfcOu5uDII/AAAAAAAAAlE/BDPurkfcLkY/s1600-h/Tara.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411035622975343746" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 74px; CURSOR: hand; HEIGHT: 133px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SxfcOu5uDII/AAAAAAAAAlE/BDPurkfcLkY/s320/Tara.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Bahasa Belanda yang susah diucapkan dengan lidah Indonesia yang menjadi judul tulisan ini artinya dalam bahasa indonesia sangat tegas; Kitab Undang Undang Hukum Pidana. Jadi berisi tata aturan yang secara eksplisit menjelaskan jika sebuah perbuatan melawan apa yang diamanatkan sang kitab, maka didalamnya juga diatur lebih eksplisit mengenai konskwensi yang diancamkan kepada pelaku pelanggaran yang secara umum ganjarannya adalah penjara. Penjara sendiri berasal dari kata ‘pen-jera’, suatu alat yang diharapkan akan bisa membuat orang terdampak efek jera berbuat melawan hukum. Maka sifat penjara dimanapun dimuka bumi ini sebenarnya adalah sudut paling suram bagi kemuliaan manusia dalam menjalani hidup di negeri yang merdeka dan bardaulat. Dan Wetboek van Stracfech memiliki kuasa absolut untuk memaksa setiap warga negara untuk tunduk mematuhinya sebagai aturan pelindung hak privacy tiap warga negara. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan KUHP hari ini di negeriku tercinta laksana pilar tua yang menjadi suar bagi benar dan salahnya sebuah perbuatan yang melibatkan orang lain. KUHP juga adalah pedang tajam yang maha dahsyat, yang bisa mendatangkan celaka luar biasa hebatnya bagi yang mengalaminya; bersinggungan dengan konskwensi dari perbuatan melawan hukum pidana! Supaya orang tidak bersinggungan dan kemudian masuk dalam golongan orang yang didefinisikan sebagai kriminal, maka KUHP disosialisasikan ke semua orang yang tinggal di negeri ini melalui seni cetak yang pekoleh pula. Hanya saja, kitab penting itu jarang dipahami orang, apalagi dibaca dan dijadikan rambu perilaku bagi tiap individu. Padahal hakikatnya KUHP dimaksudkan sebagai induk peraturan hukum pidana positif, KUHP untuk melindungi nilai nilai positif yang berlaku dalam hidup berpergaulan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka, ketika nama Mbah Minah, Besar dan Kholil, Romin dan Yanto, Manisih dan Suratmi atau nama nama lainnya yang didakwa dan terbukti melawan apa yang diamanatkan oleh KUHP, nurani siapapun akan terhenyak dan protes diam diam. Mereka, yang oleh nilai material dan latar belakang perbuatanya secara manusiawi tidak pantas untuk dilakukan proses peradilan pidana, terkalahkan oleh cadas dan perkasanya KUHP. Sebagian kita lebih cenderung melimpahkan pikiran negatif kita kepada para penegak hukum pelaksana KUHP, yang seolah olah telah mengabaikan hati nurani dengan menjatuhkan sanksi pidana kepada si lemah yang terdakwa. Menganggap salah pejabat pemangku tegaknya hukum lebih mudah karena yang menjadi ukuran penilaian hanyalah prasangka semata, apriori semata. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Toh KUHP yang disokong oleh KUHAP juga memberikan kesempatan seluas luasnya bagi siapapaun yang disangka atau didakwa melakukan pelanggaran pidana untuk mempersiapkan pembelaan diri sebaik baiknya. Dan ketika para pencuri kelas teri itu oleh hakim di pengadilan dinyatakan terbukti secara sah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu melanggar salah satu pasal dalam BAB XXII Kitab Undang Undang Hukum Pidana tentang pencurian, maka ganjarannyapun didasarkan dari bab dan pasal yang sama juga. Vonis hakim sebagai penentu status seseorang sebagai kriminal atau bukan penjahat sangat ditentukan oleh faktualnya alat bukti dan pernyataan saksi saksi yang dipaparkan di dalam ruang persidangan oleh dua pihak yang berperkara; korban dan terdakwa, penuntut dan pembela. Dan pencuri tiga buah kakao, sebutir buah semangka, sekilo getah karet ,beberapa buah randu, beberapa batang rokok atau benda sekecil apapun tetaplah dikategorikan sebagai pencuri dalam definisi hukum seperti yang ditulis dengan tegas dalam pasal 362 KUHP yang berbunyi: &lt;em&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;“ Barang siapa mengambil barang sesutu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.”&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Efek sosiologis dari saklek-nya penegakan hukum sebenarnya menempatkan para aparat penegak hukum (yang tidak korup – pasti masih ada) berada dalam posisi yang ambigius sekaligus rapuh. Mereka harus berdiri tegak sebagai wali hukum sementara nurani sendiri tertikam perih oleh kenyataan pilu, bahwa hukum tidak boleh pandang bulu. Maka kita tidak pantas menumpahkan pikiran negatif kita kepada para aparat penegak hukum (yang tidak korup – pasti masih ada) karena mereka memang kita beri kehormatan untuk mengawal berjalannya hukum demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Zaman melaju pesat, kehidupan bergerak cepat, keadaan berubah laksana kilat, sedangkan KUHP tetap berdiri tegak dengan konstruksi kunonya. Barangkali memang sudah waktunya para pintar negeri ini untuk menyusun rencana renovasi pilar hukum di negeri indah makmur ini agar dapat menjadi payung pelindung dan wadah penampung bagi kemanusiaan yang adil dan beradab dan sanggup mengakomodir keseimbangan antara faktor sosial, tradisi, budaya serta segala perbedaan umum masyarakat kita.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara kita menunggu para pintar negeri ini sadar, saya hendak menghimbau kepada saudara; janganlah saudara melanggar hukum, janganlah saudara menjadi maling!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambuapus - 091203 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-3875188538213728972?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/3875188538213728972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=3875188538213728972&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/3875188538213728972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/3875188538213728972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2009/12/wetboek-van-strafrecht.html' title='Wetboek van Strafrecht'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SxfcOu5uDII/AAAAAAAAAlE/BDPurkfcLkY/s72-c/Tara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-3466649171011433865</id><published>2009-11-20T14:34:00.006+07:00</published><updated>2009-11-25T17:42:06.402+07:00</updated><title type='text'>Rafflesia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SwZHNziTyjI/AAAAAAAAAk8/k5pbsFhLCmM/s1600/raflesia.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406086705202842162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 130px; CURSOR: hand; HEIGHT: 87px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SwZHNziTyjI/AAAAAAAAAk8/k5pbsFhLCmM/s320/raflesia.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Langit Bali biru bersih seolah lahir kembar dengan biru laut dari kejauhan pantai, disinari penuh oleh matahari yang panas mengangas terang benderang. Derai tawa bercumbu debur ombak menyatu dalam otak dari kejauhan jarak pandangan; lantai tiga hotel bintang lima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim telah menenggelamkan pengetahuan di kedalaman lumpur waktu, meninggalkan kejadian masa lalu sebagai cerita bisu. Dan catatan seribu tahun yang telah tanggal terkoyak oleh datangnya kisah yang menggebu. Jalan batin setapak dimana dulu kita bertemu, telah bercabang seribu lalu menyisakan jaring jaring kenyataan, pagar pelarang bagi asmara yang membuncah bagai bunga Rafflesia Arnoldi &lt;em&gt;(Patma Raksasa)&lt;/em&gt; yang tumbuh di belantara tak bertuan. Kehidupan yang tiba tiba menyeruak dari ketiadaan panjang. Membuat seolah olah kita terputuskan oleh kisah yang tak sempat kita selesaikan, ketika semuanya bermula dari dialog bisu di dalam diary berwarna biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan seolah menuntun langkah menyusuri pantai, mengeja jejak masa lalu yang sebagian besar telah lenyap tersapu ombak peradaban. Dan jejak itu kita temukan hanya dalam angan angan sebab kaki kita tak menapak di lembutnya pasir pantai kehidupan, tempat segala batas dan kisah kisah perantauan terhempas lunas. Semuanya mati, semuanya baru. Dunia bisa menjadi sangat aneh, dimana sikap malu malu membungkus perasaan senang bukan kepalang. Kisah kehidupan yang sepakat kita jalani ini memang penuh keajaiban, misalnya kita yang dipertemukan setelah menjadi bukan gadis dan bujang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita selayaknya menghormat tunduk kepada masa lalu sebab ia adalah kesaksian atas utas jatah hidup yang terurai panjang dan bersimpul ketika kita dipertemukan lagi. Tetapi masalalu dan kekinian yang kia jalanipun mengandung anomali yang tak terbantahkan; perbedaan atas kenyataan yang ada. Menggambarkannya mungkin seperti hamparan keajaiban di jarak pandang dari lantai tiga ke arah lautan, menembus pantai Kuta dimana biru langit berkawin dengan biru lautan. Mereka berdua tak bersentuhan di keagungan semesta ini, tetapi mereka berdua ada dan memiliki arah asal kedatangannya masing masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perasaan adalah sesuatu yang hidup dan menciptakan kehidupan, mungkin kita biarkan menjadi seperti Rafflesia Arnoldi yang menyeruak tiba tiba dari perut bumi tanpa bentuk pohon tertentu, lalu hidup untuk 5 – 7 hari, setelah itu layu dan mati dan sirna kembali ditelan bumi. Ia tak berbatang, tak berdaun dan hanya tumbuh dari menghisap unsur organik dan anorganik dari tanaman inang. Seluruh jaringan yang membentuk kelopak bunga Patma Raksasa tak memiliki bentuk konstruksi batang tubuhnya, apalagi masa lalunya. Tetapi Rafflesia tetap akan hidup dan ada ditimbunan bumi, untuk suatu hari nanti menggemparkan isi dunia dengan kemunculan kelopanya yang raksasa secara tiba tiba; laksana nostalgia cinta yang sekonyong konyong membuncah seolah nyata di hati manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ah, dunia memang dipenuhi dengan keajaiban....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legian, 091119 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-3466649171011433865?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/3466649171011433865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=3466649171011433865&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/3466649171011433865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/3466649171011433865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2009/11/rafflesia.html' title='Rafflesia'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SwZHNziTyjI/AAAAAAAAAk8/k5pbsFhLCmM/s72-c/raflesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-7662985490119292804</id><published>2009-11-10T07:38:00.003+07:00</published><updated>2009-11-17T11:36:37.393+07:00</updated><title type='text'>Republik Sinetron</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SwIoRWBkivI/AAAAAAAAAk0/UVz0RgRX0io/s1600/cicak.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404926781233072882" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 120px; CURSOR: hand; HEIGHT: 119px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SwIoRWBkivI/AAAAAAAAAk0/UVz0RgRX0io/s320/cicak.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini hanya kabarnya;&lt;br /&gt;Di republik ini bermacam tata tertib diterbitkan, untuk menjadi pagar yang melindungi kepentingan umum dan pribadi yang disepakati berdasarkan rasa adil. Sebagai republik yang demokrasi, orang orang yang duduk di management pemerintahan, abdi negara pelaksana konstitusi dipilih seolah olah atas kehendak rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. Mereka dititipi amanah oleh rakyat untuk menjadi pamong yang pembimbing dan pelindung. Hukum didasarkan atas keadilan, sebab keadilan adalah hal yang tidak bisa dirubah sebagai manifestasi suatu kebenaran hakiki. Keadilan tidak pernah bisa diperjual belikan, tetapi pengadilanlah yang bisa diperdagangkan, dilelang, di obral, atau dijajakan. Dan ketika boss boss besar ‘penguasa’ keadilan saling bertengkar membenarkan diri sendiri, maka rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi - ditulis sekali lagi – disuguhi tontonan seru menyerupai sinetron (tayangan jelek menyerupai sandiwara yang ditayangkan banyak stasiun tivi dari pagi sampai malam hari). Sinetron di tivi menghipnotis penontonya, melupakan kesulitan hidup dan kecutnya harapan dengan kehidupan utopis tapi penuh konflik, intrik dan segala sesuatu yang jauh dari kewajaran, apalagi masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika boss boss bertengkar menyemburkan ludah yang berhamburan ke wajah rakyat (apalagi rakyat jelata; kalau masih ada!), maka saling tuding dan saling bantah, saling tuduh dan saling sanggahpun tak urung memunculkan banyak nama pemeran kebobrokan lawan masing masing, dan untungnya semuanya dari kalangan boss boss. Tidak ada kalangan rakyat jelata yang terlibat langsung di skenario setengah jadi yang di ekspose oleh Mahkamah Konstitusi, lewat rekaman pembicaraan telepon yang direkam tanpa sepengetahuan si penelpon dan si penerima telpon. Siapapun tahu, pengadilan dan peradilan adalah komiditas dagang, mulai dari level kecamatan sampai kemana mana. Sebuah kebohongan dapat diubah menjadi fakta hukum yang memvonis, dan uang bicara banyak tentang justifikasi keadilan. Kekuasaan adalah magnet bagi uang, dan pamong juga manusia yang bisa mengkonsumsi uang tanpa batas jumlah tertentu. Bossnya KPK, bossnya Polisi, bossnya Jaksa dan sindikat perkoncoannya saat ini sedang menunjukkan kepada rakyat betapa dahsyatnya kekuatan magnet itu kepada rakyat (terutama rakyat jelata – ditulis 2x) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga institusi kepunyaan rakyat yang didaulat untuk mengawal tegaknya hukum yang adil bagi rakyat itu sedang congkrah hanya oleh hasutan kakak beradik Anggoro dan Anggodo; yang kaya uang tapi tidak terlalu berkuasa, dan lalu menitipkan kekuasaan kepada segepok uang; dan berhasil. Konon, uang pulalah yang punya kekuatan memutar balikkan fakta, membenarkan dusta dan mendustakan kesejatian. Ukuranya hanya moral, dan moralitas adalah hal paling rahasia yang dimiliki setiap orang. Tetapi boss ketiga institusi itu sepakat untuk menghipnotis rakyat dengan lakon yang dikarang masing masing, lakon realitas yang disajikan oleh pers ke mata, kuping dan pikiran rakyat (termasuk rakyat jelata – kemungkinan kata rakyat jelata adalah sebuah frase untuk menggambarkan golongan kelas masyarakat yang seolah olah melata karena miskin, susah hidupnya; wong cilik kata Ivan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya sinetron di republik ini tidak cukup hanya ada di tivi tivi. Kisah klasik permainan kekuasaan ketiga institusi itu sendiri adalah sinetron, sebuah tontonan jelek menyerupai sandiwara. Sikap dan perkataan para pejabat menjadi dialog yang berisi kebohongan kebohongan baru yang dipaksaakan untuk diterima sebagai sebuah ’yang paling benar’. Rakyat disuguhi terlalu banyak kebohongan, yang akan mampu meracuni kepercayaan yang diamanahkan. Jika sudah demikian, maka yang dapat rakyat lebih percayai adalah opini publik yang dibentuk oleh media massa. Keadilan hukum akan dilandaskan pada opini dan empati semata, mengabaikan aturan tata tertib apalagi guna kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga lembaga peradilan yang notabene lembaga kepunyaan rakyat harusnya bersih dari orang orang bermoral bejat. Sebab jika hukum dan rasa adil dipercayakan kepada lembaga yang dikelola oleh orang orang bejat, sifat dan istilah ”adil demi hukum” hanya tinggal slogan kosong pematut prestise. Ditangan para bejat, lembaga lembaga peradilan dapat difungsikan sebagai legitimasi penindasan dan pemerasan, oleh pamong kepada kawula. Sebuah kebenaran yang hakiki hanya Tuhan yang mengetahui. Sedangkan sebuah kebenaran dari aspek hukum adalah fakta yang didukung oleh alat alat bukti dan saksi saksi. Dan di Republik Sinetron, hal paling mendasar soal syarat sebuah sangkaan hukum itu tidak lagi dihormati. Meskipun republik ini punya begitu banyak alat dan tempat untuk menjalankan proses hukum tetapi polemik kasus Polisi, KPK, Kejagung dan Anggodo – Anggoro cs dibiarkan menjadi gumpalan gumpalan opini liar yang tidak kondusif. Proses peradilan hukum sudah dibuat sedemikian detail oleh para pendahulu kita sebagai satu satunya jalur yang harus ditaati oleh segenap rakyat dan juga rakyat yang pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mumpung hari ini adalah peringatan hari pahlawan, maka mari kita buat bangga para pahlawan kita dengan berlaku adil dan benar, sebab hanya kebenaran dan keadilan yang diperjuangkan oleh para pahlawan. Dengan demikian, kita akan selalu menghormati jasa para pahlawan kita; mereka yang saat ini menangis prihatin menyaksikan prahara peradilan di Republik Sinetron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya - 091110&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-7662985490119292804?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/7662985490119292804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=7662985490119292804&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/7662985490119292804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/7662985490119292804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2009/11/republik-sinetron.html' title='Republik Sinetron'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SwIoRWBkivI/AAAAAAAAAk0/UVz0RgRX0io/s72-c/cicak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-506074808528958436</id><published>2009-10-17T02:52:00.003+07:00</published><updated>2009-10-17T02:55:41.663+07:00</updated><title type='text'>Surga Dunia</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/StjPfSsq9TI/AAAAAAAAAkc/RF8e-dfp0QQ/s1600-h/be+happy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393288690278266162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 116px; CURSOR: hand; HEIGHT: 113px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/StjPfSsq9TI/AAAAAAAAAkc/RF8e-dfp0QQ/s320/be+happy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;: sebuah pendapat pribadi atas pertanyaan DK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Surga dunia adalah ungkapan dari perasaan bahagia yang memenuhi rongga jiwa, tidak menyisakan kecemasan apapun dalam pikiran. Jikapun ada ketidak sesuaian, kebahagiaan mampu menjustifikasinya sebagai hal yang bisa diterima terjadi dalam hidup. Kebahagiaan adalah ketika kita bisa menerima dan berkompromi dengan hal negative; yang tidak membahagiakan. Hidup yang penuh rasa syukur, mengukur segala yang didapat dan dijalani serba lebih baik dari apa yang pernah diharapkan, bahwa Tuhan selama ini selalu menguatkan, menemani, memanjakan dan sekaligus menguasai. Hal hal sederhana menjadi begitu sempurna jika hati sedang berbahagia. Ibarat kata, air minum tawarpun menjadi manis rasanya. Surga tidak bisa diperjual belikan, demikian juga kebahagiaan hidup di dunia tidak dapat dipertukarkan dengan apapun. Hidup tidak menyediakan kebahagiaan untuk dipertukarkan dengan apapun, sebab kebahagiaan merupakan hak hakiki dari setiap mahluk hidup, itu anugerah gratis dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kebahagiaan terkadang tidak datang menghampiri kita, melainkan kita kitalah yang harus memburu dan berupaya mengadakannya dengan barbagai cara. Status bahagia bisa lahir dari terciptanya rasa aman diri dari ancaman kecemasan atas apapun. Rasa aman menciptakan keikhlasan, dan keikhlasanlah pangkal dari semua kebijakan kebahagiaan. Orang yang bahagia adalah mereka yang mampu melepaskan pikiran yang dibuatnya seendiri. Pikiran yang dibuat sendiri selalu berunsur nafsu, nyanyian setan yang sanggup menghipnotis seseorang menjadi jahat bahkan menjadi setan. Itupun sifat manusiawi. Ketika nafsu nafsu egosentris dapat ditolerir dan dibungkam, maka ketika itulah proses kelahiran sebuah surga dunia berawal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita jatuh cinta, kita seperti berada dalam surga dunia karena dunia dipenuhi segala keindahan perasaan yang sangat pribadi. Terkadang kita lupa bahwa keindahan itu lahir dari kebahagiaan hati yang penuh. Surga duniapun hanya idiom, sebuah sanepa, dan segala sesuatu yang terjadi dialam dunia tidaklah akan berlangsung lama. Semuanya berawal dari satu titik dan berakhir di satu titik lainnya. Melintas begitu saja, membentuk garis sejarah peradaban manusia. Antara surga dunia dan malapetaka (bukan neraka dunia) hanya dibatasi garis tipis dan rapuh yang sangat rentan akan kepunahan. Seperti hal setiap hal dalam hidup dibedakan menjadi dua, layaknya siang dan malam, hitam dan putih, lelaki dan perempuan dan seterusnya; surga duniapun memiliki antagoni. Selalu digolongkan sebagai sebuah malapetaka saja ketika dinding kebahagiaan pecah, bocor. Keadaan sebaliknya dari sifat sifat kebahagiaan umpamanya kecemasan, ketakutan, kekhawatitran, dan kebencian. Sungguh kita layak turut prihatin kepada saudara saudara kita yang mengalami salah satu atau lebih dari segala sifat malapetaka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi memberi andil bagi terbentuknya surga dunia. Materi adalah logistik yang menyokong sedikit saja letak kebahagiaan. Bukan hal mutlak. Manusia, orang lain, individu lain adalah mahluk yang dapat menghadirkan kebahagiaan penuh alias surga dunia. Bebas dari semua rasa negatif terhadap seseorang, berarti cinta telah mengambil alih perannya. Rasa cinta kepada seseorang sungguh membahagiakan, dan rasa dicintai oleh orang yang kita cintai memperpanjang kebahagiaan itu, dan berjalan bersama dengan orang yang kita cintai dan dia mencintai kita menyempurnakanya. Tidak ada hal yang patut menjadi penghalang ketika cinta menafikan segala bentuk perbedaan menjadi sesuatu yang melengkapkan. Terkadang keadaan seperti itu justru membuat telapak kaki kita menjadi serasaa tidak menyentuh tanah kenyataan yang akibatnya mata logika kita dibutakan oleh gambar gambar yang berlebihan sempurnanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya kurang pas menyebut keadaan utopis itu sebagai surga dunia. Akan lebih pantas disebut sebagai sebuah dunia tak bertuan dimana dua orang yang berbeda sama sekali segala sesuatunya - kecuali satu kenyataan persamaan bahwa keduanya adalah manusia -menemukan kebebasanya, rasa amannya untuk mengekspresikan diri sebagai manusia sepenuhnya, sebagai binatang yang paling sempurna. Senyawa dua manusia di dunia tak bertuan sering pula disalah artikan sebagai inti dari surga dunia. Padahal, proses alami menyatunya dua perbedaan dalam penghamburan rasa yang saling membahagiakan hanyalah bagian kecil dari inti rasa surga dunia, eh dunia tak bertuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambuapus 091017&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-506074808528958436?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/506074808528958436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=506074808528958436&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/506074808528958436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/506074808528958436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2009/10/surga-dunia.html' title='Surga Dunia'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/StjPfSsq9TI/AAAAAAAAAkc/RF8e-dfp0QQ/s72-c/be+happy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-7501414201514734103</id><published>2009-10-09T22:49:00.003+07:00</published><updated>2009-10-09T23:03:59.249+07:00</updated><title type='text'>Déjà vu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Ss9b9CaNt5I/AAAAAAAAAj8/vNOf1LmAS5o/s1600-h/jejak.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390628383162742674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 99px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Ss9b9CaNt5I/AAAAAAAAAj8/vNOf1LmAS5o/s320/jejak.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Langit baru saja menutup tirai di cakrawala, menyembunyikan bumi dari pancaran matahari. Gelap merambati hamparan pasir putih diantara onggokan onggokan canang, dan pasangan pasangan masyuk dalam buaian alam. Semburat jingga yang tinggal sisa sisa perlahan menguap, hilang bersama terang, giliran malam menjaga bumi dengan selimut hitam, meninggalkan gemuruh debur ombak yang tak lelah maka tak berhenti henti. Lampu lampu dari kejauhan menjadi pagar cahaya yang membatasi permukaan air tempat mahluk laut hidup, dengan daratan tempat ribuan manusia berjejal dalam peradaban dan kemartabatan. Senja turun dengan sempurna di pantai Kuta hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit diatas laut masih sama seperti langit enambelas tahun silam. Lautnya juga masih laut yang sama, dengan pantainya yang tidak berubah sejak enambelas tahun lalu. Kesendirian menenggelamkan diri dalam ingatan tentang sepotong sejarah yang tidak tercatat, yang hidup dalam darah dan mengisi ingatan sampai sekarang. Yang membedakan semua keadaan dalam hidup kita sebenarnya adalah pikiran kita sendiri. Pengalaman sepanjang riwayat perjalanan tentu akan membentuk pandangan pandangan baru tentang makna setiap peristiwa, menjadikan pribadi lebih matang dan juga menjadikan raga semakin berkurang fungsinya. Sang waktu hanya menjalankan tugasnya; memberi anugerah cuma cuma pada setiap detiknya. Sedangkan segala mahluk yang hidup hanyalah pejalan yang melintasinya dunia fana. Tanah yang purba menjadi semakin tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota ini, secuil tanah Australia ini, dalam timbunan tanah dan kotorannya menyimpan catatan yang tertulis diatas batu pengalaman. Pandangan mata yang baru terbuka menakjubi setiap apapun yang dilihat dalam dimensi warna yang sangat sederhana. Sedangkan segala urusan nasib sungguh dipasrahkan sepenuhnya kepada kebijaksanaan takdir Tuhan. Romantisme masa muda berjalan dalam porsi cerita setiap hati, yang lalu terpatri abadi dalam ingatan. Lengan yang kokoh menafikan segala bentuk penghalang, menjadikannya musuh yang rantas sekali tebas. Kelaparan akan pengetahuan memompakan semangat baja menjadi tekad sebulat bola untuk bertahan dan mengecap nikmat setiap rasa hidup yang terjadi. Bertahan hidup sendiri dan jauh terpencil sungguh adalah guru kehidupan yang sejatinya. Keadaan itu akan membentuk pengertian pengertian yang kaya dengan ajaran ajaran mulia, pengetahuan lebih banyak tentang isi dunia. Barang siapa berjalan sendirian, maka ia akan menempuh jarak yang lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enambelas tahun telah merubah hampir segalanya dalam kehidupan. Semua yang bernyawa, segala yang berbentuk berubah bentuk, segala yang berwajah berubah wajah. Tetapi tidak akan berubah, apa yang tertanam dan tumbuh diam diam dalam ingatan dari peristiwa enambelas tahun silam. Ia sudah tertanam oleh alam, hidup dengan diam diam dan berkembang dalam alam pikiran. Dimensi ruang, dimensi waktu telah merampas semua pengetahuan tentang aura kota ini. Setiap perubahan membutuhkan pengetahuan baru untuk dapat beradaptasi, dan enambelas tahun adalah waktu yang cukup untuk mengubur banyak hal dengan kelupaan. Dan, Dhyanapura entah ada dimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuta hari ini menjadi lembaran peta baru yang mengurung setiap orang asing dengan &lt;em&gt;deja vu&lt;/em&gt; yang menyesatkan, ketidak tahuan. Kuli kuli yang menggali parit panjang bakal menyembunyikan kabel telepon masih ada, dengan pacul dan peralatan pencari makan mereka, dengan pikiran dan cita cita serta kehidupan di kampung halaman mereka. Orang orang datang ke kota ini untuk prestise, gengsi, sekaligus bertamasya menyenangkan hati. Kesengajaan memanjakan kesenangan adalah budaya universal yang tertumpah di kota ini, maka segalanya bisa menjadi barang dagangan jika demikian adanya; demi menyenangkan hati para pelancong. Dan para kuli penggali tanah, tetap menempati kastanya dengan ikhlas, menyerahkan nasib kepada kebijaksanaan takdir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah atap sirap dengan gubuk kecil berdinding gedek ditengah sawah jauh dari tetangga, masihkah masa memeliharanya? Dan sepasang mata remaja dibawah rimbun pohon mangga, kemanakan waktu telah menyembunyikannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminyak – Kuta, 091008&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-7501414201514734103?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/7501414201514734103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=7501414201514734103&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/7501414201514734103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/7501414201514734103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2009/10/deja-vu.html' title='Déjà vu'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Ss9b9CaNt5I/AAAAAAAAAj8/vNOf1LmAS5o/s72-c/jejak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-5728091908291896213</id><published>2009-09-07T00:56:00.004+07:00</published><updated>2009-09-08T01:09:21.891+07:00</updated><title type='text'>Kontemplasi XXXIX</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SqVKTrCDhII/AAAAAAAAAjs/Ch_wyPHdCfI/s1600-h/XXXIX.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378787031793239170" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 109px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SqVKTrCDhII/AAAAAAAAAjs/Ch_wyPHdCfI/s320/XXXIX.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;: terimakasih kepada mbak Ratih dan Neva yang menyemangati untuk menulis di blog lagi...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kesunyian melahirkan cermin, dimana bayangan dan kenyataan menyetubuh tak terpisahkan satu sama lain. Batin yang lengang akan mampu menelanjangi dan menjelajahi setiap ukuran jarak, rahasia pribadi yang tersembunyi rapi dalam ingatan. Rahasia yang hanya berisi dua hal, kebohongan dan kebenaran yang ditemukan setelah melewati proses kejadian yang terkadang hampir mematikan keyakinan diri. Atau juga rahasia yang berisi segala bentuk keindahan, yang menjadi seakan sempura karena sifat rahasiannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan setiap manusia secara absolut memiliki rahasianya sendiri sendiri, tidak ada hal apapun yang bisa menggugat kemutlakan itu. Sesuatu yang hanya satu orang yang mengetahuinya; sang pemilik cerita. Sedangkan, satu satunya hal yang tidak bisa terbagi dengan kata kata atau peragaan adalah; pengalaman empiris. Segala peristiwa kejadian kehidupan yang melibatkan perasaan secara mendalam. Hanya itu rahasia yang tidak bisa terceritakan, sebab kosa kata yang ada tidak cukup pantas untuk menggubahnya dalam tulisan. Perasaan kita adalah istana rahasia yang absolut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memelihara dan mengelola rahasia agar tetap rapi bahkan indah bukan perkara mudah, sebab yang namanya rahasia, tentunya sangat berbahaya apabila oleh sebab kecerobohan ataupun kekurang penguasaan maksud, menjadi bukan rahasia lagi. Kita bisa kemudian menemukan alasan hakiki untuk menjadikan pengalaman masa lalu sebagai rahasia pribadi. Rahasia rahasia itulah yang akhirnya menjadi butir butir kristal, intisari perjalanan yang berisi catatan catatan kegagalan dan keberhasilan. Sebuah ajaran empiris yang kemudian membentuk sebuah individu. Kegagalan memberikan kita pelajaran, sedangkan keberhasilan menghasilkan motivasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Betapa agungnya hidup, yang setiap detik baru selalu menyajikan hal hal baru. Betapa maha pemurahnya Tuhan pemilik kehidupan ini kepada setiap individu di muka bumi. Dan pada setiap usia yang bertambah, maka bertambah pulalah kebijakan kebijakan nurani. Pengalaman mengajarkan segala hal bagi setiap individu. Penyesalan –yang dirahasiakan- sebenarnya adalah rambu pengingat supaya kita tidak melakukan hal yang menyebabkan kegagalan terulang kembali dalam bentuk yang mungkin berbeda sekalipun. Badan raga yang dirambati usiapun semakin berkurang efektifitasnya, aus digerus umur, melemah, sebagian patah bahkan musnah. Ketika badan tak lagi gagah, ketika kerja otak perlahan menumpul, ketika sebagian organ tubuh minta perhaian lebih, maka biarlah itu menjadi pertanda bahwa masa muda sudah berlalu menjauh. Memandang masa muda yang ditinggalkan seperti halnya memandangi sebuah bangunan yang disetiap sudut dindingnya penuh relief, hampir seluruhnya rahasia. Kenangan masa muda, pengembaraan dan hal hal tidak mudah yang dialami di waktu lampau menjadi batu monumen kebanggaan yang mengandung magnet untuk selalu dikenangkan. Maka segala yang pernah terjadi didalam perasaan di masalalu, semuanya tetap hidup di alam batin dan menjadi bagian sifat karakter setiap pribadi . &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pendapat, pengetahuan merupakan simbol kekayaan pengalaman, lambang keunggulan dalam hal lomba beradaptasi dengan peradaban zaman. Nilai nilai tanggung jawab berubah, lebih berbobot dengan berbagai kondisi yang menurun fungsinya. Kekuatan masa muda dan energi yang dihasilkan tidak akan dapat mampu untuk dipertahankan. Jadi memang hidup harus berubah, berubah mengikuti pola zaman dan mengikuti pola usia. Dari pengalaman, maka akan didapati bahwa kemuliaan akal budi, kebijaksanaan hati dihasilkan oleh pengalaman pengalaman buruk masa lalu. Dan pada masa ini, nurani semakin menguatkan keyakinan bahwa nilai seseorang diukur dari kesanggupan dan kesetiaanya memikul tanggung jawab yang menyertainya sebagai mahluk sosial. Orang baik akan bijaksana dalam menjaga dan memelihara tanggung jawab terhadap apapun yang menjadi predikat dalam masa produktifnya. Sebab pada masa ini pandangan tentang kebaikan dan keburukan menjadi lebih kentara, menjadi antara hitam dan putih saja. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Segala yang hidup akan menghasilkan kehidupan, maka memang sudah menjadi kehendak alam juga jika kemudian muncul kehidupan baru sebagai cabang dari pokok pohon kehidupan kita. Manusia baru datang dan menjadi bagian dari hidup kita, manusia baru yang akan mencandikan masa silam dan mempengaruhi bentuk masadepan kita. Individu individu baru juga datang dan pergi, meninggalkan jejak rahasia dalam sejarah hati, mencoretkan catatan catatan tentang cinta dan tragedi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terimakasihku tak putus padamu Tuhan, atas hidup yang semakin mengagumkan untuk dijalani...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambuapus 090907 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-5728091908291896213?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/5728091908291896213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=5728091908291896213&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/5728091908291896213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/5728091908291896213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2009/09/kontemplasi-xxxix.html' title='Kontemplasi XXXIX'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SqVKTrCDhII/AAAAAAAAAjs/Ch_wyPHdCfI/s72-c/XXXIX.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-8851823406461203207</id><published>2009-06-14T22:25:00.004+07:00</published><updated>2009-11-25T17:45:44.971+07:00</updated><title type='text'>Mengenal Iblis (2)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SjUXhd8Sw8I/AAAAAAAAAjU/o7xvL6u1_6M/s1600-h/Iblis.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347205996312970178" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 88px; CURSOR: hand; HEIGHT: 135px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SjUXhd8Sw8I/AAAAAAAAAjU/o7xvL6u1_6M/s320/Iblis.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;(diceritakan pada Sabtu, 14 Juni 2009)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hatinya iblis, matanya iblis, pikiranya iblis, sikapnyapun juga iblis. Seluruh jalinan ruhnya mewakili semua sifat iblis yang tidak mengenal rasa kasihan maupun tatakrama kesopanan. Ia tidak punya ambisi kekuasaan, hanya nafsu menghancurkan yang ia turutkan, menghancurkan kebahagiaan, menghancurkan semesta isi kehidupan. Sebuah kehancuran yang menguntungkan bagi reputasinya sebagai penghancur kebahagiaan. Semua jenis kelicikan dan kecurangan ia kuasai, segala tehnik provokasi dan penghasutan ia mainkan dengan mahir.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Katanya, satu satunya yang unggul disetiap pertempuran antar manusia adalah iblis. Iblispun berhak berbahagia, mungkin ia mendapatkan kebahagiaanya dari mengeroposnya nilai kebaikan di hati setiap manusia. Katanya iblis pula yang membisik bisiki orang supaya berlaku jahat, dan juga menjerumuskan orang untuk mengambil keputusan yang menyesatkan. Dan, setiap keputusan yang kita buat menentukan apa yang akan kita jalani dalam hidup yang indah ini. Kegemaran juga bagi sang iblis untuk merekayasa sebuah keputusan menjadi sebuah penyesalan panjang. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu, siapakah sebenarnya iblis ini? Apakah dia berujud atau hanya mitos belaka? Iblis tidak menyeramkan karena ia adalah sumber godaan dengan keindahan segala bentuk nafsu. Ia yang selalu mematut matut dirinya seolah barang pajangan pada sebuah pameran. Ia memiliki eksotisme luar biasa kuat dan kadang sanggup mematikan akal sehat. Jika divisualisasikan dengan binatang, mungkin hayalan ini yang paling mendekati; Macanan! Spesies laba laba tanah berukuran sebangsa lalat yang mencari mangsa tidak dengan jerat seperti moyang2nya, tetapi dengan melakukan pengintaian, penyergapan, pemerkosaan, pembunuhan lalu memakan korbannya. Dan korban favoritnya tentu saja; lalat. Itu keji namanya, dan iblis bisa beratus kali lebih keji daripada laba laba macanan. Tapi iblis bukan pula binatang, karena ia bisa menyerupai apa saja dalam kehidupan. Iblis bermain di alam fikiran kita sendiri, bergerak mengikuti dinamika emosi, dan selalu mencari celah untuk dapat mendobrak kemapanan dan stabilitas mental setiap orang. Kita semua memiliki dan membawanya dalam pikiran, karena iblis adalah pikiran kita sendiri sebenarnya, diri kita sendiri yang terbentuk dari susunan hawa nafsu. Iblis tak bisa mati, ia beranak pinak dan bersekolah didalam alam fikiran kita; binatang berakal yang paling sempurna di dunia ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keragu raguan sering disimpulkan sebagai efek guncang dari benturan kepentingan antara kesadaran nurani dan godaan iblis. Hanya nurani (empati) saja yang sanggup menjadi lawan yang seimbang bagi sang iblis. Mengembalikan hati nurani kita kepada kesederhanaan dasar2 kebaikan bisa menjadikanya sebagai benteng yang kokoh dari rongrongan sang iblis. Belajar membiasakan diri dengan ketulus ikhlasan menerima setiap kejadian dan menebar cinta kasih tanpa prasangka adalah mantra yang bisa menjelma menjdi jari jari terali yang memenjarakan sang iblis di pengasingan sepinya. Semakin kuat iblis berpengaruh dalam otak kita, semakin jauh pula jarak tujuan yang menjadi akhir pencarian kita semua: kebahagiaan. Mengatasi iblis tidak perlu dengan konfrontasi karena itu permainan yang ia ciptakan, tetapi cukup dengan kompromi. Kompromi antara hati (nurani) dengan logika (otak), membagi rata ransum kebahagiaan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Kepada kita semua. Sebab, semua mahluk punya caranya sendiri sendiri dalam mengupayakan kebahagiaan dan semua mahluk berhak serta semestinya berbahagia. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Termasuk iblis juga berhak bahagia!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bambua Apus 130609&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-8851823406461203207?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/8851823406461203207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=8851823406461203207&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/8851823406461203207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/8851823406461203207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2009/06/mengenal-iblis-2.html' title='Mengenal Iblis (2)'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SjUXhd8Sw8I/AAAAAAAAAjU/o7xvL6u1_6M/s72-c/Iblis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-4855074258991108876</id><published>2009-05-11T02:21:00.005+07:00</published><updated>2009-11-25T17:43:38.339+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Pertemuan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/ShBk5vIg0GI/AAAAAAAAAjM/9yNFH1WQwZM/s1600-h/meet.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336876501501530210" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 148px; CURSOR: hand; HEIGHT: 104px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/ShBk5vIg0GI/AAAAAAAAAjM/9yNFH1WQwZM/s320/meet.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;(Pada setiap pertemuan, takdir yang berbicara)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lambaian tangan dan tatapan mata terakhir di ujung tangga berjalan menutup pertemuan, lalu seluruh keberadaanmu mengikuti sepanjang jalan, sepanjang aspal basah yang tertindas ribuan langkah. Percakapan denganmu tak terhenti hanya oleh jarak yang semakin menjauh. Nanti, kita akan bertemu lagi di suatu hari. Atau bisa jadi inilah pertemuan terakhir kita. Sometimes, “next time” doesn’t exist, demikianlah kata kata peredam duka jika ternyata pertemuan kali ini adalah yang terakhir kali oleh sebab setiap hal dalam kehidupan selalu berpotensi sebagai hal yang terakhir yang kita alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang sejarah peradaban manusia, tiap pertemuan selalu menghasilkan pertanyaan pertanyaan dan kesan pikiran. Sesaat setelah pertemuan ini begitu banyak hal yang menjejali pikiran, tapi tak satupun yang mampu tersusun jadi percakapan. Mungkin memang tidak diperlukan percakapan, ketika semua kejadian hanya ada di perasaan, dalam hati dan angan angan saja. Pertemuan membuka babak sejarah baru dalam cerita hidup setiap individu sebagai persinggahan kisah kisah yang kelak memperkaya isi cerita sejarah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu dengannmu, bagiku adalah peristiwa tidak biasa dalam hidup. Setelah bertahun tahun hanya bayangan yang tak tersentuh, seperti peri bersayap kupu kupu yang menebar cantikmu tanpa suara; jadi buram di pandangan mata. Sungguh terasa bahwa anugerah apapun yang dalam hidup bermula dari keinginan sederhana yang terkadang menjelma mimpi, mimpi alam sadar yang dilumuri doa. Bertemu denganmupun menyadarkan bahwa diri pernah meminta sangat berharap suatu hari akan bertemu denganmu. Dan semuanya terjadi dengan cara yang sangat sederhana. Dan, terimakasih, hari ini telah kau lunaskan tunai mimpi itu. Tidak ada arah tujuan dari pertemuan ini, hanya menglir saja mengikuti apa kata sang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan diluar jendela sejak tadi tidak juga berhenti. Hujan ini seperti mengurung fikiran, memutar mutarkan pertanyaan tanpa jawaban; semua tentangmu! Aku begitu suka dengan hujan, dengan udara yang mengiringi, dengan bebauan dan suara yang datang bersama curah air sejuk segar itu. Aku suka hujan karena ia memberi indah bagi fikiran. Seluruh isi pikiran seperti berdesakan diujung jari, berdesakan saling menyumbat aliran darah ke jari jemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah secuil dari bergumpal gumpal buah pikiran yang tertangkap lewat tulisan. Jika ini dianggap sebagai kesalahan hanya kata maaf yang bisa jadi tebusan, sebab kesalahan perasaan tidak termasuk dalam hal yang diatur dalam hukum pidana di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambuapus - 090511&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-4855074258991108876?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/4855074258991108876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=4855074258991108876&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/4855074258991108876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/4855074258991108876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2009/05/sebuah-pertemuan.html' title='Sebuah Pertemuan'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/ShBk5vIg0GI/AAAAAAAAAjM/9yNFH1WQwZM/s72-c/meet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-7354303090811280669</id><published>2009-04-18T16:05:00.006+07:00</published><updated>2009-11-25T17:46:24.199+07:00</updated><title type='text'>Catatan Tulisan Tangan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sew7NsyvoGI/AAAAAAAAAjE/8Wmb7sRl7KI/s1600-h/tulisan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326697565820788834" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 96px; CURSOR: hand; HEIGHT: 96px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sew7NsyvoGI/AAAAAAAAAjE/8Wmb7sRl7KI/s320/tulisan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sejuk hawa malam kota Bandung menyergap segenap batin, seluruh angan angan menghambur dan membaur dengan keberadaanmu dalam hati. Jam Sembilan lewat duapuluh satu malam, rembulan setengah lingkaran merangkak pelan. Perjalanan yang kurang menyenangkan sepanjang tol karena cuaca dan ramainya kendaraan seperti tertebus oleh gemerlap kota Bandung begitu keluar dari pintu tol Pasteur. Membaur dengan hiruk pikuk Bandung sebentar, membelok ke kiri di persimpangan pertama dan ajaib, tidak jauh dari situ berdiri gagah Universitas Maranatha. Ah, kehidupan alam batin masih begitu penuh tentangmu. Semua tentangmu, dan mengangankanmu memberikan kemewahan privacy yang tak terlukiskan dengan kata kata. Dan kemewahan seperti itu hanya bisa didapatkan bersamamu, tentangmu. Ah, rindu itu rupanya sudah menjadi bagian dari darah dan tulang yang menghuni kalbu, sampai saat inipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini diri merasa berada bersama masalalumu, bercengkerama dengan hati, kata kata dan sikap yang digerakkan oleh kekuatan luar biasa. Bandung…ya…bahkan kota inipun seperti melambangkan jejak jejakmu. Ah, andai saja kita bertemu raga saat seperti ini, di tempat ini dan dengan angan yang ada kini. Pastilah moment itu akan menjadi moment terindah yang pernah dialami oleh dua orang manusia. Keindahannya bisa menjadi juara seandainya ada kontes rasa terindah di dunia ini. Ya, setiap pertemuan yang kita buat selalu menjadi moment terindah sepanjang kisah cinta manusia. Kita juga menjadi juara untuk kontes rahasia terindah. Ah, rindunya hati melihat lagi gigimu yang kecil kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenangkan masalalu yang tercatat di belantara langit, lembar demi lembar kenangan terselip diantar kisi kisi bintang gemintang. Begitu banyak hal yang pernah kita bicarakan rupanya, dan begitu dalamnya kita saling mengenal masing masing. Ataukah hanya orang sinting yang merasakan seperti itu? Ah, pasti tidak. Kita selalu merasakan apa yang kita rasakan seperti layaknya jiwa yang terbelah dua, bukan?! Persekutuan rasa kita tidak pernah sekalipun mampu untuk diragukan. Sekarang rasa rindu menyerang keinginan melihat lagi mata siptmu, yang tinggal menjadi garis ketika engkau tertawa, dengan demikian tidak pernah pupus rasa ingin membuatmu selalu tertawa dan tersenyum…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang muncul godaan dalam angan angan, bahwa kita kembali menjadi dua orang asing di dunia ini, menjalani hidup masing masing seolah olah kita tidak pernah saling ada melebur sukma dalam penghamburan rasa. Cuaca Jakarta belakangan ini menggiring diri untuk bertahyul bahwa itu firasat kalau dihatimu kini satu demi satu huruf nama matahari rontok di alam batin. Bahkan jika itupun benar, diri masih sangat bersyukur pernah mengalami hal hal hebat bersamamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari lantai 5 secuil Bandung terlihat berhias kerlap kerlip lampu warna warni. Kuning, Merah, Biru, dan lain lainnya diliputi oleh temaram malam. Kota ini indah, eksotik! Bersama butiran embun yang mengembara melintasi atap atap rumah yang beku, doa terikirim untukmu, tidak putus putus agar bahagia dan tenteram menjadi pengisi setiap detik bagi hidupmu kini, dimanapun engkau berada. Doa yang mengalir dari palung hati bersama rindu menggebu yang tak juga surut oleh pautan sang waktu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung 090418&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-7354303090811280669?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/7354303090811280669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=7354303090811280669&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/7354303090811280669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/7354303090811280669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2009/04/catatan-tulisan-tangan.html' title='Catatan Tulisan Tangan'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sew7NsyvoGI/AAAAAAAAAjE/8Wmb7sRl7KI/s72-c/tulisan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-398124926538579997</id><published>2009-04-13T08:38:00.004+07:00</published><updated>2009-04-13T08:50:15.985+07:00</updated><title type='text'>Kehilangan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SeKYkZBDKcI/AAAAAAAAAi8/HLNdaH0euJQ/s1600-h/bb.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323985460463348162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 50px; CURSOR: hand; HEIGHT: 46px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SeKYkZBDKcI/AAAAAAAAAi8/HLNdaH0euJQ/s320/bb.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap kali peristiwa kehilangan baik besar maupun kecil pastilah menimbulkan efek benturan yang mengejutkan, diawali dengan ketidak percayaan dan diakhiri dengan memaksakan harapan hal yang hilang akan diketemukan kembali. Sesuatu yang dierenggutkan paksa lalu diceraikan dari partikel pengisi kehidupan kita pastilah akan mengejutkan dan menyakitkan. Menyakitkan karena kita tidak mengharapkan hal demikian terjadi dan kita alami, bahkan kita tidak sempat mengantisipasinya. Daya rusak yang timbul dari sebuah kehilanganpun sangat tergantung dari bagaimana kita menempatkan nilai sesuatu dalam inventory kehidupan. Tiang patokan paling sederhana dan tidak akan bisa kita pungkiri adalah kebenaran bahwa ketika kita dilahirkan, tidak ada yang menemani perjalanan kita, tidak memiliki benda apapun, dan tidak pula dengan pikiran apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang waktu yang memberikan kita hak istimewa untuk tumbuh menjadi mahluk berakal yang terkadang terlalu mudahnya kita mengklaim sesuatu sebagai property pribadi, seolah olah kitalah yang mentasbihkan segala hal yang kita miliki adalah mutlak milik sendiri. Kesombongan semacam itu kerap meracuni darah dan memunculkan perilaku ambisius, materialistik dan yang pasti posesif habis. Tidak ada segala sesuatu dalam hidup ini yang mutlak menjadi milik kita, bahkan nyawa yang memberikan kita &lt;em&gt;privilege &lt;/em&gt;untuk berkontribusi dalam berjalannya peradaban umat manusia. Segala yang terlahir akan mati, segala yang datang akan pula hilang. Masing masing dimainkan oleh sang waktu yang memiliki semua jawaban atas teka teki sebarang hal yang tersembunyi dan menjadi misteri bagi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendefinisikan nilai kerugian dari sebuah proses kehilangan barangkali bisa dibedaakan menjadi tiga potong kue besar; kehilangan orang atau pribadi yang terlibat dalam kehidupan emosional kita, kehilangan harta benda materi yang selama ini menjadi pelengkap penegasan status sosial, dan kehilangan hal yang bukan berupa manusia (orang) maupun materi. Jenis kehilangan yang ketiga inilah yang paling berbahaya dan bisa mengancam kesehatan jiwa, berpotensi merusak struktur kerja otak yang mengatur produksi akal sehat. Kehilangan yang terjadi hanya di soal rasa, entah kehormatan, entah kebanggaan, entah harga diri, yang disimpulkan secara sederhana menjadi; kehilangan muka di komunitas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kejadian kehilangan yang kita alami sebenarnya hanyalah ujian ujian kecil sampai kita benar benar kehilangan hal sebenarnya yang kita miliki sebagai titipan Tuhan, kehidupan itu sendiri! Dan siapapun tidak akan pernah siap untuk menerima kehilangan, kecuali mereka yang sanggup mendifinisikan bahwa hidup kita hanyalah titipan dariNya belaka. Keluarga yang mengikat hati, harta benda yang kita kuasai, jabatan yang memberikan kita kuasa kendali, sejatinya itu semua bukanlah milik kita. Kita hanya diberi hak untuk mengelola saja, merawat dan siap dicabut status kepemilikannya kapanpun tanpa kita tahu. Bukankah setiap hari kita kehilangan jatah waktu yang berubah menjadi batu masalalu? Batu masalalau yang sebagian menjadi ukiran sejarah perjalanan dan sebagian kita gendong disayang sayang sebagai beban termasuk beban atas sebuah kehilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disekeliling kita dan kita saksikan dengan nyata, selalu ada orang yang kehilangan lebih besar dan menanggungkan kerugian lebih parah daripada kehilangan yang kita alami. Pengalaman ini mungkin bisa kita jadikan perban peredam perihnya rasa kehilangan sesuatu yang kita miliki. Maka akan baik apabila setiap kehilangan kita mempertanggung jawabkanya kepada Dia sang pemilik sejati, serta bermohon agar Dia yang pemurah segera memberinya kita pengobat hati…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambuapus, 090409&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-398124926538579997?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/398124926538579997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=398124926538579997&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/398124926538579997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/398124926538579997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2009/04/kehilangan.html' title='Kehilangan'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SeKYkZBDKcI/AAAAAAAAAi8/HLNdaH0euJQ/s72-c/bb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-6912410588094996946</id><published>2009-02-15T13:23:00.000+07:00</published><updated>2009-02-18T13:24:43.677+07:00</updated><title type='text'>Anugerah cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SZuplSTjSTI/AAAAAAAAAig/F6_4Mi-hwsg/s1600-h/love.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304019444192987442" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 124px; CURSOR: hand; HEIGHT: 93px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SZuplSTjSTI/AAAAAAAAAig/F6_4Mi-hwsg/s320/love.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alangkah indahnya jika setiap orang menginvestasikan cintanya untuk setiap orang yang dikenal dan dijumpainya setiap saat sepanjang hidupnya. Mencintai seseorang hakikatnya adalah memberi penghargaan, penghormatan, dan itikad baik terhadap orang lain. Mencintai sejatinya adalah pelaksanaan semangat memberi dan tidak harus berharap akan menerima. Ikhlas melibatkan hati dalam kehidupan seseorang, siap membantu dan selalu berusaha menyenangkan; membahagiakan. Bukankah begitu mulianya cinta bagi manusia berakal ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta juga mengandung tanggung jawab akan keamanan dan keselamatan orang yang dicintai dari hal hal yang bisa merugikan. Menjadi teman dalam keseharian, menjadi sandaran ketika langkah hati lelah, menjadi lentera ketika pendangan gelap membekap mata, dan menjadi embun yang setia meneteskan sejuk ketika gersang melintas di jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengekspresikan cinta tidak harus selalu dengan kata kata, sebab cinta pulalah yang menggerakkan segala cerita kehidupan manusia. Kehidupan sungguhlah pantas untuk dicintai, dan mencintai kehidupan selayaknya mencintai seluruh isi kehidupan itu sendiri. Cara mengegkspresikan rasa cintapun amatlah sederhana, cukup dengan patuh terhdap nurani kita yang memegang teguh pedoman norma serta tuntunan etika, maka dari sanalah segala perilaku manusia akan mencerminkan cinta. Dan perilaku yang mencerminkan cinta tentu dimiliki oleh pribadi mulia yang kemanapun perginya selalu diliputi rasa damai. Kedamaian yang lahir dengan sendirinya oleh rasa bahagia, kebahagiaan menganak sungai dari rasa ikhlas menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kita sering terlupa bahwa hal hal sederhana dalam tata cara interaksi manusiapun sesungguhnya menandakan ciri pribadi kita. Menjawab ketika disipa, menyahut ketika disebut baik dengan ucapan, pesan singkat, e-mail maupun messenger sekalipun cukup menjadi penanda. Cinta adalah peduli, dan ketika sebuah sapaan hanya membentur udara hampa karena tak dijawab dengan sengaja, sesungguhnya sikap abai seperti itu tidaklah membahagiakan siapapun. Dan itu tidak baik. Setiap orang berhak bahagia dan setiap orang seyogianya saling membahagiakan. Jika segan menjawab, senyuman sederhana sekalipun cukup mewakili tatakrama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membayangkan jika semua orang memberi hormat - sebagai ekspresi dasar kasih sayang - yang layak kepada orang lain (siapapun) atas prakarsa nuraninya, mungkin cinta yang bertebaran di setiap jiwa akan dapat bersinergi menjadi kekuatan luar biasa untuk menuju kehidupan yang adil dan beradab itu. Bermodalkan cinta yang cukup setiap orang akan berlaku adil, tidak ada saling serobot, tidak perlu menjadi tamak oleh ambisi egois, tidak ada peperangan dan kemiskinan. Keadaan seperti itu bisa terjadi dengan dimulai dari pribadi pribadi kita, dengan perilaku untuk mengedepankan kepentingan umum, taat terhadap aturan dan ketertiban, patuh kepadan norma hukum, dan kerelaan berbagi apapun dengan orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan tentram aman damai dan sejahtera bisa jadi bukan hanya utopia pengisi alam khayali, jika setiap manusia saling mencintai. Sebab cinta adalah satu satunya keniscayaan yang sanggup meleburkan perbedaan. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambuapus 090218 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-6912410588094996946?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/6912410588094996946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=6912410588094996946&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/6912410588094996946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/6912410588094996946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2009/02/anugerah-cinta.html' title='Anugerah cinta'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SZuplSTjSTI/AAAAAAAAAig/F6_4Mi-hwsg/s72-c/love.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-3947455981139121667</id><published>2009-01-16T15:17:00.005+07:00</published><updated>2009-01-16T15:30:24.358+07:00</updated><title type='text'>Rindu Ibu Sepanjang Jalan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SXBDT7PWfkI/AAAAAAAAAiQ/xa6FGLFaQoE/s1600-h/mom.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291803571758988866" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 127px; CURSOR: hand; HEIGHT: 117px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SXBDT7PWfkI/AAAAAAAAAiQ/xa6FGLFaQoE/s320/mom.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Denting gitar akustik Gypsy King menghuni telinga, angin dan deru menenggelamkan waktu bersama hujan deras sepanjang pagi. Haru biru membanjiri hati, segala kenangan mengapung apung berparade dalam fikiran. Pohon pohon menggigil berlarian ditinggalkan jarak, cicit burung mati tanpa sempat singgah ditelinga kiri. Kasihan butir air hujan, yang tak sanggup menembus kukuh kaca jendela, hanya meleleh mencium bumi dan takluk pada kuasa alam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;…Amor mio&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Amor mio por favor&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Tu no te vas&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Yo cuentare a las horas&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Que nadia hoy&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Vuelve,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;No volvere&lt;br /&gt;no volvere&lt;br /&gt;no volvere…&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rindu nyamannya menjadi anak kecilmu, ibu. Menggelendot diantara ketiakmu tanpa harus cemaskan apapun dan menghirup wangi petuah dari suaramu yang selalu merdu merayu&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;.”&lt;em&gt;Jangan jadikan dirimu kerdil hanya oleh sebuah kerikil”.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; Terbasuh semua luka sepanjang pengembaraan, hanyutkan beban masalalu yang menyesatkan akal fikiran. Terobatilah semua luka hati yang dihasilkan oleh ketidak adilan yang harus dialami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunyi ini menjadi gerbang kea rah lorong waktu, bersama catatan yang timbul tenggelam dipermainkan ramalan masa depan. Di langit hanya tersisa mendung, mengurung seluruh permukaanya yang gemerlapan; kini hilang dari pemandangan. Aku rindu ibu, ah..sudah lama tidak bertemu. Dari hari raya ke hari raya lainnya, dari hari libur ke hari libur lainnya, semua lewat dan tinggal menjadi angka mati dalam kalender di meja kerja. Ibu yang sakti, dengan mantra harapan tulusnya selalu menjadi payung dan pengawal langkah kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup terkadang ego bersinggungan dalam pergaulan, tidak jarang pula luka bahkan remuk redam. Ketika ego teraniaya, anak lelaki kecilmu harus kuat menerimanya. Tak menjerit, tak juga memaki. Ia berdiam menghayati perihnya dikesampingkan. Terkadang ia terluka oleh pendapatnya sendiri, lalu diam moksa beberapa saat untuk mendefinisikan ulang lokasi keberadaanya. Sampai didapatnya keterangan, bahwa sesungguhnya salah dan benar tergantung dari sisi mana kita memandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalanan basah melengang, mata merah oleh gundah pikiran, hati gamang melangkah ke tujuan, entah hari ini apa lagi akan terjadi, setelah kemarin dan kemarinnya lagi tinggal menjadi sejarah beku catatan diary...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, betapa aku rindu padamu...Ibu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambuapus – BMC - 090106 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-3947455981139121667?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/3947455981139121667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=3947455981139121667&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/3947455981139121667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/3947455981139121667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2009/01/rindu-ibu-sepanjang-jalan.html' title='Rindu Ibu Sepanjang Jalan'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SXBDT7PWfkI/AAAAAAAAAiQ/xa6FGLFaQoE/s72-c/mom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-2847491231688194273</id><published>2009-01-09T10:29:00.002+07:00</published><updated>2009-01-09T10:38:29.212+07:00</updated><title type='text'>Diatas Langit Masih Ada Langit…. Dibawah Tanah Masih Ada Banyak Tanah…</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SWbGT6i883I/AAAAAAAAAh0/pfhr5EJRctk/s1600-h/tirani.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289132857828897650" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 92px; CURSOR: hand; HEIGHT: 130px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SWbGT6i883I/AAAAAAAAAh0/pfhr5EJRctk/s320/tirani.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Keagungan langit menjadi perlambang atas hirarki kemuliaan dan keunggulan. Dari padanya tersusun rantai kekuasaan yang meskipun jauh dari absolut tetap sebagai bentuk kekuasaan, menguasai dan mengendalikan. Sejatinya kekuasaan adalah buah hasil dari inti kemuliaan dan keunggulan. Didalam kekuasaan berlimpahlah udara dan benda benda lainnya yang menopang ketinggian sebuah posisi. Orang bisa terbang kedalam megah dan nyamannya dunia kekuasaan dengan menggunakan tangga bernama ambisi, keberuntungan dan tentu nasib. Kekuasaan adalah bentuk yang menggiurkan, sebab didalalm koin kekuasaan terpatri juga angka hitungan materi pemudah kehidupan. Semakin tinggi jenjang kekuasaan dalam bentuk apapun, semakin baik pula penghargaan materi yang disediakan. Dan semakin tinggi shaf langit, semakin nyaman dan ringan saja kehidupan dijalani. Bukankah hal yang demikian sudah menjadi hukum alam duniawi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tanah melambangkan kenyataan, hal hal real yang terjadi dan dijalani oleh sebagian besar penduduk bumi. Kita yang kebetulan menjadi penghuninya hanya diberi secuil kekuasaan (terutama kekuasaan atas individu), tak memiliki cukup power untuk mematuhi apa yang dinamakan sebagai kemewahan privacy. Dari individu yang berjejalan itulah dunia diramaikan dengan barter kekuasaan kekuasaan satu dan lainnya, semua bernama kebutuhan. Jika langit berlapis meninggi, maka sebaliknya tanah berlapis menurun. Seperti pyramid, semakin rendah hak kuasa seseorang, maka semakin kecil pulalah hak materinya dan semakin berat pula beban hidup yang dipikulnya. Dibawah lapisan permukaan tanah justru kaya dengan intisari kehidupan itu sendiri. Dari tanah pulalah kehidupan berwal, gravitasi bertumpu, dan kekuasaan langit tercipta. Batu, cacing, septic tank, dan segala bentuk yang tinggal dibawah permukaan tanah menjalani takdirnya sendiri sendiri penuh kesadaran, serta faham betul apa yang dapat diperbuat oleh ruh apapun yang mewakili langit. Bukankah pula itu semua sudah menjadi hukum alam duniawi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuansanya jadi lain ketika kekuasaan digabungkan dengan kebutuhan, langit dan tanah, hidup dinamis dan udara. Langit dan tanah, udara dan mayapada sayangnya tak bias hidup bersendirian. Kekuasaan tidak akan pernah jadi tanpa serangkaian pelaku dan pelaksana yang merumah rayap memperkokohnya. Kebutuhan materi mengikat serangkaian besar kelompok kewenangan, kewajiban dan hak. Yang membedakan antara strata tertinggi dengan strata terendahnya adalah hak untuk menikmati hidup dengan cara yang berbeda. Kontradiksi kekuatan daya beli diantara keduanya sering di gambarkan dengan perbedaan langit dan bumi! Semakin tinggi strata kekuasaan, semakin nyaman hidup dijalankan. Sebaliknya, semakin rendah strata kekuasaan, maka semakin beratlah mengakali keadaan agar tetap bertahan hidup dan layak dengan berpenghasilan. Orang harus pintar pintar membelanjakan hasil gadaian usia jika hak kuasa yang dimilikinya hanya satu garis dibawah rata rata, atau salah salah bisa menebarkan sengasara berkepanjangan nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka yang terlahir dalam kubangan kekuasaan, berharap matipun berkalang kekuasaan; hidup dalam pelayanan orang orang sekeliling tanpa harus kaki menyentuh tanah, menjuntai saja di angkasa. Menjadi raja kecil yang tidak faham bagaimana rasanya menjadi penghuni tanah, memvisualisasikan diri sebagai dewa. Kekuasaan berkepanjangan bisa menyebabkan kebutaan hati dan melempemnya kepekaan sosial, menjauhkan hakikat sebagai penguasa terhadap manusia lainnya. Yang paling fatal adalah kekuasaanpun dapat meracuni hati nurani, bahkan tidak memberikan kebijaksanaan sikap meskipun umur telah mendekati liang kubur. Hati hati, salah bersikap saja, kekuasaan dapat bermakna penzaliman terhadap harkat hidup manusia lain, yang berada di lapis bawahnya tentunya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;(Bahwa diatas sesuatu yang tinggi ada yang lebih tinggi, kemudian hukum itu juga berlaku bahwa dibawah yang rendah ada yang lebih rendah lagi…bahwa seberatnya masalah yang kita hadapi, tetap ada orang lain yang tertimpa masalah lebih berat lagi. Alangkah berharap, hati bisa menjadi ikhlas dan legowo dan berhenti terus mengeluh. Mari saling mendoakan, apapun masalah yang kita hadapi, semoga terlalui dengan baik. Amin)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambu Apus – BMC 090109&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-2847491231688194273?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/2847491231688194273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=2847491231688194273&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/2847491231688194273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/2847491231688194273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2009/01/diatas-langit-masih-ada-langit-dibawah.html' title='Diatas Langit Masih Ada Langit…. Dibawah Tanah Masih Ada Banyak Tanah…'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SWbGT6i883I/AAAAAAAAAh0/pfhr5EJRctk/s72-c/tirani.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-5633679585387379968</id><published>2008-11-27T10:46:00.002+07:00</published><updated>2009-11-25T17:44:21.674+07:00</updated><title type='text'>Ziarah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SVMCnu1lNsI/AAAAAAAAAhs/o-r2Nq6vdkY/s1600-h/ziarah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283569669446645442" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 126px; CURSOR: hand; HEIGHT: 129px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SVMCnu1lNsI/AAAAAAAAAhs/o-r2Nq6vdkY/s320/ziarah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pedang tajam anganku menebas angin, hampa membahana dikurung mendung yang menggantung mengelilingi langit Balikpapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejak sang waktu telah meninggalkan alam fikiran, menyisakan batu batu nisan pekuburan sejarah. Lengang semata sejauh hati mengembara. Mendudah kenangan yang terkubur, ternyata masalalu telah mati menjadi udara. Bahkan jejak kaki dalam hati kini terhapus oleh timbunan debu dan rimbun semak semak baru. Hari hari dulu telah tenggelam dalam keabadian yang bisu. Rumah rumah kayu diam menggigil dipermainkan usia, danau dan sungai dari anak anak rindu telah kering ditinggalkan musim. Anak anak ikan menjelempah jadi bangkai tak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah nama menggamang, tinggal menjadi kesia siaan angin, diterbangkan kian kemari oleh harapan jumpa setelah bertahun menabung tanya “kapan cinta yang tercerai akan dipertemukan?”. Kiranya hanya kabar kebohongan sebagai jawaban, tersembunyi dibalik keengganan untuk lebur dalam kesejatian. Mengundang masalalu kedalam detik pernafasan, terkadang seperti menjaring asap di angin yang lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerutupun tak ada guna, hanya menggarami luka yang seolah olah ada. Terkadang membiarkan kenangan lewat seperti bongkah kayu yang hanyut terbawa arus Mahakam, mengayun dan diam dalam kematian, lalu menghilang entah ke dunia mana lagi mesti mengembara. Diri menjadi asing di tempat yang pernah jadi medan kekipu dengan harapan dan mimpi mimpi, dimana malam malam berisi jeritan dan nasehat penguat hati. Tempat tempat nan bersahaja kini memalingkan muka, menolak keberadaan badan semata wayang yeng memburu kenangan sampai ke ujungnya malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia oh usia, yang memenjara kisah dalam sekat sekat peristiwa, tak sanggup mengembalikan cerita karena zaman telah menelannya. Sungguh kita tak bisa mencipatkan masa depan dari bangkai masalalu yang berserakan. Memungutinya kembalipun tak akan memberikan ruh bagi catatan. Waktu telah menceraikan cerita, ujar renungan disepanjang jalan pulang, bersama gerimis yang menenggelamkan lamunan. Biar saja jejak kaki tertinggal dipermukaan lumpur dan pasir kwarsa, biar saja jejak cinta tertinggal dalam hati, nanti waktu juga yang akan menghapuskannya, menumpas semua kisah menjadi sekedar cerita yang terpapar di dinding ingatan, penghias masa muda yang telah pergi terbawa usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, jika kelak akan terulang sejarah yang diimpikan, biarkan saja semua terjadi dalam mimpi kosong siang hari. Sementar biarkan sepi menjadi raja tanpa singgasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda – Balikpapan, 081127&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-5633679585387379968?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/5633679585387379968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=5633679585387379968&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/5633679585387379968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/5633679585387379968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/11/ziarah.html' title='Ziarah'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SVMCnu1lNsI/AAAAAAAAAhs/o-r2Nq6vdkY/s72-c/ziarah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-5530706351167243933</id><published>2008-11-01T10:21:00.002+07:00</published><updated>2008-12-25T10:26:22.417+07:00</updated><title type='text'>Ultah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283563367875049538" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 106px; CURSOR: hand; HEIGHT: 129px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SVL847p1eEI/AAAAAAAAAhc/VnUawznYsoo/s320/nova.jpg" border="0" /&gt;: NK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebatang pohon tumbuh di permukaan bumi, berdiri riang diantara rimbun belantara kehidupan. Batangnya meninggi, rantingnya melebar, daunnya merimbun, seluruh jalinan kehidupannya mengembangkan pupus pupus baru. Sejuk embun pagi yang memupuk semangatnya, hangat butiran sinar matahari yang menuntun keyakinannya. Dari setiap inti sel zat yang diserapnya, tersimpan pengalaman yang menguatkan. Ia menjadi bagian sejarah penuh kisah oleh zaman yang terlintasi setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap awal bulan November pucuk2 rantingnya mengembangkan putik putik bunga nan elok rupawan, menyerbakkan wangi pada dunia. Putiknya merekah, menjajikan buah. Buah buah pengetahuan dari serbuk pengalaman yang terserap bersama berkurangnya jatah waktu yang berlalu ketika hitungan usia bertambah. Buah buah itu mengandungkan intisari biji yang menjanjikan benih kehidupan baru. Lingkaran kehidupan akan bermula dari benih yang diberkati dengan hidup, didalamnya terkandung intisari kisah peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap awal bulan November, bunga nan elok rupawan bermekaran di setiap ranting dahannya, melahirkan harapan masadepan dan membekali akar untuk lebih dalam menembus bumi, menganugerahi batang agar lebih kokoh berdiri menyongsong hari hari baru yang penuh teka teki. Dan wangi yang merebak menyemaikan keyakinan bahwa hidup adalah hal terindah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun, mbak Nova....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RS Dr. Sukanto 081101&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-5530706351167243933?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/5530706351167243933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=5530706351167243933&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/5530706351167243933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/5530706351167243933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/11/ultah.html' title='Ultah'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SVL847p1eEI/AAAAAAAAAhc/VnUawznYsoo/s72-c/nova.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-5846994834953594037</id><published>2008-09-28T13:09:00.002+07:00</published><updated>2008-09-28T09:53:50.842+07:00</updated><title type='text'>Pesan dari Bunda</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SN3OJWNi9YI/AAAAAAAAAg4/rmGB1bHzlAw/s1600-h/mom2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250579400560407938" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SN3OJWNi9YI/AAAAAAAAAg4/rmGB1bHzlAw/s320/mom2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Anakku,&lt;br /&gt;Aku tetap berharap engkau akan turut pulang dalam rombongan, setia seperti matahari yang selalu tenggelam menjelang malam. Pulang ke tanah tempatmu terlahir, dimana darahku tumpah di bumi yang menyaksikan tangis pertamamu pecah. Burung burung Prenjak sudah kejek riuh di pohon mangga depan rumah kita, burung burung yang dulu sering kau sapa gembira sebab mereka mempertandakan seseorang akan datang dari perjalanan menyambangi kita yang terjebak dalam gurun kemiskinan. Seharusnya engkau pulang anakku, sedangkan sejauh bangau terbangpun pasti akan kembali ke sarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai buah air susuku,&lt;br /&gt;Aku teringat, hanya doa yang dapat ku bekalkan ketika kaki mungilmu melangkahi batas pagar halaman menuju dunia luas dengan bergegas. Mimpimu menumpuk di angan angan pemberontakan kecil atas tali miskin yang menjerat leher kita dari generasi ke generasi sebelum dan sesudahnya. Mata lugumu mengisyaratkan tempat tempat nun jauh yang bahkan tak pernah terbacakan dalam cerita dongeng pengantar tidur yang aku bacakan untukmu. Dan bulan bulan awal kepergianmu kutangisi malam malam sepi dengan doa dan permohonan agar anak lelakiku dikuatkan dalam pengembaraan, agar selalu dimudahkan menemukan dalam pencarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku,&lt;br /&gt;Kabar yang engkau kirimkan lewat angin menggambarkan tanah tanah pijakan yang jauh dan sendirian, tak terbaca olehku kelaparan dan luka lukamu, bahkan telapak tanganmu yang kapalanpun tak kau kabarkan. Semuanya berjalan baik baik saja, dan anakku kini jadi lelaki entah di negeri mana. Selamanya lelaki selalu pergi dari rumah ini, rumah tempat mimpi mimpi mudamu tersusun bersama ketakutan yang kau sembunyikan diam diam dibalik tembolok yang selalu tak terisi penuh oleh cadangan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, anakku..&lt;br /&gt;Semestinya engkau pulang lebaran ini. Lihatlah teman teman sebayamu pada berdatangan dari perantauan jua. Mereka membawa kisah kisah yang membanggakan tentang hidup mereka di negeri orang, mengusung kekufuran dengan perbendaharaan benda dan bahkan dialek bicaranyapun sudah susah aku kenali lagi. Anakku pasti tidak akan seperti itu. Pahalawanku akan tetap menjadi lelaki dusun yang rendah hati dan sopan santun, tidak membawa sampah perantauan ke desa untuk dipamerkan dalam imitasi kehidupan kota. Cerita tentangmu ramai dibicarakan, anakku yang tertambat oleh kewajiban dan tak bisa meninggalkan tanah rantauan. Ah, demikian kejamnyakah kota yang merenggutkan anak lelakiku dari ibunda yang merindukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mengapa anakku,&lt;br /&gt;Sepenuhnya aku mengerti seperti dulu pernah kuajarkan lewat sikapku untuk mnerima dan menyerahkannya kepada kedewasaan, memilih dan menjalani kehidupan. Dulu waktu kecil aku sering mengomelimu ketika pulang bermain dan menangis karena berkelahi, sebab bagiku lebih baik tak usah berkelahi daripada pulang membawa tangisan. Dari dulu kita memang tidak punya pembela, anakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku anak naga,&lt;br /&gt;Ketika takbir berkumandang memenuhi angkasa, ketika seluruh jalanan kampung kita penuh warna warni baju baru dan wewangian macam macam, aku akan menunggumu disini, di ruang tengah rumah purba kita dimana engkau akan sungkem mencium lututku, menyembah kedalam hatiku dan memohon ampun atas segala yang tak berkenan dimasa lalu. Dan aku akan menumpahkan seluruh kerinduan serta sukacita kebanggaanku atas anak emasku yang pulang dari menjelajahi langit dan bumi. Aku akan menunggumu disini, di rumah tempatmu dibentuk jadi laki laki…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;Selamat hari raya Idul Fitri, Ibunda….&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertulis dengan air mata – SCBD 080928&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-5846994834953594037?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/5846994834953594037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=5846994834953594037&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/5846994834953594037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/5846994834953594037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/09/pesan-dari-bunda.html' title='Pesan dari Bunda'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SN3OJWNi9YI/AAAAAAAAAg4/rmGB1bHzlAw/s72-c/mom2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-4157327847188115559</id><published>2008-09-28T10:10:00.002+07:00</published><updated>2009-11-25T17:47:11.855+07:00</updated><title type='text'>Kisah Sebuah Buka Puasa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SN7117DtdbI/AAAAAAAAAhA/1CN3aJRKwnk/s1600-h/buka.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250904522295702962" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SN7117DtdbI/AAAAAAAAAhA/1CN3aJRKwnk/s320/buka.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu hari, menjelang sore ditengah bulan Ramadhan. Dari pagi terkungkung pekerjaan, sebentar lagi tiba waktunya pulang. Janji bertemu di tempat parkiran, dimana nanti motor tebengan diberangkatkan. Lalu bebarengan meliuk dikubangan kemacetan sepanjang Tendean hingga Cawang, bermanufer diantara padat kendaraan dan berjejalnya kepentingan. Cerita mengalir sepanjang jalan, membius bising knalpot dan klakson kendaraan yang mengintimidasi kesabaran. Kadang pecah tawa, kadang pula pikiran sibuk mengulum udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu matahari perlahan tersesat diantara gedung di barat daya, seluruh isi kota bergegas menjelang buka puasa tiba. Rumah adalah tempat dimana hati berada, dan bebuka dirumah sungguhlah cita2 mereka yang bepuasa. Kesemrawutan lalulintas yang seusia dengan ukuran kecerdasan pejabat pengelolanya memberi jaminan pasti bahwa tepi jalan adalah tempat berbuka puasa massal; rela tidak rela. Kekusutan tata kelola lalu lintas Jakarta sungguh tidak perlu diragukan lagi. Kondisi genting setiap hari seperti itu sudah puluhan tahun dipertahankan dengan sukses oleh Jakarta. Pengguna (yang tidak punya akses kemana mana dikawal forerider tentunya) hanya punya satu hak; menerima keadaan! Dijalanan manusia bisa dengan mudah bermimikri menjadi mahluk buas atas sesamanya. Pantat pedas, mesin panas, isi kepalapun mudah tertular virus ganas bernama angkara murka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar baginda sang penguasa kota terpampang raksasa ditepi jalan, tersenyum lebar bebaju gamis, seolah siap berangkat tarawih, sedangkan bedug magribpun belumlah tiba waktunya. &lt;em&gt;"Selamat menunaikan ibadah puasa"&lt;/em&gt; demikian pesan sang baginda. Ah, negeriku tercinta, bahkan para pemimpinpun bisa melucu di bulan puasa. Sayang, lucuannya tak lucu! Atau barangkali poster baginda memang salah satu bentuk propaganda supaya mereka sepersaudaraan korban kemacetan dapat lebih melatih kesabarannya selama menjalankan puasa? Hmm, poster yang menggoda untuk membatalkan puasa dengan mengumpat! Dengan banyolan wagu itu pula pemimpin kota ini memprovokasi pengguna jalan untuk lebih bersabar menghadapi ironi kota praja. Pameo &lt;em&gt;‘bukan Jakarta kalau tidak macet’&lt;/em&gt; melambangkan betapa terbelakangnya pola pemikiran yang seperti antisolusi itu. Maka inilah jalanan Jakarta kita, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;an organized chaos it is!!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika bedug bertalu, kemacetan telah berlalu. Matahari telah benar benar pergi dari sudut mata, laju roda perlahan menepi mencari tempat akan berhenti. Warteg dekat pemakaman jadi pilihan, teh manis hangat jadi ta'jil andalan dengan bumbu penyedap keramahan sang pelayan. Dua gelas teh manis hangat dan dua batang rokok lesap sebagai hadiah kemenangan hari ini. Dua puluh lima ribu rupiah terakhir di saku celana menenangkan pikiran atas tagihan berdua. Sungguh amat membahagiakan, berbuka puasa dengan kesederhanaan; teh manis hangat warteg jamuan perayaan kemenangan bersama seorang teman seperjalanan, di ruas jalan kehidupan yang sunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa lapar dipertahankan, sebagai imbalan bagi mereka yang dirumah, yang telah dengan segala upaya menyiapkan hidangan untuk jamuan nanti jika yang seharian bekerja pada pulang. Jarak masih setengah perjalanan, sampai ke nanti kita berpisah sehabis pertigaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kita telah menang dengan tenang tenang, ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halim kira kira 080912&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-4157327847188115559?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/4157327847188115559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=4157327847188115559&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/4157327847188115559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/4157327847188115559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/09/kisah-sebuah-buka-puasa.html' title='Kisah Sebuah Buka Puasa'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SN7117DtdbI/AAAAAAAAAhA/1CN3aJRKwnk/s72-c/buka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-3201865237454390598</id><published>2008-09-23T15:46:00.004+07:00</published><updated>2008-09-27T12:27:51.513+07:00</updated><title type='text'>Catatan Kaki Senja</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SNitVLca1vI/AAAAAAAAAgk/0mZqeI5EEYE/s1600-h/older.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249135945061160690" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SNitVLca1vI/AAAAAAAAAgk/0mZqeI5EEYE/s320/older.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;... Aku ingin rebah&lt;br /&gt;    Di sejuk tanah berdebu&lt;br /&gt;       Latri sisa hujan musim lalu&lt;br /&gt;         Di bawah rindang rumpun bambu&lt;br /&gt;            Di tepi kampung halamanku...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini lahir dari fikiran kanak kanak yang nakal namun penurut terhadap ibunya yang adalah nurani sendiri. Seorang kanak kanak yang terperangkap dalam tubuh lelaki berusia hampir setengah baya. Seperti lazimnya aturan adat, usia memberkahi manusia dengan kebijakan setelah masa muda yang melulu berisi pemberontakan. Kebijaksanaan adalah praktek dari kepatuhan terhadap ibunda nurani. Catatan dalam pengalaman batin mengalamatkan bahwa waktu dan tempat yang diberikanNya cuma cuma berupa kegiatan kehidupan bisa berakhir kapan saja, dan selalu tanpa bisa seorangpun menduga kapan dan bagaimana proses kejadiannya. Sang kanak kanak yang abadi terperangkap akan mentertawakan diri karena telah lahir di tahun yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia pakai badan wadagpun berkurang nilai praktis maupun ekonomisnya. Sensor2 motorik syaraf menumpul, otot melemah kulit menhgendur tulang merapuh pandangan mengabur dan telinga menuli. Sebagiannya telah rusak sebelum habis masa pakai, rontok atau hilang aus selama perjalanan umur. Zaman telah meninggalkan keberpihakannya, manis masa muda telah lewat dan jadi sejarah belaka. Sungguh tiap tiap manusia berhak merasa kesepian dalam beberapa saat di hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari siklus edar sang matahari kita diajar banyak tentang kehidupan yang dimulai dengan panen pengharapan ketika embun beranjak musnah di pagi hari, lalu panas sengangar tanpa tandingan di tengah hari dan ditutup dengan udara hangat sebelum senja lalu selebihnya perenungan dalam gelap ketika bersendirian. Demikianlah siklus nyawa yang dalam pengembaraanya mengandungkan nilai nilai historis riwayat diri, jadi mahkota bahkan belenggu bagi yang salah memanfaatkanya. Perjalanan usia akhirnya melahirkan bayi jiwa baru sebagai produksi dari intisari pengalaman. Di dalam gelap dan sendirian, segala yang ada di fikiran menjadi demikian terang untuk dijabarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab tidak adanya panduan menjadi tua, maka setiap diri menjalani hakekat ketuaanya secara otodidak, alami semata dan hanya berdasarkan pengalaman empiris yang pernah dilalui. Usia juga menghasilkan sampah sampah penyesalan sebagai dinamika riwayat hidup; kematian dan kelahiran silih berganti tak ada henti sampai akhirnya tiba giliran kita dipendam dalam bumi, mati tak berguna meninggalkan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan batang2 rumput berbunga dimana serangga merubung bak pesta pora, hasrat membuncah menggigil sendirian ditikam pengandaian pengandaian yang berbau mustahil. Lebih baik perlahan membangun mimpi kedua, menyingkir dari ramai adat dunia dan menemukan kehidupan baru diantara desau cemara dimana kedamaian perasaan berhembus dalam kesunyian rumah kayu. Kebun2 rahasia yang terbangun untuk kekasih hati, kerabat bidadari terawat rapi di rumah kayu. Orang orang yang pernah singgah dan menghuni hati akan mengenangkannya diam diam, menyimpan perasaan diam2 sebagai catatan rahasia yang punya andil mewarnai kisah dengan tawa bahkan derai air mata; semuanya serba diam diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghitung sisa umur, menghitung mundur jatah usia yang kita punya, seperti mengayak butiran2 sejarah yang menjadi cermin bagi nurani yang akan mengejawantahkan siapa diri. Dari sanalah kebenaran hakiki muncul, terkandung rapi dan diam dalam diary jujur, ketika polah manusia menjadi usang karena diri merasa ditinggalkan dan terkucil sendirian. Tinggal rumah kayu penunggu setia mimpi senja...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fatmawati, 080922 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-3201865237454390598?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/3201865237454390598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=3201865237454390598&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/3201865237454390598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/3201865237454390598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/09/catatan-kaki-senja.html' title='Catatan Kaki Senja'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SNitVLca1vI/AAAAAAAAAgk/0mZqeI5EEYE/s72-c/older.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-2412128717351688849</id><published>2008-09-07T02:40:00.002+07:00</published><updated>2008-09-27T12:31:11.890+07:00</updated><title type='text'>Menuai Usia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SMQvA_LiLnI/AAAAAAAAAgU/eblCl45QMTw/s1600-h/kontemplasi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243367560172416626" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SMQvA_LiLnI/AAAAAAAAAgU/eblCl45QMTw/s320/kontemplasi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Usia menua, meninggalkan catatan dan kenangan yang bagai lukisan dilorong masalalu; tinggal keindahan. Ribuan orang sudah datang dan pergi menyinggahi hati, sebagian meninggalkan tahi, sebagian menabur benih melati. Segala yang baik dan buruk jadi menghidupi, pengalaman pengalaman yang bertabur menjadi penghias dan pengingat jalanya cerita kehidupan. Hidup adalah lorong sempit berliku liku, mendebarkan sekaligus mengokohkan harapan. Jarak tempuhan seterjal apa lagi yang bakal ada didepan, telah diperingatkan oleh apa yang terjadi di masa lalu. Hidup bisa penuh kejutan, mengandung kebosanan, dan memiliki keindahan yang tak bisa terjabarkan. Sepenuhnya berisi cerita cinta antar manusia, kadang jadi pelaku, terkadang jadi korban, bahkan terkadang jadi saksi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sudah kaki berjalan, memburu cita di titian mimpi. Dan Tuhan selalu berada disisi. Jauh sudah jarak tempuhan, terkadang di padang gersang terkadang di lumpur kebosanan. Dan selalu tersedia kebun rahasia, tempat segala keluh kesah bermuara dimana sejuk embun pagi selalu setia membasuh dan jadi pupuk penguat diri melangkah lagi merangkai hari demi hari dalam gugusan cerita dunia. Manusia dan manusia menciptakan rangkaian panjang sejarah peradaban, dan cinta selalu menjadi tema utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang adalah pahlawan, dan darinyalah dilahirkan jejak jejak perjalanan supaya anak cucu tidak kehilangan arah. Niat sederhana dan menjadi terbaik bagi diri sendiri masih terlalu jauh dari begitu banyak rahasia yang tersimpan dalam pikiran, rahasia yang menjadi tentangan bagi kata bijak hati nurani. Jika keberuntungan adalah hikmat bagi mereka yang keras berusaha, maka mimpi yang terpetik tanpa sengaja adalah anugerah yang tak ada bandingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuai usia, ketika otot tak lagi kekar, tulang belulang tak lagi kukuh dan keriput menyapai kulit ari, menghantamkan kesadaran kepada nurani bahwa hidup semestinya bersimpuh tanpa daya dibawah kehendakNya. Penderitaan telah menjadi pelajaran yang menghadirkan kepasrahan, setelah protes panjang membentur altar langit tanpa jawaban. Sedangkan karunia terkadang terlupakan oleh gemuruh kota besar yang menjauhkan kepribadian dari sifat sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah kayu dilereng bukit berdinding ketenangan dan beratapkan tulisan sejarah masa silam, beralaskan renungan panjang atas segala peristiwa dan kenakalan menanti di ujung sana, tempat dimana ujung hidup akan berpulang terpahat dalam tulisan panjang, sejarah seorang manusia biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan dan bidadari berlarian datang dan pergi, meninggalkan catatan yang manguatkan dan melemahkan. Keindahan selalu pergi terlalu dini, sedang penderitaan bercokol rapi di alam fikiran, terbawa dalam perjalanan panjang ke masa depan. Dan adat hidup selamanya tetap sama; bahwa masa lalu dan masa depan sama sama nisbi adanya. Hari ini, saat ini adalah hadiah terindah dari Tuhan bagi diri dan mahluk hidup penghuni bumi. Sebab, semegah apapun isi kehidupan, kematian tetaplah jawaban pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Selamat ulang tahun, buderfly…Think again! Life is just awesome!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;Kebumen, 080907&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-2412128717351688849?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/2412128717351688849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=2412128717351688849&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/2412128717351688849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/2412128717351688849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/09/menuai-usia.html' title='Menuai Usia'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SMQvA_LiLnI/AAAAAAAAAgU/eblCl45QMTw/s72-c/kontemplasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-1161667920865699989</id><published>2008-08-24T04:19:00.002+07:00</published><updated>2008-09-27T11:12:41.992+07:00</updated><title type='text'>Manusia baru</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SMRGB4YsZ9I/AAAAAAAAAgc/ncH4p4N1X3I/s1600-h/baby.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243392864295872466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SMRGB4YsZ9I/AAAAAAAAAgc/ncH4p4N1X3I/s320/baby.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Catatan kecil untuk Abby&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sekehendakmu, engkau lahir ketika usiaku merambat tua. Dengan niatan telah tertitip lewat ubun ubunmu harapan dan pesan kelakuan, setidaknya ruh yang menghembus dikala engkau gelisah dalam rahim bidadari, ibu kandungmu membacakan kisah kepahlawanan manusia manusia utama, nun jauh di tempat yang hanya terdapat dalamm cerita buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam naungan cinta berlimpahan tubuh mungilmu mengisi ramai dunia, terlahir dari tetes embun sejuk milik sang zaman. Lewat ibundamu kutitipkan cinta yang kental, cinta yang tak mengenal segala acara dunia. Kelak kau mungkin tak akan mengerti bahwa di dunia yang kacau ini selalu ada duni tak bertuan yang menyumberkan kedamaian seperti keabadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakimu akan perkasa menjejaki langit, seluas pikiranmu menangkapi ilmu dan menggendong jadi bekal pengalaman. Nanti engkau akan mengerti jua, bahwa hangat matahari dan sejuknya pagi selalu berisi energi yang mengembalikanmu pada pengakuan atas keagungan Tuhan, sang penciptamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika genangan ketuban mengering, engkau telah resmi menjadi manusia baru tanpa upacara. Dan kewajibanmu, wahai manusia baru adalah menjadi manusia, membanggakan ayahnda pengukir raga dan mendamaikan ibunda yang selama sembilan bulan menggendongmu tanpa lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mata mungilmu terbuka kelak, segala rahasia alam akan terhampar dihadapanmu untuk engkau punguti jadikan perhiasan riwayat kehidupan. Dan dari telingamu segala ilmu pengetahuan akan tersimpan dalam ingatan, menjadikanmu sebagai manusia unggul yang cerdas memaknai kehidupan; seperti ayahandamu juga seperti ibundamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang ke dunia wahai manusia baru, hiruplah udara dan penuhi paru parumu dengan udara yang penuh akan karunia. Bawalah pesan damai yang dulu sempat kutiupkan di rahim ibundamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempol 080824&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-1161667920865699989?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/1161667920865699989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=1161667920865699989&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1161667920865699989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1161667920865699989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/08/manusia-baru.html' title='Manusia baru'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SMRGB4YsZ9I/AAAAAAAAAgc/ncH4p4N1X3I/s72-c/baby.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-8596755365390103638</id><published>2008-08-19T06:13:00.005+07:00</published><updated>2009-11-25T18:09:57.741+07:00</updated><title type='text'>DTB – a hidden story.</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;:&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SMQnbZhVDjI/AAAAAAAAAgE/c7WgCbcRDvo/s1600-h/secret_door.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243359217826729522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 107px; CURSOR: hand; HEIGHT: 141px" height="108" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SMQnbZhVDjI/AAAAAAAAAgE/c7WgCbcRDvo/s320/secret_door.jpg" width="98" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasanya tidak ada lagi apapun yang diperlukan, tidak ada lagi keperluan yang dibutuhkan selama kepalamu bersandar pasrah didadaku, dengan rambut hitam lurusmu terurai memenuhi bidang sandaranmu, seperuh tubuhmu dalam dekapan erat. Mata kita terpejam, kata kata kehilangan makna. Hati berbicara jauh lebih banyak dari apa yang bias disimpulkan oleh kata kata. Tangan kiriku merangkul, melingkari lehermu dengan jari jemariku mempermainkan daun telinga mungil itu. Tidak ada lagi yang perlu dirisaukan, tidak ada yang patut untuk dicemaskan. Hanya nafas memburu yang perlahan menjadi pelan, dan peluh menitik di setiap pori di kulit ari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buaian tepi surga, tubuh kita melayang layang diangkasa, diterbangkan oleh gelombang lembut pasca ledakan sensasi bersama, laksana gunung berapi semburkan lahar bagi yang pertama. Diam, kesunyian menjadi begitu indah, musik mengalir dari detak jantung yang perlahan berhenti berburuan berkejaran, mengiring deru nafas yang memudar. Tubuh mungilmu dalam dekapan, dan kita larut dalam buaian. Bibir mungilmu menyembunyikan senyum, tenggelam dalam sonyaruri. Semua diam, tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam pikiranku pengembaraan jauh melanglang negeri, melewati pulau pulau dan samudera hingga nun jauh ke dusun dimana masa kecilmu bersinar ceria. Kaki mungilmu menapak diantara hamparan buah cengkeh yang terjemur di halaman depan, angin yang beraroma cengkeh mempermainkan rambutmu ketika berlari mengejari kupu kupu kuning yang terbang genit diantar semak. Mata sipitmu mengernyit diciumi hangat udara pagi, dan kulit putihmu semburat dipermainkan oleh sinar matahari yang menerobos diantara daun daun mangga di halaman belakang rumahmu. Aku menjadi matahari, saksi atas sukacitamu pagi itu, berlarian sambil bernyanyi berrsama alam yang menenteramkan, memberi janji janji akan tempat tempat jauh yang kaya akan ilmu pengetahuan. Aku menjadi matahari yang menyaksikan tangismu pecah ketika kelinci kesayanganmu tersesat di tepi hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam pikiranmu, badan terbang tanpa sayap menjelajahi langit, timbul tenggelam dalam kesadaran. Lalu menemukan lelakimu menjadi pahlawan bagi dirinya sendiri, pahlawan yang lengan kirinya kini melingkar di leher dan mempermainkan cuping telinga dengan mesra. Lelaki ini muncul bersama dengan kemunculan hari hari biasa, kemudian menjulang diantara angan dan keinginan hati yang terbentengi oleh aturan kepatutan, compliance blanket, dan tatanan peradaban. Tetapi dia tetaplah lelaki pahlawan, yang memberikan nilai tak tertakarkan atas keberadaannya sebagai wanita. Otak memvisualisasikan seribu cerita tentang perjalanan panjang dan sendirian yang sempat terekam lalu diperdengarkan dalam kisah sepanjang malam, yang kini membuai dalam badai pertanyaan betapa mengesankan kisah kehidupan. Lelaki itu, lengannya kukuh merengkuh hati, membiarkan dirinya hampa di titik nisbi dengan angan yang bebas menjelajah pergi meninggalkan raga. Damai tentram semata yang terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ yuuuk…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaramu membunuh lamunanku….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SCBD - 080819&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-8596755365390103638?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/8596755365390103638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=8596755365390103638&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/8596755365390103638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/8596755365390103638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/08/dtb-hidden-story.html' title='DTB – a hidden story.'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SMQnbZhVDjI/AAAAAAAAAgE/c7WgCbcRDvo/s72-c/secret_door.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-1095094013906683845</id><published>2008-08-08T11:08:00.001+07:00</published><updated>2009-11-25T17:56:35.567+07:00</updated><title type='text'>Mengenangi Pertemuan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SJ-82j9GKhI/AAAAAAAAAXA/R28hz0rxGnw/s1600-h/adipura.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233108937578261010" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SJ-82j9GKhI/AAAAAAAAAXA/R28hz0rxGnw/s320/adipura.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;: HF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hangat hawa kotamu menyergap dalam pencarianku diantara gelap. Jejak jejak kaki kutemui, jejak jejak kakiku senidri di masalalu. Seakan bayangmupun senyap dibungkam sunyi hati. Bukit bukit yang menyembul diantara jalanan raya mengantarku pada khayal sejarah yang terputar dalam utas pita kenangan. Menghayati kerinduan ketika senja mulai mengurung simpang Enggal, warnanya sayu dipermainkan teka teki malam nanti dan realita tadi pagi dalam bayang bayang patung gajah berpayung susun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu lagi dengan tatapan matamu, yang setiap kerling mengandung beling yang menusuk kalbu, mematikan ego, rasanya seperti menapak nyata di alam mimpi. Bising menjadi sunyi dan sunyi berubah girang menjadi kepenuhan kata kata, semua bercerita tentang apa yang terjadi semenjak pergi. Tawa yang pecah di pantai lautan kisah telah membunuh ragu atas keberadaan tubuh dan hati permaisuri sang naga. Diri tersedia menjadi budak atas perasaan senang berlebihan yang berulang setiap kali pandangan menyilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang pernah membius dalam drama percintaan terbaik sepanjang zaman suatu ketika, menebarkan daya magis dengan kekuatan magnet yang tak terbayangkan. Lelaki manapun takkan sanggup melawan, kekuatan akan daya tarik kasih sayang. Menerabas gelap, merenangi hujan, menyusuri khayalan, membelah lautan dan menempuh perjalanan yang tak terbayangkan kini, untuk setetes embun bagi gersangnya hati. Embun yang tidak pernah pergi dari hati, hingga siang kembali ke pagi lagi. Bahkan ketika rumput rumput harapan menghijaukan gurun kesengsaraan, buah dari drama penghianatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota ini tak pernah menjadi asing meskipun lama tak disambangi dan hanya sekali dikunjungi. Setiap ruas jalan dan bidang bangunan adalah jejak memanjang yang menceritakan tentang pertemuan rahasia yang terjadi di dunia tersembunyi; dunia tak bertuan. Tiap sudutnya menyimpan tatapan mata dan raut wajah ayunya, bahkan suara lembutnya bergema memenuhi langit fikiran. Bahkan tepian lapangan Siburai masih menyisakan tetes air matamu abad lalu, ketika kita harus berpisahan, menceraikan dua manusia beda warna yang mengikut hati setelah rampung melunaskan kerinduan. Ya, hanya mengikutkan kerinduan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dinding kaca pun berterali, menegaskan jarak yang bisa dibuat oleh kebudayaan manusia bernama adat kepantasan yang mengatur tatanan kesusilaan. Tetapi hati tak mengenal terali dan dinding kaca, ia bebas menembus segala bentuk dimensi ruang dan waktu, menghilangkan perbedaan warna hitam dan warna putih. Demikianlah hidup harus berrjalan, seperti yang pernah jadi perkiraan pada awal mula perjumpaan. Dan memang hidup terus berjalan, membawa perubahan dan perkembangan baru, bibit bibit masa depan yang baru dan terus bertumbuhan dipupuk pengalaman masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenangkan pertemuan, keindahan yang terkandung dalam setiap elemen keberadaannya, mengantarkan tidur dalam mimpi teramat indah dalam pelukan sepi kotamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandar Lampung 080808&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-1095094013906683845?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/1095094013906683845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=1095094013906683845&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1095094013906683845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1095094013906683845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/08/mengenangi-pertemuan.html' title='Mengenangi Pertemuan'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SJ-82j9GKhI/AAAAAAAAAXA/R28hz0rxGnw/s72-c/adipura.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-2849333933121227781</id><published>2008-08-05T10:49:00.003+07:00</published><updated>2008-09-27T12:28:09.776+07:00</updated><title type='text'>Bukan saya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_20WOZEoeavQ/SJfQmg49zJI/AAAAAAAAAW4/BD_EQ86fgZQ/s1600-h/denial.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5230878852296592530" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_20WOZEoeavQ/SJfQmg49zJI/AAAAAAAAAW4/BD_EQ86fgZQ/s320/denial.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rekaman audio di cockpit pesawat Adam air DHI 574 yang hilang di perairan Majene Sulawesi Barat pada hari pertama tahun lalu tiba tiba beredar dan populer melebihi popularitas album baru band anak muda. “ Allahuakbar…Allahuakbar….” lalu senyap bersama lenyapnya seratus dua orang manusia yang ada didalamnya, meninggalkan luka dalam bagi ribuan orang sanak keluarga korban. Isi rekamannya tetap sama, itu itu juga beredar melalui transaksi informasi nir kabel. Bukti bahwa teknologi informasi secara perlahan lahan menelanjangi cerita kemanusiaan yang terjadi sebena benarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih meriah justru cerita cerita sangkalan para pejabat instansi negara yang tadinya berkewajiban menyimpan dan memelihara jawaban teka teki kecelakaan pesawat paling tragis abad ini. Berlagak seoalah tidak kebakaran jenggotl KNKT menaburkan bibit bibit opini yang keseluruhannya mendoktrin publik untuk mendukung kebohongannya menjadi kebenaran. Hal yang sedemikian sederhana di orak arik menjadi susah dicerna. Kisah bau kentutpun di seluruh dunia tetap sama rumusnya, yaitu yang pertama keluar dari mulut dari bau celaka itu adalah &lt;em&gt;“bukan saya pelakunya”,&lt;/em&gt; yang sebenarnya bermakna sebuah upaya mengalihkan kesalahan kepada hantu; pembodohan publik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tivi, si ganteng pemandu acara mewawancarai seorang pejabat tinggi di KNKT. Lelaki tua dengan tiga perempat wajahnya dilapisi kaca mata berwarna grey transparan; dan begitu peduli dengan jas serta intonasi suaranya memperjelas situasi pikirannya yang dihinggapi deja vu sepanjang waktu. Rekaman suara bencana celaka itu diperdengarkan lagi, merobek ribuan hati sanak waris para korban, juga jutaan manusia atas nama kemanusiaan. Bebasnya pemberitaan di media tivi bagai mata cangkul tajam yang mengoyak hati keluarga korban yang sedang belajar sangat keras dan berat untuk bekompromi dengan keikhlasan. Rekaman percakapan yang bocor itulah sebenarnya bencana lebih parah bagi kebangsaan dan kemanusiaan, sebuah pertunjukan peradaban betapa miskinnya bangsa ini dengan empati. Adat sopan santun ketimuran, menguap menjadi sejarah. Vulgarnya pemberitaan adalah anarkisme terhadap bathin keluarga korban, dan selamanya penderitaan sungguh tidak bisa digambarkan seperti apa rasanya. Hanya bisa merasakannya sebagai iblis jahat yang hidup didalam aliran darah disekujur tubuh kasar kita, itupun hanya bisa dirasakan oleh mereka yang tertimpa derita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bocornya rekaman keramat itu ke telinga umum juga adalah sebuah cermin betapa pemikiran tentang pengamanan bagi pejabat sepenting itu sungguh bisa diduga; sangat memprihatinkan. Mestinya, upaya pencegahan terhadap terjadinya kebocoran informasi mutlak menjadi prioritas pengamanan KNKT dari ancaman operasi intelijen partikelir, pencurian, sabotase ataupun kemungkinan terburuk lainnya. Metode metode pengamanan elektronik sampai pengamanan tehnology informasi mutlak harus ada. Dibutuhkan sebuah team pengamanan yang efektif sebagai pendukung sistem sistem yang terbangun dalam melaksanakan pengamanan fisik, serta melakukan pemetaan konsentrasi area kritis dengan sistem administrasi serta prosedur standar operacional yang jelas. Kesadaran para pemangku kedudukan (apalagi pejabat publik) kita masih sangat rendah terhadap pentingnya pengamanan. Penghargaan terhadap profesi petugas keamanan memang sudah banyak kemajuan meskipun masih jauh dari harapan yang wajar. Akibatnya profesionalisme individual seorang petugas pengamanan sering kali pas pasan, sama halnya dengan pendapatan mereka yang juga pas pasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pejabat yang pura pura tidak kebakaran jenggot sibuk mengembang biakkan opini, marilah tunduk kepala kita sejenak. Mengheningkan cipta dan memohon kepada yang maha kuasa, semoga arwah para korban tenang diterima disisiNya, serta keluarga yang ditinggalkan diberiNya kekuatan untuk melanjutkan hidup dan menyingkap keajaiban keajaiban lainnya dalam kehidupan dan juga semoga para pemimpin negeri ini segera disadarkan dari kemabukan duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, kebenaran yang tak terbantahkan adalah makna dari kata terakhir yang terperdengarkan dalam rekaman masyhur itu&lt;em&gt;&lt;strong&gt;..” Allahuakbar….Allahuakbar…..Allah maha besar..!&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Itulah kebenaran hakiki dari cerita setiap manusia, tidak peduli bagaimana KNKT akan berkilah menutupi aibnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempol – Bambu Apus 080805 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-2849333933121227781?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/2849333933121227781/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=2849333933121227781&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/2849333933121227781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/2849333933121227781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/08/bukan-saya-pelakunya.html' title='Bukan saya'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_20WOZEoeavQ/SJfQmg49zJI/AAAAAAAAAW4/BD_EQ86fgZQ/s72-c/denial.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-4193093276020951245</id><published>2008-07-13T15:32:00.003+07:00</published><updated>2009-11-25T17:57:28.564+07:00</updated><title type='text'>Mozaik buram masa silam</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_20WOZEoeavQ/SIdw4bxnHOI/AAAAAAAAAWo/IGKqicYGxk4/s1600-h/CA85MFCP.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226270007417576674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_20WOZEoeavQ/SIdw4bxnHOI/AAAAAAAAAWo/IGKqicYGxk4/s320/CA85MFCP.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; : TS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malam luruh, sinar bulan menjuntai ditimpa gemuruh tetabuhan dan pekik sorak sorai. Sunyi semata menyelinap dalam dada justru ketika semua suara tumpah ruah dalam pesta akbar di kota purba. Bau kotoran burung layang layang yang berbaris rapi di kabel listrik mengurai kembali kepingan kepingan sejarah diri, memaksa ingatan menengok akan kenangan yang telah lama terkubur waktu. Jalan jalan berisi bayangan, suara suara yang datang dari masa silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu slide kenangan datang menikam, berisi keperihan akan sepotong hati yang tak sengaja tergores terlalu dalam. Mempersembahkan dosa yang kelak jadi penyesalan peneman pikiran sepanjang jalan. Seseoarang telah menghilang, meninggalkan tangis dalam keabadian. Canda tawa dan tatapan berpengharapan telah buram digilas cerita penutup yang tiada berkesimbangan. Ada sebuah hati yang merana sia sia, datang dari masa lalu dan mencabik senyum jadi sebentuk garis vertical di wajah mengkusam. Asmara yang membuncah kala itu sungguh tak tertipukan hanya dengan lima tahun tanpa berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan, bumi berputar dan cerita penghuni jagad terus saja berganti gantian. Tak ada yang bisa menentukan. Mereka yang datang dari masa lalu menyempatkan menebus lunas pertemuan, melulu berisi cerita kepahlawanan. Telinga hanya mendengar kekosongan sebab hati mencari yang diinginkan, dan yang diinginkan telah memutuskan pita suara, hilang dari pendengaran kabar berita. Kenangan cinta selamanya berisi pedih perih mengabaikan petuah bahwa selamanya kisah manusia adalah cerita hidup biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uh, kota ini berisi siksa yang memperkosa ketenangan fikiran, menghadirkan isak tangis yang menggenang oleh hati yang tercabik kenyataan. Lima tahun berlalu, dan sedu sedan itu masih mengisi tiap butiran angin yang mengembara disetiap lorong dan atap bangunan. Setiap helaan nafas menyedot kenangan, dan mengunduh lara yang tersemaikan di jejak perjalanan dulu, dan kota ini menyempurnakan kepedihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kau penduka, penghuni belahan bumi masa lalu. Dalam danau nurani telah tertampung hujan air mata milikmu jua. Disana telah hidup beranak pinak penyesalan dan pohon pohon ampunan, atas masa lalu yang mendukakan. Meski mungkin takkan pernah terbaca olehmu, kutulis jua dengan tinta air mata, kisah panjang atas kekhilafan, tertebus hukuman bagi diri yang tak memuliakanmu seperti pengharapan. Lewat seluruh angin yang mengisi kotamu malam ini, kutitip salam dan setanggi penyesalan atas apa yang pernah merejam hati kita dimasa silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku turut berbahagia, masa depan ada dalam genggaman tanganmu yang basah oleh air mata …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soundrenaline - Pekanbaru 080713&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-4193093276020951245?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/4193093276020951245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=4193093276020951245&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/4193093276020951245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/4193093276020951245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/07/mozaik-buram-masa-silam.html' title='Mozaik buram masa silam'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_20WOZEoeavQ/SIdw4bxnHOI/AAAAAAAAAWo/IGKqicYGxk4/s72-c/CA85MFCP.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-8277832058813579340</id><published>2008-07-10T12:52:00.005+07:00</published><updated>2008-07-10T13:01:57.652+07:00</updated><title type='text'>Filsafat Duka</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_20WOZEoeavQ/SHWkAMkAnCI/AAAAAAAAAWA/f7PhOxNac7k/s1600-h/CAS59W5T.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221259666285173794" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_20WOZEoeavQ/SHWkAMkAnCI/AAAAAAAAAWA/f7PhOxNac7k/s320/CAS59W5T.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;:&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; Afni Salmi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;(terbisik lewat deru para pejalan , bagimu yang menandangkan duka lara)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Hidup tidak selamanya mulus, juga tidak selamanya mudah. Ibarat langit mencurahkan air hujan dan angin topan ketika engkau tengah di perjalanan, maka kaki tetap harus mengayun. Akan lebih berat dan makin terjal jalan tempuhan, licin dan menjebak dalam kebingungan. Gelap yang mengurung ketika matahari padam hanya memprovokasi hati untuk berhenti dan sembunyi. Itu berarti bahwa pengingkaran terhadap kodrat kehidupan sedang terjadi. Jalani saja, tinggalkan jejak menjadi sejarah dan terabas deras pusingan air dan angin liar yang seolah membutakan arah, sebab seberat apapun langkah, kaki harus tetap bergerak pertanda hidup yang terus berderak derak, membawa perubahan dan pengalaman pengalaman baru untuk memperkaya sikapmu jadi dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini mungkin engkau merasa sendiri, sebab deru penyesalan dan guyuran air mata duka membentengi pandanganmu dari cahaya hati orang orang disekitarmu. Percayalah, engkau tidak lagi sendirian. Jangan cemaskan, sebab engkau ada dan hidup di hati orang orang disekitarmu, yang hanya mampu berempati atas apa yang menimpa; tak sepenuhnya bisa menyekutu jiwa untuk merasakan gemuruh kegalauan yang mengamuk didadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temanku,&lt;br /&gt;Selamannya penawar bagi perih sakit hati yang koyak tercerabut dari akar kenyataan adalah dengan berkontemplasi, merenungkan keagungan dan kekuasaan sang pencipta hidup, sebab Dia pula yang mencipta kematian atas segala yang dikodratkan untuk hidup. Berhentilah sejenak dari langkahmu yang gontai, dan biarkan alam mengajarimu tentang hikmah malapetaka. Waktu akan menyerap air matamu yang menggenang, dan kelak pagi akan datang bersama cicit burung dan hangat matahari kemerahan, lukamu akan terbasuh oleh sejuk embun yang tersangkut di setiap ujung batang daun rerumputan. Biarkan kakimu telanjang menyongsong apapun yang akan disuguhkan oleh kejadian pada hari itu sebab semuanya hanya akan tinggal menjadi sejarah belaka akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau berharap, peristiwa akan menunda catatan kelam bagimu, tetapi sungguh tiada yang kuasa menghentikan kehendak sang waktu. Usah kau hitungi goresan demi goresan atas penyesalan yang kemudian menggunung dipundak fikiran. Selamanya tidak akan membuatmu bangun kecuali satu kenyataan bahwa engkau telah kehilangan sebagian dari masadepanmu, kehilangan sebagian gumpalan dari gemunung mimpi yang pernah lahir dari rahim rahim harapan. Bukan pula kejam jika kemudian tiba tiba mimpimu terenggutkan, sebab tiada yang nyata antara kemarin dan esok hari; kecuali hari ini sebagai anugerah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah, kehilanganmu bukan untuk melumpuhkan bibit kehidupanmu tetapi semata hanya pupuk penguat bagi kokoh kakimu menapaki berderet anak tangga yang tak akan sanggup kau duga rasanya; itulah hidup hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari lubuk hatiku yang seperti kaca, kukirim simpatiku bersama doa yang menggaung memenuhi rongga dada…Semoga dia diterima disisiNya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MET cafe Juanda Airport - Surabaya 080709&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-8277832058813579340?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/8277832058813579340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=8277832058813579340&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/8277832058813579340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/8277832058813579340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/07/filsafat-duka.html' title='Filsafat Duka'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_20WOZEoeavQ/SHWkAMkAnCI/AAAAAAAAAWA/f7PhOxNac7k/s72-c/CAS59W5T.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-140530852358515414</id><published>2008-07-08T16:16:00.007+07:00</published><updated>2008-07-10T12:58:15.097+07:00</updated><title type='text'>Catatan Mesin Ketik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_20WOZEoeavQ/SHMx1BO6vHI/AAAAAAAAAVw/QPYfS8-HY5s/s1600-h/CAGK95FI.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220571179986369650" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_20WOZEoeavQ/SHMx1BO6vHI/AAAAAAAAAVw/QPYfS8-HY5s/s320/CAGK95FI.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;(cerita dari Jakarta VIII)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Klak.. tik.. tlak ..tik.. tak ..tik…. &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Suara ketukan nyaring memecah sunyi malam di gang sempit yang kadang gelap kalau rumah petak paling kanan yang juga keluarga anak &lt;em&gt;landlord&lt;/em&gt; rumah kontrakan itu lupa menyalakan bohlam penerang emperan. Pada sisi masing masing pintunya dibangun tembok tipis setinggi enam puluh senti sebagai pembatas antar rumah tangga; antar para pengontraknya, keluarga keluarga perantau yang juga harta kekayaan Jakarta. Masing masing pintu menyimpan rahasianya sendiri sendiri, menyimpan juga masa lalu dan impiannya sendiri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pintu ujung sebelah kiri berdiam keluarga suku batak, dengan dua orang anak dan sepeda motor agak tua tapi tidak juga terlalu tua. Kesan sederhana mewakili seluruh penampilannya. Dibalik pintu itulah keluarga Madelin berdiam, dan dari balik pintu itulah nyaring suara mesin ketik berdenting tengah malam begini. Papanya Madelin pasti sedang menuangkan isi fikirannya ke selembar kertas, mencetaknya dalam tulisan yang bisa mengulang isi perasaan persis seperti ketika isi otak dituangkan, kapanpun mau. Begitulah barangkali penulis. Mamanya Madelin, Imelda adalah seorang pegawai negeri, guru bahasa inggris di sebuah sekolah menengah umum negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesin ketik dari besi, tak lekang digerus zaman, dilindas teknologi nir kabel dan kedap suara. Dari ketukannya mengalir butir butir pemikiran, menterjemahkan kegelisahan hati seorang lelaki perantauan. Bercerita panjang tentang sejarah yang tercipta ketika jarum arloji melewati angka dua belas. Suaranya nyaring menerbangkan angan angan, menjauh dari langit kemudahan dan mengajari nurani untuk menginjak bumi kenyataan. Bahwa hidup telah terbagi atas para pelakonnya dimuka bumi, atas perbedaan dan ketidak samaan semuanya berdiri diatas kesamaan. Simpati mengalir bersama bisu malam yang menggenang, mengenangkan ketika lampu minyak menjadi teman memeras fikiran, di halaman rumah diatas sejuk rumput teki, dan bulan seujung kuku yang malu malu digauli awan abu abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huruf demi huruf berbaris melalui ketukan, lambat laun menyuarakan lolongan hati yang menangis sambil bernyanyi. Iramanya membeberkan makna dari setiap simpul hati gundah gulana, tentang besok lusa untuk kedua anak tercinta. Rumah petak berdaun pintu triplek, berhimpitan bergelimang keinginan. Menunggu angin malam ini datang dari utara, membawa kabar tentang ibunda tercinta. Berharap embun setetes datangkan damai, seperti dulu sewaktu malam hari tak dibatasi pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesin ketik tua dari Pasar Rumput, menemani lelaki menjelajahi malam, dengan pikiran dan bercak bercak kegalauan. Mencatat sejarah tak tercatat, dari hidup nyata di kota Jakarta. Didalamnya, terpendam miliaran kisah hati penghuninya, tak terlahir dalam kata kata. Hanya tulisan penjabar kenangan yang timbul tenggelam dipermainkan nasib dan harapan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempol, 080708 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-140530852358515414?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/140530852358515414/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=140530852358515414&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/140530852358515414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/140530852358515414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/07/balada-mesin-ketik.html' title='Catatan Mesin Ketik'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_20WOZEoeavQ/SHMx1BO6vHI/AAAAAAAAAVw/QPYfS8-HY5s/s72-c/CAGK95FI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-6755720773083951751</id><published>2008-07-02T13:27:00.002+07:00</published><updated>2008-07-02T13:33:08.961+07:00</updated><title type='text'>Pupuk Bawang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_20WOZEoeavQ/SGsgX14RlQI/AAAAAAAAAVo/oFjiDQ7Oc9I/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218300187211044098" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_20WOZEoeavQ/SGsgX14RlQI/AAAAAAAAAVo/oFjiDQ7Oc9I/s320/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Siapa itu duduk di sudut tenggara? Murah senyum seperti sakit gila?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama basa basi, pantat tertancap di sebuah kursi. Berharap arloji melaju lari, ternyata udarapun mati tak menghasilkan gagasan apa apa. Arwah meniggalkan badan, terbanting di keras batu granit berlapis karpet di “Diamond Room”. Menjelempah menjadi kepingan kepingan yang tidak membentuk sebuah identitas. Jasad bahkan tak mengenali lagi siapa diri, dan kenapa bisa terjebak sampai kemari. Dentam musik dan gelak tawa, menjadi symbol atas keramaian pesta raya. Sebidang ruangan menjelma menjadi planet asing yang mengkerdilkan nyali. Tersesat pencarian hati, bahkan tak menemukan jalan pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruangan ini menghadirkan kerinduan pada kesunyian. Ketika fikiran menjadi raja atas badan, dan alam semesta hidup dalam harmoni, dimana diri menjadi renik hidup sebagai bagian dari stakeholder jagad raya. Sunyi menegaskan bahwa hidup adalah keindahan seni itu sendiri. Keindahan yang memanjakan fikiran, mengesampingkan perbedaan dan ketidak samaan. Menerima keadaan diruangan ini sama halnya dengan menyuntikkan racun pada syaraf syaraf kesadaran yang selalu setia menegaskan jati diri. Menunggu hingga riuh berhentipun rasanya hanya semakin bodoh membodohi diri sendiri. Kerling mata indah yang semestinya menggoda iman lelaki, kali hanya tatapan sekilas atas nama ketidak sengajaan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini rupanya tata adat pergaulan Jakarta. Boneka boneka cantik bukan kepalang, tidak menyisakan celah sedikitpun untuk melihat alam pikirannya. Masa lalu dan pengalaman seperti apa yang menjadi harta kekayaan mereka, dan mengertikah mereka bahwa mereka bisa terpesona jika melihat alam pikiran si penanya. Reputasi ternyata tidak diakui berlaku disini. Benar kata Pramnoedya, bahwa setiap orang Jakarta membangun tembok tinggi disekeliling individunya, hanya menyisakan jendela jendela untuk mengintip, tak sepenuhnya membaur larut dalam hidup pribadi. Hanya sederet atas nama, lalu pekerejaan, pengetahuan, daya pesona dan ujung ujungnnya pasti uang. Demikianlah harapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangkakan diri adalah berarti, ternyata kosong belaka buah harapan mimpi. Bahkan menjadi runner up, sekalipun masih terlalu jauh dari bumi kenyataan. Rasa malu melemparkan badan keluar ruanngan, melaju dalam deru angin setelah sekian jam hidup menjadi sia sia, kembali menjadi manusia dengan nama dan wujud yang sejatinya. Sebuah pelajaran hidup mendewasakan diri hari ini, cermin raksasa yang menyodorkan kenyataan sampai ke balik retina mata. Menjadi nomor dua bisa jadi adalah prestasi pribadi, tetapi menjadi nomor dua dari belakang tidak ubahnya karakter yang mati kaku ditelan peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rindu kembali kepada sunyi…duniaku yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Surabaya, 080630 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-6755720773083951751?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/6755720773083951751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=6755720773083951751&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/6755720773083951751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/6755720773083951751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/07/anak-bawang.html' title='Pupuk Bawang'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_20WOZEoeavQ/SGsgX14RlQI/AAAAAAAAAVo/oFjiDQ7Oc9I/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-4956801850040496811</id><published>2008-06-26T01:54:00.004+07:00</published><updated>2008-06-26T08:29:10.478+07:00</updated><title type='text'>Sampah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SGKVV85PrRI/AAAAAAAAAVg/UgZi2zC2bDI/s1600-h/garbage.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215895522804477202" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SGKVV85PrRI/AAAAAAAAAVg/UgZi2zC2bDI/s320/garbage.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Detik ini, sebentar lagi tinggal hanya menjadi masa lalu, dan masa lalu semsetinya kita perlakukan seperti sampah, dibuang baik baik dengan prosedur yang benar. Seperti sampah juga, jika kita meletakkan masalalu secara sembarangan, maka kita juga harus bersiap untuk memanen berbagai kesulitan, bahkan terkadang tata kelola sampah yang salah bisa menyebabkan sebuah tragedi, bencana celaka. Semestinyalah kita tetap memperrlakukan masa lalu dengan hormat, sebab ia memberi kita jalan menuju apa yang terjadi pada detik kita menyadari bahwa nyawa masih dikandung badan. Betapa beruntungnya kita diberi kesempatan seperti itu. Apapun namanya sampah, sudah kodrat bahwa ia tercipta dari apa yang tidak kita perlukan lagi, tidak kita butuhkan. Masalalu adalah onggokan waktu yang tidak lagi member manfaat langsung untuk saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu saudara, mari kita lebih berhati hati lagi dalam memproduksi sampah. Selain tata kelolanya harus arif bijaksana, bahan bahan yang kita konsumsi manfaatnya lalu kita sepah menjadi ampas itupun punya andil luar biasa dengan output bermacam macam sampah. Sampah makanan atau daging akan menjadi busuk, sampah biji bijian ada kemungkinan tumbuh menjadi batang pohon, serta banyak karakter sampah lain lagi. Sebagian membekas tak mau musnah oleh waktu. Perilaku yang baik akan mengahasilkan sampah menjadi, simpati, kebahagiaan, kedamaian dan kebaikan pula. Kebaikan, sebagai masalalu ia akan dikenang menjadi sesuatu yang membanggakan bagi kehidupan. Sedangkan perilaku yang buruk akan menebar kemudharatan kemana mana, melahirkan keburukan keburukan baru yang beranak pinak, menebar permusuhan, petaka dan macam macam bencana peradaban, tragedy umat manusia sebagai akibat buruk dari keburukan yang dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampah, masalalu adalah jejak dari cara kita menjalani kehidupan. Dan jejak itu permanen membekas di permukaan bumi, berbaur dengan miliaran jejak lainya yang membentuk satu kesatuan cerita peradaban umat manusia. Kebijaksanaan hati yang tercermin dalam perbuatan dan perkataan selalu bisa menjadi nutrisi penyejuk dari gersangnya ladang budi pekerti dai kebun jiwa banyak orang. Sikap taklim, berdisiplin dan murah hati, rendah hati sejak zaman pewayanganpun sering ditaklukan oleh angkara, nafsu durjana. Kebaikan akan terlihat seperti kalah, tetapi sebenarnya kebaikan tidak mengenal istilah kalah dan menang. Hati yang bijak dan baik tidak menempatkan diri lebih tinggi atau lebih rendah dari umat manusia lainnya, tetapi sejajar dengan penuh rasa hormat dan tenggang rasa, menghargai perbedaan sebagai sebuah keragaman, melestarikan keragaman sebagai asset kekayaan umat manusia sekaligus media belajar lebih banyak lagi tentang kehidupan. Kebaikan hanya menjalani kehidupan seperti yang diamanatkan dan kita sepakati sebalum kita dilahirkan di dunia. Perilaku yang baik adalah semata cerminan dari hati yang baik pula. Dan hati yang baik adalah keaslian yang terjaga dari arus manis dan indah duniawi beracun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya dalam keburukan sifat, tabiat maupun niat, implikasinya harus negative. Orang lain yang negative, dan menggunakan segala macam cara untuk menciptakan opini umum bahwa diri sendiri adalah positive alias baik. Orang baik tidak melakukan itu, tetapi orang buruk selalu menggunakan itu. Bahan buruk yang yang selesai masa produksinya akan menghasilkan sampah toxid yang bisa merusak &lt;em&gt;&lt;strong&gt;kamuradan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;tatanan kehidupan – red&lt;/em&gt;). Si sampah akan beranak pinak dengan keburukan keburukan baru yang makin tumbuh mengembang dengan pesatnya. Pada akhir masanya, maka seluruh isi kepribadian bagi orang yang membekaskan jejak keburukan adalah keburukan itu sendiri, kerendahan kualitasnya sebagai insan manusia. Dalam hidupnya orang seperti ini akan mendewakan hukum materi, memperdalam ilmu berkilah, menjadi master dalam bidang berbohong secara ilmiah. Akibat dari tingginya ilmu berdusta yang dipraktekkan, maka esensi tentang “tuntunan dasar berperilaku baik” menjadi seolah olah lelucon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali ada yang salah dalam pembinaan mental bangsa kita ini. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;"Agama sebetulnya bisa jadi salah satu filter untuk mencegah kita berbuat buruk. Apapun agamanya, saya yakin jika setiap orang mau menjalankan ajaran agama masing2 dengan baik, tindakan2 dan kejadian2 buruk di negara ini dapat diminimalisir. Sayangnya masih ada saja yang tega menggunakan agama sebagai alat untuk mencapai tujuan pribadi ataupun golongan. Dengan dalih agama, orang bisa seenaknya menghancurkan orang lain, atau dengan dalih kebebasan beragama orang bisa seenaknya merasa tidak menistakan agama tertentu. Kalau sudah begini...jadi terlihat bahwa agama baru sebatas tampilan fisik, urusan dengan Tuhan hanya sebatas ritual doa...sedangkan untuk hal lain, agama dipinggirkan dan baru akan di pakai ketika dibutuhkan. Lihat para koruptor...ketika mengambil uang rakyat tidak ingat akan ajaran bahwa mencuri itu dosa, tapi ketika tertangkap dan menjalani proses peradilan...tampilan berubah, begitu agamis. Ah, begitu banyak contoh sampai saya muak sendiri"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. (dikutip dari opini dahsyatnya Miss Cowet, RI-2 wannabe). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu jika seseorang berperilaku buruk, mungkin karena dulu waktu diperkenalkan kepadanya, agama adalah dogma hitam putih baik dan buruk, dosa dan pahala, surga dan neraka saja. Orang yang baik dan rajin beribadah akan masuk surga, sedangkan orang yang jahat dan berdosa akan masuk neraka. Titik. Sedangkan saudara, surga dan neraka itu konon tidak ada dalam kehidupan di dunia, nanti setelah kita mati dan melewati proses pengadilan akbar di hari kiamat, dimana segala amal perbuatan kita semasa hidup harus kitat pertanggung jawabkan. Jarak antara kehidupan dunia dan akherat tergantung dari tebal tipis keyakinan kita kepada Tuhan Sang Maha Kuasa. Jadi agama adalah urusan manusia dengan Tuhan saja. Oh, ini dia yang salah ternyata! Pemahaman yang tidak menyentuh akar rumput tentang fungsi agama sebagai acuan nilai nilai moral dalam berhubungan dengan segala isi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setuju dengan Miss Cowet, wakil presiden republik titik titik, bahwa jika setiap orang mau menjalankan ajaran agamanya masing masing dengan baik, maka hal buruk akan bisa diminimalisir. Sesungguhnya agama diturunkan di dunia sebagai SOP (Standard Operating Prosedure) supaya perilaku manusia lebih tertata dan teratur, intinya agar manusia menjadi baik. Tidak ada agama yang mengajarkan keburukan. Nah, karena agama sebagai produk budaya paling tinggi ini keberadaannya diperuntukkan bagi kemaslahatan manusia, mungkin kita perlu merubah pola kaderisasi generasi baru bangsa ini, bahwa agama tidak semata soal surga dan neraka, tetapi implikasi dan dampak dari pelanggaran dan ketaatan terhadapnya bagi kehidupan umat manusia yang jika kita runutkan adalah semua saudara kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indah jika utopia itu menjadi fakta, dimana sampah masalalu setiap manusia tidak menjadikan polusi, apalagi iritasi sebab agama telah berfungsi maksimal sebagai pengendali nafsu duniawi, menjadi guideline agar setiap manusia menjunjung tinggi nilai nilai budi pekerti, perdamaian dan solidaritas tanpa pandang bulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempol, 080626&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-4956801850040496811?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/4956801850040496811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=4956801850040496811&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/4956801850040496811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/4956801850040496811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/06/sampah.html' title='Sampah'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SGKVV85PrRI/AAAAAAAAAVg/UgZi2zC2bDI/s72-c/garbage.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-8306220166060851698</id><published>2008-06-21T18:18:00.002+07:00</published><updated>2008-06-23T14:23:57.271+07:00</updated><title type='text'>Obat Bagi Bangsa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SFzlwGOfmAI/AAAAAAAAAVY/_FVm4ruXE3k/s1600-h/indonesia.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214295083056076802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SFzlwGOfmAI/AAAAAAAAAVY/_FVm4ruXE3k/s320/indonesia.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bangsa ini sedang sakit, hatinya yang sakit. Maka satu satunya obat bagi yang berhati sakit adalah tawakal. Tawakal dalam menerima hal hal yang tidak disukai dan tawakal dalam menerima hal hal yang disukai. Hati yang sakit mengakibatkan jiwa yang terganggu, mengidap gejala gila yang kemudian dimakmumkan menjadi sebuah ajaran modern dari hal yang paling tradisional sekalipun. Kegilaan semacam itu sangat mudah ditemukan dalam berita berita media massa setiap harinya. Orang lupa dengan jatidiri, bahkan Tuhan dikomoditikan menjadi kendaraan taktis. Ya! Tuhan! Bahkan perkumpulan ulama yang seharusnya mengedapankan factor dakwah dan control terhadap budi pekerti pemeluk agama justru tercebur ke selokan hukum materi yang terkadang lebih busuk dari selokan aslinya. Selokan itu berisi peraturan peraturan buatan manusia, kebebasan untuk menentukan siapa yang tidak benar dan – tentu saja – diri sendiri selalu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neo jahilliahisme adalah sebuah paham jahat yang merusak bayi bayi tatakrama. Paham itu ada tetapi kita tidak sadar keberadaanya. Kebanyakan orang yang bersuara lantang biasanya menentukan hanya apa yang tidak benar, tentu saja menurut penalaran si empunya kata kata. Sakit bangsa ini sungguh akut, seperti tumor yang menjalar pelan pelan, mencengkeram pangkal pangkal syaraf dan aliran darah, menjanjikan sebuah kematian mengenaskan yang bisa datang kapan saja. Kekerasan telah menjadi kebiasaan, hukum menjadi alat permainan tingkat tinggi dengan takaran uang, dan masyaallaaah….jabatan dipandang sebagai sebuah kesempatan untuk memperkaya diri. Tentu tidak semuanya, sebab jika keadaan itu menyeluruh, tentunya bangsa ini sudah tidak ada lagi. Indonesia sudah tidak ada lagi, kembali menjadi kerajaan kerajaan kecil yang dipimpin oleh dictator dictator kecil berejubah superhero, bertopeng malaikat dan mengenakan make up tebal bernama kepalsuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab sebuah bangsa terdiri dari individu individu, maka individu individu itu pulalah yang semesetinya bisa memotivasi diri untuk menyembuhkan penyakit celaka yang memelintir bangsa. Zaman yang kata orang serba susah, hanya sebatas di perkataan saja. Jika ibaratnya badan yang biasa dimanja, maka kesakitan akan menjadi siksa. Akan tetapi bangsa kita bukan semacam itu, bangsa kita adalah bangsa yang tangguh, innovatif, menjunjung tinggi tenggang rasa, gotong royong dan persaudaraan. Bhinneka Tunggal Ika, semboyannya. Berbeda beda tetapi tetap satu! Perbedaan perbedaan itu semestinya diterima dengan penuh rasa syukur karena dengan banyaknya perbedaan justru kita adalah bangsa yang kaya, kaya dari semua seginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak dan besarnya kekuatan energi bangsa ini, pasti bisa dipakai untuk berhenti berambisi sejenak, dan mendefiniskan kembali keadaan Indonesia secara jujur, lalu menerimanya sebagai sebuah rasa malu. Itulah tawakalnya bangsa. Membangun sebuah bangsa haruslah bermula dari individu yang menghuninya sendiri. Ketaatan terhadap falsafah bangsa dan mengedepankan kepentingan Negara diatas segalanya, belajar percaya kepada pimpinan supaya tidak terjadi multiple dualisme kepemimpinan, dalam segala bidang dan yang didapat dengan segala cara. Kebanyakan dari kita menempatkan diri sebagai raja kecil, atau paling tidak berambisi menjadi raja kecil (bahkan ke tingkat yang paling tidak umum). Jika diteruskan maka akan muncul kekuatan kolompok kelompok kecil yang mengedepankan kegarangan kata kata dan kelihaian berdiplomasi yang bisa mencekoki pemahaman warga terpencil yang tidak tersentuh oleh lezatnya enampuluh tiga tahun kemerdekaan. Raja raja kecil ini begitu nakal dan ambisius, sehingga harus membuktikan kekuatan massanya, membuktikan kegarangannya didepan kelompok yang lain, raja kecil yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memulai dari sendiri sangatlah tidak susah, saudara. Belajar untuk tetap setia kepada nurani dan memberikan penghargaan yang wajar bagi ajaran ajaran perilaku seperti agama, meletakkannya sebagai &lt;em&gt;compliance blanket&lt;/em&gt; bagi setiap kalbu, setiap hati dan jiwa, maka yang tercipta adalah sebuah colored pink coutry, sebuah Negara penuh cinta dan kasih sayang. Agama ditempatkan bukan dikepala, apalagi diukur dengan undang undang buatan manusia. Tuhan bisa murka kepada bangsa kita yang mempermainkan namaNya dalam pernyataan pernyataan pembohongan publik oleh pejabat, Tuhan juga bisa murka dengan cara sebagian orang dari bangsa kita mengajarkan kebenaran Tuhan melalui kebencian dan kekerasan, penghujatan dan penghianatatan nilai. Tuhan akan sangat murka kepada kita jika kita terus beranggapan bahwa setiap orang berhak menjadi Tuhan dibalik baju gamis hasil upeti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumor gila seperti itu hanya bisa dilawan dengan tekat kuat dan bulat untuk sembuh, dan memang berupaya keras untuk sembuh. Jika masing masing dari individu kita rajin bercermin pada nurani masing masing, pastilah Negara yang kaya lagi subur makmur ini bisa menjadi raksasa baru di Asia, bahkan kita bisa menjadi salah satu pilar kekuatan berlangsungnya kehidupan alam semesta, sebuah Negara gemah ripah loh jinawi yang dihuni oleh warga bangsanya yang bersemangat untuk ramah, sopan santun, cerdas dan berbudi pekerti luhur. Alat pemerintahannya berfungsi maksimal dalam melayani kepentingan warga bangsa, para pengemban tugas jabatannya menghayati jabatan sebagai sebuah amanah dan ibadah. Kelompok kelompok organisasi yang ada benar benar punya semangat profesionalisme, dalam ikut mengontrol jalannya kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap pernyataan dikeluarkan dengan sangat hati hati dan arif, jauh dari provokasi dan pembenaran diri, serta konsisten menjaga misi organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, agama kita tempatkan dalam hati, dalam nurani sebagai penuntun perilaku, bukan di batok kepala konsumtif sebagai komoditi kelompok saja. Dan Tuhan adalah dzat yang tak terbantahkan, tak terdebatkan. Serta yang pasti saudara, semangat patriotisme demi keagungan nama Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RI 1 –  wannabe.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;JGF Karawang, 080620&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-8306220166060851698?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/8306220166060851698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=8306220166060851698&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/8306220166060851698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/8306220166060851698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/06/obat-bagi-bangsa.html' title='Obat Bagi Bangsa'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SFzlwGOfmAI/AAAAAAAAAVY/_FVm4ruXE3k/s72-c/indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-3834235494248358517</id><published>2008-06-13T09:49:00.003+07:00</published><updated>2008-06-13T09:56:13.685+07:00</updated><title type='text'>Penduka</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SFHhO5hnqAI/AAAAAAAAAVQ/CGjLQidSEiA/s1600-h/pray.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211193889920624642" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SFHhO5hnqAI/AAAAAAAAAVQ/CGjLQidSEiA/s320/pray.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;: ex-lucifer&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;(Tertulis risalah ini padamu, individu mulia yang tersia siakan oleh cinta yang durjana… )&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika malammu luruh menjadi gelap, pengap dan mati, pembaringan lakasana sabana kosmos maya, luas tanpa tepi tempat segala khayal dan sesal silih berganti tertayang di langit langit remang yang lalu menyisakan raungan, gemelatak gigi diperdaya amarah membuncah, seolah menyobek dada, memprotes atas kebahagiaan cinta yang tidak berpihak padamu. Bahkan cicak dan serangga seolah mengejek, tertawa terkekeh tak sanggup berhenti, mentertawakan kemalangan nasibmu. Tawanya tersambung tangisan, tangis sedih atas nasibmu yang tak lebih beruntung dari mereka yang melata di dinding ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangismu pecah sepanjang malam, tetapi sekelilingmu hanya keleluasaan sunyi yang mengurung. Badai nasib membutakan mata hatimu, hingga yang terasa hanya pedih ke pedih, hampa ke hampa seperti tak pernah berujung padahal engkau sendiri tak mengerti kapan bencana dimulai, apalagi kapan akan selesainya. Engkau lelah mengurai sebab musabab terjadinya bah air mata, bahkan keyakinanmu sendiripun perlahan tak sanggup kau fahami. Tak kau mengerti penyebab petaka datang tak mau pergi pergi. Di tidurmu yang tersingkat, semua kenangan menjadi beban, dan harapan tinggal tulang belulang ditingkahi kenyataan pahit meremukkan impian. Matahari datang dan pergi sekedar lewat dan mencatat hari hari yang terbunuh mati seolah tinggal menunggu kiamat, tinggal menunggu semuanya pulang kepada keabadian yang misterius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoalah wahai sahabatku, berdoalah dari dukamu yang paling diam. Mintalah agar sebelah hatimu yang hilang dikembalikan dari ketersesatan. Kembali menjadi pelengkap dari perbedaan yang menciptakan kesamaan. Tumpahkan airmatamu dalam tangis permohonan, agar uap uap udara mengusungnya ke Yang Maha Mendengar. Yakinlah bahwa Diapun Maha Tahu dan menampung semua sedu sedanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku,&lt;br /&gt;Sungguhlah nyata bahwa tak ada cerita yang tak sama. Sepanjang sejarah bumi hanyalah melulu kisah peradaban yang terhimpun dari hubungan manusia dengan manusia. Dan nyatalah bahwa waktu akan sanggup membalut lukamu, menyembuhkanmu dan memberikanmu makna makna baru tentang masa lalu, kekinian dan masa depan. Bertahanlah, badai pasti kan berlalu dari hatimu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palembang, 080613&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-3834235494248358517?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/3834235494248358517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=3834235494248358517&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/3834235494248358517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/3834235494248358517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/06/penduka.html' title='Penduka'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SFHhO5hnqAI/AAAAAAAAAVQ/CGjLQidSEiA/s72-c/pray.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-6648054122082578185</id><published>2008-05-22T16:55:00.004+07:00</published><updated>2008-05-22T17:03:49.710+07:00</updated><title type='text'>Rindu Buta Tuli</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203139101145028754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SDVDcfCx2JI/AAAAAAAAAVI/IjWEsGLmI_4/s320/lonely.jpg" border="0" /&gt;Aku rindu pada perempuan itu, yang pernah mengigit pundak dan mencubit pahaku, meremas hati. Yang pernah membagi setiap helaan nafas dengan oksigen yang sama, menelusuri sifat dan menjelajahi persekutuan asing yang menyenangkan dalam debaran jantung kencang. Matanya menatap harap, seolah menemukan separoh dari langit yang melingkupi duniannya. Harapan yang menempatkan di singgasana paling rahasia dalam hati dan hari harinya. Menempatkanku sebagai laki laki bagi keperempuanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga abad tak bertemu, hatiku tertimbun rindu. Rindu yang beranak pinak memenuhi setiap lorong di rongga dada hingga kepala. Pada tatapmu yang teduh merayu sempat menjadi titipan serpihan hatiku yang hancur berantakan kala itu. Menyediakan &lt;em&gt;panic button&lt;/em&gt; dan; piranti komunikasi istimewa yang hanya kita berdua memahami cara menggunakannya. Begitu pribadi dan berlumur tawa bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rindu cerita tentang ketidak mengertianmu atas hidup yang berjalan misterius, terkadang melenceng dari garis harapan. Pada hari hari yang sunyi, kita pernah saling menemukan diri. Aneh! Justru di kesunyian itu kita bertemu di halte tempat kita biasanya setia menunggu. Dunia yang sepi, tempat kita berteman dengan iblis dan matahari, kedua duanya jauh dari jangkauan kendali kita. Kecil dan berpelangi, tempat kita tak pernah berjanji, hanya bertemu dan kemudian bertemu kembali. Apakah kita memang berputar putar dalam selasar yang sama di bidang labirin bernama nasib?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di peraduanmu yang sunyi dan maha luas, tubuh ringkihmu kau serahkan pada malam. Jutaan bintang nun jauh di atas atap rumahku menyambangimu, di tempat yang jauh tak terjangkau oleh hangatnya jemariku yang ditelikung rasa merindu atasmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, perempuan indahku…aku rindu, sungguh sungguh merindukanmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(simpanlah rindumu untukku, agar dihamburkan nanti ketika kita bertemu suatu hari…di taman hati…)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SCBD - 080521&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-6648054122082578185?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/6648054122082578185/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=6648054122082578185&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/6648054122082578185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/6648054122082578185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/05/rindu-buta-tuli.html' title='Rindu Buta Tuli'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SDVDcfCx2JI/AAAAAAAAAVI/IjWEsGLmI_4/s72-c/lonely.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-7041130592935453901</id><published>2008-05-08T16:38:00.001+07:00</published><updated>2008-05-08T16:40:38.659+07:00</updated><title type='text'>Ranting Patah Si Pohon Rindang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SCLKb_sSMrI/AAAAAAAAAVA/scbviu4XTsc/s1600-h/brokenb.jpg"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197939502241428146" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SCLKb_sSMrI/AAAAAAAAAVA/scbviu4XTsc/s320/brokenb.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;: sahabat hati&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sangkakan rinai gerimis selimutkan sejuk kesegaran, rupanya yang datang curah hujan sekepalan sekepalan tangan. Bagaimana lagi mesti menghormat ketika kepala telah merunduk serendah mata kaki, merelakan arogansi ego merontok oleh pengharapan akan sebuah penghargaan. Telah menyengaja kokoh menjadi penjaga hati rapuh laksana sebutir telur, menyembunyikan air mata kepasrahan di setiap jamban singgahan. Aku telah begitu keji membunuh egoku sendiri sebagai bukti tertinggi nilai cintaku padamu dan apa yang telah terbangun sepanjang usia perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama lama aku menjadi budak yang bertuankan ketaatan kepada nilai nilai sesuai aturan kepantasan, tatanan perdaban. Aku rela memperbudakkan diriku padamu, itupun sebagai bukti betapa aku mencintai dan menghormatimu. Aku menyembunyikan sedihku atas ketidak mampuanku mengurai simpul simpul kemacetan di dalam sindroma demotivasi laki laki yang terjadi di dunia batinmu, kekasihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini ada kesedihan datang, hati perih terinjak injak oleh sikapmu yang seperti layang layang kehilangan kekang. Sebaik baiknya kewajiban telah terbayar tunai sejak subuh hingga petang, memanfaatkan keberuntungan yang langka di kehidupan. Andai aku bisa memberi pasti engkaulah orang pertama yang akan kubagi. Tetapi Tuhan memberikan apa yang tak bisa terbagi dengan individu lain. Tuhan menganugerahi kita dengan property intelektual yang kini menjadi pupuk penyubur yang memberi kehidupan atas dunia kecil; perkawinan kita. Tetapi bahkan pupukpun telah sengaja kau pilih untuk menjadi kambing hitam si penerima kesalahan ketika usia merongrong perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon rindang, peneduh segala kesenangan, surga kecil ditengah ganas gurun tak bertuan, rantingnya patah tertebas tajam pedang atas nama dominasi gender. Patah melayu, getahnya meleleh menyusuri lekuk lekuk dan pori pori kenangan dan penyesalan. Kekecewaan memproduksi rasa sakit hati sebagai akibat dari pengharapan yang menemui pepesan kosong, bertepuk sebelah tangan, kecele yang menyedihkan. Luka parah sampai ke ujung darah hingga tabib satu satunya yang paling sakti hanyalah sang waktu. Waktu akan rajin memberi asupan gizi pengalaman pengalaman baru, hingga sampai pada satu moment yang mengamini ketika bathin merasa bahwa hati yang pecah, ranting yang patah hanyalah satu dari cerita kejadian yang harus terjadi, harus dialami. Sang waktu akan dengan sendirinya meracik obat sakit hati dan memberikan kesembuhan. Dan setiap kesembuhan melahirkan rasa syukur yang amat mendalam, betapa kesulitan telah memberi kemudahan untuk melintas di jalan kehidupan yang makin terjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahanlah sahabat hatiku, di setiap tepi mendung tebal selalu ada garis keperakan, pertanda kecerahan tetap ada di balik gelapnya dukamu saat ini. Biarkan sang waktu menjalankan tugasnya, mencatat setiap kejadian yang dialami bathin manusia, lalu menorehkannya pada dinding zaman sebagai cerita manusia, para pelakon sandiwara bernama kehidupan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SCBD - 080507&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-7041130592935453901?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/7041130592935453901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=7041130592935453901&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/7041130592935453901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/7041130592935453901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/05/ranting-patah-si-pohon-rindang.html' title='Ranting Patah Si Pohon Rindang'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SCLKb_sSMrI/AAAAAAAAAVA/scbviu4XTsc/s72-c/brokenb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-5786276986975039326</id><published>2008-04-30T09:45:00.000+07:00</published><updated>2008-05-08T09:49:18.351+07:00</updated><title type='text'>Duabelas Tahun Kemudian</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SCJp0fsSMqI/AAAAAAAAAU4/4uk_wVlguVA/s1600-h/12+years.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197833270520328866" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SCJp0fsSMqI/AAAAAAAAAU4/4uk_wVlguVA/s320/12+years.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;:&lt;span style="color:#6666cc;"&gt; Lucifer&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penanggalan di pendulum ingatan menghilang bersama pagi yang membelah mimpi. Hari ini entah hari keberapa lagi harus kuhitung detik demi detik yang akan membawa pergi terbang berlari menyusuri kenangan demi kenagan purba, melintasi awan dan melayang diketinggian, mempermainkan jarak dalam hitungan jari tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghirup nafas bekas hembusanmu di pagi sejuk ketika embun bermalas di pucuk bambu hias, diri kehilangan kesadaran akan kekinian. Betapa bersyukurnya kita atas keberuntungan, menemukan lagi dalam percakapan panjang pembias makna. Duabelas tahunkah kita mengingkari pohon cinta dalam ingatan, yang kini menyembul menguasai kepala dan ubun ubun kita yang menua? Oo…Waktu berjalan demikian cepat, duabelas tahun melompat tanpa cacat. Rintih dan perih siksa cinta kita paparkan, berharap malam malam akan berisi nyanyian puja bagi hati yang terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan ton beban di pundak kanan yang kita bawa sepanjang jalan sejarah, tumpas sudah oleh pertemuan sederhana, sesederhana kehendak hati yang saling menginginkan. Jejak jejak karatan kita bersihkan, memandanginya dan memamerkan betapa kita menghayati setiap langkah ketika kita sama sama menjauh dari kebersamaan. Tangismu menyaru tawa bahagia, ketika matamu yang redup lindap di sudut dadaku, diantara celah ketiak yang menjadi tempat paling menenteramkan katamu. Sebuah sentuhan dengan miliaran keraguan telah mencairkan gunung batu sepanjang zaman, yang kita simpan jadi kenangan entah hidup entah mati. Dan mimpi mengetuk ngetuk pintu untuk ikut lahir dalam kenyataan malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kepatutan dan aturan kepantasan membayangi, ketika tiba tiba hujan jatuh berwarna abu abu. Ragu menikam hatimu, berbisik parau tentang hal yang semestinya dan tidak semestinya seperti ratusan tahun diajarkan kepadamu secara turun temurun, dalam lingkup kemapanan moral yang membentukmu jadi rapuh. Angan diam tak bergeming mengecupi kebimbangan hatimu yang datang bersama angin pancaroba musim ini. Air mata yang tumpah di puting dada menumbuhkan empati sukarela atas beban derita dari pilihan hidupmu yang ternyata keliru. &lt;em&gt;I have been there,&lt;/em&gt; diterkam oleh keadaan dan dicabik cabik lantak oleh kenyataan. Toh waktu juga yang menyembuhkan segala bentuk luka dan menumbuhkan tunas tunas senyum yang sempat meranggas gersang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua belas tahun yang panjang menunggu sebuah pelukan, bisik kalimat pengakuan dan tumpahan pandang penuh perasaan sayang lunas sudah hanya dalam beberapa butir perkataan, perkataan yang diucapkan oleh hati yang tak pernah letih mencintai dan mengistimewakan dalam cinta platonik panjang. Cintaku padamu, duabelas tahun lalu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nighty night…sleep tight…mind the bugs don’t bite…&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 080410&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-5786276986975039326?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/5786276986975039326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=5786276986975039326&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/5786276986975039326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/5786276986975039326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/04/duabelas-tahun-kemudian.html' title='Duabelas Tahun Kemudian'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SCJp0fsSMqI/AAAAAAAAAU4/4uk_wVlguVA/s72-c/12+years.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-8706132200913451937</id><published>2008-04-18T16:24:00.004+07:00</published><updated>2008-04-21T16:53:30.427+07:00</updated><title type='text'>Si Lucky</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SAxfccJTAOI/AAAAAAAAAUw/Q-2G9iGCRhw/s1600-h/comfort.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191629412647502050" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SAxfccJTAOI/AAAAAAAAAUw/Q-2G9iGCRhw/s320/comfort.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Namannya Lucky, profesinya sopir mobil charter dari Surabaya yang ditugaskan mengantar kliennya mulai dari menjemput di bandara Adi Sumarmo Solo sampai kemanapun si klien memintannya. Kebetulan kali ini ke Purwokerto, untuk urusan pekerjaan tentu saja. Boleh mampir dimana saja, terserah apa kata tamu yang dibawanya. Puluhan kilometer jarak tempuhan, diiring musik cadas Van Hallen tahun delapanpuluhan atau musik sederhana dari Koe Ploes tahun yang lebih tuaan. Mengingatkan zaman bahwa diamasa lalupun kehidupan berjalan sama seperti hari ini dan kemarin, ada tragedi dan kegembiraan, ada hidup yang hidup dalam setiap hati manusia penjalan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam dingin luruh menusuk tulang belulang, mengantarkan bulan menelusup diatap rumah rumah tua di kota kecil Purworkerto. Hujan sesore tadi membasahi rumput di halaman kamar dimana mobil sewaan terparkir siap mengantar kemanapun dan kapanpun atas kendali Lucky, atas kuasa klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal demikian menciptakan gunung  tebal pemisah antara klien dan sopirnya, hanya terbatas oleh dinding tipis kamar hotel tempat si klien menginap. Didalamnya sebuah ranjang ukuran nomor dua, selimut lembut tebal dalam lingkupan hawa sejuk pengatur suhu ruangan, dengan segala kemewahan hotel menjadi hak mutlak sang klien, sedangkan Lucky harus melingkerkan tubuhnya yang letih setelah mengemudi sesiangan di dalam mobil yang notabene bukan mobilnya sendiri pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusian menciptakan aturan, menentukan batasan dan hal demikian sudah wajar dalam budaya kapitalisme dimana uang menentukan status, keterpaksaan bahkan standar kenyamanan. Terkadang menjadi ambigu sendiri ketika privacy menjadi terganggu hanya oleh rasa iba, namun demikian tetaplah berjalan sesuai kehendak sang malam. Tubuh melunglai oleh letih yang membelai, dan embunpun mengurung mobil sewaan dengan tubuh sang sopir tinggal raga dengan ruh mengembara nun jauh ke tanah kelahiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucky mungkin tidak sesuai dengan namannya. Keberuntungannya menjauh oleh sebab profesi yang dipilihnya, pilihan yang mungkin bukan kesukaannya. Idealisme dan kecanggihan penalaran tak mampu menolongnya untuk keluar dari kungkungan nasib, menerima pasrah pada kehendak hidup dan menjalani setiap menit kehidupan dengan berusaha terus bersyukur dan menrimannya sebagai sebuah keberuntungan sesuai dengan nama yang disandangnya, hadiah dari ayah ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati sang klien mungkin tak semulia malaikat dalam buku cerita, namun ia tetaplah manusia yang memiliki nurani yang bersuara, menggugat logika yang membatasi hak kenyamanan. Kedua duannya sama sama hanyalah menjalankan pekerjaannya, berupaya bertahan hidup dalam persaingan yang kian hari kian mengetat jua. Lepas dari itu semua, dua duannya menjadi lelaki yang menjadi pahlawan bagi siapapun yang ada didalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucky di luar kamar, di dalam mobil dan sang klien si orang penting didalam kamar dalam kenyamanan yang membentangkan jarak antara kebersamaan seharian. Dan diantara sekian banyaknya kesamaan, hanya nasiblah yang membedakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hendak dikata, kehidupan dunia memang penuh dengan aturan budaya produk manusia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marlboro Rocks Purwokerto 18 April 2008&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-8706132200913451937?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/8706132200913451937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=8706132200913451937&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/8706132200913451937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/8706132200913451937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/04/si-lucky.html' title='Si Lucky'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SAxfccJTAOI/AAAAAAAAAUw/Q-2G9iGCRhw/s72-c/comfort.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-3753348080064064133</id><published>2008-04-07T13:59:00.000+07:00</published><updated>2008-04-17T14:02:47.533+07:00</updated><title type='text'>Jejak pincang ditepi malam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SAb14jCkMbI/AAAAAAAAAUo/B5s03Vc-QJ4/s1600-h/medan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190105972418556338" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SAb14jCkMbI/AAAAAAAAAUo/B5s03Vc-QJ4/s320/medan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bintang gemintang berkerlipan di titian kabel sepanjang lapangan Merdeka mereinkarnasikan kenangan masalalu yang berhamburan dalam pencarian semu. Melesat angan pergi jauh tingalkan jasad yang dikurungi sunyi dalam gaduh malam birahi. Isi hati menyelinap pergi diantara liku bentor karatan dan kompleks makam sepanjang jalan, mencari penganan bagi dialog jiwa yang kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa mahalnya harga sebuah pertemuan yang bisa melahirkan kebersamaan, ketika jarak berkongsi dengan waktu menganiaya batin yang mengigil asing di tanah yang jauh. Telah terbiarkan diri mengecap rasa pengetahuan yang datang dari segala penjuru arah oleh mulut mulut sepanjang jalan dan kesimpulan yang menjadi property intelektual individu. Sebagian menyangkut hampa di lampion merah merah atau tercecer di baliho reobek pengiklan tirani, atau menggantung ragu bersama bintang gemintang di titian kabel membentang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpipun tan kunjung tiba ketika waktu hanya berisi realita. Duniapun pasti tahu bahwa hidup tidaklah hanya berisi keinginan dan ketidak inginan semata. Wangi parfum dan kerlingan mata mata genit hanyalah piranti biasa ketika senja beranjak pegi di tepi kota Binjai dan matahari mengerdip bersama ribuan naman dan wajah baru yang hanya melintas sesaat di teras hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewa dewa perawat nasib menyambut para penjamja selera yang menghitung rugi sebagian menimbang laba di sudut kuil tua di Kampung Keling. Orang asing menangisi jalan yang kehilangan trotoar, meraup semua pengertian dari ketidak tahuan akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantar deru kota Medan, 7 April 2008&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-3753348080064064133?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/3753348080064064133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=3753348080064064133&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/3753348080064064133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/3753348080064064133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/04/jejak-pincang-ditepi-malam.html' title='Jejak pincang ditepi malam'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/SAb14jCkMbI/AAAAAAAAAUo/B5s03Vc-QJ4/s72-c/medan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-340935923766640336</id><published>2008-03-12T10:34:00.003+07:00</published><updated>2008-03-12T10:35:51.745+07:00</updated><title type='text'>Tentang makna kehidupan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R9dPaKlyt_I/AAAAAAAAAUg/1dtv1o1rXcE/s1600-h/sukses.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176693607623735282" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R9dPaKlyt_I/AAAAAAAAAUg/1dtv1o1rXcE/s320/sukses.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Apa makna kehidupan menurutmu, sh?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masih dalam pencarian. Semua aktifitas yang kita jalani setiap hari adalah proses pencarian makna itu, dengan menjalani dan mencoba mengambil intisari pelajaran filsafat atas persitiwa dan pengalaman yang terekam. Tetapi yang pasti, hidup adalah karunia terindah yang wajib disyukuri dan patut dinikmati. Selalu ada pelajaran setiap detiknya, selalu ada kejutan di setiap kesempatannya. Kita bisa mengambil hikmah dari setiap peristiwa disekitar kita atau yang menimpa kita, baik dan buruknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang hidup kita diperkenankan menyaksikan matahari terbit dan tenggeleam dalam siklus yang nyaris terabaikan, yang menentukan cerita isi dunia. Memperkenankan kita untuk belajar tentang makna hidup, berguru pada butir embun, tunas rumput bahkan kepada bangkai seekor lalat. Semuanya memberikan kejadian adalah symbol dari kekuatan alam dan kekuasaan Tuhan atas segala hal yang hidup dan mati dumuka bumi. Kita sering tidak memperhatikan matahari terbit dan tenggelam, kita juga sering menaruh harapan besar bahwa jika nanti matahari mulai meninggi, kehidupan akan berjalan baik seperti keinginan. Kadangkala hal itu tidak menjadi kenyataan, menimbulkan kekecewaan yang beranakkan kekhawatiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari pagi mengajarkan kepada kita makna konsistensi dan optimisme, matahari yang tenggelam mengajarkan kepada kita tentang pentingnya introspeksi kedalam diri senidri atas apa yang telah dilalui hari ini, mempersiapkan koreksi bagi kesalahan sikap dan pikiran. Butir embun mengajarkan kita kepada cikal bakal kehidupan yang sekali lagi adalah karunia termewah, memberi semangat untuk memlihara dengan bersyukur dan menikmatinya. Rumput dan pepohonan mengajarkan kita banyak filsafat tentang menerima apa yang pantas kita terima tanpa mengharap lebih dari apa yang bisa kita dapatkan, mengkonsumsi isi kehidupan secukupnya untuk dikembalikan lagi kepada kepentingan lebih luas bagi kehidupan sebagai imbal balik. Imbal balik yang lebih besar dan baik dari apa yang diterima. Kemudian bangkai lalatpun memberi pelajaran betapa pada prinsipnya kita yang juga mahluk hidup bisa mati kapan saja dan mengakhiri sejarah diri disitu dengan sebab yang tidak terduga. Semestinyalah hidup kita mampu memberi warna dan makna bagi kehidupan yang kita tinggalkan ketika kita akhirnya mati. Bangkai lalat dan bangkai manusia tidak ada bedanya, tidak ada artinya apa apa lagi, tidak bisa memberi kontribusi kepada alam semesta lagi. Dari sanalah semestinya kapal penjelajah alam fikiran kita diberangkatkan, dari kesadaran bahwa kita hanya memiliki ketiadaan, terlalu kecil dan lemah jika untuk menuntut hak atas manfaat diri bagi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan seperti lautan kesempatan, kadang bisa menenggelamkan dan kadang bisa menghilangkan kesadaran. Tak tertebak dan rapuh, demikianlah menggambarkannya. Kita yang menjalani kehidupan semacam itu akan dituntut untuk memiliki kekuatan yang memang dibekalkan cuma cuma sejak kita lahir, dan terus kita bangun dan pelihara kekuatan itu sehingga syaraf dan otot motorik kita aus dimakan usia kelak. Belajar dari kesalahan dan terus berupaya meningkatkan kualitas diri dan memperkaya pemahaman kita tentang tenggang rasa adalah pilihan bijaksana ketimbang membiarkan hidup yang mengendalikan kita sesukannya. Memang, ada kondisi kondisi dimana terkadang kita tidak diberi banyak pilihan selain menjalani, atau menjalani pilihan pilihan yang sama sama tidak mengenakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga perlu hasrat yang kuat untuk mengisi kekosongan demi kekosongan diri kita atas pengetahuan yang hanya kulitnya saja kita mengerti. Ambisi dan nafsu manusiawi kita harus benar benar kita control supaya tidak menimbulkan kerusakan maupun kerugian terhadap peradaban. Nurani sebagai wasit dalam pikiran harus terus tetap terjaga supaya keseimbangan antara hati dan logika tetap terpelihara. Berusaha dan terus berusaha menjadi baik, menjadi orang baik dan berbuat baik tanpa bercampur tangan menentukan hasil pencapaian. Semau upaya pemeliharaan lestarinya kehidupan bagi seluruh mahluk hidup adalah kewajiban yang telah kita sanggupi sejak menit pertama kita dilahirkan. Demikianlah penghormatan yang ideal bagi hidup sepanjang kita menjalankan dan mengambil manfaat tak terbatas atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memelihara kebaikan dalam diri kita adalah wujud penghormatan atas karunia termewah bernama hidup…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciracas, 080312&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-340935923766640336?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/340935923766640336/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=340935923766640336&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/340935923766640336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/340935923766640336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/03/tentang-makna-kehidupan.html' title='Tentang makna kehidupan'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R9dPaKlyt_I/AAAAAAAAAUg/1dtv1o1rXcE/s72-c/sukses.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-1991239597103044692</id><published>2008-03-11T13:18:00.006+07:00</published><updated>2008-03-11T13:25:19.104+07:00</updated><title type='text'>Risalah Perpisahan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R9Yk9alyt-I/AAAAAAAAAUY/8Nzk9OkT8Xs/s1600-h/journey.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176365459237418978" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R9Yk9alyt-I/AAAAAAAAAUY/8Nzk9OkT8Xs/s320/journey.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;: Orang orang Nutricia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sudah jadi adat dunia, bahwa pertemuan selalu membawa konskuensi kebalikan: perpisahan. Siang dan malam, lelaki dan perempuan, suka dan duka, kebaikan dan keburukan, dan lainnya. Semua tidak bisa berdiri sendiri sendiri, dan dalam interaksinya memerlukan sinergi, keseimbangan dalam menjalaninya. Tidak akan ada hulu jika tak ada hilir, tidak akan ada kegembiraan jika kita tidak pernah mengalami apa itu kesedihan. Sebab hidup sebenarnya hanyalah perjalanan dari dua titik, antara kelahiran dan kematian belaka. Lain tidak. Sebuah konsep besar yang mewakili keseluruhan kejadian dalam kehidupan. Kisah manusia adalah kisah pengembaraan diantara kedua titik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pertemuan yang menggembirakan, bisa jadi akan berakhir dalam perpisahan yang merobekkan hati, merontokkan keteguhan diri. Atau sebuah pertemuan yang meragukan akan bisa juga berakhir dengan sebuah perpisahan yang penuh keyakinan, tanpa beban.Tangis dan tawa hanya warna dunia musik pengiring seperti halnya udara dan hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dalam sebuah kisah sejarah, kita pernah mengalami satu lintasan dalam tempuhan yang sama, atau sekedar berpapasan saja, maka milik kesementaraan sematalah hal itu akan terjadi. Singkat atau lambat, ujung dari kisah cerita akan bermuara kepada satu kepastian yang tak bisa ditolak oleh siapapun. Lalu kita hanya akan menjadi butiran debu yang dipermainkan angin dan musim, mengembara dari tempat asing ke tempat asing lainnya. Semestinya demikianlah hidup dimaknakan, supaya terkikis ketamakan dan sifat binatang yang biasa dimanjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi dunia digambarkan dalam sebuah stasiun kereta dimana perpisahan dan pertemuan terjadi setiap hari. Diantara perpisahan dan pertemuan akan terurai kisah kisah perjalanan yang penuh berisi pengalaman, disimpan dalam saku ingatan dan dibawa ke perjalanan lain lagi. Masing masing kita memiliki cara tersendiri menyimpulkan kisah biografi, menjadi peredup dan penerang langit perasaan. Penghormatan kepada pribadi pribadi yang singgah dalam sanubari akan berupa kenangan dan ingatan, berjubah pengaharapan dan terkadang hasrat untuk melupakan. Sikap bersahaja mengajarkan kewajaran, menghormat bagi mereka yang menghormat, mengabaikan bagi mereka membanggakan kerendahan budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpul simpul kematian yang menentukan rute tempuhan perjalanan liar di bumi tanpa marka ini mungkin akan mempertemukan lagi masalalu dengan masa depan. Segala kemungkinan mutlak menjadi milik alam semesta, miliaran kemungkinan dan hanya akan ada satu yang dapat dibuahi menjadi kenyataan. Itupun masih dalam bungkus misteri yang tak tertebak dengan cara apapun. Jalani saja, ayun langkah ke depan. Integritas akan menuntun kepada kelapangan hidup, lapang dalam menerima yang kita suka dan menolak apa yang kita takuti; lapang menerima kesempatan yang menyambangi keberuntungan nasib, maupun kemalangan yang mungkin akan menguatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perpisahan melahirkan sesal, mari jadikan pelajaran betapa kebersamaan adalah sebuah karunia yang tidak bisa begitu saja diproduksi hanya dengan ketidak sengajaan. Semuanya mengandung makna, pembelajaran sebagai bekal melangkah di titian kalender selembar demi selembar. Sungguh hanya jejak kaki yang tersisa bagi waktu yang telah merampas usia kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari memberi yang terbaik bagi kehdiupan tanpa ikut campur dalam menentukan hasil pencapaian. Biar saja hukum alam yang akan memutuskan, pahala dan siksa serupa apa yang layak atas apa yang kita perbuat di hari kemarin dan masalalu. Setidaknya, satu pelajaran berharga tentang hidup telah terangkum di sanubari, memberi peringatan dan penguat bagi aral dan anugerah yang bakal datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pertemuan melahirkan perpisahan, maka perpisahanpun berpotensi menciptakan pertemuan, entah dimana, entah kapan…sebab kita hanyalah pengembara di bumi tanpa marka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciracas, 080311 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-1991239597103044692?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/1991239597103044692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=1991239597103044692&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1991239597103044692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1991239597103044692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/03/risalah-perpisahan.html' title='Risalah Perpisahan'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R9Yk9alyt-I/AAAAAAAAAUY/8Nzk9OkT8Xs/s72-c/journey.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-6722543353583694546</id><published>2008-03-10T05:46:00.003+07:00</published><updated>2008-03-10T06:01:30.224+07:00</updated><title type='text'>Forbidden past</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R9RpF6lyt8I/AAAAAAAAAUI/AkTdE7j0J8I/s1600-h/past.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175877422103574466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R9RpF6lyt8I/AAAAAAAAAUI/AkTdE7j0J8I/s320/past.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;: tet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bisikmu mengetuk gelisah tidur malam, menyeruak dalam mimpi panjang. Mata bertemu mata, hati bertemu hati setelah sekian abad dipisahkan oleh jarak dan tembok pengetahuan yang mengurung. Hidup terus berjalan dan jejak jejak masalalu membekas dalam ingatan, semakin nyata justru ketika usia merampas keinginan muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam tadi hadirmu menyisakan tangis menyesak sampai ke ujung pagi, ketika semburat jingga menjadi penguasa di atap atap rumah di timur jauh. Lelaki kecilmu, telah tumbuh dan mengadopsi sikap sikapku yang kau kenal dulu. Justru setelah sungai, laut, gunung dan lembah telah lunas tersusuri mengikuti jejakmu yang selalu saja seratus langkah didepanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepi menjadi milikmu, jauh dari segala yang kau sangka mampu kau jalani penuh hati dulu. Sepi kali ini sepi lain lagi setelah puluhan tahun kau lewati penuh keikhlasan. Menyesali masalalu yang seolah mengabaikanmu sebagai anugerah indah bagi hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya tidak ada aral apapun yang sanggup menghalangi laju angan, mencapai kalbu bekumu dan merengkuhnya dalam hangat rasa yang mengalahkan segala aturan peradaban, namun kau jauh, entah dimana. Hanya sisa bau nafas dan kefanaan tubuhmu yang mengabadi dalam ingatan, melahirkan harapan demi harapan yang makin jauh dari gapaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi panjang tentangmu, merubah malam menjadi mati ditinggalkan kekinian. Menyeret dan menyesatkan dalam pusaran ingatan yang melulu berisi tentangmu. Air mata meleleh menyusuri pipi, menyadarkan diri bahwa hidup masih berjalan dalam putaran nasib yang penuh misteri. Barangkali saja Tuhan telah merencanakan masadepan dengan pertemuan, biarpun hanya sekedar menatap lagi sorot matamu yang penuh makna, atau memandang lagi matamu yang menyempit menahan kantuk; menggajah begitu dulu pernah aku menamaimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi malam tadi, mengusung rindu segunung yang menimpa menjadi kepedihan tersendiri, bercakap dengan masalalu yang tak sempat selesai hanya dengan kata kata. Kini, dimanapun engkau berada, aku tahu bahwa hidupmu bahagia dan aku ada didalam sana menjadi fosil bagi sejarah indah di kehidupanmu. Dari musim ke musim, kubawa kenangan tentangmu mengikuti arus hidup dalam keindahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subuh ini, rinduku padamu mencincang hati…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciracas, 080310 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-6722543353583694546?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/6722543353583694546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=6722543353583694546&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/6722543353583694546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/6722543353583694546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/03/forbidden-past.html' title='Forbidden past'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R9RpF6lyt8I/AAAAAAAAAUI/AkTdE7j0J8I/s72-c/past.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-1045214622192318678</id><published>2008-01-23T16:41:00.000+07:00</published><updated>2008-01-24T12:10:26.240+07:00</updated><title type='text'>Farewell</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R5cMQvSkzUI/AAAAAAAAATs/yRpj9JD0F-k/s1600-h/bye.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158605379888008514" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R5cMQvSkzUI/AAAAAAAAATs/yRpj9JD0F-k/s320/bye.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;:n&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriring kata maaf, atas luka yang merobek hatimu, luka dari erupsi gunung anakan yang kau ciptakan hampir empat tahun lalu, udara berisi kawah beling tempat iblis berkubang dendam. Selama itu pula susah payah diri  bertahan, memendam sakit, menimbun perih sendirian, mengerang dan menangisi kekalahan tanpa terdengarkan. Nyatanya waktu tak cukup menyembuhkan, luka bakar yang parah disekujur badan. Merubah bentuk jadi monster mengerikan, mahluk menjijikkan yang tak lagi beridentitas. Hilang semua sifat baik sebagai manusia, sebagai lelaki pelindung dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duka mengambang, bercampur perih dari tikaman penyesalan. Betapa telah sia sianya seluruh kekuatan yang dicadangkan, jika akhirnya runtuh dan rubuh tembok pertahanan, pelindung nyawa bocah yang hanya tahu tugasnya mengenal dunia. Dialah inti kebersamaan, yang kemudian kau manfaatkan sebagai senjata dan sekaligus tameng pelindung. Menganiaya batinya, meninggalkanku dalam ketidak berdayaan; hanya duka yang menggenang. Suara bergetar bagaikan gempa, mata perih karena selaputnya koyak oleh air mata yang mendesak muntah. Keprihatinanku melebihi udara yang mengitari diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah adat dunia, sebagian kita diperintahkan oleh keadaan untuk menerima dan menghayati rasa. Tidak berdaya menghindar, tidak kuasa menolak apalagi mengelak. Pilihan satu satunya adalah menerima, apapun rasa dan bentuknya. Seperti halnya sakit hati yang terbikin, yang membuat hari menjadi rusak, budipekertipun ikutan lasak. Hampior empat tahun tangis tertahan dan perih tertelan, menjaga titisan tetap dalam lindungan. Nyatanya hanya murka jadi balasan. Dan tangis yang terkurung dalam rapuh tahanan perasaan. Udara dan badan halus mengandungkan pedih dalam setiap keping kenangan yang tersisa. Hampir empat tahun saja siksa dahsyat menerpa, hingga hati mati untuk durjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titisan bukanlah benda, ia manusia yang dititipkan kepada kita untuk menjaga dan membahagiakannya. Memanfaatkannya demi nafsu tak terbatasmu sungguh aib yang melebihi aib. Kuterima kejadian dunia sebagai penghianatan kesekian, sebelum perlahan akan kubalut luka, kususun langkah mencari pijar nyala asa yang kau padamkan dengan semena mena. Betapa aku telah salah menempuh jalan dalam gelap ciptaanmu, wahai setan betina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kukemas masalalu, terkumpul dalam kardus kardus kenangan, teronggok diruang ingatan bersama sampah dan makanan basi. Inilah sumbangsih terakhirku bagi hidupmu, penyokong akan niatmu pergi mempecundangi diri. Dan kukubur masalalu tanpa nisan, disepanjang jalanku setapak terang benderang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(…&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;harus tabah menjalani, dan jangan lelah hidup&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; – demikian pesanmu yang jadi pemanduku, dik...Dan dik, ingatlah selalu pesanku padamu, betapa aku selalu sangat menyayangimu sepenuh hatiku, selamanya…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciracas, 0801122 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-1045214622192318678?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/1045214622192318678/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=1045214622192318678&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1045214622192318678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1045214622192318678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/01/farewell.html' title='Farewell'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R5cMQvSkzUI/AAAAAAAAATs/yRpj9JD0F-k/s72-c/bye.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-7069362690348282825</id><published>2008-01-17T17:53:00.000+07:00</published><updated>2008-01-21T09:02:32.374+07:00</updated><title type='text'>Senja di Kalisari</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R5P797YAOVI/AAAAAAAAATc/ZEctk1WJMdw/s1600-h/senja.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157743039598311762" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R5P797YAOVI/AAAAAAAAATc/ZEctk1WJMdw/s320/senja.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jam lima tigapuluh sore, terbang diantara pepohonan dan kering jalan Binamarga, merasakan hanya membawa badan kosong membelah udara sore diatas roda. Perjalanan dari kosong ke kosong. Sepi menikam jantung, detak darah mengikuti irama sendu; sebuah kesedihan yang tidak terjabarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda memenuhi angan angan. Ah, rembulan yang tidak pernah padam itu, malaikat yang selalu mendamaikan. Siang tadi dalam tidur yang gelisah, mimpi serentak menghaduirkan sosok ibunda, juga seorang istiemewa dimasa lalu. Sendiri diatas pucuk pucuk bukit gundul, hanya berisi tonggak tonggak besar bekas dari pokok pohon raksasa yang tumbang dibunuh orang bertahun tahun silam. Bukit yang hijau, tempat yang tinggi, sungguh amatlah menenangkan. Ada ibunda disana, tidak berkata apa apa dan hanya ada disana karena memang demikian kemauan pencipta mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara sore mengundang muda mudi berkeliaran di jalanan. Para lelaki muda menggambarkan dirinya sebagai tunas muda yang kokoh dan terus berkembang, menjadi gagah menjulang seperti profil lelaki idola dalam sinetron sinetron di tivi, dan yang wanita mudanya membawa diri sebagai bidadari yang selalu bisa memikat perhatian. Jalanan tenang, sore yang tenang, dan pikiran yang tak berhenti beterbangan terus berjalan, seperti kehendak kehidupan, kehendak alam. Senja ini rumah hati tampak suram, cahaya matahari yang redup mempertajamnya pelan pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikmati senja yang turun diatap rumah panjang Kalisari seusai menyantap nasi, di tepi sungai yang seperti kehilangan arah. Senja turun berwarna kuning keperakan, memerah saga lalu perlahan tanpa sadar gelap mengurung diri. Gelap disekeliling redup, sepi didalam hati yang takjub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keengganan datang seperti kawan, menyapa lalu mengakrabi diri seperti layaknya sahabat lama. Kerinduan kepada masa masa manis dalam hidup datang menyapa. Rindu pada damainya rasa mencintai…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja di Kalisari, menorehkan catatan pilu tentang lelaki yang ditikam kenangannya sendiri… &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Warteg Sampurna Jaya - 080117&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-7069362690348282825?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/7069362690348282825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=7069362690348282825&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/7069362690348282825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/7069362690348282825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/01/senja-di-kalisari.html' title='Senja di Kalisari'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R5P797YAOVI/AAAAAAAAATc/ZEctk1WJMdw/s72-c/senja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-5307705767721667429</id><published>2008-01-15T15:06:00.000+07:00</published><updated>2008-01-15T15:09:43.233+07:00</updated><title type='text'>Perkawainan, Perceraian dan Anak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R4xp2sbBzwI/AAAAAAAAATU/PdYeE3JkSTE/s1600-h/divorce.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155612061790752514" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R4xp2sbBzwI/AAAAAAAAATU/PdYeE3JkSTE/s320/divorce.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hakikat perkawinan adalah penyatuan dua orang asing beda kelamin, legalisasi untuk seks bagi umat manusia. Perkawinan adalah investasi sosial seumur hidup, membangun satu partikel kecil didalam kungkungan partikel partikel lainya bernama masyarakat. Perkawinan adalah ikatan tanggung jawab terhadap Tuhan, dan itu berarti tanggung jawab terhadap nurani diri sendiri. Perkawinan dan menghasilkan anak adalah kontrak mati terhadap nyawa anak sebagai manusia. Tanggung jawab dua orang yang membuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, didalam kekuatan yang besar mengandung tanggung jawab besar. Dikodratkan lelaki sebagai figur yang lebih kuat, dengan demikian memiliki tanggung jawab yang lebih besar juga. Sedangkan, kualitas seseorang diukur dari kesanggupannya memikul tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perceraian tidak bedanya saling menarik ke arah yang berlawanan dua tangan anak yang dihasilkan hingga terputus, terbelah menjadi dua bagian sesuai kekuatan suami dan isteri. Perceraian dalam bentuk apapun adalah pencacatan terhadap pribadi sang anak, yang akan dibebani dengan perasaan ‘selalu ada yang kurang’ dalam hidup, terasa hanya sebelah dan sebagainya. Anak kecil yang seharusnya dalam tahap pembelajaran awal tentang hidup, mencicipi hal hal baru setiap hari akan dipaksa menelan kepahitan dan perihnya ketidak pedulian bapak dan ibunya. Si anak hanya akan bisa menerima, tidak punya kuasa dan daya untuk memberontak dari keadaan itu. Betapa tidak teganya membayangkan si kecil yang merupakan larutan dari darah, daging dan cinta suami isteri harus dibebani dengan kenyataan seperti itu. Betapa teganya orang tua yang melakukan itu demi egonya sendiri. Betapa tidak beradabnya, betapa rendahnya kualitas sebagai manusia, sebagai lelaki terutama. Dipermalukan dan dikhianati berulang ulang memang menyakitkan, tetapi membiarkan anak menjadi korban adalah kesalahan yang tidak termaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai laki laki, barangkali memang semestinya lebih tegar, lebih kuat dan lebih memiliki daya cipta. Itu digunakan untuk melindungi dan menghidupi istri dan anak yang menjadi tanggung jawabnya secara hukum dan kewajiban. Jadi perkawinan yang menghasilkan anak bukan lagi sekedar ikatan hukum, melainkan bakti atau integritas seorang lelaki terhadap perkawinan, terutama anak sebagai konskwensi dari perkawinan itu. Sungguh tidak ada yang pantas dibanggakan dari menganiaya seorang anak dengan mengatasnamakan ego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya seseorang diberkahi dengan kekuatan berlipat lipat untuk memberontak dari keadaan. Kekuatan hati dan juga kekuatan materi. Tetapi hanya sedikit orang yagn samasekali tidak punya kekuatan untuk melawan panggilan nurani sendiri. Tanggung jawab kepada anak bukan hanya sekedar menyediakan makan, pendidikan, pakaian, dan kesenangan, tetapi lebih dari itu, merasa bertanggung jawab atas perkembangan mental serta pertumbuhan psikis sang anak yang nantinya akan membentuk karakternysa sebagai pribadi yang dewasa kekak. Orang tua adalah contoh pertama bagi si anak untuk ditiru. Itulah pelajaran pertama yang berkesan abadi bagi setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbelah karena kematian masih lebih bisa diterima daripada terbelah karena perceraian. Melahirkan keturunan baru, sama artinya dengan kontrak tanggung jawab sampai akhir hayat terhadapnya. Dunia anak akan merekam pengalaman empiris yang dialaminya sendiri, dan membentuk karakter si anak dikemudian hari. Menjadi orang tua bagi anak anak adalah mempersembahkan hidup bagi si anak, memberikan yang terbaik mencintai dengan cara yang terbaik. Prinsip mencintai adalah saling menyenangkan dan teikat secara emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana orang tua yang dengan dalih lebih mencintai anak maka memilih cerai? Itu alasan pembenar yang bertolak belakang dari keadaan yang ada. Memang ada perkecualian, tergantung dari seberapa parah kerusakan hubungan ayah ibu si anak menyebabkan bahaya ataupun berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih fatal. Diluar dari kasus diatas, maka sepenuhnya perceraian adalah wujud anarkisme terhadap anak, hukum dan komitmen diri. Sumpah diucapkan bukan untuk dilanggar, janji di ikrarkan hanya untuk ditepati. Tidak ada opsi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang dari kita selalau memiliki ‘teman’ tak terlihat yang selalu mengawasi apapun yang kita lakukan dalam hidup, bahkan teman istimewa ini punya kemampuan untuk ikut bermain dalam alam fikiran. Ketika melakukan keculasan, ketika melakukan kebaikan, si teman ini tidak luput dari mengecam dan memuji. Kepada si teman itulah kita merasa harus mempertanggung jawabkan setiap keputusan yang kita ambil meskipun berat dan sebagian melemahkan kekutan secara diam diam dari dalam. Keyakinan keyakinan tentang hubungan antar manusia menjadi bergeser ke pengertian pengertian baru. Tetapi pemahaman terhadap perkawinan, peceraian dan tanggung jawab moral yang terkandung didalamnya tetap harus ditaati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan konskwensi mempertahankan perkawinan sambil memendam dendam serta ribuan perasaan negative terhadap pasangan, ibu dari sang anak yang bermetamorfosa menjadi sebentuk tanggung jawab mulia berupa perkembangan si anak secara lahir dan batin. Siksa atas sakit hati, kekecewaan yang membebani, penyesalan yang terus saja menjadi batu muatan di tas punggung, serta ketidak mampuan membendung setiap siksaan yang datang menghampiri, semua menciptakan suasana yang tidak layak bagi sebuah hubungan suami istri. Perkawinan kehilangan intisari maknanya, tinggal ikatan pembungkus kewajiban hukum semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pengertian awal bahwa perkawinan merupakan produk budaya yang membuat dua orang dianggap ‘boleh’ melakukan hubungan seks semaunya atas dasar suka sama suka, itupun perlahan bergeser makna. Seks adalah hal yang layak dinikmati meskipun syarat ijin melakukannya harus dengan landasan penghayatan atas perasaan serta keterikatan emosi. Rumah tangga yang tak punya jiwa tinggal rumah kosong tanpa penghuninya. Cita cita dan rencana ikut mati, menikmati saja umur mencabuti tiang penyangga hak hidup kita satu persatu dengan tanpa terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu konskwensi yang harus terjadi dengan mengambil keputusan mempertahankan perkawinan sambil membopong luka menganga di dada kanan. Dan suami atau istri harus tetap hidup, sebab sebagian besar dari hidup si anak adalah tanggung jawab suami istri. Anak adalah amanah, mengecewakan atau membuatnya bersusah adalah aib yang susah dicari pengampunannya. Waktu akan menyembuhkan luka hati, kenanangan buruk akan berubah menjadi sejarah diri, serta hidayah datang menganugerahkan kedamaian bagi hati yang terasa gersang berlama lama. Yang namanya waktu terkadang menyimpan keajaiban, membawa pengobatan dan juga memberikan kesembuhan bagi apapun yang sakit maupun rusak. Ya, waktu memang mengandung banyak rahasia, terkadang tragedy, terkadang keajaiban yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala hasil yang baik membutuhkan kekuatan hati dalam proses penciptaanya. Siapa yang menaburkan benih kebaikan disetiap detik kehidupan, kelak akan memanen kemuliaan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempol, 080112&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-5307705767721667429?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/5307705767721667429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=5307705767721667429&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/5307705767721667429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/5307705767721667429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/01/perkawainan-perceraian-dan-anak.html' title='Perkawainan, Perceraian dan Anak'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R4xp2sbBzwI/AAAAAAAAATU/PdYeE3JkSTE/s72-c/divorce.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-7486397476316871303</id><published>2008-01-10T11:26:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T11:32:19.758+07:00</updated><title type='text'>Altar Langit</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R4We9MbBzvI/AAAAAAAAATM/VrYky8KUO-c/s1600-h/sacrifice.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5153700122739199730" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R4We9MbBzvI/AAAAAAAAATM/VrYky8KUO-c/s320/sacrifice.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jejak menciptakan jarak, melewati kenangan, mimpi dan kesakitan. Badan telanjang tak bertuan, menguliti kesendirian dengan khayal tentang kekasih pujaan yang tak ada. Di lautan yang bergoyang ia berlayar dengan perahu egonya, jutaan mil jauhnya dari kenyataan. Terbang mengambang, sirna gravitasi, lupa persenggamaan. Pantulan kaca cermin dengusan alam menemani sepanjang pengembaraan rahasia, hingga membentur dering telepon yang kepagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini langit bening menjadi milik para bidadari yang kesepian. Kebat kebit menanti munculnya sang pangeran datang membawa luka dari pertempuran menaklukkan kenyataan. Ternyata menerima kenyataan tidaklah semudah yang dibicarakan. Keikhlasan tidak datang dengan di desain sebelum lahir premature dari nurani. Jika dipaksakan bisa mati. Mati tanpa kehidupan, kematian rasa kemuliaan yang pernah menjadi kebanggaan. Perasaan telah dibayarkan dengan hukuman tikam seumur hidup dan menjadi martir yang tak pernah dikenal. Sesuatu akan tumbuh dalam lindungannya dimana sebuah dunia sedang dalam proses penciptaanya. Kita semua adalah dalam proses penciptaan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenangkan wajah ayu yang bertuba adalah mengenangkan penganiayaan sepanjang hidup. Hanya topeng, dari bopengnya hati sang khianat durjana. Dinding langit kampung sunyi menyimpan gambar kesakitan dan tangisan penuh kepedihan. Ditinggalkan sebab hidup berjalan ke depan. Masa lalu sejatinyalah bangkai yang menyesatkan pikiran, menganak pinakkan dendam yang kelak menjadi penguasa badan, dengan mental menjadi bulan bulanan demit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati mengalir, mengikuti takdir. Waktu berlalu, mewarisi manusia ilmu. Kebahagiaan dan penderitaan mempertentangkan kekuatan menjadi penguasa. Keduanya sampyuh dalam makna, kembar siam yang tak disadari dimana bertautan abadinya. Kita tidak bisa merasakan derita sampai kita merasa kehilangan kebahagiaan kita. Kesederhanaan dan ketersediaan membahagiakan hati. Lalu kekecewaan dan sakit hati menghampakan ruang pikiran, terkadang. Kepedihan meruntuhkan kebahagiaan, dan disaat lainnya kebahagiaan menaklukkan penderitaan; pabrik asli dari kepedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang besar tak henti berkobar, menghimpit batok kepala dengan jerit kesakitan dan kadang makian. Kaki terbelenggu, tanganpun terikat paku, seluruh kekuatan otot dan syaraf memberontak atas kecurangan nasib yang melenceng dari pakemnya. Setiap butir udara yang terhirup nafas adalah bayi bayi masadepan yang menjanjikan pembaharuan. Kuasa waktu menjadi oksigen yang memberi kehidupan bagi semangat jiwa. Telaten mengumpulkan bangkai waktu sebagai materi bangunan dinding pertahanan dari kesakitan yang mungkin lebih dahsyat yang mungkin akan datang. Kebengisan diterima sebagai kebengisan, tangisan diterima sebagai tangisan, masalalu menjauh dari masadepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang ternyata, tak ada api cinta yang tiba tiba padam. Yang ada adalah perlahan meredup lalu hilang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempol, 080110 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-7486397476316871303?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/7486397476316871303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=7486397476316871303&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/7486397476316871303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/7486397476316871303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/01/altar-langit.html' title='Altar Langit'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R4We9MbBzvI/AAAAAAAAATM/VrYky8KUO-c/s72-c/sacrifice.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-2920710808867965809</id><published>2008-01-01T17:00:00.000+07:00</published><updated>2008-01-07T08:15:38.463+07:00</updated><title type='text'>2008</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R3yytMbBzuI/AAAAAAAAATE/1l9rjrixbA4/s1600-h/earth.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151188563303452386" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R3yytMbBzuI/AAAAAAAAATE/1l9rjrixbA4/s320/earth.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pijar bunga api dilangit basah menembusi gerimis yang mengambang. Keduaan berkawinan dengan perayaan atas usia yang bertambah tambah juga. Selamanya dalam hukum kefanaan, segala hal yang lahir akan menjadi tua lalu mati, musnah seperti tak pernah terjadi. Bahkan batu karangpun perlahan menjadi gerang, tanah kehilangan nyawa dan mati membawa petaka. Gunung gunung jugrug, balok jegot menenggelamkan rumah rumah, menenggelamkan kesukaan dan harapan. Tak tersisakan lagi asa, hanyut ke laut untuk kelak menjelempah bagaikan bangkai ikan dipantai yang kesepian, atau tersangkut di semak semak jadi tontonan sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu ada masanya, demikianlah perjanjian atas penciptaan dunia. Bumi semakin renta, rapuh oleh waktu yang terbantai dan cerita hidup yang silih bergantai laksana adegan wayang purwa. Mereka yang muda tak mengenal ketuaan, seolah selamanya hidup berisi perayaan. Keyakinan yang kelak akan menyesatkan isi hidup dalam harapan yang hanya menggapai gapai udara hampa, lalu bermetamorfosa menjadi sesal abadi penghuni kurungan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap detik yang baru lahir adalah keajaiban hidup yang tak terbanding dengan apapun yang ada. Setiap detik baru adalah hamparan harapan yang terkadang lebih banyak disia siakan. Bukankah jutaan tahun kehidupan juga berawal dari satu detik perawan? Dan setiap detik yang tergilas mati oleh jarum arloji menjadi tidak penting lagi. Tidak penting lagi apa yang pernah terjadi kecuali menjadi pelengkap ‘sandangan’ bagi mahluk hidup yang mengalami. Sebagian menggendongnya jadi daging penambah beban langkah kaki. Bukankah semesetinya yang berlalu dipelihara sebagai sejarah, benda mati yang kelak akan menjadi usang lalu rapuh sebelum musnah seperti halnya segala sesuatu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun baru. Setiap tahunpun ada tahun baru, dan setiap tahun pula resolusi diam diam dipupuk dalam ingatan. Bergantinya tahun, bertambahnya umur bumi berarti semakin rapuh demikian juga kehidupan. Peradaban akan berjalan mengiringi zaman, masa silam menjadi anak anak tangga pijakan menuju kekinian. Almanak di dinding sebentar akan terpuruk di gerobak abang pemulung, menjadi bangkai tak berarti, menjadi sampah penjijik pandang. Tidak ada waktu yang terlahir baru, semuanya hanya maju satu millimeter dari utas panjang cerita kehidupan. Kelahiran dan kematian selamanya bersandingan. Terompet dan jejingkrakan menyempurnakan kenaifan. Pesta merayakan ketidak mengertian akan bertambahnya usia hidup yang mengandung konskwensi pendewasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap butir air yang telah jatuh dari langit akan tetap menjadi air esok dan kelak. Dua butir gerimis yang datang menghampiri tanah malam ini akan menjadi limpahan bah yang menghanyutkan segala sukacita kelak. Biji buah akan tumbuh menjadi pohon, sebagian mati ditengah perjuangannya, mati tanpa menjadi pahlawan. Dan atas kuasa air, pepohonan akan memberi kehidupan sampai akhrinya kematian datang menjadi titah semata. Demikianlah hukum alam berjalan selama jutaan tahun. Dan dari tiap butirnya, kebijakan terkandung penuh makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah perjalanan dari dua titik bernama keabadian. Dan tahun demi tahun berisi catatan tentang kelahiran, tragedi, lalu kematian. Dan yang baru, adalah anugerah hidup; detik pertama setelah kematian detik sebelumnya. Mari memberi pada bumi, seperti yang selalu bumi berikan kepada kita; cuma cuma. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;em&gt;Kita semua pengembara di dunia ini. Dari rumput manis sampai rumah pagan. Dari kelahiran sampai kematian. Kita mengembara diantara keabadian.&lt;/em&gt; - &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Broken Trail&lt;/span&gt;)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempol, 080101&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-2920710808867965809?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/2920710808867965809/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=2920710808867965809&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/2920710808867965809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/2920710808867965809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2008/01/2008.html' title='2008'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R3yytMbBzuI/AAAAAAAAATE/1l9rjrixbA4/s72-c/earth.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-1876324705181864576</id><published>2007-12-22T09:44:00.000+07:00</published><updated>2007-12-24T09:52:51.106+07:00</updated><title type='text'>Pakta koloni manusia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R28dPsbBzsI/AAAAAAAAAS0/oHbQOKv5_Bs/s1600-h/relationship.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5147365054567534274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R28dPsbBzsI/AAAAAAAAAS0/oHbQOKv5_Bs/s320/relationship.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Membina hubungan atau membentuk sebuah relationship dari ketiadaan sesungguhnya adalah bentuk perjuangan tersendiri. Prinsipnya sederhana, bahwa sikap menjaga dan sama sama menghendaki adalah pemupuk paling mujarab yang tidak terbantahkan. Hubungan antar manusia dengan manusia, sesama jenis kelamin maupun berbeda jenis kelamin, sama saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa hormat dan menghargai, terbuka dan berusaha menempatkan partner lebih kedepan, tenggang rasa harus menjadi azas yang tidak boleh dimodifikasi dengan cerita bohong demi pembentukan image bahwa dia adalah orang baik, orang hebat, orang ini itu dan sebagainya. Unsur pemalsuan identitas seperti itu akan sangat mudah terbaca oleh mereka yang peka perasaanya, terkadang hanya dari pandangan matapun bisa ditebak. Orang yang bicara dengan kita tanpa memandang mata kita misalnya, adalah orang yang ingin mengenal kita kerena sesuatu yang bukan dari kepribadian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna ‘sukarela’ menjadi sangat jelas dalam sebuah hubungan. Suka menimbulkan rasa senang, menyenangkan dan disenangkan, rela adalah keikhlasan untuk terlibat dan masuk kedalam kehidupan orang lain, mengambil saripati pelajaran hidup dan juga membuka diri demi memberi kesempatan kepada partner kita untuk membaca diri kita dan kemudian memberi kebebasan untuk menyimpulkan sesuai dengan standar kepahamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kesimpulan, selamanya menjadi milik pikiran, milik kebebasan semesta. Orang bisa saja menyimpulkan bahwa yang berpenampilan alim dan halus, bahkan religius itu adalah orang yang menjunjung martabatnya tinggi tinggi, mulai dari cara berbicara sampai dengan cara berinteraksi dengan mahluk lain. Idealnya memang begitu, maka kemudian banyak orang mencitrakan hal demikian. Tetapi bagi yang mengenal secara pribadi, tentu kesimpulannya lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan yang tinggi semestinya identik dengan ketaatan moral yang tinggi juga. Tetapi sering terjadi, pendidikan tinggi, kedudukan tinggi justru merendahkan martabat sendiri dengan perilaku yang merugi. Merasa tinggi dan tidak menghargai orang orang yang dalam pandanganya lebih rendah, lebih membutuhkan dia membuat si tinggi menjadi hanya obyek cibiran di balik kegelapan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya saudara, jika ingin dihargai orang lain mestinya kita lebih menghargai orang lain. Jika ingin dimanusiakan orang maka kita juga wajib memanusiakan siapapun yang masuk dalam kategori manusia. Jika menjawab sapaan saja berat entah karena sebab apa, maka jangan berharap kita akan mendapat tempat baik dihati orang lain. Bisa bisa tidak akan menerima sapaan samasekali lagi sebab sebagian orang belajar dengan sangat cepat dari pengalaman empirisnya sendiri. Sikap pura pura juga sering mendatangkan malapetaka dalam sebuah hubungan, pura pura tidak mendengar, pura pura tidak melihat, pura pura tidak merasa, bahkan pura pura tidak tahu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila sebuah hubungan sudah bergeser dan kehilangan makna kesejatiannya, maka tidak ada alasan lagi untuk mempertahankan dan menganggapnya sebagai sebuah hubungan timbal balik yang masih mengandung nilai luhur dan manfaat silaturahmi. Memutuskan untuk tidak lagi meneruskan hubungan akan lebih bijaksana daripada memelihara nilai nilai negative yang perlahan bisa membusukkan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika sebuah hubungan sudah tiba pada titik pengingkaran, mengakhirinya akan lebih baik dan aman bagi semua orang. Kecuali dalam soal rumah tangga, sebuah hubungan yang rusak bisa bisa terhempas jadi remuk dijajah oleh selembar kertas bernama akta nikah. Sebab maknanya berganti menjadi ikatan hukum dan tanggung jawab, bukan lagi sukarela dan tenggang rasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuburan Cina – Radar AURI 071222 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-1876324705181864576?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/1876324705181864576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=1876324705181864576&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1876324705181864576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/1876324705181864576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2007/12/pakta-koloni-manusia.html' title='Pakta koloni manusia'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R28dPsbBzsI/AAAAAAAAAS0/oHbQOKv5_Bs/s72-c/relationship.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-8782143664248945911</id><published>2007-12-19T08:41:00.000+07:00</published><updated>2007-12-19T08:52:51.587+07:00</updated><title type='text'>Sampul</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R2h4hsbBzrI/AAAAAAAAASs/HBwbwo6k3Og/s1600-h/physical.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145495094526332594" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R2h4hsbBzrI/AAAAAAAAASs/HBwbwo6k3Og/s320/physical.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Standar fisik sebagai ukuran penampilan bawaan lahir yang ideal bagi seorang manusia baik lelaki maupun perempuan adalah komposisi yang proporsional antara tulang, daging, dan kulit yang membentuk paras menjadi berbeda antara satu dan lainya. Keadaan ideal atau sedap dipandang itu kerap dinamakan cantik bagi perempuan atau tampan bagi lelaki. Sebutan cakep mungkin lebih afdol, karena bersifat lintas gender, tidak peduli wanita maupun lelaki. Jika sudah begini, maka yang menjadi tolok pembeda adalah bentuk, ukuran dan keselarasan pandangan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah yang elok, paras yang membuat rasa selalu ingin memandang terkadang menjadi topeng yang sempurna bagi kebusukan jiwa maupun keganasan siksa yang disembunyikan dibalik tampangnya. Katanya kecantikan seseorang terpancar dari kepribadiannya, yang meskipun tidak tampak tetapi lebih berkuasa. Tetapi toh korban ketertipuan atas penampilan fisik ini juga berjatuhan setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian kita yang pernah secara empiric mengalaminya sendiri betapa si rupawan sebenarnya mengandung racun yang lebih mematikan ketimbang si biasa yang tidak begitu rupawan. Pembedaan penampilan adalah hal vulgar yang kerap memerangkap seseorang dalam pikiran impulsive yang menyesatkan, bahwa penampilan yang tidak menarik tidak menimbulkan daya magnet perhatian. Ho ho ho…jangan salah, sebagai pelengkap cerita dunia, pada sebuah kejadian justru si rupawan menemukan kerupawanan yang lebih dalam dari kepribadian dan jalan pikiran si penampilan kurang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa mengukur apapun dari hanya penampilan saja. Coba kita umpamakan, penampilan air yang setiap melintas dalam pikiran kita terbayang kesejukan, kesegaran dan kehidupan induk dari segala keindahan, dibalik itu ia juga berfungsi ganda sebagai alap alap pencabut nyawa. “Don’t judge the book by its cover” bisa fatal! Tetapi tetap saja air tidak bisa berubah menjadi hal yang patut untuk dipersalahkan, apalagi hanya karena penampilanya sebagai air. Iapun diterima dalam kehidupan sebagai air. Demikianlah pula si non-rupawan, ia akan diterima sebagaimana adanya sebab dibalik penampilannya ia memelihara kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, semakin usang hidup kita, maka semakin arif kita melihat bahwa kecantikan budi pekerti jauh lebih bermakna daripada kecantikan fisik. Para malang yang pernah menjadi korban si rupawan tentu akan cepat menyetujui teori ini. Meskipun, penampilan fisik tentulah juga masuk dalam salah satu criteria yang tidak diutamakan. Tidak ada hal apapun yang bisa menandingi kesempurnaa hasil karya Tuhan; kehidupan. Bersyukurlah diri yang merasa tidak memiliki cukup karakteristik untuk disebut sebagai si rupawan, paling tidak atas dasar penilaian subyektif yang diproduksi dari pantulan kaca cermin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;… lalu kenapa semakin rupawan seseorang, maka semakin beresiko akan mendatangkan malapetaka kesakitan hati?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan super kilat ini mungkin bisa sedikit mengurai, karena; semakin rupawan seseorang, maka semakin tajam duri duri yang menyelimuti tubuhnya. Susah dipegang! Kita mengakui kerupawananya yang juga berarti mengakui ketidak rupawanan kita sendiri. Sebuah proses monolog yang melibatkan fihak ketiga sebagai biang keladinya. Karena kerupawanannya pula maka kita tahu kalau persaingannya akan menjadi semakin ketat. Keunggulan rupa itu membuat kita sebenarnya tidak rela ditinggalkan, bahkan hanya diacuhkan saja. Tetapi jika ternyata kelakuannyapun lebih bangis dari iblis, maka keelokan rupa itu akan menjadi bias, kecantikan yang menjijikkan dan tidak mengundang semangat untuk memandang. Hina dina dalam pandangan diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah sebagian dari kita, yang menemukan pribadi pribadi cantik dan terbungkus oleh penampilan yang rupawan. Lelakinya tampan dan baik hati, dan jika perempuan tentu cantik dan baik hati juga. Kebaikan hati diukur dari kemampuan memberikan penghargaan yang wajar atas kehidupan orang lain, pemikiran orang lain dan taat kepada azas azas tenggang rasa. Menghormati orang dengan memperlakukannya dengan sebaik mungkin dan sebagainya. Siapa tertantang untuk menjadi seperti itu? Mungkin sebagian dari nafsu kita mengatakan “aku orangnya seperti itu”, tetapi juga akan ada counter opini dari nurani yang mengatakan “ oh, ideal sekali, aku belum bisa seperti itu tapi aku ingin seperti itu” . Terkembali kepada cara kita menjalani hidup, taat pada nurani atau manja dibuai nafsu. Tinggal pilih, hidup itu bebas memilih, dan boleh memilih apa saja tanpa takut salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab saudara, orang yang berpenampilan menarik tetapi berkelakuan tengik, tidak ubahnya tubuh tanpa ruh yang tinggal menunggu keriput, lalu ketika mati tidak meninggalkan kebanggaan apa apa. Sedangkan orang yang berpenampilan kurang menarik dan berhati tengik, ialah yang selalu menjadi pemenang didunia. Orang yang berpenampilan kurang menarik tetapi berhati baik, biasanya mengenakan jubah pahlawan. Kalau penampilanya cantik serta hatinya baik…Belum ada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempol 071219&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;* &lt;span style="font-size:85%;"&gt;tertulis sebagai saksi betapa kecantikan memiliki racun yang menghancurkan, tidak mematikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-8782143664248945911?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/8782143664248945911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=8782143664248945911&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/8782143664248945911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/8782143664248945911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2007/12/sampul.html' title='Sampul'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R2h4hsbBzrI/AAAAAAAAASs/HBwbwo6k3Og/s72-c/physical.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-4339914898605523384</id><published>2007-12-18T04:21:00.001+07:00</published><updated>2007-12-18T15:19:06.610+07:00</updated><title type='text'>Gerungan di persimpangan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R2boYcbBzpI/AAAAAAAAASc/ovJ55EVakb8/s1600-h/burned.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145055130961432210" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R2boYcbBzpI/AAAAAAAAASc/ovJ55EVakb8/s320/burned.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Api berkobar dimatanya sore itu, ketika matahari mengendap endap meninggalkan bumi. Sorot mata yang liar mengandung ribuan beling dan racun bagi pikiran, milik singa yang terluka, memberontak atas penganiayaan sia sia. Kemarahan menjauhkannya dari cinta. Dan murka telah menjelmakan musuh musuh baru disepanjang perjalanan nafas. Jangan tatap matanya atau engkau kan terluka oleh karena tajamnya. Mata yang sanggup merobek dan mengoyak apapun dan siapapun yang tak sanggup melampaui titik didih sebuah dendam. Betapa ia telah terciptakan sebagai visualisasi dari mahluk bengis tak mengenal belas kasihan bahkan terhadap bayi orok sekalipun. Permaafaan dan ampun menjadi retorika yang hanya dikumandangkan sebagai penghibur rasa perih belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis tak cuma menggeliat di setiap sel otak yang berulat. Tingkahnya mempereteli setiap mili keyakinan yang dibangun susah payah; pencitraan diri. Arus kebencian begitu perkasa memporak porandakan keteguhan yang dibangun diatas nisan nisan kenangan. Angin sore Binamarga yang biasanya membawa harum bunga mahonipun berubah berisi uap api neraka, melahirkan gerungan penyebab muka sepucat warna mayat. Seribu penjuru angin menyiksanya, mengusirnya pergi dari dunia ramai tempat tawa dan cinta dipamerkan di setiap etalase jalan raya dan jalan sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan air mata dari mendung simpati tak mampu meredam amuk panas sang murka, bahkan ketika hati yang melepuh bersimpuh memohon agar kekasih lekaslah sembuh. Telinga dan hati disediakan bagi penggerutu dan pemaki kehidupan pilihannya sendiri. Manusia dan manusia, selamanya menciptakan konflik batin berjajar memanjang dari ujung bumi ke ujung satunya. Penjajahan baru atas jiwa yang merdeka telah mengakibatkan kerdilnya nilai luhur sebuah investasi sosial. Menerbangkan si jiwa lemah jauh ke angkasa dimana ia lepas kepemilikan, menjadi butiran debu yang tersesat dan kepayahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore yang tenang telah berganti jadi desingan dendam dan makian sepanjang jalan, mematikan percintaan. Ia telah begitu tidak bijaksana diperdaya oleh aniaya yang tanpa sadar telah menjadi bagian dari ruh dan daging tubuhnya. Betapa perkasanya ia yang berjuang sendirian melawan penyesalan yang membatu, membandul bagai tumor di mata kaki, menyertai setiap langkah yang tak boleh berhenti. Kematian dibicarakan seperti harapan yang tak bertemu kenyataan, layaknya mimpi yang hanya menyisakan busuk air liur di pembaringan. Ia telah mati sebagian dan bermimpi tentang penguburan yang tenang dimana tak akan dijumpai kehidupan manusia setelah ia terlempar dari satu permainan ke permainan lainya. Kekagumannya pada pesona telah membuahkan luka yang menganga, mengundang apapun untuk dikeluhkan sebagai bentuk pemberontakannya yang diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia menyusuri malam mengemudikan angin di kegelapan, berharap bertemu titik embun yang dulu setia menyapa wajahnya yang menyembunyikan tangis sangat diam diam. Ia terus melolong tanpa seorangpun patut mendengarkan hingga ia terdampar linglung di persimpangan moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binamarga 071217 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17430007-4339914898605523384?l=sekarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekarlangit.blogspot.com/feeds/4339914898605523384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17430007&amp;postID=4339914898605523384&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/4339914898605523384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17430007/posts/default/4339914898605523384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekarlangit.blogspot.com/2007/12/gerungan-di-persimpangan-moral.html' title='Gerungan di persimpangan'/><author><name>buderfly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12938278182948880880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/Sy-k4RsKk0I/AAAAAAAAAnU/VEiyB1FdcAE/S220/peacedove2.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R2boYcbBzpI/AAAAAAAAASc/ovJ55EVakb8/s72-c/burned.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17430007.post-7335552617365388098</id><published>2007-12-13T10:59:00.000+07:00</published><updated>2007-12-13T11:07:24.411+07:00</updated><title type='text'>JB* = jalan raya, terminal atau pasar?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R2CuVV_2WxI/AAAAAAAAASU/xFywQ8torxs/s1600-h/macet.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143302456162540306" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_20WOZEoeavQ/R2CuVV_2WxI/AAAAAAAAASU/xFywQ8torxs/s320/macet.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Cerita dari Jakarta 8&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Menyusuri jalan TB Simatupang dari arah Pondok Indah selepas senja, dengan nyanyian ringan dalam ingatan dan mata jelalatan menjilati sesama pemakai jalan, tua muda, laki perempuan, pejalan kaki dan yang berkendaraan. Manusia manusia Jakarta mewakili individu masing masing dalam kepentingan masing masing, tertutup rapat dalam misteri masing masing, misteri yang amat rapat dirahasiakan, hampir tanpa tebakan. Ke arah terminal Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) Kampung Rambutan, melintasi perlintasan dengan jeda lampu lalulintas di beberapa perempatan yang selalu saja sibuk oleh pemakainya di sepanjang sisi kiri kanan tol lingkar luar Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara geografis JB menempati posisi yang sangat strategis, pertigaan kecil, jalur putar balik kendaraan komersial dari terminal Kampung Rambutan yang bersiap siap untuk mengantar penumpangnya ke Bogor, Bandung dan kota kota di Jawa lainya melalui tol Bekasi nantinya. JB juga tempat transit banyak penumpang dalam kota sendiri, angkot ke Jakarta bagian timur maupun ke arah Bekasi dan kota kota penyangga Jakarta lainya. Di JB juga sudah dibangun megah sebuah halte busway bernama halte Tanah Merdeka. Busway yang ini melayani rute Kampung Rambutan sampai ke Kota bahkan Ancol di tepi utara Jakarta. Tidak heran jika kemudian JB berkembang dari sekedar tempat persinggahan atau transit, tetapi juga tempat dimana banyak manusia akan memanfaatkan kondisi itu untuk mengais rezeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Limapuluh meter dari titik singgung persimpangan dimana bus bus AKAP memutar balik setelah lepas dari labirin terminal Kampung Rambutan, telah tampak betul kesemrawutan dari kejauhan. Jalanan bercabang kecil itu penuh dengan kamuflase khas Jakarta; Pedagang Kaki Lima yang menawarkan bermacam komoditi dari busana, hiburan hingga ke boga, alias barang barang yang punya alamat akhir lubang kakus, atau makanan, dari buah buahan sampai ke minuman ringan. JB telah lama kehilangan trotoarnya, berganti menjadi etalase pasar tradisional dengan musik kencang penjual CD bajakan, kaos kaki sepuluh ribu tiga pasang hingga ke counter pulsa portable! Dalam pajangan jangan ditanyakan soal kedai makanan, mulai dari warteg, warung padang, baso, mie ayam atau apapun yang mungkin orang akan butuhkan. Semua pasti ada, seperti halnya mudah dijumpai di sudut kota yang lain. Pasar buah di JB sebenarnya mengadopsi dari perempatan besar Pasar Rebo, yang berjarak hanya sekitar satu kilometer saja. Disana PKL buah buahan telah memperoleh legitimasinya denga menempati kios permanent selain yang berjubalan di sepanjang trotoar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, dari jarak limapuluh meter sebelum memasuki titik pusat ‘kehidupan’ JB, pengguna jalan yang budiman akan disuguhi dengan pemandangan yang menakjubkan; sebuah jalan raya yang seolah tidak ada celah sedikitpun yang bisa ditembus dengan kendaraan roda dua maupun roda berapapun. Penuh sesak oleh berbagai jenis kendaraan, seperti etalase hidup bagi para dealer. Disini mission impossible dimulai dengan mereka reka celah mana yang hendak dilalui untuk menembus kesemrawutan JB sambil menikmati dentuman musik dari CD bajakan, atau menikmati wajah wajah gelisah para penunggu jemputan maupun angkutan umum ya
